Apa Jadinya jika sekelompok orang dengan berbagai pandangan tapi satu tujuan dan si satukan dalam satu Agensi bernama JULID VANGKE. Sebuah institusi penegak keadilan. Yang digawangi oleh, Khodijah, Romlah, Caitlyn, Jukaykha, Jaenab dan Ijah.
Tugas mereka cukup berat, karena harus membasmi para penjilat tak berguna pemakan dana Bansos yang seharusnya dialirkan untuk Masyarakat yang membutuhkan. Para penjilat yang mereka beri nama Keledai Dungu itu ternyata memiliki banyak akal untuk melakukan Playing Victim.
Mampukah para detektif Julid Vangke membuktikan kebusukan mereka?
Karya ini hanya fiktif belaka. Terinspirasi dari banyaknya kasus yang terjadi dimasyarakat biasa😍Dilarang Baper! Ini hanya guyonan semata😍Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Lelah dengan kedungungan para anggota Keledai Dungu itu, Team Jilid Vangke memutuskan membubarkan rapat pleno meja bundar kali ini.
Caitlyn yang saat ini sedang adik menyebar para anak buahnya bersiap mengintrogasi mereka.
"Apa Odah sudah kembali ke rumah?" tanya Caitlyn pada orang-orang kepercayaannya di GC yang ia buat untuk menampung kekesalan mereka terhadap kebontokan sistem keuangan di team Keledai Dungu itu.
"Kami menyesal telah mengalihkan dana hampir 100 juta pada admin team itu. Andai saja kami tahu mereka tak amanah, mungkin kami akan memilih menyalurkan sendiri dana itu pada mereka-mereka yang membutuhkan. Dari pada Team siaalan itu memakainya untuk bersenang-senang sendiri!" tulis salah satu anggota grup yang di pimpin langsung oleh Caitlyn itu.
"Kapan mereka janji mau kembalikan uang itu?" tanya Caitlyn.
"Mereka minta waktu satu bulan. Tapi kami sangsi. Karena salah satu dari mereka masuk penjara karena kasus yang sama. Penggelapan dana. Astaga, kita nggak nyangka loh, dia tu emang kasar, tapi kita ga tahu kalo dese tukang tipu!" jawab salah satu dari mereka di selingi dengan emoji mewek.
"Astaga, lu ke mana aja baby. Justru di Amad kah biang keladi masalah yang sedang kita hadapi saat ini. Amad yang nge bujuk Odah buat nilep uang bansos Amad yang manfaatin Odah buat ngalirin dana bansos itu ke kantong pribadi mereka. Bahkan Miskey Idah juga tahu kalo Amad terlibat dalam masalah menjijikan itu!" jawab Caitlyn kelas.
"Berati kabar yang tersebar di grup utama itu bener. Kalo Amqd memang menipu banyak orang. Astaga, ini sih berita terhor loh. Bahkan pengusaha keramik asal Bali juga kena. Ayahnya di Rega. Klean tahu kan si Rega. Model kelana dalam papan atas!" tulis anak buah Caitlyn.
"Soal Rega gue udah dengar. Hanya saja kalo bapaknya juga kena, gue baru dengar. Klean tahu nggak, tu si bapak-bapak kena berapa juta?" tanya Caitlyn
"Entahlah, yang jelas puluhan juta juga lah. Kita sama-sama tahu kalo hutang Amad ternyata mencapai ratusan juta. Mau jual apa dia kalo nggak nipu. Jual diri pun tak mungkin laku!" jawab Nasrulia yang memang diberi tugas oleh Caitlyn untuk menyusup ke dalam Grup Chat milik admin Keledai Dungu itu.
"Kira-kira, si Odah tahu nggak ya kalo sebenarnya dia cuma di manfaatin doang ama di Amad?" tanya salah satu tim mata-mata Caitlyn.
"Pastinya sih tahu, cuma dia ga berani speak up. Kita kan tahu kalo rahasia Odah juga Amad yang pegang. Biar di publik mereka kelihatan musuhan, gue yakin di selimut mereka bisa saja treesome!" tawa terdengar menggelegar di antara para mata-mata besutan Caitlyn itu.
"Dasar gila! Mana mungkin bisa begitu. Emang Odah si peot itu kuat treesome, yang ada dia matek duluan lihat keganasan Amad. Astaga, dosa dosa gue dosa jadi mikir yang nggak nggak kan gue gegara si peot itu. Astoge, ini sih laknat semua tim mereka ini!" ucap Nasrulia lagi.
Obrolan mereka berhenti sejenak. Sungguh masalah ini sangatkah rumit. Odah dan tim Keledai Dungu sangat pandai membuat gimick. Terutama dua manusia tak tahu aturan itu. Namun tim julid Vangke tak mau kalah. Mereka siap membuat team Keledai Dungu tak berkutik.
bersambung...
Sukses bwt kk
makannya mad jangan suka makan duit haram saat kamu menerima karma nya kamu tersiksa kan tapi saat kamu melakukan kejahatan itu kamu senang dan tak memikirkan apapun
akhirnya perjuangan kalian menemukan titik akhir juga dengan tertangkapnya para geng meresahkan 😁😁😁
kebanyakan bikin ulah sih
sokoooooor tuman kelamaan kalian senang di atas penderitaan orang lain saat nya kalian memetik apa yang kalian tanam