Kevin adalah seorang menantu sampah di keluarga Istrinya.
Tapi tidak ada yang tahu kalau dia adalah pewaris dari Keluarga Gregorious, salah satu keluarga terkaya di dunia.
Tapi karena mengalami amnesia, maka bahkan Kevin sendiri tidak tahu akan asal usulnya hingga sebuah panggilan menyapanya. "Tuan muda... "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bengcu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita bisa Perbaiki ini
"Aku tidak pernah melakukan itu dan aku akan buktikan kepadamu kalau aku tidak pernah ada main dengan wanita penghibur manapun," tandas Kevin.
"Oke, kalau begitu kamu buktikan kepadaku soal ini. Aku baru tahu soal ini tadi pagi. Aku putuskan untuk kembali ke rumahku rumah orang tuaku," tandas Bianca.
"Please, jangan seperti ini, sayang. Kita bisa perbaiki ini. Kita tidak boleh terpisah, Bianca."
"Kamu harus buktikan dulu kalau kamu tidak punya hubungan dengan wanita itu. Kalau kamu sudah bisa membuktikannya, barulah aku akan kembali ke rumahmu. Sekarang, keluarlah dari ruangan ini dan kamu tidak perlu kembali ke kantor ini."
"Please, Bianca."
"Keluarlah!" Bianca mendelik ke arah Kevin.
Kevin terpaksa keluar dari ruangan ini. Saat dia keluar ruangan, dia melihat Milea sedang menertawakan dirinya.
Kevin merasa sangat geram. Tapi dia cuma bisa mendengus dan berjalan pergi.
Sekarang ini Kevin ingin membalas kepada semua orang yang membuat Bianca menjauhinya dan Bianca berpikiran buruk terhadapnya
Setelah berada di luar kantor yang disewa perusahaannya Bianca, saat berada di halaman parkir kantor, maka Kevin segera mengeluarkan handphonenya
"Iya, tuan muda. Sudah lama tuan muda tidak menghubungi aku."
"Iya, Lukas. Aku melakukan kesalahan saat mengabaikan tenagamu dan saat aku berusaha menunjukkan kekuatanku sendiri tapi ternyata aku dicurangi orang-orang dan ini saatnya aku kembali memakai kamu dan perusahaan keluargaku."
"Siap, tuan muda kadang-kadang orang yang ingin jalan lurus dicurangi oleh orang-orang jahat, karena itu, kita harus tulus seperti merpati tapi licik seperti ular. Kita harus membalas kelicikan mereka dengan sama liciknya tapi tetap baik pada orang yang tidak mencurangi kita."
"Kamu betul, Lukas. Kita harus membalas kritikan mereka dengan pembuktian dan kita akan hancurkan mereka. Kita akan membuat mereka bertekuk lutut, mengaku kalau mereka telah berbuat kesalahan saat mengusik kita."
"Iya, tuan muda. Sekarang aku siap mendengarkan. Aku siap bertugas kembali. Aku siap menghancurkan musuh. Aku siap berbuat licik menghadapi kelakuan-kelakuan orang-orang licik yang berusaha menghancurkanmu, tuan muda," tandas Lukas di ujung telpon.
"Oke, dengarkan aku. Yang pertama, kamu selidiki adalah semua perusahaan suplier yang sempat aku setujui untuk memasok bahan bangunan di proyek yang dikerjakan perusahaan istriku."
"Baik, tuan muda."
"Selidiki juga tentang perusahaan alat berat yang alat-alatnya aku sewa untuk persiapan proyek."
"Baik, tuan muda."
"Cari tahu siapa mereka dan cari tahu kasus-kasus yang pernah dan sedang mereka hadapi. Kalau perlu, hancurkan perusahaan mereka dengan menghadapkan mereka dengan perusahaan suplier bahan atau perusahaan alat berat milik kita. Mengerti?"
"Baik, tuan muda. Ada beberapa anak perusahaan kita yang menjadi suplier bahan untuk pembangunan. Ada juga dua perusahaan besar alat berat yang menjadi milik kita, tuan muda."
"Bagus, gunakan itu untuk menghabisi mereka. Mereka berani mencurangi aku, karena itu, pergunakan semua sumber daya perusahaan kita untuk menghabisi mereka."
"Baik, tuan muda. Segera aku laksanakan, tuan muda."
"Satu lagi."
"Apa itu, tuan muda?"
"Ada orang yang telah mencurangi rekening milik istriku di mana aku juga memiliki akses keluar masuk di rekening itu."
"Lalu?"
"Orang yang mencurangi rekening itu, mengirim sejumlah uang kepada seorang pelacur kelas atas bernama Sonya Geraldinawati."
"Ini jahat sekali, tuan muda. Nampaknya siapapun orang yang mencurangi rekening itu, memiliki alasan lain dan itu termasuk untuk menghancurkan pernikahan Anda, tuan muda."
"Itulah yang aku tidak mau, Lukas. Karena itu, kamu harus menyelidiki ini dengan baik."
"Apa yang harus aku lakukan, tuan muda?"
"Selidiki siapa orang yang mencurangi rekening istriku. Cari tahu dia siapa dan siapa yang menyuruhnya, karena aku yakin ada seseorang di belakang dia."
"Iya, tuan muda."
"Hancurkan dia dan orang yang menyuruhnya. Biar mereka tahu, mereka sedang berhadapan dengan siapa. Walaupun jati diriku belum boleh diungkap, tapi, aku mau mereka akan berhadapan dengan kekuatan misterius yang menghancurkan mereka."
"Baik, tuan muda."
"Selidiki tentang wanita bernama Sonya Geraldinawati dan bujuk dia untuk tampil dan mengatakan kepada istriku kalau aku tidak pernah menyewanya ataupun memberi uang kepadanya. Kalau dia menolak juga, maka paksa dia dengan segala cara untuk mengaku yang sebenarnya kepada istriku."
"Baik, tuan muda."
"Oh iya, bagaimana dengan barang-barang milikku yang aku suruh kamu cari informasinya?"
"Aku sudah berusaha dengan segala macam cara, tuan muda. Tapi, aku belum bisa menemukan perkembangan tentang barang-barang itu, tuan muda."
"Hmmm."
"Barang-barang itu benar-benar sangat langka dan diselimuti rahasia. Baik botol parfum, maupun patung kayu berwarna ungu itu, belum ada sedikitpun info yang bisa aku dapatkan, tuan muda."
"Oke lalu bagaimana dengan cincin semesta itu?"
"Aku kembali membicarakan hal itu dengan kakek tuan muda dan dia sangat surprise, tuhan muda."
"Surprise?"
"Iya, beliau sangat kaget saat mendengar kalau tuan muda sudah berhasil mendapatkan cincin itu, cincin yang dia cari selama puluhan tahun."
"Hmmm. Itu berarti, sebelum aku mengalami kecelakaan yang membuat aku amnesia itu, aku belum pernah memberitahu kakekku kalau aku telah menemukan cincin itu."
"Nampaknya begitu, tuan muda. Kakek tuan muda juga wanti-wanti supaya tuan muda menjaga dengan baik cincin itu karena cincin itu maknanya besar bagi dunia ini."
"Apa maksudnya?"
"Kakek tuan muda tidak mau memberitahu soal ini. Hanya saja, dia bilang kalau dia juga tidak tahu jelas tentang makna cincin ini bagi dunia. Tapi ada cara untuk itu."
"Apa caranya?"
"Tuan muda nanti harus menemukan seseorang berjuluk Orphan. Dialah pemegang rahasia cincin itu."
"Orphan?"
"Ya. Dialah yang akan memberi petunjuk lengkap tentang cincin itu tetapi ..."
"Tapi apa?" tanya Kevin penasaran.
"Tetapi menurut kakek tuan muda, tidak ada siapapun yang tahu di mana Orphan ini berada. Dia bisa muncul di mana saja tapi dia tidak bisa dicari."
"Lalu gimana caranya aku menanyakan tentang cincin itu kepadanya?"
"Semua itu tergantung jodoh tuan muda. Menurut kakek tuan muda, Orphan akan menemuimu, tuan muda, kalau sudah saatnya. Jadi, tuan muda tetap bersikap seperti biasa, hingga suatu saat, Orphan yang akan menemui, tuan muda."
"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu saat itu tiba."
"Iya, tuan muda."
"Berarti sekarang kita tinggalkan dulu barang-barang misterius milikku itu. Kita sekarang ini, harus fokus dulu untuk memperbaiki semuanya, memperbaiki citra diriku di hadapan istriku."
"Baik, tuan muda. Segera aku lakukan semua perintahmu."
Setelah itu, Kevin segera menyimpan handphonenya. Kemudian dia mondar-mandir di depan pintu utama kantor yang disewa oleh Bianca ini.
Sebenarnya Kevin ingin sekali untuk kembali masuk ke dalam kantor dan menemui Bianca serta membujuk Bianca untuk tidak keluar dari rumahnya.
Tapi Kevin tidak bisa melakukan itu karena Bianca tengah dipengaruhi oleh berita-berita yang tidak baik soal Kevin, jadi Kevin harus menjernihkan dirinya dulu sebelum menemui Bianca.
Kevin masih sedang merenung ketika tiba-tiba Kevin melihat beberapa mobil mewah berhenti di depan pintu masuk utama kantor dan kemudian dari mobil-mobil itu keluarlah orang-orang yang dikenal Kevin.