Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.King Aksa Sadega
Bulan yang di tunggu akhir nya tiba kini Raya sudah berada di dalam ruangan salah satu rumah sakit. Di temani sang suami Raya sedang bertaruh antara hidup dan mati untuk melahirkan buah hati mereka.
Di luar ruangan Artha sangat gelisah menanti kelahiran cucu pertama nya, di temani Bayu Audy dan mbak Susi yang sedang menunggu kelahiran dari pewaris keluarga Sadega.
"Om...tenanglah." Ucap Bayu menenangkan.
"Bagaimana om bisa tenang Bay..ini cucu pertama untuk ku."
"Iya pak...sebaik nya pak Artha gak usah gelisah kita harus yakin kalau Raya bisa melahirkan dengan selamat." Sambung Audy.
Audy semenjak pertemuan beberapa bulan lalu ia langsung bekerja di perusahan milik Rendy dan akhir-akhir ini hubungan nya bersama Bayu semakin dekat.
Setelah menunggu dengan harap-harap cemas anak yang di kandung Raya akhir nya lahir dengan selamat.
Rendy yang melihat perjuangan istri nya sempat meneteskan air mata.Raya melahirkan secara normal karena ia tidak mau di operasi.
Tak henti nya Raya meneteskan air mata bahagia saat mendengar tangis dari anak nya.
rasa sakit seakan hilang saat ia melihat anak nya lahir dengan selamat.
"Selamat pak Rendy..bayi anda lahir dengan selamat tanpa kurang satu apa pun dan jenis kelamin nya laki-laki." Ucap Dokter yang menangani Raya.
"Terimakasih dok." Ucap Rendy bahagia.
Rendy mengecup kening Raya dan untuk pertama kali nya ia menggendong bayi mungil nan tampan tersebut.
"Sayang lihat lah dia begitu mirip dengan ku." Ucap Rendy.
"Iya mas..aku sangat bahagia mas."
Raya dan bayi nya kemudian di pindahkan ke ruangan rawat Artha yang melihat Rendy langsung bergegas menghampiri anak nya.
"Bagaimana nak..apa cucu papah sudah lahir?" Tanya Artha tidak sabar.
"Sudah pah...laki-laki tampan seperti Rendy " Jawab Rendy.
"Alhamdulillah." Ucap mereka bersama.
Rendy kemudian mengajak papah nya untuk menemui cucu yang di nanti nya selama ini.
"Cucu opa.." Ucap Artha saat melihat bayi mungil tertidur di box bayi samping Raya.
"Ponakan baru selamat datang di dunia yang nyata ini." Ucap Audy.
"Wah...gue akan jadi uncle dong." Celetuk Bayu "Jadi pengen punya anak."
"Maka nya cepet nikah." Sambung Rendy.
Raya hanya bisa tersenyum melihat orang-orang kesayangan nya bahagia.
"Siapa nama nya Rend?" Tanya Artha.
"King Aksa Sadega...bagaimana pah?"
"Bagus...papah suka."
"Kalau kamu sayang gimana?" Tanya Rendy kepada istri nya.
"Terserah mas aja asal baik aku nurut aja." Jawab Raya.
"Hii...tuan kecil Aksa." Sapa mbak Susi.
"Hii..pangeran Aksa." Sambung Audy "Ganteng banget gemes aku...Selamat ya Ray sekarang kamu udah jadi ibu." Ucap Audy memeluk Raya.
"Terimakasih."
"Papah sangat bahagia, sekarang papah gak akan kesepian lagi di rumah dan setelah ini jangan lupa kalian harus buatkan papah cucu lagi." Celetuk Artha membuat Raya tersipu malu.
karena hari semakin larut Bayu memutuskan untuk mengantar Audy pulang begitu juga dengan Artha dan Susi mereka kembali ke rumah untuk beristirahat karena besok nya mereka akan menyiapkan pesta kecil untuk menyambut kedatangan pewaris Sadega yang baru.
Pagi ini Susi dan beberapa pembantu di sibukan dengan persiapa pesta penyambutan, sesekali laki-laki tua itu ikut mengatur dan turun tangan langsung dalam persiapan pesta.
Sedangkan Audy dan Bayu menjemput pasangan suami istri yang tengah berbahagia itu. Setelah selesai berkemas meraka langsung menuju mobil dengan hati-hati Rendy menggendong anak nya sedangkan Audy mendorong kursi roda yang di duduki Raya.