Albert Quick, adalah seorang Laki-laki Yatim Piatu yang dirawat oleh Paman dan Bibinya, walaupun Bibinya tidak terlalu baik kepadanya, tapi Pamannya tetap menjaganya hingga saat ini, dirinya Kuliah di tahun ke tiga.
Di dalam kampusnya Albert selalu diejek dan di bully, karena dirinya bekerja sambilan setelah pulang Kuliah.
Disaat dirinya pulang dari kerja sambilan, Hujan sangat lebat. Disaat itu Albert Quick tersambar petir dan dirinya langsung Pingsan. "Ting. Sistem Alfred saat ini sedang mendeteksi tuan rumah dan akan menginstal. Apakah tuan rumah setuju? 'Ya/Tidak'?"
Cerita ini hanya Fiksi dan Imajinasi dari Author. Mohon maaf jika ada kesamaan karakter dan tempat yang tidak disengaja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdee Dalem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Mengantar Eva Green
Setelah malam hari, rombongan Tim Tiga yang dijemput pulang dari Masa Bakti sudah tiba di Kota Southern. Rombongan Mahasiswa yang sudah capek dan terlihat sangat letih sudah berada masuk di sekitar Universitas Southern. Para Mahasiswa yang tinggal di Mess Mahasiswa segera menuju tempat mereka masing-masing untuk beristirahat. Sedangkan bagi Mahasiswa yang tinggal di luar Mess, mereka segera kembali menuju tempat tinggal masing-masing. Seperti Albert juga setelah dirinya menurunkan Levi dan Eva, Albert ingin segera pulang untuk merebahkan tubuhnya.
Walaupun tubuhnya saat ini telah mencapai fisik seorang Master, tapi Albert tetap butuh istirahat, untuk membuat tubuhnya tetap segar dan sehat.
"Tok..tok..tok." Suara pintu kaca mobil Albert yang diketuk.
Albert yang melihat Eva mengetuk kaca mobilnya, kemudian menurunkan kaca jendela untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh Eva. "Ada apa Eva?" Tanya Albert kepada Eva, karena waktu sudah malam, dan Albert ingin segera pulang.
"Em, Aku..Aku. Ingin minta tolong!" Eva yang tergagap menjawab pertanyaan Albert dengan perasaan malu-malu.
"Em, jika memang Aku mampu, Aku pasti akan membantu!" Jawab Albert tanpa bertele-tele.
"Em.., Aku..Aku. Ingin!" Suara Eva Green yang tercekat, dan sulit untuk keluar dari mulutnya.
Albert yang jenuh dengan perkataan dari Eva yang penuh basa-basi, kemudian segera menganalisa. Eva Green ingin minta Albert untuk mengantarkan dirinya untuk pulang ke rumahnya. "Ayo cepat naik, Aku akan antar kamu pulang ke rumahmu dengan Aman." Albert adalah laki-laki lugu yang tidak kepikiran macam-macam dengan seorang wanita, sehingga dirinya segera membuat keputusan untuk mengantarkan Eva pulang, tanpa menunggu lama.
Eva Green yang mendapat lampu hijau untuk diantarkan pulang oleh Albert, terlihat sangat senang di wajahnya. Walaupun Eva tidak tahu apakah Albert juga mulai membuka perasaan kepadanya, tetapi yang Eva tahu saat ini dia dengan Albert menjadi tambah dekat. "Hah..! Te..terima kasih." Ucap Eva Green dengan segera menaikkan barangnya ke dalam mobil Albert.
Albert kemudian segera pamit kepada Rektor dan Dekan untuk pulang dan mengantarkan Eva Green ke rumahnya. Tuan Wise dan Darcy Arton yang melihat hanya tersenyum, kemudian Tuan Wise berbicara kepada Darcy Arton dengan pelan dan penuh senyuman, :"Pasangan yang cocok."
Darcy Arton yang mendengar kalimat itu dari Tuan Wise, dia tidak menjawab. Darcy tidak setuju juga tidak menolaknya. Tetapi di hati Darcy merasa sedikit sakit.
Setelah sekitar setengah jam berlalu, Albert telah masuk di sekitar kompleks perumahan mewah. Disekitarnya terdapat rumah-rumah dengan tingkat tiga, dengan luas tanah yang hampir seribu meter persegi. Setelah masuk ke dalam kompleks tersebut Albert segera mengarahkan mobilnya menuju ke arah yang telah ditunjukkan oleh Eva.
Mereka akhirnya telah sampai di sebuah rumah yang cukup besar, di depan gerbang juga terdapat dua pengawal yang setelah mengkonfirmasikan bahwa di dalam mobil itu terdapat Eva Green, putri dari Tuan mereka, ke dua pengawal itu segera membuka pintu untuk mereka. "Selamat datang Nona." Setelah mereka tahu Eva Green telah datang, mereka segera menghubungi Ketua pengawal untuk memberikan informasi kepada orang yang berada di dalam rumah.
Albert segera menghentikan mobilnya tepat di depan pintu rumah keluarga Eva. Albert tidak turun, dia hanya melihat Eva menurunkan tas yang dibawanya. Eva Green yang mencuri-curi lirikan ke arah Albert berharap untuk turun dan menemaninya ke dalam rumah dan dapat berkenalan dengan keluarganya. Tetapi itu semua hanya keinginan Eva saja. Karena Albert tidak turun dari Mobilnya.
Albert yang melihat Eva sudah turun, kemudian segera berbicara sedikit hanya untuk berbasa-basi, karena waktu sudah malam, dan menurutnya sudah tidak pantas jika Albert terlalu lama disana karena akan menimbulkan prasangka yang buruk kepada Eva dan Albert. "Baiklah, Aku rasa sudah waktunya Aku pulang." Ucap Albert kepada Eva yang seketika membuyarkan lamunan Eva kepada Albert.
"Oh, eh, Itu..itu. Apakah kamu tidak mau mampir dan bertemu Orang Tuaku sebentar!" Tanya Eva dengan wajahnya yang agak memerah, dan malu.
"Ehem. Mungkin lain kali Aku akan mengunjungimu. ini sudah malam dan Aku juga sangat capek ingin segera istirahat."
Eva Green yang mendengar perkataan Albert segera melebarkan mulutnya dan tersenyum, :'Kamu..kamu mau untuk mengunjungiku!" Ucap Eva dengan bahagia.
"Iya."
"Ok. Janji ya." Tanya Eva.
"Ok. Aku janji." Jawab Albert.
Setelah berbicara sebentar, Albert kemudian segera pergi dari rumah Eva dengan mengendarai mobilnya. Karena sudah lelah, Albert segera menuju ke Hotel Four Season, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah Keluarga Eva Green.
Tanpa diketahui oleh Albert dan Eva, sebenarnya Kedua Orang Tua Eva Green berada di balik pintu rumah dan mendengarkan percakapan antara Eva Green dan Albert. Mereka berdua tidak mau mengganggu pembicaraan kedua anak muda dan momen bahagia mereka. Menurut Orang Tua Eva, Eva adalah seorang yang sangat sulit didekati oleh seorang laki-laki, tetapi baru kali ini mereka melihat Eva bisa sangat gugup di depan seorang laki-laki. Kabar ini tentu membuat mereka sangat bahagia, karena putri mereka sudah membuka hati mereka untuk seorang laki-laki. Mereka berdua sempat putus asa dengan sikap Eva Green yang sangat cuek dengan laki-laki, bahkan mereka sempat menjodohkan Eva dengan beberapa anak laki-laki dari teman Ibu Eva, tapi Eva Green masih tetap dengan sikapnya tidak peduli, sehingga membuat mereka yang dijodohkan dengan Eva mulai mundur secara sendiri-sendiri.
"Kriet." Suara pintu terbuka, dan sungguh sangat terkejutnya Eva, saat melihat ke dua Orang tuanya yang berdiri di belakang pintu, sontak membuat Eva menjadi salah tingkah.
"Eh, I..Ibu, Ayah. Sejak kapan kalian berdua di tempat ini?" Tanya Eva dengan malu.
"Ehem..ehem. Sejak ada seorang Pria yang mengantar anak gadisku sampai di depan pintu rumah. Jawab Ayah Eva Green dengan senyuman, yang mencoba menggoda Eva.
"Uh Ayah, kalian berdua kenapa tidak keluar. Huh." Eva Green yang tampak kesal setelah mengetahui mereka berdua telah berdiri cukup lama di balik pintu tapi tidak mau keluar. Harapan Eva adalah kedua orang tuanya akan mencegah Albert untuk pulang, dan mengenalkannya sebagai pacar Eva. Tetapi mereka malah diam saja sehingga membuat Eva merajuk. Kemudian Eva segera pergi meninggalkan ke dua Orang Tuanya yang masih diam membisu, dan berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua dengan tas dan barang-barangnya yang masih di bawah.
Kedua Orang Tua Eva, saling pandang dan tidak tahu kenapa Eva malah merajuk. 'Bukankah kita memberikan mereka kesempatan untuk berbicara lebih lama!' Kedua Orang Tua Eva membatin, dan mengedikkan bahu mereka karena tidak tahu dengan pikiran Eva saat ini.