Demi mendapatkan surat izin praktik kedokteran tanpa pengawasan, Ozman harus melakukan magang di sebuah rumah sakit . Tetapi, kedatangan Ozman di rumah sakit Bunda Kasih, tak diharapkan oleh banyak orang, terlebih lagi Ozman dalam kondisi spektrum autisme.
Bagaimana jadinya jika ternyata orang yang mereka remehkan kemampuannya karena keterbatasan, adalah sebenarnya dokter genius?
Semuanya terbukti ketika Ozman mampu menolong dan memberikan pertolongan darurat untuk seorang anak yang mengalami kecelakaan. Dari situ nama Ozman dikenal dan diperhitungkan dalam dunia kedokteran.
Dia bahkan diberikan kesempatan untuk magang di Rumah Sakit Bunda Kasih. Tetapi, banyak hal yang Dokter Ozman lalui ketika dia magang. Dokter Ozman menemukan sebuah penyakit yang langka, penyakit yang tidak banyak diketahui dan diderita oleh banyak orang.
Mampukah Dokter Ozman menangani penyakit tersebut? Dan menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit langka itu?
Yuk simak kisah Ozman di Dokter Oz!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
Di dalam ruangan operasi terlihat sedikit menegang di mana kondisi pasien yang menurun.
Tak lama Dokter Amel kembali dengan dua orang perawat yang akan membantu mereka dalam menangani operasi pada sore ini.
"Dokter Ozman, ini Perawat Adi dan ini Suster Meli," Dokter Amel memperkenalkan ke dua rekannya yang akan membantu mereka saat operasi.
"Perawat Adi kamu bisa melakukan anastesi?"
"Itu biasanya dilakukan Suster Meli, saya bagian mengontrol dan mengecek kondisi pasien,"ungkap Perawat Adi yang sedikit menunduk kepalanya.
"Baik, kalian berdua bersiap-siaplah. Dokter Amel, Anda juga bersiap-siap juga,"
"Baik, Dok."
Mereka semua bergegas mempersiapkan diri untuk melakukan operasi. Begitu selesai, mereka segera berdiri dibagian masing-masing termasuk Dokter Ozman dan Dokter Amel.
"Kita mulai sekarang,"ucap Dokter Ozman dibalas anggukan oleh tiga orang lain yang ada di depannya.
"Pisau bedah,"
Dokter Amel memberikan pisau bedah untuk Dokter Ozman yang akan melakukan sayatan pertama di bagian perut bayi prematur tersebut.
"Jangkauan nekrosis lebih luas dari perkiraan,"ucap Dokter Ozman setelah sayatan pertama dia lakukan.
"Aku akan memeriksa seluruh usus halus,"sahut Suster Meli.
"Sedot!"
Dokter Amel siap siaga melakukan apa pun perintah dari Dokter Ozman. Terlihat mereka berdua mengolah bagian dalam perut baby tersebut.
"Nekrosis terjadi di hampir semua bagian usus halus, 30 cm di bawah ligamentum treitz. Ada enterbrosia di tiga tempat. Singkirkan bagian itu bersama jaringan nekrosis. Kita akan membuat fistula usus halus menggunakan bagian atas dari usus,"imbuh Dokter Ozman. Dibalas anggukan oleh Dokter Amel.
Ligamen Treitz adalah otot tipis yang menghubungkan sambungan antara usus dua belas jari, usus kosong, dan fleksi duodenojejunal ke jaringan ikat yang mengelilingi arteri mesenterika superior dan arteri seliaka.
Enterobiasis adalah infeksi cacing yang sangat mudah menular dan paling banyak terjadi. Infeksi ini dapat menyebabkan gatal di anus yang sangat mengganggu penderitanya.
Nekrosis adalah keadaan kerusakan sel yang menyebabkan kematian dini sel dan jaringan hidup. Nekrosis disebabkan oleh faktor eksternal seperti infeksi, toksin atau trauma yang menyebabkan komponen sel terurai secara tidak teratur.
Fistula adalah saluran yang terhubung secara tidak normal di antara dua rongga tubuh yang seharusnya terpisah. Saluran ini bisa muncul di bagian tubuh tertentu, seperti anus dan pembuluh darah. Jika tidak ditangani, fistula bisa menyebabkan berbagai gangguan pada fungsi tubuh.
"Gunting bedah,"
"Sedot,"
"Perban,"
"Penjepit,"
"Tahan, pisau bedah dan ikat!" Dokter Amel segera mengikat benang yang telah dijahit oleh Dokter Ozman, keduanya melakukannya dengan begitu baik.
Perawat Adi melihat layar monitor yang menampilkan bagaian yang dioperasi oleh Dokter Ozman barusan.
"Pembuangan jaringan nekrosis telah selesai, dan untungnya fungsi usus halus bisa dipertahankan,"ucap Perawat Adi memberitahu Dokter Amel dan yang lain.
"Ini lebih dari yang diharapkan,"sahut Dokter Ozman.
"Sekarang kita akan membuat fistula usus halus ,"Dokter Amel menyarankan Dokter Ozman ,pria ini mengangguk.
"Fistula usus halus telah selesai dibuat,"ujar Dokter Ozman, melihat kearah Perawat Adi yang menganggukkan kepalanya.
"Tutup dan jahit perutnya,"sambung Suster Meli.
"Kita tidak boleh menutupnya!"larang Dokter Ozman, di saat Suster Meli meminta untuk di tutup bagian perutnya. Sehingga membuat Dokter Amel bingung.
"Dok, ada kebocoran di saluran empedu pasien,"ujar Perawat Adi.
Saluran empedu merupakan saluran yang membawa cairan empedu dari hati sampai ke usus. Sistem saluran ini terdiri dari saluran yang berada di dalam hati, kantong empedu, dan saluran yg berada di luar hati.
Dokter Ozman dan Dokter Amel serta Suster Meli, ikut tegang mendengar kebocoran pada saluran empedu bayi.
"Dok, empedu merembes keluar dan menciptakan tumor empedu,"ucap Dokter Amel. Dokter Ozman berhenti sejenak mengangkat kedua tangannya dan melihat pada layar monitor.
"Kita harus segera menyingkirkan tumor empedunya, harus melakukan bedah anastomosis dari saluran empedu ke jejunum. Ada resiko besar terjadi infeksi,"imbuh Dokter Amel, mereka semua terlihat panik, inilah hal buruk yang akan mereka hadapi saat ini.
Anastomosis usus (bowel anastomosis) berfungsi menghubungkan dua bagian usus, termasuk usus halus dan usus besar, atau menghubungkan usus ke bagian lain dalam tubuh. Prosedur bedah ini umumnya dilakukan saat ada bagian dari usus tersumbat atau terdapat pertumbuhan tumor atau kanker di dalamnya.
"Tidak boleh melakukan bedah anastomosis,"tukas Dokter Ozman, melihat kearah Dokter Amel.
"Apa yang dokter katakan? Saat ini hanya ini satu-satunya pilihan,"ujar Perawat Meli.
"Tidak bisa, karena saluran empedunya terlalu tipis dan usus halus tak cukup panjang untuk itu,"ujar Dokter Ozman.
"Lalu?"Dokter Amel terlihat cemas dan sedikit khawatir, dia terus memperhatikan bayi prematur tersebut.
"Dok, apa Anda punya rencana lain?"Suster Meli bertanya.
"Kita tidak akan membuang waktunya, karena bayinya akan berada dalam bahaya. Bayinya bsia kelelahan,"tukas Dokter Ozman.
"Tetapi, Dok. Bagaimana bisa terjadi perforasi saluran empedu secara spontan?
"Sebuah batu empedu menyumbat saluran empedu, tekanan yang ditimbulkan membuatnya pecah,"ujar Dokter Ozman.
"Bayinya tidak bisa diberi makan karena kondisi buruk pada usus, itu sebabnya batu empedu terbentuk,"timpal Dokter Amel.
Meraka semua terdiam memperhatikan bayi tersebut, serta mencari cara untuk mengatasi masalah yang ada. Tiba-tiba bunyi dari monitor detak jantung bayi mengejutkan keempat orang itu.
Suasana langsung tegang kembali, raut wajah Dokter Amel terlihat panik, begitu juga dengan Suster meli. Perawat Adi memeriksa bagian detak jantung dan juga denyut nadi, Dokter Ozman melihat tubuh bayi yang sesaat menjadi lemas kembali.
malah tamatnya nggak jelas 🤧
RS ribut bener 🤭
tapi ini mereka dokter lho,moral e neng endi kalian lulus cara apa ,astoge
dr, Rendi tak sumpah i dirimu mencret2 sampe nggak sempat ke toilet,bleber2neng dalan 🤣🤣🤣