NovelToon NovelToon
Bulan Di Balik Awan

Bulan Di Balik Awan

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: Danie A

Karena menghindari sebuah kejaran kelompok preman, Bulan bersembunyi di kamar milik Awan. Sahabat yang baik dan lembut kepadanya. Namun, Awan berubah begitu memasuki pintu suite room itu, menjadi Awan yang buas, kasar, bahkan merenggut kegadisan Bulan. Hingga Gadis malang itu menjadi tawanan dalam pelukan sang iblis...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31 - end

Bulan menatap langit yang pekat malam itu, ia menyentuh perutnya yang masih rata meski usia kandungan nya sudah menginjak 3 bulan. Setelah melakukan konsultasi, Bulan sudah menjadwalkan untuk mengeluarkan si jabang bayi besok. Ia tak mungkin pulang, saat ini dia harus mencari tempat menginap terlebih dahulu.

Bulan mengaktifkan lagi ponselnya. Banyak panggilan tak terjawab dari Awan. Ia hanya bisa menghela nafasnya, jika ia pulang sekarang, bisa di pastikan pria itu akan mengurungnya. Dan tak mungkin bagi Bulan untuk keluar besok sesuai janjinya.

Saat Bulan hendak memasuki taksi, tiba-tiba saja ia di cegat. Mata bulan melebar,

"Ikut aku!"

Tubuh Bulan tiba-tiba saja menegang dan tak bisa bergerak. Entah kenapa semua syaraf nya tak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Pria tampan yang dingin itu menarik lengannya dengan paksa. Membawa masuk kedalam mobil. Dan langsung melaju kencang.

Keanu tampak sangat serius menatap jalanan. Tidak menoleh dan tidak berbicara. Lalu mobil itu berhenti di sebuah rumah sakit. Pria itu menarik lengan Bulan lagi, yang pasrah tanpa perlawanan. Walau ia bertanya-tanya kenapa di bawa ke rumah sakit.

Tangan pria itu mencengkeramnya dengan sangat kuat. Hingga membuat Bulan meringis kesakitan.

"Kau.... Kenapa kau membawaku kemari?" Tanya Bulan akhirnya setelah sempat tercekat, akhirnya lidah gadis itu bisa di gerakkan juga.

Dengan sangat dongkol Keanu menghentikan langkahnya, berbalik dan menatap jengah Bulan, tanpa melepas cengkraman tangannya.

"Pertama Ang, yang kedua Sam."

"Apa maksudmu?"

"Sebenarnya, aku sangat membencimu! Karena kamu, kedua orang itu kehilangan nyawanya."

Mata Bulan membola, "apa?"

Keanu mengusap rambutnya kebelakang, mencoba sangat keras mengontrol emosinya.

"Bayi itu, belum kamu aborsi, kan?"

Mata Bulan melebar lagi, seketika mengangkat wajahnya menatap Keanu. Pria itu tertawa getir.

"Aku tau, Sam juga tau. Dia memacu mobilnya hanya untuk mencegahmu aborsi. Tanpa memikirkan keselamatan nya sendiri. Sekarang, dia ada di dalam sana!" Keanu menunjuk arah dalam Rumah sakit dengan raut kesal. Ia lalu tertawa kecil, dan menatap Bulan yang terlihat terkejut dan tak percaya.

"Aku kesal sekali, kenapa dua orang bodoh itu begitu memujamu?" Keanu menggusap lagi rambutnya ke belakang. "Sudahlah, mungkin jika merasakanmu ada di sini, dia akan sadar. Aku benci di Bebani dengan keberadaan mu, jika dia mati." Sambung Keanu menarik tangan Bulan lagi, berjalan menuju dalam rumah sakit.

Hampir dua jam lamanya, Bulan dan Keanu menunggu di depan ruang perawatan intensif. Bulan yang kalut karena mengetahui Awan kecelakaan karenanya. Kenapa Awan harus menyusulnya? Kenapa Awan harus perduli dengan bayi yang bahkan dia ragu itu milik siapa?

Bulan duduk di kursi tunggu, sementara Keanu hanya berdiri beberapa meter dari nya. Keanu melirik bulan sekilas, lalu berjalan mendekat dan berdiri di depan Bulan.

"Bayi itu, biarkan dia hidup."

Bulan mendongak menatap lawan bicaranya yang berdiri dengan tangan yang bersidakep.

"Itu satu-satunya jejak yang Sam tinggalkan."

"Kenapa kau percaya jika ini miliknya? Bisa saja ini anak pria lain kan?"

"Oohh ya? Kau pernah melakukannya dengan orang lain?"

Bulan menunduk dalam enggan menjawab.

"Biarkan dia tetap hidup. Itu permintaan terakhir Sam. Tapi, semoga aja dia selamat." Ujar Keanu menatap pintu yang masih tertutup.

"Bagaimana bisa terjadi?"

Keanu menghela nafas panjang dan berat.

"Dia memacu mobilnya terlalu kencang, lalu menabrak truk yang pecah ban. Mobilnya masuk hingga ke kolong badan truk. Menurutmu, apa ia akan selamat?"

Bulan mendongak lagi memandang Keanu dengan mata berkaca.

"Dia mencintaimu, hanya terlalu bodoh dan angkuh untuk mengakuinya. Selama kamu pergi, dia memintaku mencarimu. Dan aku dapatkan kamu di pelelangan. Sebenarnya, mudah saja untuk mencarimu. Hanya, dia terlalu angkuh untuk meminta langsung, jadi sebagai alasan dia memintaku mencarikan wanita untuk di tiduri. Dan itu membuatku pusing." Terang Keanu menghela nafas beratnya.

"Sekarang, bisakah kamu menerimanya? Membuka hati mu lagi untuknya. Aku bisa jamin, 1000% bahkan. Dia tidak akan membuangmu, meninggalkanmu ataupun menyakitimu lagi."

"Dia meragukan anak ini...." Lirih Bulan menyentuh perutnya dengan lemah. Hatinya di Landa kebimbangan. Hatinya masih merasa sakit setiap kali mengingat hal itu.

"Tapi... Dia memacu mobilnya hanya untuk mencegahmu menggugurkan nya!" Wajah Keanu sudah mengeras dan merah oleh amarah."Dan kau lihat di mana ia berakhir Sekarang?" Lanjutnya menunjuk ruang ICU.

Bulan menatap wajah Keanu, mata pria itu tampak melebar dan lebih besar, nafasnya pun terdengar memburu oleh emosi di dadanya. Namun, ia masih menahan dengan sangat baik. Saat mata itu beradu dengan mata Bulan, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka. Beberapa dokter keluar,

"keluarga tuan Awan Samudera..."

Gegas Keanu dan Bulan mendekat.

"Maaf, tuan Awan tak bisa di selamatkan."

Bulan menutup mulutnya yang terbuka. Air matanya berebut keluar dan menganak sungai di pipinya.

Keanu pun masih tak bisa percaya. Walau ia juga tau separah apa tabrakan yang Awan alami. Tapi, sungguh bukan ini yang ia harapkan. Keanu berbalik menatap Bulan. Saat itu, tubuh lemah Bulan ambruk. Wanita itu pingsan. Beruntung, Keanu sempat menangkapnya hingga ia tak perlu jatuh menyentuh lantai.

Bulan membuka matanya, mengingat Awan telah pergi untuk selamanya. Air matanya keluar lagi. Ia sedih, terlampau sedih. Ia tak tau kenapa, padahal ia sangat berharap tidak akan berurusan lagi dengan Awan. Tapi, saat itu di kabulkan, justru kesedihan yang datang di dadanya.

Bulan menangis sesenggukan, bangun dari brangkar, hendak berjalan. Ia ingin melihat Awan untuk terakhir kalinya. Dengan langkah lemah, Bulan membuka pintu, saat itu, Keanu pun bermaksud membukanya. Pria itu terkejut melihat bulan sudah berada di depan pintu.

"Kamu sudah sadar ternyata..."

"Aku ingin melihat Awan. Dia... Dia... Sangat jahat, dia pasti hanya ingin menyakitiku. Hanya ingin membuatku sedih. Aku harus bertemu dengannya dan memakinya!"

"Sadarlah! Awan udah mati!"

"Tidak! Dia pasti hanya bersandiwara. Aku harus bertemu dengannya." Bulan terus meracau tak ingin mempercayai kematian Awan.

"Hei! Bangun! Awan sudah mati! Jangan seperti ini!"

"Tidak! Ini pasti hanya sandiwara!"

Keanu menampar wajah Bulan, lalu menggoncang tubuh itu untuk membuat wanita itu sadar.

"Dia sudah mati!"

Tangis bulan semakin kencang, lalu ia pingsan lagi.

Hingga jasad Awan di kebumikan, Bulan masih menangis, ada banyak sesal di hatinya. Wanita yang tengah berbadan dua itu terduduk di pinggir pusara Awan yang bersebelahan dengan Ang. Wajah sembab dan mata yang bengkak itu belum juga mau pergi dari Bulan.

"Aku harus bagaimana sekarang? Menyusul mu?" Bulan mengusap pipinya yang basah. Meraba pusara yang masih basah dan tertutup ribuan kelopak bunga.

"Jangan bertindak yang aneh-aneh." Suara Keanu di belakang Bulan."Sudah cukup menangisinya. Kamu masih harus menjaga si kecil."

Bulan mendongak melihat Keanu yang berdiri di belakang dirinya duduk.

"Jika kamu memang mencintainya, jaga si kecil. Bukan malah menyusul Awan pergi."

Bulan bungkam. Namun pikirannya membenarkan apa yang Keanu sampaikan. Ia harus menjaga anak Awan dengan baik. Inilah satu-satunya jejak yang Awan tinggalkan untuknya.

***

Enam tahun kemudian,

Seorang bocah laki-laki yang menggemaskan berlarian keluar dari TK. Wajah riangnya berubah semakin sumringah begitu melihat pria tampan yang berdiri dan bersandar di badan mobil, dengan kacamata hitam yang bertengger di wajahnya.

"Daddy!"

"Hay, Sam!"

Bocah bernama Samuel itu berhambur memeluk Keanu.

"Mommy mana?"

"Mommy di mengunjungi Papa. Ayo kita menyusul."

"Ummm.." angguk Sam, lalu memasuki mobil.

"Daddy, kita beli bunga."

"Oke."

Keanu menghentikan mobilnya di sebuah toko bunga. Setelah memilih dan membeli beberapa bunga mereka kembali melaju.

Di sebuah pemakaman, Bulan menyiram pusara Awan dan Ang bergantian. Lalu menabur bunga di sana. Tak lama terdengar suara jagoan kecilnya memanggil.

"Mommy!"

Bulan menoleh ke arah suara itu berasal, lalu mengulas senyum.

Samuel berlari ke arahnya, dengan sekeranjang bunga di tangan. Dan di belakang bocah itu Keanu berjalan membawa sebuket bunga mawar.

"Mommy!" Seru Sam meluk ibunya.

"Kamu nggak nakal kan, Sam?"

"Enggak, mommy. Ini untuk Papa." Jawab Sam menunjukkan sekeranjang bunga di tangannya. Bulan menyambutnya dengan senyuman.

"Berikan pada Papa."

Sementara Sam menaburkan bunga, Bulan berdiri. Tepat saat itu Keanu menyodorkan bunga di tanganya.

"Untuk mu."

Bulan memandang pria tampan berkaca mata hitam itu, menerima bunga dari nya dan memeluk bunga itu dalam dekapan. Senyum terulas di wajahnya.

"Terima kasih."

______end______

Begini saja ya, akhirnya Bulan dan Awan 😊

Kadang kematian memisahkan untuk menyambut cinta yang baru....

1
" sarmila"
lnjut di sini lagi.krna semua yg udah d baca keren2.walau yg pertma msih blm.paham
tpi untuk yg lnjut d lnjut dan lnjut.keren keren💪💪💪💪
Ran Aulia
👍👍👍👍😩😩😩😩😩
Nurmalia Irma
yaaa akhirnya koq tragis yaa
Danie a: emang nggak semua kisah happy ending
total 1 replies
Agustina Kusuma Dewi
life must go on.
like
komen
give
sub
star
tersemat k D, thx nt ke-8 mu, ini yg bikin u. tidak menyia yiakan hidup
Agustina Kusuma Dewi
benar.. inilah kehidupan sesungguhnya. kita tak tau akhir dr semua ini bermuara kemana.
thx k D, nt ke-8 mu yg q baca inilah.. yg bikin hati nyesek sekalipun indah walupun tak seperti yg kt mau i.. thx alot sak kebun bunga🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌹🌹🌷🌹🌹🌹🌷🌹🌹🌷🌹🌷🌷🌷🌹🌷🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌷🌹🌹🌷🌹🌹🌹🌹🌷
Agustina Kusuma Dewi
oh my god
Agustina Kusuma Dewi
apapun akan kulakukan bisa keluar dr sini, ketika itu angkasa.
samudra mendengar..
jk q diposisi sam.. q akn spt dia, menyalahkannya ats kematian saudara kembar, tp q sakit hati dia bercumbu dg mu.
SeoDivsha-Caiyo kids
bagus..
SeoDivsha-Caiyo kids
ceritanya bagus. Tp sedih meninggal semua...
Dravia Hastuti
bagus thor ceritanya
rindu senja
yahhhh ending nya krg sip knp sam hrs mati ,, kan lbh enak kl d bikin bersatu atau d bikin mati biar bnr"and ceritanya 🤔
rindu senja: yah thor pdhl pgn bgt baca mereka bersatu
total 2 replies
hawa
yaaaah
hawa: di tunggu karya berikutnya ka 💪💪💪💪
total 2 replies
Rinnie Erawaty
terimakasih
Danie a: makasih😊
total 1 replies
nctzen💋
kenapa moon km seceroboh itu jngn jahat sama anakmu!!!ini cerita sad terus ya gak ada happy nya
Rinnie Erawaty
othor ini emang yak.... kenapa mereka dibikin sedih terus sih.... hadeuhhh protes nih aku protes....😁
Rinnie Erawaty
berjuanglah Awan
Devi
ahhhh airmstaku menetes
semangat Thor
kutunggu episode selanjutnya😘😘😘😁😁
alexis_sances9
duh mengsyedih
Sena_cantik9
lanjut
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
kok nyesek di part ini bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!