Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.
Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.
*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31. Satu Keinginan Yang Terpenuhi
Rio hampir menjatuhkan rahang nya saat melihat sang bos yang biasa nya tidak suka memakan telur dalam bentuk apapun.
Malam ini bahkan terhitung sudah enam kali sejak pagi tadi, Marvin terus meminta Olivia untuk membuatkan nya omelet telur.
Olivia menaruh kasar piring berisi omelet tersebut ke dapan Marvin yang langsung di sambut senyuman menyebalkan pria itu.
"Terima kasih, sayang" Ujar Marvin riang, tanpa menunggu lagi ia langsung menyendok omelet yang masih panas itu dan hendak menyuap nya.
"Tunggu bodoh, mulut mu bisa terbakar!" Maki kesal Olivia menahan tangan Marvin.
Kelopak mata Marvin menerjab kaget beberapa kali, mata nya tertuju pada tangan Olivia yang menahan lengan nya lalu naik menatap wajah kesal wanita itu.
"Tch! Bodoh!" Maki Olivia lagi melepaskan tangan Marvin dan bersedekap dada.
Rio yang terus mendengar makian Olivia hanya bisa menggeleng samar dengan wajah masam. "Jika aku yang memaki seperti itu, pasti kepala dan tubuh ku langsung terpisah" Batin nya.
"Ini telur terakhir dan aku harap semoga kamu bisulan!" Ketus Olivia berlalu meninggalkan dapur berserta Marvin dan Rio.
Tidak memperdulikan kepergian Olivia karena wanita itu tidak akan bisa keluar dari rumah nya, Marvin pun mulai menyantap omelet tersebut dan sesekali meniup nya agar panas dari omelet itu berkurang.
Saat tengah asik menyaksikan betapa lahap nya Marvin menyantap omelet itu, tiba-tiba saja handphone nya berdering.
"Astaga aku sampai lupa!" Seru Marvin menepuk kening nya saat melihat layar handphone nya dimana saat ini dokter Ila menelepon.
Marvin pun menggeser ikon hijau yang terus memantul, hingga di detik berikut nya suara dokter Ila terdengar.
"Selamat malam tuan Marvin"
"Hm, malam dok" Sahut Marvin seraya kembali menyuap sisa omelet nya.
"Maaf jika saya menganggu waktu nya, tetapi hasil pemeriksaan tadi pagi belum saya beritahukan kepada anda"
"Katakan" Titah nya.
"Dari hasil pemeriksaan keadaan anda baik-baik saja tuan, hanya saja seperti nya anda kurang meminum air putih yang telah di sarankan takaran nya dalam sehari"
Marvin mengangguk, memang belakangan ini ia kurang meminum air putih. Dari yang biasa nya dua liter perhari namun takaran itu menjadi berantakan.
"Lalu bagaimana dengan calon istri saya?"
"Untuk nona Olivia saat saya memeriksa denyut nadi nya, itu di luar angka normal permenit nya tuan. Perut nya terasa seperti kembung saat di tekan--"
"Perjelas" Potong Marvin yang merasa pusing mendengar kan penjelasan dokter padahal mulut nya terus mengunyah omelet nya.
"Masih belum di ketahui dengan jelas karena hasil ini tidak sepenuh nya akurat, jika di periksa melalui denyut nadi seperti nya nona Olivia tengah hamil muda, tuan"
Ukhukk.. Ukhuk...
Seketika Marvin tersedak omelet nya yang hendak ia telan saat mendengar penuturan terakhir sang dokter.
"Astaga sir, perlahan..!!" Kaget Rio seraya menyodorkan gelas air.
Marvin meneguk kasar air di gelas itu hingga habis, setelah nya mata pria itu menatap lurus dengan begitu serius membuat Rio berbalik-balik mengikuti arah tatapan sang bos.
"Anda tidak sedang bercanda 'bukan?" Tanya Marvin dengan nada tak main-main.
"Saya tidak bisa memastikan ini benar atau tidak, karena baru muncul beberapa gejala yang sudah jarang di gunakan untuk pemeriksaan kehamilan. Agar lebih jelas coba tuan menggunakan testpack terlebih dahulu atau langsung datang ke rumah sakit untuk memeriksa nya secara akurat"
"Baik saya mengerti, terima kasih dok dan tolong rahasiakan semua ini dari keluarga saya"
"Baik tuan.."
Panggilan pun berakhir, tatapan Marvin benar-benar telah berubah tidak seperti sebelum nya. Kini pria itu menoleh menatap Rio.
"Astaga ada apa? Apa aku punya salah?" Batin Rio meneguk kasar salivanya saat melihat tatapan mengerikan Marvin.
Marvin menyuap kasar sisa omelet di piring nya dengan mata yang terus menatap Rio membuat pria itu kalang kabut.
"Sir, a-ada apa?" Tanya Rio pada akhirnya dengan nada gugup.
Sebelum menjawab mata Marvin melirik sekeliling terlebih dahulu, hingga akhirnya tangan pria itu bergerak mengode Rio agar mendekat.
Menurut, Rio pun mendekat dan menunduk hingga posisi kepala nya sejajar dengan kepala Marvin.
"Belikan testpack" Ujar Marvin.
"Apa?!" Pekik kaget Rio menegakkan tubuh nya dengan mata melotot.
Namun pelototan Marvin jauh lebih mengerikan saat ini yang mengarah pada nya. "Kau bosan hidup?" Tanya nya dengan nada penuh ancaman seperti biasa nya.
"Tidak sir, maafkan saya" Rio membungkuk berkali-kali sampai tiba-tiba tangan Marvin menarik kerah baju nya.
"Belikan sekarang dalam berbagai jenis merk!" Tekan Marvin di samping telinga Rio.
"Baik sir!"
Begitu tangan sang bos terlepas dari kerah baju nya, Rio langsung pergi dengan terburu-buru. Tujuan nya adalah Apotik.
Setelah melihat kepergian Rio dan memperhatikan sekitar, Marvin pun berdiri dari tempat nya.
Selang dua detik kemudian pria itu melompat dan memukul-mukul angin dengan teriakan tangan suara nya.
"Aku akan menjadi seorang Daddy! Ya aku akan menjadi seorang Daddy, yuhu..!!!" Sorak girang Marvin dalam hati nya.
"Benar-benar tidak waras"
Marvin langsung menghentikan gerakan kebahagiaan nya dan menoleh dengan ekspresi yang tentu nya kaget.
Di pintu dapur sana terlihat Olivia tengah menatap aneh ke arah nya dengan bibir mencibir.
"Astaga calon Mommy dari anak-anak ku..!!" Pekik Marvin yang lagi-lagi hanya di dalam hati nya.
"Lanjutkan kegilaan mu, aku hanya ingin berpesan untuk membereskan piring kotor mu agar tidak di gerumini semut"
Ana berbalik berniat kembali meninggalkan dapur, tetapi tiba-tiba dari belakang nya Marvin berseru begitu menggelikan.
"Oh sayang ku, tunggu aku..!!"
Marvin berjalan cepat menghampiri Olivia, belum sempat wanita itu berbalik menatap nya dengan cepat Marvin mengangkat tubuh kecil itu ke dalam gendongan ala bridal nya.
"Hei!! Turunkan!" Pekik kaget Olivia.
"Mulai sekarang kamu ga boleh kelelahan 'ya sayang, kemana-mana aku gendong aja" Ucap Marvin mengecup bibir Olivia begitu dalam.
Puk!
Bukan nya kata-kata romantis yang Marvin dapat sebagai balasan, namun pukulan pada kepala nya lah yang di hadiahkan oleh Olivia.
"Bau amis!" Sentak kesal Olivia mengusap kasar bibir nya.
Marvin hanya cengengesan menanggapi sentakan Olivia, kemudian pria itu berjalan keluar dari dapur tentu dengan Olivia di gendongan nya.
"Hei, itu piring nya belum di beresin!"
"Ada pelayan yang membereskan nya nanti" Jawab Marvin karena di jam segini para pelayan belum memasuki rumah belakang nya.
Olivia tak lagi bersuara, tangan nya yang memang sejak awal memeluk leher Marvin karena takut terjatuh kini perlahan kepala nya pun bersandar di dada pria itu membuat langkah Marvin memelan.
"Sudah lah, ayo kita menikah"
...****************...
kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
lupa klo suaminya mudah tantrum
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan