[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.
Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.
Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.
Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.
Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.
Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Reygan dan juga Nasya memasuki rumah begitu sudah sampai, laki-laki itu membawa koper miliknya dan juga istrinya ke dalam kamar.
"Kau harus mengembalikan kunci kamarku." kata Nasya sambil mengeluarkan baju-baju kotornya.
"Untuk apa?"
"Kenapa kau bertanya? itu kamarku dan mana mungkin juga aku satu kamar demganmu." jawab Nasya membuat Reygan terdiam.
"Kau bisa tidur di kamarku karena kau adalah istriku dan juga untuk kamarmu akan aku jadikan kamar tamu." kata Reygan lalu pergi keluar dari kamarnya.
Nasya mengerutkan keningnya sambil memperhatikan kepergian suaminya itu. "Dia benar-benar tidak bisa ditebak sekali." ucapnya
Nasya mengambil ponselnya yang berbunyi tanda ada pesan yang masuk, saat melihatnya ternyata adik iparnya yang mengirim pesan.
Chalandra:
Besok adalah ulang tahun kakakku, apakah kau sudah menyiapkan kado untuknya?
Nasya terdiam memperhatikan layar ponselnya untuk waktu yang lama, Reygan kembali masuk kedalam kamar dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, hal itu membuat Nasya tersadar.
Gadis itu menyimpan kopernya di atas lemari lalu menyimpan ponselnya di atas laci.
"Kau mau kemana?" tanya Reygan begitu melihat istrinya yang hendak keluar dari kamar.
"Aku lelah, akan tidur di ruang keluarga saja." jawab Nasya
"Silahkan jika kau bisa membuka pintunya." ucap Reygan sambil tersenyum tipis.
Nasya mengerutkan keningnya karena tidak bisa membuka pintu kamar, gadis itu menoleh kearah Reygan dan langsung menghampirinya.
"Dimana kuncinya?" tanya Nasya sambil mengulurkan telapak tangannya.
"Sudah aku bilang tidurlah dikamarku, ini kamarku sekarang menjadi milikmu juga."
Nasya menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu dengan kesal menaiki kasur dan membaringkan tubuh di samping suaminya.
Reygan tersenyum tipis lalu memejamkan kedua matanya begitu pun dengan Nasya, mereka berdua kelelahan karena perjalanan panjang tadi.
***
Keesokan harinya saat jam menunjukan pukul sepuluh pagi, Nasya sudah berkumpul dengan sahabat-sahabatnya.
Ponsel Nasya berdering, gadis itu pun langsung mengangkat panggilan masuk tersebut.
'Hallo sayang, ini Mami. kapan kamu akan pulang sekolah?' tanya Mami Kala disebrang sana.
"Mungkin sekitar jam dua, ada apa Mami?"
'Nanti Mami akan menjemputmu dan juga Chalandra, kita akan pergi ke lokasi syuting Mami.'
"Lalu, Reygan?"
'Biarkan saja, dia membawa mobil sendiri.'
'Lagi pula Mami ingin sekali ditemani oleh anak-anak Mami yang cantik.'
"Baiklah Mami, nanti Nasya akan memberi tahu kepada Chalandra." ucapnya sambil tersenyum.
Nasya pun langsung mematikan telepon itu secara sepihak, Chalandra yang dari tadi mendengar percakapan kakak iparnya langsung bertanya.
"Siapa? kenapa?"
"Mami, dia akan menjemput kita nanti." jawab Nasya sambil meletakan kembali ponselnya di atas meja.
"Aku tebak pasti Mami akan mengajak kita pergi ke lokasi syutingnya, tidak apa-apa selagi ada pria tampan disana." kata Chalandra kembali melanjutkan makannya.
Saat sedang asik-asiknya makan tiba-tiba saja Chandra datang menghampiri meja Nasya.
"Nasya, aku ingin berbicara denganmu."
"Soal?" tanya Nasya tak ingin melihat wajah laki-laki itu.
"Jangan disini, kita cari tempat yang lain saja." katanya sambil menarik tangan Nasya pergi keluar dari kantin.
"Dia selalu mengejar kakak iparku terus." ucap Chalandra memperhatikan kepergian kakak iparnya.
Reygan yang saat itu sedang makan di kantin bersama sahabat-sahabatnya tidak sengaja melihat Nasya dan juga Chandra yang hendak pergi keluar kantin.
"Aku mau ke toilet sebentar." ucap Reygan langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi mengikuti Nasya dan juga Chandra dari belakang.
Sedangkan Chandra membawa Nasya ke teman sekolah, terlihat mata laki-laki itu berkaca-kaca.
"Hentikan, aku tidak merasa kasihan kepadamu." kata Nasya sambil melipatkan kedua tangannya di dada.
Chandra menatap lekat wajah Nasya, tangannya bergerak untuk menggenggam tangan gadis itu.
"Apakah kau tidak berubah pikiran? aku ingin bersamamu lagi."
Nasya menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia menarik tangannya yang sedang di genggan oleh Chandra.
"Tidak bisakah kau berpikir kesalahanmu itu sangat sulit untuk aku maafkan!"
"Aku benar-benar minta maaf, aku mengaku aku salah-"
"Sudahlah, aku sudah muak mendengarnya." potong Nasya sambil membalikan tubuh dan hendak pergi meninggalkan Chandra.
Tetapi tiba-tiba saja Chandra memeluk gadis itu dari belakang sambil menangis, Reygan yang melihatnya dari kejauhan hendak pergi menghampiri istrinya itu tetapi tidak jadi, ia masih bisa menahannya.
"Lepaskan aku, Chandra!"
"Tidak bisakah kau memberiku satu kesempatan lagi? aku mohon."
"Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi." kata Chandra membalikan tubuh Nasya menjadi menghadap kearahnya.
Dengan perlahan Chandra memajukan wajahnya hendak mencium bibir Nasya, tetapi gadis itu dengan cepat mendorong tubuh laki-laki itu dan pergi meninggalkannya.
"Dasar brengsek!" ucapnya.
Nasya menghentikan langkahnya begitu melihat suaminya yang sedang menatapnya dengan lekat, mereka berdua untuk beberapa menit saling bertatap-tatapan.
"Apa yang kau lihat?" tanya Reygan dengan ketus membuat Nasya tersadar.
Nasya menggelengkan kepalanya, ia memalingkan wajahnya sesaat lalu tidak lama kemudian kembali menatap wajah suaminya.
"Apakah moodmu sedang buruk?" tanya Nasya sambil mengerutkan keningnya.
Reygan membuang muka sambil mengelus tengkuk lehernya.
"Tidak!" jawab Reygan lalu pergi meninggalkan istrinya.
"Mood dia benar-benar sangat buruk sekali." gumam Nasya
dasar Reagen lebay
ngga ada akhlaknya...
korban dari orang tua yg selingkuh
menjodohkan anak yg masih sekolah