Wanita muda itu bernama Aurelia Meydina Admajaya adalah anak dari seorang mantan Tentara yang punya nama di kota J... Tidak pernah terpikirkan Aurelia harus mengikuti jejak kakak perempuannya menikah dengan seorang Tentara....
Aurelia Hanya ingin menjadi Guru dan menjalani hari-harinya dengan mengajar di sebuah sekolah dasar di kota J....
Karna gadis kecil yang ditolongnya itu membuat Aurelia harus menikah dengan Ayah dari tadi kecil itu....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althin Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 Nggak Pacaran
Selepas perginya mama Irma dan Cecil. Aku dan kak Darlen duduk di ruang keluarga yang juga dipakai sebagai ruang tamu sambil menonton berita terkini. Kak Darlen suka nonton acara berita dan aku hanya bisa duduk di sampingnya menemani...
Tangannya merangku bahuku... "Masih sakit, sayang?" tanya dia padaku...
"Udah mendingan. Tadi di kasih obat sama mama trus mandi air hangat" jawabku...
"Maafkan aku, ya sayang. Udah bikin kamu sakit" ucapnya dengan wajah sedih...
Aku melihatnya dan memegang kedua pipinya "Lia nggak papa, kak. Itukan kewajiban istri, melayani suaminya" ucapku sambil mencium pipinya...
Kak Darlen tersenyum dan memelukku dengan hangat... Dia menciumi keningku berlanjut ke bibirku... "Ke kamar, yuk" ajaknya...
tok... tok... tok... Terdengar bunyi ketukan pintu depan...
"Sebentar ya, kak. Lia bukain pintu" kataku...
"Udah, nggak usah. Biar aku aja" kata kak Darlen...
"Selamat pagi, kapten" ucap sang tamu...
"Selamat pagi. Ayo, masuk!" ucap kak Darlen mempersilahkan tamunya masuk... "Silahkan duduk. Say panggilkan istri saya" ucapnya lagi...
"Baik kapten" ucap tamunya...
"Dek, sini. Ada tamu ini" panggil kak Darlen...
"Sebentar kak" jawabku... "Selamat pagi" ucapku...
"Selamat pagi, bu" jawab sepasang suami-istri itu...
"Ayu?" menyebutkan nama istri dari anggota suamiku dengan kaget....
"Bu,,,, Lia?" jawab istri anggota kak Darlen itu. Kami berdua berpelukan dan langsung akrab. Membuat kedua suami kami bingung dengan kedekatan kami....
"Oh, iya kak. Ayu ini adalah sahabtku pas kuliah dulu" kataku berbinar-binar
"Benar, dek?" tanya suaminya Ayu bingung...
"Eh, iya mas" jawab Ayu...
"Wah, ternyata istri kita ini juga sahabatan ya Gung" ucap kak Darlen...
"Saya pikir cuma kita saja kapten yang sahabatan. Jadinya saya bawa istri saya, biar bisa dekat dengan ibu komandan. Tapi ternyata" kata Letnan Agung...
"Saya pikir kamu,,, eh ibu, nggak bakalan nikah sama Tentara" Ucap Ayu....
"Yu, nggak usah manggil aku dengan sebutan ibu. Panggil aja Lia seperti biasanya" pintaku...
"Tapi nggak bisa. Karna di sini kita harus menghormati istri atasan suami kita" kata Ayu mengingatkan aku...
"Nanti aja, kalau ada pertemuan istri-istri Tentara barulah kamu panggil aku seperti itu. Tapi kalau kita sendiri, nggak usahlah" Kataku....
"Sayang, ini nggak disuguhi minum atau apa gitu?" tanya kak Darlen padaku....
"Ya, ampun. Sampe lupa. Entar ya" kataku...
"Mohon maaf, ya. Yang ada cuma ini" aku suguhi kopi ☕ buat kak Darlen dan ka Agung sedangkan buat aku dan Ayu yaitu teh hijau 🍵... "Kemarin dari penjemputan langsung ke sini, jadinya belum sempat beliin apa-apa di dapur" kataku sambil senyum...
"Cecil nya dimana, Kapten?" tanya kak Agung...
"Barusan pergi sama mama. Katanya nggak mau ganggu aku sama mamanya" jawab kak Darlen...
"Tapi, kamu belum jawab pertanyaanku tadi" kata Ayu padaku...
"Oh, kenapa aku nikah sama Tentara?" ucapku...
"Iya" jawab Ayu....
"Sebenarnya aku ini guru dan wali kelasnya Cecil. Aku kenal sama kak Darlen sebelum aku tau kalau Cecil adalah anaknya" jelasku....
"Parah ini kapten, nggak bilang-bilang kalau udah punya pacar" kata kak Agung pada suamiku...
"Nggak. Kita nggak pacaran kok kak" kataku duluan kak Darlen yang hendak menjawab kak Agung....
"Lah, kok bisa begitu?" tanya pasangan suami-istri itu bingung dengan kata-kata yang barusan aku ucapkan
biar gk membingungkan
trus tulisan Kat ku itu di hilangkan,,