NovelToon NovelToon
Destiny

Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong
Popularitas:453
Nilai: 5
Nama Author: Typ

Niat hati ingin mengabulkan permintaan adiknya yang sedang sakit, Larasati malah terjebak dengan berondong yang banyak digilai kaum perempuan. Gadis yang biasa dipanggil Laras itu dengan keras menolak kehadiran Aditya, tapi bukan Aditya namanya jika menyerah begitu saja. Bagaimana keseruan kisah mereka? langsung baca aja guyss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Typ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Cara yang salah.

Laras terbangun dalam keadaan kaget. Hal pertama yang dilakukannya adalah mengecek jam di ponsel, dan sangat terkejut saat waktu telah menunjukkan pukul 9. Dengan jantung berdebar gadis itu berlari menuju ballroom sembari mengusap wajah. Takut-takut ngiler atau ada kotoran mata.

Laras merutuki dirinya sendiri, juga alarm karena tidak berbunyi. Nasib sial menyambut begitu sampai di ballroom karena di panggung sudah tidak ada siapapun, beberapa orang masih di sana memang. Tapi bintang utamanya sudah pergi.

"Oh shitttt ... Jadi ngomong kasar gini kan?!" celoteh Laras.

Tidak habis ide, gadis itu langsung mencari panitia yang terlihat mencolok dan berbeda dari lainnya. Aditya pasti belum pergi terlalu jauh, dirinya masih memiliki kesempatan selama bisa menemukannya.

"Kenapa para gadis tidak mengerubungi Aditya bak makanan segar yang dihinggapi ratusan lalat? Apa peraturan meet and greet memang seperti itu? Atau fans Aditya memang tertib?" begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya. Padahal jika Aditya selalu di ikuti oleh para fansnya, Laras akan lebih mudah menemukan cowok itu.

Laras hanya perlu mengedarkan pandangan ke seisi ballroom untuk menemukan Aditya. Tempat luas itu terasa ramai dengan celotehan para gadis yang bahagia dengan pertemuan ini. "Dia sudah pergi," batinnya.

Tidak ingin menyerah, Laras keluar dan mencari Aditya di koridor. Masih ada kemungkinan jika Aditya masih berjalan di koridor untuk memasuki kamarnya. Laras menaiki lift untuk ke lantai selanjutnya, menilik setiap koridor. Matanya menajam, langkahnya cepat dan sedikit terburu-buru. Gadis itu sudah tidak memikirkan paper bag yang telah lusuh, bahkan talinya sudah hampir putus karena beberapa kali terbentur. Bersyukurnya Album milik adiknya masih dalam keadaan aman.

"Akhirnyaaaa," batin Laras saat mendapati Aditya tengah berhenti di depan sebuah kamar. Cowok itu sedang sibuk dengan ponselnya, entah siapa yang dihubungi, Laras tidak peduli. Yang penting tanda tangan itu bisa didapatkannya.

Yang lebih menguntungkan, tidak ada penjagaan super ketat di sana, hanya ada satu orang cowok yang mungkin seumuran dengan Aditya. Laras berpikir itu asisten Aditya.

"Tunggu!" seru Laras dengan cepat mendekati Aditya.

Sedangkan Aditya dan Tommy langsung menoleh saat mendengar suara Laras. Aditya terheran, sedangkan Tommy langsung memasang siaga. Melihat tingkah laku Laras, Tommy yakin jika gadis itu salah satu fans Aditya yang bar-bar dan sedikit mengerikan.

Tommy menghadang Laras, tidak akan membiarkan gadis itu menyentuh Aditya barang sedikitpun. Walaupun mungkin Aditya tidak keberatan jika tubuhnya disentuh-sentuh oleh perempuan.

"Apaan sih?" Laras yang terganggu langsung menepis tangan Tommy, dirinya risih karena tangan topi menyentuh kulitnya. Efek tidak pernah bersentuhan dengan kawan jenis membuat tubuh Laras lebih sensitif.

"Sekarang sudah waktunya Aditya istirahat," jelas Tommy bahkan sebelum Laras menjelaskan maksud kedatangannya.

"Aku bahkan belum sempat bertemu dengannya." Laras langsung mengeluarkan Album dari paperbag dan menyodorkannya pada Aditya. "Cepat tanda tangani!" serunya memerintah.

Aditya dan Tommy dibuat cengo dengan kelakuan Laras. Ini kali pertama dalam hidup Aditya ada seorang gadis yang memerintahnya seenak jidat. Bagaimana mungkin dirinya yang selalu mendapat senyum manis dan sifat feminim seorang gadis tiba-tiba mendapat anomali seperti ini.

Tidak kunjung mendapat respon, Laras menepuk pundak Aditya yang tertutup jaket. Tommy yang melihatnya kembali menepis tangan Laras. Cowok itu sangat menjaga Aditya dengan cara berlebihan. Tentu saja Laras merasa terhina diperlakukan seperti itu oleh Tommy, seakan dirinya seonggok bakteri yang harus dijauhkan dari bayi super sensitif.

Laras tidak bercermin.

"Hey! Aku memiliki akses masuk meet and greet yaaa. Jangan sembarang." Laras mengangkat tangannya yang masih melekat gelang tiket. "Lihat! Benda ini masih menempel di tanganku."

"Kenapa tidak meminta saat acaranya masih berlangsung?" bukan Aditya, melainkan Tommy yang kini bertanya pernah selidik. Bisa jadi Laras mencuri tiket itu dari staf. Karena memang setelah acara selesai semua tiket gelang akan dikembalikan.

"Hanya tanda tangan apa susahnya sih?" Laras balik bertanya.

"Saya tidak akan menandatangani Album dari pencuri tiket." Aditya bersedekap. Laras menoleh, tidak habis pikir dengan perkataan Aditya.

Dari tadi cowok itu diam Laras pikir karena sedang memahami suasana, namun sekalinya berbicara malah memperkeruh keadaan. Emosi Laras terpancing. Adiknya dan Aditya sama-sama menyebalkan. Fans dan idola yang tidak jauh berbeda. Cocok. Asistennya pun sama saja!

"Kamu nuduh saya pencuri? Kurang ajar!" Laras memukul ulu hati Aditya dengan tenaga maksimal seketika cowok itu meringis kesakitan.

Di sampingnya, Tommy merasa iba dengan keadaan Aditya. Untung saja dirinya tidak jadi menuduh Laras pencuri, atau keadaan yang sama akan terjadi pada dirinya, bahkan bisa lebih parah.

Tommy mundur dan segera membuka pintu kamar hotel. "Maaf atas kalimat Aditya yang sedikit menyinggung, sebaiknya kita bicara di dalam saja." Tommy berubah 180 derajat, lebih menjaga tutur bahasanya.

Sedangkan Aditya yang tidak terima, langsung menatap tajam pada Tommy. Seakan berkata 'apa-apaan membawa gadis masuk tanpa seijinku, jika dia berbuat cabul bagaimana?'

Mengingat wajah rupawannya, beberapa kali Aditya memang pernah dilecehkan oleh penggemarnya. Bukannya tidak suka, jika tidak ada ijin darinya tentu cowok itu akan risih. Well, cowok mana yang menolak sentuhan perempuan? Sialan memang.

"Kenapa harus masuk? Di sini kan bisa." Laras kembali menyodorkan album tersebut.

"Aditya tidak membawa pulpen," jelas Tommy. Cowok itu kembali mempersilahkan Laras masuk.

Setelah berpikir beberapa detik, akhirnya Laras mengikuti instruksi Tommy. Tanpa diminta, gadis itu langsung duduk di sofa. Sedangkan Tommy mencari pulpen di dalam pouch, meninggalkan Aditya yang masih meringis kesakitan.

"Shitt, baru kali ini harga diri gue di injak-injak perempuan." Aditya mengambil duduk di pinggir ranjang. Cowok itu menatap Tajam Laras. "Lo pasti bukan fans gue kan?" tanya Aditya mengeluarkan sifat aslinya.

"Jika bukan karena adikku, tidak akan pernah saya meminta tanda tanganmu." pernyataan judes Laras menohok perasaan Aditya.

Dalam keadaan seperti ini, tidak di pungkiri jantung Laras berdegup lebih kencang dari biasanya. Ayahnya pasti akan mengamuk jika tahu dirinya berada di dalam kamar hotel bersama 2 orang cowok. Namun adiknya tidak akan peduli, gadis kecil itu sangat menyebalkan. Dan bodohnya, dirinya malah melakukan keinginan Adiknya.

"Ketemu." Tommy menyerahkan pulpen dan menyuruh agar Aditya segera menandatangani Album yang dibawa Laras.

Awalnya Aditya malas-malasan. Dirinya sudah terlanjur sebal dengan gadis di depannya yang terang-terangan menampilkan ekspresi tidak suka. ini kali pertama Aditya bertemu dengan seseorang yang tidak menyukainya. Ingat! Secara langsung.

Namun tiba-tiba ide jahil melintas di benaknya. Cowok itu memberi kode pada Tommy untuk menyuruhnya keluar. Tommy awalnya menolak dengan gelengan kepala kecil. Namun karena tatapan Aditya yang tiba-tiba serius, akhirnya cowok itu pergi.

Laras yang sedang merapikan paperbag tidak menyadari hal itu. Tahu-tahu dirinya mendengar suara pintu tertutup dan saat melihat sekeliling hanya mendapati dirinya dan Aditya di dalam kamar.

1
TSQ
Up nya 3 bab perhari kak
typ: hamba tidak sanggup ya mulia 😭
Terlalu berat untuk manusia pemalas seperti hamba.
total 1 replies
TSQ
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!