NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: dianshen

7 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk pasangan suami isteri Mia dan Shendy membina rumah tangga, dan kebersamaan mereka selama ini kurang lengkap karena belum hadirnya buat hati di tengah-tengah kehidupan mereka


Shendy memang tidak mempermasalahkan hal itu, bisa hidup bahagia bersama sang isteri sudah cukup baginya namun berbeda dengan Mia, wanita itu selalu merasa kesepian dan sedih kerap kali membayangkan adanya kehadiran anak di rumah mereka


Bahkan Sendy kerap kali harus menghibur sang isteri setiap kali mendengar kabar berita kehamilan para sahabatnya


Shendy merupakan sosok yang penyabar dan sangat mencintai isterinya tapi rasa cintanya di uji ketika sang isteri mengungkapkan keinginan konyolnya pada Shendy hingga membuat pria tersebut marah besar dan terjadilah pertengkaran hebat diantara keduanya


Apakah keinginan konyol sang isteri hingga membuat Shendy yang penyabar itu marah besar?

Simak terus cerita selanjutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Saat ini Mia dan mama Nina sedang berada di dalam perjalanan menuju kampung halamannya

Sebelum berangkat Azka dan Zaira sempat datang ke rumah mereka untuk mengantar kepergian mereka bahkan bukan hanya pasangan suami isteri itu saja yang datang Lia bersama Mario, Mita bersama Arta dan juga Mona bersama Yoga pun turut hadir kecuali Indah dan Dion yang tidak bisa datang karena mereka tinggal di kota yang berbeda dan tidak memungkinkan untuk hadir

Walaupun berat untuk Zaira berpisah dengan Mia tapi bagaimana pun semua itu demi kebaikan Mia sendiri

Zaira tidak berhenti menangis ketika mobil yang Mia tumpangi semakin menjauh

Dan keberangkatan Mia ke kampung halaman orangtuanya pun tengah didampingi oleh dokter Rani

Awalnya dokter Rani akan beranjak bersama suaminya akan tetapi dokter cantik itu mengkhawatirkan keadaan Mia yang melakukan perjalanan cukup jauh hanya didampingi oleh mama Nina dan sang sopir

dokter cantik itu khawatir jika tiba-tiba saja di perjalanan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh karena itu untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dokter Rani meminta izin kepada suami untuk berangkat bersama Mia dan mamanya

Sementara mama Lidia dengan berat hati tidak bisa ikut bersama mereka karena Bram harus pergi dinas keluar kota tapi ia berjanji akan menyusul bersama sang suami setelah kembali dari luar kota

Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam akhirnya mereka sampai di sebuah perkampungan yang terbilang masih sangat asri, udara di daerah tersebut pun masih sangat segar dan sejuk

Mia ditemani dokter Rani masuk ke dalam rumah sementara mama Nina sedang membalas sapaan para tetangga yang datang menghampiri

" Bu Nina udah lama ya enggak pulang kampung?" tanya salah satu tetangga yang datang menyapanya

" Iya bu Tika baru" jawab mama Nina yang sebenarnya malas meladeni para tetangga yang selalu ingin tahu kehidupan orang

" Katanya pulang kampung karena anaknya depresi ya bu?" tanya bu Tika lagi membuat warga yang lain kasak kusuk saling bertanya satu sama lain

" Maksud bu Tika siapa? Mia ?" tanya salah satu warga lainnya yang bernama bu Siti

" Iya bu Siti, emangnya selain Mia anaknya Bu Nina siapa lagi" sahut bu Tika

" Apa benar itu Bu Nina?" tanya bu Siti memastikan

" Maaf ya ibu-ibu anak saya hanya mengalami tekanan batin saja setelah suaminya meninggal" jawab mama Nina dengan perasaan terenyuh

" Innalilahi wa innailaihi rojiun, saya turut berdukacita ya bu Nina, semoga nak Mia diberi kesabaran dan keikhlasan, cepat sehat kembali" tutur warga lainnya yang merasa iba setelah mendengar Jawaban mama Nina

" Amin, terima kasih bu Khodijah !" ucap mama Nina dan ditanggapi dengan senyuman oleh wanita paruh baya yang menggunakan hijab coklat

" Ibu-ibu sebaiknya kita pulang saja, biarkan bu Nina dan putrinya beristirahat!" ujar bu Khodijah

" Iya bu Khodijah" sahut ibu-ibu serempak

" Tapi maaf ya bu Nina, tolong dipastikan ya kondisi anaknya!" ucap bu Tika yang seketika membuat kening mama Nina mengkerut begitu juga dengan ibu-ibu lainnya

" Maksud bu Tika apa ya bicara seperti itu?" tanya mama Nina dengan yang sudah mulai tak ramah

" Maksud saya sudah jelas loh bu Nina, saat ini kan kondisi Mia, maaf loh ya sebelumnya dalam keadaan gangguan mental jadi sebaiknya bu Nina mengawasi Mia dengan baik jangan sampai mengamuk dan mengganggu ketenangan warga sekitar" ucap bu Tika dengan tidak berperasaan

Mama Nina berusaha menahan amarahnya yang mulai bergejolak, kata-kata bu Tika sungguh membuat hatinya panas dan juga tersinggung

" Maaf bu Tika, tidak baik bicara seperti itu saya yakin kok sebelum bu Nani pulang ke kampung ini pasti bu Nani sudah mempertimbangkan segala kemungkinannya yang akan terjadi dan alangkah baiknya sebagai tetangga kita seharusnya membantu bu Nani dalam proses penyembuhan putrinya yang sedang dalam keadaan berduka yang berkepanjangan karena ditinggal oleh suaminya" tutur bijak bu Khodijah

" Bu Nina juga tidak ingin anaknya mengalami hal seperti ini ibu-ibu, tapi apa mau dikata ketika Allah memberinya ujian seberat ini, kita sebagai sesama hamba Allah sudah sepatutnya memberinya semangat dan dukungan bukan justru sebaliknya mengucilkan dan mencemoohnya, jika hal ini terjadi kepada ibu-ibu sekalian bagaimana apa ibu-ibu sanggup menjalani semua ini seperti bu Nina ?"

Semua orang terdiam, bu Khodijah memang dikenal sebagai seseorang yang paham agama dan keluarganya juga begitu dihormati karena sikap dan sifatnya yang baik dan ramah kepada semua orang tanpa memandang bulu

" Terima kasih bu Khodijah atas pengertiannya!" ucap Mama Nina

" Sama-sama bu Nina, semoga ibu selalu diberi kesabaran dan keikhlasan dalam menjaga dan merawat Mia ya bu Nina"

" Amin, Terimakasih bu Khodijah"

" Kalau begitu saya pamit pulang dulu bu Nina, mari ibu-ibu semuanya, Assalamualaikum!" pamit bu Khodijah

" Wa'alaikum salam" jawab mama Nina dan juga ibu-ibu yang lainnya

Setelah bu Khodijah pulang mama Nina pun pamit untuk masuk ke dalam rumahnya

Mama Nina menghela napas kasar seraya menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu

" Ada apa bu Nina?" tanya dokter Rani yang baru saja keluar dari kamar Mia

" Sepertinya akan sangat sulit ya dokter menerima keadaan Mia, padahal kami hanya ingin mencari ketenangan!" sahut Mama Nina seraya memejamkan matanya

" Yang sabar bu Nina, ini baru langkah awal semua butuh proses dan yang pastinya memerlukan kesabaran yang ektra, jadi jangan menyerah begitu saja, dan yakinkan pada hati Bu Nina kalau Mia pasti akan segera sembuh" tutur dokter Rani memberi dukungan kepada mama Nina

Mama Nina menegakkan duduknya lalu menatap dokter Rani

" Terimakasih dokter, sungguh saya sangat berterima kasih kepada dokter Rani dan juga kepada nak Azka dan Zaira tanpa kalian semua saya tidak tahu akan bagaimana jadinya hidup saya dan juga Mia". ucap mama Nina yang sudah berderai air mata

Dokter Rani memegang punggung tangan Mama Nina " Sama-sama bu, ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter, saya juga turut bangga dengan persahabatan Mia dengan bu Zaira yang begitu kuat !" tuturnya

Tanpa terasa hari mulai senja, dokter Rani pun pamit pulang ke rumah yang sudah Azka siapkan untuknya dan letaknya pun tidak terlalu jauh dari rumah mama Nina

Selepas dokter Rani pulang mama Nina masuk ke dalam kamar Mia

" Sayang, mandi dulu yuk badan kamu pasti sudah lengket karena perjalanan tadi " ajak mama Nina dengan lembut dan penuh ke hati-hatian

Mia mengangguk menurut tapi masih enggan untuk bicara

Mama Nina dengan telaten membantu Mia membersihkan badannya, mengganti baju sampai menyisir rambutnya

" Mama tinggal dulu ya, mama mau masak makanan kesukaan kamu!" pamit wanita paruh baya itu pada sang putri yang hanya duduk diam sambil menatap ke arah jendela

Mama Nina menghela napas berat sebelum keluar dari kamar tersebut

Baru saja keluar dari kamar Mia tiba-tiba ia mendengar suara pintu rumahnya diketuk dari luar

" Assalamualaikum!" terdengar suara seseorang memberi salam

" Wa'alaikum salam!" sahut mama Nina sedikit berteriak dari dalam rumah

Ceklek

Mama Nina membulatkan matanya ketika melihat tamu yang kini sudah berdiri di depan pintu rumahnya

1
Lilik Juhariah
bagus ceritanya Thor kereeeen GK bs konent
Lilik Juhariah
aduuuh nyesek
Lilik Juhariah
sedih banget, nyesek
Lilik Juhariah
kereeen ceritanya , gk belibet gk banyak drama trs penyusunan katanya luar biasa
Lilik Juhariah
bagus lho ceritamu Thor, tapi blm ada yg notif hingga sedikit yg baca, penulisannya , alur tata bahasa keren lho ,
Lilik Juhariah
ahirnyaaa ada pelangi setelah hhujan
Lilik Juhariah
simalakama , lbh baik bercerai tapi menikah gk dianggap , dan gk mungkin gk ada iri dlm poligami,
Lilik Juhariah
bknnyz membujuk Mia ,malah kabur sebulan gk pulang, cinta modelan apa
Dhiana Wiyanshena
Terima kasih kakak🙏🤗
Lilik Juhariah
bagus lho ceritanya , alurnya juga mengena gk belibet banyak drama, kereee thor
Lilik Juhariah
aduuuh bacanya sport jantung sedih bangeeet
Dian mamah Rafa
terus semangat kk....terus berkarya.....lanjutkn kisah"yg lain yg blm tamat juga....
Dian mamah Rafa
kk knp yg chesy sama amar ko gak d lanjut lg ..
Dian mamah Rafa
selamat buat mia dan sendy...akhirny d beri kesempatan hamil....dlm penantian panjang ......
Anis Rohayati
serru bgt akhir nya mia selamat ka dan hamil pula 😍😍😍😍
Dian mamah Rafa
yg meninggal siapa kk..melati atau mia....semoga saja melati...yg d nyatakan hamil mia...
Anis Rohayati
jadi ga semangat buat lanjut ka karna mia meninggal ka
Anis Rohayati
mudah2han si jalang melati aja yg meninggal ka enak bgt bahgaia si jalang melati
Anis Rohayati
sumpah kaga seru klu mia meninggal ka
Desi Aja
☺️☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!