NovelToon NovelToon
Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat

Anak Genius: Memburu Ayah Konglomerat

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia / Tamat
Popularitas:381.9k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Bos! Keamanan perusahaan kita dibobol seseorang!" Seorang karyawan terlihat tergesa-gesa.

Sedangkan seorang pria berpakaian rapi memijit pelipisnya sendiri. Bukannya apa-apa, seseorang yang meretas jaringan komputer perusahaannya hanya meninggalkan pesan.

'Ayah br*ngsek! Aku akan mengambil sumsum tulang belakang milikmu!'

CEO perusahaan besar, itulah dirinya. Anak? Bagaimana mungkin dirinya memiliki anak. Tapi hanya sejenak dirinya kembali menelan ludah mengingat malam yang dilewatinya dengan seorang wanita buta.

Sedangkan sang anak manis mengenakan pakaian taman kanak-kanak terbatuk-batuk, mengeluarkan darah dari mulutnya. Dirinya mengidap leukimia. Bagaimana pun caranya dirinya harus berhasil mencuri sumsum tulang belakang ayah kandungnya. Anak yang sejak lahir memang dingin dan badas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Geram

Hari ini anak itu berada di rumah, memakan masakan buatan ibunya dengan lahap. Tidak ada gorengan atau makan yang mengandung banyak minyak. Sebagian besar rebusan, tapi ini bukan karena minyak goreng yang langka, atau anjuran untuk membuat gorengan menggunakan rebusan air. Tapi lebih kepada kesehatan anak itu.

Anak yang memakan apapun buatan ibunya.

"Ini untuk Zeyan. Kamu suka nugget kan?" Ucap Mulyasari meletakkan beberapa nugget di piring cucunya.

"Untuk nenek saja, aku lebih menyukai sayur." Zeyan kembali meletakkan nugget ke atas piring milik Mulyasari.

Sesilia berusaha tersenyum, benar-benar berusaha. Zeyan menyukainya, tapi tidak boleh memakannya. Putranya memiliki semangat hidup yang tinggi. Tapi kenapa harus mengidap kanker darah?

Anak yang kembali makan tidak mempedulikan apapun.

"Zeyan, bagaimana jika kamu pindah sekolah? Ada TK yang lebih bagus. Ayah akan---" Kalimat Fabian disela.

"Hanya satu tahun. Aku hanya akan bersekolah disana satu tahun. Jadi lebih baik melanjutkannya saja, di TK negeri." Anak yang biasanya ceria itu kini tertunduk. Menyadari usianya mungkin tidak lama lagi. Bibirnya memutih, wajah yang terlihat pucat.

"Ibu dan ayah sudah baikan?" Pertanyaan dari mulut kecilnya.

"Sudah, lain kali kita pergi ke taman bermain." Jawaban dari Sesilia, meraih putranya kemudian memangkunya.

Zeyan mengangguk."Suatu hari nanti..." ucapnya mengulangi kata-kata ibunya.

"Dedemit! Kamu mau mati ya? Kenapa berubah begini?" Pertanyaan dari Jesseline tiba-tiba, hanya sebuah gurauan. Namun, bagaikan tepat sasaran.

"Tidak ada yang mau mati bibi! Di film-film orang tampan selalu happy ending." Anak yang menggemaskan itu mengedipkan sebelah matanya. Astaga benar-benar iblis kecil yang imut, kembali menunjukkan senyuman mematikannya.

"Ada orang tampan yang mati, Jack di film Titanic, Romeo dan Juliet, Song Yi Soo di drama 49 days, Bidam di drama The Great Queen Seon Deok. Kamu akan mati, tapi merahasiakan dari kami! Kenapa? Bermimpi malaikat kematian menemuimu? Kalau bermimpi seperti itu, selidiki aib malaikat kematian, melalui internet. Kemudian ancam akan menyebarkan aibnya!" Saran gila dari Jesseline yang terkekeh.

"Benar juga! Bibi benar! Dewa kematian pasti punya akun media sosial kan?" Zeyan ikut tertawa. Keceriaan di pagi hari yang benar-benar terasa.

Suara bel terdengar, dengan cepat salah seorang pelayan membukakan pintu. Seseorang menerobos masuk kali ini membawa beberapa paper bag di tangannya."Pagi..." Ucap Anjani penuh senyuman, menerobos masuk. Tidak ada sambutan untuknya, suasana hening, bahkan Fabian hendak berdiri untuk mengusirnya. Mengingat kejadian di pesta beberapa hari lalu.

"Ini oleh-oleh dari ayahku." Kalimat dari wanita itu sukses membuat Fabian duduk kembali.

Jemari tangannya gemetar, Chan seseorang yang tidak bisa dihadapi olehnya. Pengaruh orang itu semakin kuat saja, bahkan membunuh hal yang biasa untuknya.

Lemah? Tidak, hanya saja nyawa karyawannya tergantung pada dirinya. Masih teringat di benaknya berapa jumlah korban yang meninggal akibat kebakaran pabrik yang direkayasa oleh Chan. Hanya karena dirinya membatalkan pertunangan dan kerjasama bisnis.

"Ini untuk Jesseline, ini untuk ibu (Mulyasari) dan ini untuk Fabian. Semuanya barang-barang berkelas. Kalian seharusnya menghargai semua pemberian ayahku," ucapnya menbuat semua orang tertegun. Tidak ada yang bicara, segalanya dalam keheningan sesaat.

Tentunya terkecuali anak itu. Bagaikan bermain game, dirinya sudah game over sekali saat menghadapi bos utama (Chan). Apa akan game over lagi? Tentu saja tidak akan dibiarkan olehnya, berusaha hingga titik darah penghabisan. Wajahnya tersenyum."Bibi tidak membawakan oleh-oleh padaku? Benar-benar tidak sopan."

"Ti... tidak sopan?" Wanita itu berusaha tersenyum mengepalkan tangannya.

Mulut kecil itu kembali mengomel."Aku selalu diajarkan untuk menghormati orang oleh Bu guru. Jika ingin memberikan oleh-oleh sebaiknya jangan pada beberapa orang saja, karena orang lainnya dengan status yang setara akan merasa iri. Karena itu, jika liburan aku selalu membeli gantungan kunci, untuk dibagikan pada semua teman sekelas."

"Statusmu tidak setara, kamu hanya anak di luar nikah!" Tegas wanita itu.

"Bibi Jesseline bilang, ada yang namanya mantan istri, ada yang namanya mantan pacar. Tapi tidak ada yang namanya mantan anak." Pandangan mata Zeyan kini beralih pada Fabian."Ayah, selamanya ayah akan menjadi ayahku kan?"

Dengan cepat Fabian mengangguk tersenyum pada anak manis ini."Tentu saja, sayang..."

"Nah, bibi dengar sendiri. Statusku adalah keturunan satu-satunya dari ayahku. Walaupun bibi menganggap kehadiran ibuku hanya sebagai sebutir pasir. Tapi aku tetaplah putra mahkota. Anak dari pemilik rumah ini." Ucap Zeyan mulai kembali menyendok makanan. Berbicara hingga sempat tersedak.

Punggung kecilnya ditepuk-tepuk oleh Sesilia. Hingga anak itu dapat kembali meminum air dan makan. Benar-benar anak yang lucu.

"Terserah, anak di luar nikah sepertimu tidak pantas bicara. Cepat atau lambat aku akan menjadi ibumu..." Suara penuh penekanan dari Anjani.

"Anjani! Pertunangan kita sudah dibatalkan. Jadi tidak ada yang perlu dibahas!" Bentak Fabian menggebrak meja.

"Tidak ada yang perlu dibahas. Ini hanya peringatan, cepat atau lambat beberapa hal akan terjadi. Jadi jangan terlalu senang dengan hidupmu." Peringatan dari Anjani penuh senyuman. Berjalan pergi hendak meninggalkan rumah.

Hingga tiba-tiba Zeyan turun dari kursinya. Menatap sang ayah seperti ada dalam keraguan dan ketakutan. Mungkin hal inilah yang membuat Fabian meninggalkan Sesilia.

Anak yang bergerak dengan cepat, menaiki kursi, berdiri di atas meja. Melompat menendang bagian punggung Anjani hingga roboh.

"Sakit! Apa yang kamu lakukan!?" teriak Anjani kala tangannya dikunci, diinjak sang anak. Anak manis yang tersenyum tidak berdosa.

"Aku? Aku hanya ingin oleh-oleh." Ucap Zeyan bagaikan kelinci tidak berdosa. Namun, hanya ilusi semata, anak itu mendekatkan bibirnya pada telinga Anjani."Kamu boleh saja berani pada Fabian yang memiliki banyak hal untuk dilindungi. Tapi kamu seharusnya takut padaku, karena aku yang tidak memiliki apa-apa dapat membunuhmu kapan saja."

"Gila! Anak ini benar-benar sudah gila! Apa itu yang seharusnya diucapkan anak berusia lima tahun? Dia benar-benar seperti setan! Mungkin ini bukan anak Fabian. Anak ini sudah pasti keturunan setan." Batin Anjani ketakutan mengeluarkan keringat dingin, masih dalam posisi tengkurap.

"Zeyan! Hentikan!" Dengan cepat Jesseline yang berada paling dekat mengangkat tubuh Zeyan.

Tapi hal yang tidak terduga, anak itu tiba-tiba menangis."Kalian mendapatkan oleh-oleh tapi kenapa hanya aku yang tidak. Karena itu aku kesal dan memukul bibi ini. Apa Ayah dan nenek akan menghukumku?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca, mengundang simpati siapapun yang melihatnya.

"Tidak sayang. Cucuku yang pintar bicara." Mulyasari meraih Zeyan secara paksa dari dekapan Jesseline.

"Kamu hanya bisa mengancam saja! Walaupun keluargamu punya banyak pengawal, tapi keluarga kami punya lebih banyak uang! Kami tidak takut padamu!" Bentak Mulyasari yang memang sudah menjadi budak cucu.

Anjani mulai berdiri, mengepalkan tangan. Menyembunyikan kekesalannya."Aku pulang..." ucapnya sebelum benar-benar pergi.

Beberapa saat kemudian pandangan sang nenek beralih pada dua orang yang masih duduk dengan tenang."Kalian sebagai orang tuanya benar-benar kejam! Benar-benar tidak peduli pada anak!" geram Mulyasari melihat drama antara wanita acuh dengan pria pengecut.

1
Nur Hayati
Makasiiiihhh banyaaaakkk Thor... cerita nya selaluuuu luarrr biasa
Nana Niez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣anak yg ber 1iq tinggi,, model Chucky,,, 🤣🤣🤣🤣
Imas Karmasih
terimakasih buat semua karyamu yg keren
Imas Karmasih
dasar bocil licik 😂😂😂
Imas Karmasih
ya ampun pada masuk perangkap semua 🤣🤣🤣
mimief
setiap orang selalu punya alesan untuk membenarkan kesalahan nya
apapun itu ttp hidup itu sebuah pilihan bukan
othor yg selalu bisa membolak-balik hati para readers 🤣🤣
menjadi baik atau jahat tergantung sudut pandang
tapi....bila ending kita dikenang sebagai penjahat, sebanding ga si sama semua rasa sakit kita??
dan...apakah rasa sakit itu akan menghilang??00
mimief
hanya jika
jika kau adalah tanah yg menampung tetesan hujan
menampung segala cinta dari sang hujan
yang selalu memberikan cinta tanpa syarat
aku...
akulah hanya semilir angin
yg bisa mengintip kalian dr jauh
yang berbahagia ketika kalian bahagia
yg bersedih ketika kalian menangis

hanya jika
jika diperbolehkan menyapa dalam nyata

hanya jika
jika aku bisa mengungkapkan sekali saja
semilir angin ini akhirnya menghilang juga ga masalah
aku pasti akan bahagia
mimief
takut dia🤣🤣
jujurly aku juga ga mau terjebak di tengah keluarga aneh
mimief
mantu Ama mertua 11 12😭😭
mimief
jgn macem macem deh Thor
traveling ni jadinya
kan rada rada 🤣🤣
mimief
dibilang...DNA itu menyeramkan bukan?
mimief
iru lu.. bang
lu
wkwkwkkw
kyk sinetron drama ukan terbang yaa
saingan ku office boy di rumah sakit ku
mimief
iru lu.. bang
lu
wkwkwkkw
kyk sinetron drama ukan terbang yaa
saingan ku office boy di rumah sakit ku
mimief
inget jaman dulu
yg nunggu nomer kalau abis orang baru bangun ,ngimpiin angka nonggol🤣🤣
mimief
dengan tempo yang sesingkat-singkatnya yaaa Thor?
🤣🤣🤣
mimief
salah Thor
sesil belum ayang 🤣🤣
mimief
wkwkwkwk
mimief
makanya...mau tampil rupawan shining simmering and spleding juga mang mesti ada modal
maney's talk woi🤣🤣🤣
mimief
wkwkwkkw
pencitraan
mimief
wkwkkwkw

takut matahari terbit dr barat yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!