NovelToon NovelToon
Hancur

Hancur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:643.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: I'm Blue

Sebenarnya apa salahku sehingga mereka sangat membenciku, bahkan dia tega memperkosa ku dan terus membuatku menderita.

Aku ingin ingin bertanya pada mereka, tapi aku sama sekali tidak punya keberanian. Apakah hidupku akan terus begini. Lalu, bagaimana dengan janin yang ada di kandunganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'm Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Mencoba Mengalihkan Pikiran.

Sudah seminggu lebih Nilam tidak aku mengangkat telpon dariku. Dia benar-benar sangat marah padaku. Aku sudah mengirimkan pesan padanya dan menjelaskan semuanya.

Nilam tidak juga mau menghubungiku. Xavier bahkan mengatakan tidak perlu lagi bertemu dengan Nilam. Nilam itu sahabatku dialah yang bersamaku selama ini. Dia yang membantuku, aku tidak mungkin melupakan kebaikannya.

Moodku juga tidak baik. Xavier sudah tiga hari tidak tidur di rumah. Dia hanya pulang sebentar lalu pergi kembali. Aku tidak tau apa yang di lakukan-nya di luar sana, memikirkan orang lain meliriknya saja membuatku sangat kesal.

Xavier sedang m ngurus perusahaannya dengan Alta. Xavier sangat sibuk sampai mengirimiku pesan saja tidak sempat.

Untuk mengalihkan pikiranku. Aku membaut kue dengan Bu Lela. Aku suka sekali memakan makanan manis akhir-akhir ini. Aku langsung lapar mencium aroma makanan.

"Jangan buat dirimu seperti ratu di rumah ini," suara ibu tiriku sangat dingin.

Dia melempar tepung yang ada di meja, hingga tepung itu berhamburan di lantai. Air mataku langsung menetes. Bu Lela juga sangat kaget, tidak menyangka ibu tiriku akan kasar sepeti ini. Bu Lela tidak tau, jika aku sering diperlakukan lebih kasar dari ini.

"Dengar jangan coba-coba merayu anakku untuk mendapatkan perlakuan istimewa. Bagiku kamu hanya jala*g kecil yang tidak tau diri."

Ibu tiriku menggenggam erat wajahku hingga memerah. Rasanya sakit sekali, dia tidak peduli dengan tangisanku.

Ibu tiriku lalu melempar bubuk coklat ke wajahku. Bu Lela langsung memberikan bubuk coklat itu dari wajahku.

"Lela sudah hentikan," bentak ibu tiriku. Bu Lela tersentak kaget. Bu Lela meminta maaf beberapa kali pada ibu tiriku. Dia menatapku dengan iba, tapi tidak mampu membelaku ataupun membantuku.

"Lela ikut aku, dan kamu jal*ng kecil bersihkan semua ini," tunjuknya padaku.

Aku membersihkan dapur yang t.di penuhi tebaran tepung dan bubuk coklat, sambil menangis.

Aku tidak menyangka, jika ibu tiriku kasar lagi padaku. Dia hanya melihatku sinis selama ini, tidak sampai menyakitiku secara fisik.

Setelah aku memberikan dapur. Aku lalu mandi untuk menghilangkan bubuk coklat pada tubuhku.

Aku meringkuk di sudut kamar mandi, aku rindu sekali pada Xavier. Selama tidak ada dia di dekatku. Aku selalu menderita dan tidak berani untuk melawan.

Aku memang lemah, aku sangat takut untuk melwan ibu tiriku. Aku selalu tidak bisa membantah atau berkata-kata di depannya.

Aku menggigil kedinginan dan keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja. Wajahku karena terlalu banyak menangis.

Jika Ribi ada di sini aku ingin sekali memeluknya. Aku ingin mendengar suara cerianya dan aku ingin mendengar kalimat menghiburnya.

Aku memakai baju tidur. Aku menyalakan AC dan menutup tubuhku dengan selimut.

Pintu kamarku terbuka perlahan dan orang yang membuka pintu kamarku. Baik ke ranjangku dan masuk ke dalam selimut bersamaku. Memelukku dari belakang. Aroma tubuhnya terasa sangat menyenangkan. Dia adalah Xavier.

"Kenapa tidak mengeringkan rambut dulu baru tidur, kucing kecilku," bisiknya sambil menciumi leherku.

Aku menggeliat geli. Aku menjauhkan leherku dari bibir basah Xavier. Xavier malah memelukku semakin erat dan menenggelamkan wajahnya di sana.

Xavier berkekeh, karena berhasil mengerjai ku. Aku memang wajah cemberut dan melempar selimut menjauh dari kami.

Dia menarik hidungku dan mengecup keningku lembut.

"Jangan ngambek kucing kecilku. Aku benar-benar ingin bersamamu tapi aku sibuk sekali mengurus perusahaan."

"Bahkan untuk mengirimiku pesan saja tidak sempat," aku memukul pelan dada Xavier dan menangis.

Xavier mengusap lembut air mataku dan mengecup mataku yang basah oleh air mata.

"Maafkan aku kucing kecilku. Jangan menangis lagi," bujuknya sambil memelukku.

Aku menolak pelukan Xavier, tapi dia tetap terus berusaha memelukku hingga aku luluh.

Aku menangis dalam pelukannya, melampiaskan rasa kesal dan sakit hatiku. Dia dengan sabar membujukku agar tidak menangis lagi.

Setelah aku berhenti menangis. Xavier memberiku kotak bewarna merah yang di hiasi warna gold yang sangat cantik.

Aku membuka kotak itu. Isinya membuatku sangat terkejut. Xavier memberiku kalung berlian yang sangat cantik.

"Kamu suka?"

"Aku lebih suka jika kakak ada di sampingku dan menemaniku terus."

"Kucing kecilku ternyata lebih suka aku dari pada berlian."

Xavier mengambil kalung berlian itu dari tanganku dan memakainya di leherku. Aku menyentuh bandulnya yang berbentuk bunga.

Xavier mengecup leherku dan kembali memelukku. Kami berdua duduk di atas ranjang sambil berpelukan.

Terakhir kali kami seperti ini adalah tiga hari lalu, setelah itu Xavier sibuk. Aku merasa kesepian saat tidak ada dia di sampingku.

Aku bersandar pada Xavier dan memainkan jari-jarinya yang lentik. Dia diam saja, walaupun sesekali aku mencubit hari-harinya.

Xavier bangkit secara tiba-tiba, kupikir dia marah padaku. Tenyata dia hanya mengambil sisir di meja rias. Aku langsung duduk dan membelakangi Xavier. Dia menyisir rambutku yang masih lembab.

"Masih mencoba menghubungi Nilam?"

"Iya kak."

"Tidak usah di hiraukan. Dia pasti akan memintamu berteman dengannya lagi."

"Semoga saja kak. Dia adalah sahabatku."

"Jangan terlalu percaya padanya. Kamu tau kucing kecil, orang yang paling dekat denganmu adalah orang yang paling mungkin menghianatimu."

"Aku hanya ingin berhubungan baik dengan Nilam kak."

"Ingat saja kataku kucing kecil. Jika dia menyakitimu aku tidak akan tinggal diam," kata Xavier sungguh-sungguh.

Nilam adalah sahabatku dan aku yakin sekali dia tidak akan menghianatiku. Dialah yang membantuku selama ini. Dia juga yang menghiburku saat sedih selama ini.

Setelah selesai menyisir rambutku. Xavier membaca buku untukku. Aku bersandar pada dada kekarnya, sementara Xavier membacakan buku.

Dia terus membaca buku sampai aku tertidur. Xavier lalu tidur juga di sampingku. Semenjana perabotan di kamarku berubah, Dia sudah tidak pernah protes lagi.

***********

Saat aku bangun Xavier tidak ada lagi di sampingku, membuatku mendesah kecewa. Dia bahkan tidak berpamitan padaku, saat mau pergi.

Aku turun kebawah dan makan dengan tidak berselera. Aku masih kesal pada Xavier.

"Terus saja cemberut," kata Xavier mengambil gelas berisi susu di tanganku dan meminumnya.

Aku juga melihat Ribi bersama Xavier. Aku langsung memeluk Ribi. Senang rasanya dia sudah kembali ke sini.

Ternyata Xavier pergi untuk menjemput Ribi di terminal. Dia ingin memberi kejutan padaku, yang terlihat selalu saja murung, setelah pertengkaranku dengan Nilam.

Aku tersenyum pada Xavier, akhirnya aku bisa mengalihkan pikiranku dari Nilam dengan datangnya Ribi.

Ribi kembali kekamarnya untuk beristirahat setelah perjalanan jauh dari kampung halamannya.

"Kamu senang kucing kecilku?" yang Xavier padaku.

"Tentu saja. Terima kasih kak."

Aku mencium pipi Xavier sebagai ucapan terima kasih. Dia sungguh tau cara membuatku bahagia. Aku sungguh beruntung memiliki Xavier.

1
Zi-Ha
bodo kali tu cewek..
ngapain juga masih disitu...😡😡
Tatu Nadia
apa mungkin Aya hamil..hmm..
Tatu Nadia
kejam banget thor
Userr_Erorr
aneh ,, bilangnnyaxavier gk prnh bwa doi" sblumnya kermhnya,, tpi aya tau doi" xavier sblumnya,, n aya juga kn gk prnh kaluar rmh
Sri Suwarni
ini trlalu sadis cerita ny trustrang aja aku ngga suka cerita yg begini maaf
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjutin ceritanya🥺
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjut ceritanya🤔😔
wong_oseng
ini hiatus kah ?
Ira Wati
lanjut
wong_oseng
novel ini apakah sdh hiatus ya....
Tramitra Wisadi
hmmmm
warnita meridiana
lanjut thot
Nining Rahayu
kalo bacanya di loncat2 ga bakal faham ini mah...😁😁😁
Rina Tyas
Thor bukannya Aya panggilnya bunda, k' mama
Rina Tyas
suka thor
Rina Tyas
lanjut kakak
Rina Tyas
semangat ya thor
Rina Tyas
iya kak AQ suka critanya
Suyati Lihawa
kapan lanjutnya thor kok lama sekali ditunggu ya tks
Emma_ku
melotot kn loh..
hahahah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!