NovelToon NovelToon
Bos, I Love You

Bos, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:265.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: della meyna

Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.

Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.

Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Episode : 31] Apakah cinta itu egois?

Alissa mengunci dirinya di kamar, ia menangis sejadi-jadinya atas kesalahan yang dilakukan, rasanya Alissa tidak percaya akan sebodoh ini terkait permasalahan Villa, hingga seekor cicak merayap di dinding dengan suara khas yang ia keluarkan, membuat gadis itu tak bisa memekik selain menutup kepalanya dengan selimut, sekalipun kosnya terlihat kecil dan sempit setidaknya berada di pertengahan kota yang rapi dan jarang ada kecoa dan hewan apapun.

"Aku ingin pulang" ucap Alissa dengan tangisan menderas yang ia redam dalam, gadis itu seperti tidak percaya dirinya bisa sebodoh dan terlihat tidak berprasaan, rasanya Alissa tidak menyangka ini kesalahan besar yang pernah ia lakukan.

Ken menatap kamar Alissa yang berada di hadapan kamarnya, ia seperti ingin menemani kesedihan gadis itu tapi niat itu terurungkan, kenapa harus Alrescha yang ia cintai, kenapa tidak dirinya saja, benar-benar takdir yang tidak berprasaan.

"Kenderick" putus Alrescha yang berjalan kehadapanya, pria itu mengunakan celana gantung dengan baju putih polos yang ia pasangkan menjadi atasan. Ken membalikan badan untuk menghadapi kakaknya.

"Kenapa kau kemari?" tanya Kenderick ketika pria itu menghampirinya, bahkan mata Ken melirik ke kamar Alissa yang ada di depan mereka.

"Apa kau mau tidur?" tanya Alrescha pada adiknya, tentu saja Alrescha juga mengikuti kemana mata Kenderick memandang, nampaknya kamar itu adalah kamar penginapan Alissa.

"Tentu saja" balas Kenderick dengan malas, rasanya mengetahui Alissa menyukai kakaknya membuat Ken sangat membenci darah yang sama dengan darahnya itu.

"Temani kakak minum sebentar, kakak ingin bicara denganmu" ucap Alrescha dengan nada perintah, membuat Ken berdecak malas atas ajakan itu.

"Aku tidak ada waktu jika hanya setengah jam, nanti kau akan meninggalkan ku dan kembali pada kak Abel, jika kau mau minum, dengan kekasihmu saja" ucap Ken dengan ketus.

"Arabella sudah tidur, kemarilah, ikut aku" paksa Alrescha pada adiknya, membuat Kenderick terpaksa mengikuti lelaki itu untuk mendengar hal apa yang akan ia bicarakan.

"Apakah Alissa berada di depan kamar mu?" tanya Alrescha dengan sungkan sembari berjalan kearah depan.

"Tentu saja, kenapa memangnya?"

"Tidak ada apa-apa, aku hanya bertanya saja" bahkan dari hal ini saja Alrescha bisa melihat jika Kenderick tidak main-main menyukai Alissa, semoga saja ia mendapatkan gadis itu dan membuatnya bahagia.

Mereka pergi kesebuah Bar kecil di Villa, Bar itu di khususkan untuk Alrescha dan orang-orangnya saja, sebab ia tidak membuka untuk umum karna budaya di Indonesia bertolak belakang dengan hal seperti ini. Alrescha mengisi gelas kecil adiknya dengan alkohol yang cukup menghangatkan tubuh mereka, membuat Ken meneguknya sesegera mungkin untuk menenangkan fikiran yang sedari tadi sudah kalut.

"Kenapa kau membawa Alissa kesini?" tanya Alrescha pada adiknya, tentu saja ia tidak percaya Alissa yang akan Kenderick bawa untuk menyelesaikan permasalahan Villa.

"Karna aku percaya jika Alissa bisa mengatasi masalah ini"

"Tapi kenyataanya kau lihat sendiri, jika ia tidak bisa menyelesaikan hal itu"

"Jangan terlalu cepat menilai tentang Alissa kak, dia bahkan belum melakukan apapun terkait hal ini. Bahkan sikapmu yang implusif itu telah melukai hatinya, membentak orang lain atas kesalah pahaman ini bukan dirimu" kesal Kenderick saat bicara sembari meneguk Alkohol itu dengan kasar, rasanya ketika mengetahui Alissa menyukai kakaknya, fikiran Ken benar-benar jengkel dan tidak bisa terima, ia membenci kakaknya tapi pria itu adalah sudara kandungnya.

"Dia tidak akan terluka, aku bahkan tidak terlalu membentaknya"

Sontak gelas kaca yang Ken lemparkan ke permukaan pantry keramik itu, membuat suara nyaring yang menarik mata Alrescha menatap tingkah adiknya, Ken meremukan gelas kecil itu saat mengangkat kepala penuh emosi pada Alresha Nero. "Tidak akan terluka?" ulangnya sekali lagi saat Alrescha Nero bicara tanpa mempertimbangkan perasaan Alissa.

"Ada apa denganmu, kenapa kau mengerikan sekali. Apa kau sudah mabuk Ken" putus Alrescha saat mengambil alih gelas kecil yang Ken genggam, jika terus di biarkan bisa saja gelas itu akan pecah dan melukai tanganya. "Bahkan kita belum sampai satu botol untuk menghabiskanya, sejak kapan kontrol alkoholmu melemah" ejeknya saat duduk manis disisi Kenderick.

"Kau mungkin tidak sadar, tapi di dunia ini tidak dirimu dan Nona Arabella saja yang memiliki perasan Tuan Muda Alrescha Nero, ada manusia lain yang akan terluka dengan sikapmu, tapi aku tidak akan membiarkan seseorang itu terluka, bahkan tidak untuk yang satu ini" tegas Kenderick padanya, membuat Alrescha mengkerutkan kening dengan bingung atas kata adiknya.

"Hei, ada apa denganmu. Kenapa kau bicara seperti itu. Apa kau mabuk?" tanya Alrescha saat menepuk pumdak Ken, namun peia itu menepisnya, hingga gurat bingung di tampilkan dengan jelas, memangnya siapa yang Ken maksud, apa Alissa?

"Ya! Aku sudah mabuk, karna itulah aku harus pergi tidur, sebelum aku memukulmu" hingga pria itu belalu pergi untuk meninggalkan kakanya disana.

Membuat Alrescha terpaku diam atas apa yang di lakukan Kenderick, kenapa ia menjadi aneh sekali, apakah karna sikap Alrescha pada Alissa barusan, membuat Ken membencinya lantaran gadis yang Ken sukai disakiti oleh Alrescha.

Tapi sejujurnya hal itu juga menganggu Alresha, ia tidak mampu menutup mata sebab bayangan tentang mata Alissa yang berkaca-kaca itu menganggu hatinya. Alrescha meneguk minuman itu sendirian, sembari menenangkan diri di tempat sepi yang bahkan membuat dirinya tidak ingin kembali ke kamar itu lagi.

Namun kontrol Alkohol Alrescha melemah, bahkan ia sudah menghabiskan 7 botol anggur seorang diri tanpa ada jeda, pusing di kepala itu mulai mendera, bahkan mata berkunang-kunang membuatnya tidak nyaman, Alrescha mengangkat kepalanya namun ia terhayung dari tegaknya, jika terus seperti ini seseorang akan menemukan dirinya tergeletak pagi nanti, untuk itulah Alrescha harus kembali.

Pria itu sudah berdiri di depan pintu kamar, tegaknya tidak seimbangkan hingga rasanya sulit menopang badan, Alrescha mengetuk pintu kamar sekencang mungkin sembari menekan bell berulang-ulang, Alrescha sudah tidak tahan lagi untuk berdiri, tapi ia sadar jika nanti Arabella menemukanya tergeletak di lantai maka kekasihnya akan sulit untuk menjangkau Alrescha kearah ranjang. "Tidak boleh, kau harus kuat untuk bertanggung jawab pada tubuh mu Alrescha" terus pria itu dengan tertatih pada dirinya sendiri.

Hingga pintu itu bergerak terbuka, membuat sepasang mata bengkak menemukan Alrescha di depanya. "Sayang...." sambut Alrescha pada gadis itu, hingga Alissa terpana diam ketika lelaki yang nampaknya hilang kesadaran itu menghampiri kamarnya dengan sepengal kata mengejutkan jiwa.

"A-Apa yang kau lakukan disini?" ucap Alissa dengan penuh gugup, bahkan ketika ia di sambut dengan 'sayang' seluruh kekesalan pada Alrescha sirna tanpa beban.

"Aku sudah tidak bisa bicara lagi, bantu aku" ucapnya ketika menjangkau tubuh Alissa untuk bertahan, bahkan pelukan Alrescha itu membuat dada Alissa bergemuruh, ia tidak menyangka pria itu akan memeluknya hingga tubuh mereka sedekat ini, bahkan bau alkohol saja menyegat hingga membuat Allissa tidak bisa berkata-kata ketika tangan Alrescha dengan cepat menutup pintu kamar.

"Sayang, ayo kita lanjutkan" terusnya ketika menyelipkan tangan kebalik gaun tidur yang di gunakan Alissa, membuat mata gadis itu membulat dengan teriakan yang memekakan telinga, bagaimana bisa tangan nakal itu sudah mencapai bokongnya dan meremasnya dengan kencang, Alissa bahkan tidak percaya saat ia di lecehkan oleh Bos-nya, tapi apakah ini pelecehan? Sebab jangtungnya berdebar dengan hati bergetar gugup, lupakan saja tentang penerimaan itu, Alissa harus menjauh sesegera mungkin jika tida ingin celaka, sayangnya kekuatan Alrescha saat memeluk dirinya lebih besar di banding Alissa, Ya tuhan, apa ini!

"Aku bukan Arabella!!" teriak Alissa saat meronta untuk di lepaskan, ia menengelamkan kepala ketika pria itu berniat untuk mencumbu dirinya, bahkan langkah mereka yang perlahan-lahan mudur membuat keduanya terhempas ke ranjang, hingga mata Alrescha terbuka dengan terang saat memandangi seorang gadis di sampingnya.

"Alissa...." lirih pria itu dengan tatapan sendu penuh sayang.

"Iya ini aku, lepaskan tangan mu, apa kau gila memeluk ku" ketus wanita itu dengan panik, bagaimana jadinya jika Alrescha benar-benar menganggap Alissa sebagai Arabella, bisa-bisa ia tidak akan menjadi gadis lagi, syukurlah pria itu sadar dan melihat jika gadis yang ia peluk dengan posesif adalah Alissa.

Alrescha mendekatkan wajahnya kehadapan Alissa, menatap mata Alissa dengan penuh sendu bahkan aroma alkohol dari mulutnya terasa pekat sekali. "Maafkan aku" sontak kalimat itu ia lanjutkan dengan pelukan hangat penuh sayang, memeluk Alissa tanpa nafsu dan menengelamkan Alissa ke dadanya, seraya mengusap lembut pundaknya dengan ritme hitungan yang Alrescha lantunkan dengan tenang. "Satu....dua....tiga.." sesuai dengan telapak tanganya yang di tandaskan.

Alissa terdiam saat menyadari perlakuan ini, tubuhnya yang penuh kekosongan terisi penuh hingga berlimpah, bahkan hatinya sudah meluap bahagia tanpa terkira, apakah wajar ia senang ketika di peluk oleh kekasih orang, egoiskah Alissa jika menikmati hal seperti ini untuk hatinya?

1
DeRe
thor balik dong
DeRe
bagussss
Yatie Triesye
ceritanya bagus.... tapi koq tak ada kelanjutannya
Devy ZoviaCarissa
Ni novel masih lanjut atau da END ksini thor? Q kangen tauuuuu plus penasaran dg kelanjutan ni novel.
Up dong thor🙏🙏🙏
Devy ZoviaCarissa
Baru kali ini q baca novel yg penuh sejuta misteri.susah banget untuk menebak akhir cerita novel ini. Semangat ya thor, q Sukaaaaaaaaaa banget dg novel mu in.
Flrna Rina
Thor ceritanya ni seruu, Misteri dan kisah Roman ya menyatu🥰
semangat Thor aku padamu🤗
arin
ngga tersa air matku ngalir...Rsnya nysek?
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
alisha
2 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Martina Alfarizqi
4 like semangat up
alisha
3 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like🤗
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Cindy Wulandari
semangat
Ika NcOm Ajee
apa kabar thor'y...ga up" kok udh lama penasaran
Shopee Hartono
kok lamaaaaaa
ety_
semngat
KHARDHA LOVE
Setulus itukah Alresca🙄 lanjut semangat terus ya salam dari Dokter Cinta Spesialis Hati"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!