Mutiara putri Rahman adalah gadis periang yang berjuang dikota orang untuk menyelesaikan pendidikan sarjana,dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang dokter tampan yang bernama Hendri wirawan, dia terus berusaha mendapatkan cinta dari dokter tampan itu,hingga dia tahu bahwa dokter itu sudah mempunyai istri, maka dia berhenti mengejar cinta dokter itu, tetapi saat dia menyerah Mala dokter merasa kehilangan sosok mutiara,akankah cinta mereka bisa bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi ayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Pernikahan diadakan diruang keluarga dengan dihadiri anggota keluarga dari Sabila dan anggota kelurga dari Azka dan juga tetangga dekat Sabila.
Papa Sabila menjabat tangan azka
"Bismillahirrahmanirrahim..Ananda Azka putra rahman,, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Sabila Anindya putri dengan mas kawin sebentuk kalung emas dan seperangkat alat shalat dibayar tunai."
" Saya terima nikah nya Sabila Anindya putri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." sahut Azka dengan satu tarikan nafas .
"Bagaimana?? sah?"
"Sah.."
"Sah.." ucap semua orang yang ada diruang kelurga tersebut.
Senyum bahagia terbit di wajah papanya Sabila.
Sabila memakaikan cincin pernikahan dijari Azka begitu pun Azka memakaikan cincin dijari bilah sesuai instruksi dari penghulu.
"Sekarang Sabila cium tangan suami mu nak," ucap papa bilah.
Sabila mencium tangan azka dengan takzim, dan Azka mencium kening Sabila dengan lembut.
Senyum bahagia terbit di bibirnya, ia sangat bahagia karena impiannya menikah dengan Azka benar benar nyata.
"Terima kasih ya Allah kau menjadikan bang Azka jodohku". Batin bilah yang masih tersenyum bahagia.
Dan mereka pun bersalaman sungkem dengan kedua orang tua Sabila,
"Nak Azka, sekarang Sabila sudah jadi istrimu, dan jadi tanggung jawab mu, papa mengikhlaskan anak gadis kesayangan papa bersamamu. Sayangilah dia."
Air mata menetes di pipi Sabila mendengar papanya.
"Azka akan selalu menyayangi dan melindung Sabila pa." Mereka memeluk papa dan mama Sabila dan lanjut memeluk sungkeman dengan orang tua Azka.
"Berbahagia lah selalu nak, semoga pernikahan kalian mendapat banyak berkah dari Allah dan selalu sakinah mawadah warahmah" ucap ibu Azka.
"terima kasih Bu, pak"
"Kakak ipaaar....akhirnya jadi juga nikah dengan Abang". Ucap Ara senang dan langsung memeluk Sabila.
"Terima kasih adik ipar ku yang cantik.."
"Selamat ya Azka, Sabila. Moga langgeng dan samawa" Hendri memberi selamat pada Azka dan bilah.
"Makasih Dogan...kapan kalian nyusul?" tanya bilah melihat Ara dan Hendri bergantian.
"Insyaallah secepatnya" jawab Hendri senyum.
Selesai acara salaman pemberian selamat pada dua mempelai sang mama menyuruh Sabila mengajak Azka masuk kamar untuk istirahat.
"Bilah..ajak suamimu keatas untuk istirahat nak!" suruh sang mama.
"I..iya ma" jawab bilah gugup.
"He, kekamar? sekarang sekamar ni? mampus gua, apa bang azka akan langsung unboxing gua ya?". Ucap nya dalam hati
Sabila pun mengajak Azka untuk kekamar nya. Azka yang sudah dipersilahkan masuk, pamit kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Sabila masih saja gugup memikirkan apa yang akan Azka lakuin malam ini, ia terus mondar mandir kebingungan hingga langkahnya terhenti ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.
Bilah terpaku melihat Azka yang baru keluar kamar mandi hanya dengan lilitan handuk di pinggang, memperlihatkan bentuk tubuh yang eksotis dan perut seperti roti sobek nya. Dan dengan rambut basah dengan sedikit tetesan air jatuh dari rambutnya membuatnya berkali kali lipat tampan dan gagah menurut pandangan mata bilah.
"Kamu gak bersih bersih bil?" tanya azka membuyarkan lamunannya.
"Eh..iya bang, bilah juga mau mandi"
Ucap nya berlari kekamar mandi. Tak berapa lama ia selesai mandi dan keluar kamar mandi dengan gaun tidur biasa selutut, rambut panjang tergerai indah, Azka yang melihat nya juga terpesona pada istrinya, tapi ya dasar manusia es, tetep dingin.
"Apa penampilan ku jelek ya" ucapnya dalam hati memperhatikan tubuhnya, karena Azka tetap diam bersandar di headboard memainkan ponselnya tanpa melirik dia.
"Dasar manusia esssss". Batinnya kesal dan naik ketempat tidur, bilah berbaring miring kearah Azka dan menatap matanya.
"Kok diam aja sih bang, aku disamping mu lho, masa di angguri." Batinnya yang masih terus menatap Azka yang sibuk dengan ponselnya.
"Jadi gak ada malam pertama ni(MP)?. Dasar manusia es" gerutunya dalam hati sambil menarik selimut sampai menutupi kepalanya.
***
keesokan paginya dirumah Ara Hendri sudah datang bertamu.
"Begini om, Tante. Maksud tujuan saya datang kemari untuk melamar Ara menjadi istri saya om Tante." Tapi sebelumnya saya mau kasih tau ke om dan Tante bahwa saya bukan pria lajang. Saya sudah beristri". Ucap nya.
"Apa?" kamu sudah beristri tapi mau melamar anak saya?". Ayah begitu syok mendengar Ara dilamar dengan pria beristri. Ibu juga syok mendengar nya tapi ia hanya diam membiarkan sang ayah yang bicara.
Ara menggenggam tangan ibu nya, ia merasa takut kalau ayahnya bakal ngamuk.
"Bapak mau bicara sama kamu Ra" ucap nya sambil pergi menuju dapur.
Ara mengangguk dan menyusul ayah dan ibunya ke ruang dapur.
"Ibu mau tanya kamu nak, apa benar yang dikatakannya?. Kamu gak diapa apain kan sama dia? kamu gak mengacaukan rumah tangga mereka kan nak??" tanya ibu lembut.
"Ibu, bapak maafin Ara, tapi yang bapak dan ibu pikirkan sekarang itu gak benar. Ara gak diapa apain, dia pria baik, sangat baik. Dan Ara juga gak ngerusak rumah tangga mereka buk."
.
.
🌹🌹
mohon tinggalkan jejak ya kakak 🥰😘
like , coment dan vote nya ya😊
kocak ni cerita