NovelToon NovelToon
Dipersunting Tuan Barun

Dipersunting Tuan Barun

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Tamat
Popularitas:132.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: StrawCakes

Nasib sial menimpa seorang gadis bernama Sabhira Irani. Ia tidak bisa menghentikan vespa yang dikendarainya karena rem blong. Tepat dipersimpangan jalan, gadis itu menabrak mobil mewah milik Barun Praya, seorang pengusaha tekstil.

Disaat bersamaan, Barun yang tengah kacau karena saham perusahaannya turun akibat rumor yang beredar kalau dia seorang 'homo'. Tanpa berpikir panjang memberikan tawaran yang tidak masuk diakal kepada Sabhira.

"Menikah denganku atau mengganti rugi kerusakan mobil sebesar satu milyar?" tawar Barun sengaja.

"Tidak! kedua pilihan itu tidak ada yang menguntungkan ku!" tolak Sabhira dengan tegas.

"Baik, kalau begitu. Ikut denganku ke kantor polisi!" sahut Barun lagi.

"Oke, aku memilih menikah dengan mu saja kalau begitu." Sabhira akhirnya mengalah, karena ia tidak punya uang sebanyak itu.

Akankah dari pernikahan itu tumbuh sebuah cinta atau hanya status belaka?

ikuti ceritanya yuk 😊 selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StrawCakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN TAMU

Keesokan harinya tepat pukul tujuh pagi, Barun masih tertidur pulas di atas kasurnya. Tiba-tiba sinar matahari yang begitu menyorot dengan terangnya, membuat pria itu terusik lalu terbangun dari tidurnya. Reflek sebelah matanya di tutup, guna menahan sinar matahari yang bisa membuat pandangannya seketika menjadi gelap.

"Morning."

Barun memfokuskan pandangannya sambik setengah duduk dengan sebelah tangan yang ia lipat sebagai sanggahan badannya.

"Ah, kau rupanya," ucap Barun ketika orang yang ada di depannya itu berbalik badan dan menutupi sorotan cahaya. Sehingga ia dapat melihat siapa orang tersebut, yang tak lain adalah istrinya sendiri.

Sabhira menyambut sang suami dengan senyuman termanisnya. Berharap Barun tidak sampai terkena diabetes karena senyuman istrinya itu.

Kemudian gadis itu berjalan menuju sebuah meja rias dengan berbagai macan aksesoris di atasnya. Namun Sabhira tidak akan memakai aksesoris itu, melainkan hendak menyisir rambut dan melihat kembali hasil riasannya yang ia poles sejak tadi pagi-pagi sekali.

"Tumben kau sudah bangun. Tampaknya kau sedang bahagia. Apa kau sudah sembuh?" kata Barun yang sejak tadi memperhatikan tingkahnya.

"Iya, aku bahagia karena tubuhku sudah nyaman di ajak bergerak. Kau tahu? sejak tadi pagi aku menyiapkan sarapan untukmu dan juga nenek. Makanya sekarang aku sudah rapih." Sabhira kemudian berbalik badan. Barun masih terdiam dan terus memperhatikan istrinya itu. "Bagaimana? apa aku sudah cantik?" tanya nya kemudian.

Menyadari tingkah istrinya yang mulai kembali seperti sebelum kejadian, raut wajah Barun pun tersirat rasa bahagia yang penuh syukur.

"Hei! kenapa kau dia? duuuh. Pakai acara bengong juga lagi," gerutu Sabhira sambil melambaikan tangannya tepat di depan wajah pria itu.

Barun pun terkesiap karena terkejut, terlebih melihat Sabhira yang kini sudah ada di depannya. Tidak ingin ketinggalan kesempatan, Barun meraih pinggang gadis itu dengan kedua tangannya. Akan tetapi dengan sigap, Sabhira mampu menahannya. Lagi-lagi gadis itu membuat Barun tersentak.

"Ada apa? aku hanya ingin memelukmu!" pekiknya polos. Meskipun demikian, tetap saja pikiran Barun saat ini tidak sepolos wajahnya.

"No, no, no!" tolak Sabhira dengan tegas. "Sekarang kau harus mandi, karena ... " Sabhira kemudian memposisikan tubuhnya duduk di pinggir kasur dan saling berhadapan dengan Barun. Ajaibnya, raut wajah gadis itu seketika berubah menjadi manja. "Aku ingin pergi menonton film, mau kan kau temani aku? Nanti setelah itu kita pergi ke festival makanan. Apa kau tega aku selalu menjatuhkan air liur ketika setiap kali melihat iklannya di televisi? Kalau saja aku tidak menabrak dan bertemu denganmu, aku pasti sudah memesan makanan banyak di sana hari itu."

Barun menarik napasnya, hendak berbicara. Namun sepertinya Sabhira masih belum puas berbicara kemudian melanjutkan ucapannya lagi.

"Tuan," Sabhira pun berdiri. Barun mendelik ke arahnya. Kemudian ikut turun dari kasur. Posisi mereka pun kini saling berhadapan. "Mau ya menjadi suamiku yang baik hati dan tidak sombong untuk satu hari ini saja?" pinta gadis itu memohon dan penuh harap.

Barun mengangkat sebelah alisnya. "Tapi ini tidak gratis," ucapnya cepat sebelum Sabhira berbicara lagi.

"Hoah! Apa?" Gadis itu membulatkan mata serta mulutnya bersamaan.

"Iya, kau harus membayar. Karena waktuku begitu berharga." Barun sengaja berkata demikian. Ia tahu kalau Sabhira pasti akan berpikir ulang.

"Tapi aku tidak punya uang. Terus aku harus apa? tolong ya Tuan Barun jangan memberiku pekerjaan yang sulit aku lakukan. Jika sampai itu terjadi, aku akan jatuh pingsan lagi seperti kemarin." Gadis itu merajuk. Ia berbalik badan hendak berjalan ke sofa. Tiba-tiba tangannya ditahan oleh Barun dan ia pun menoleh lalu berhadapan lagi dengan pria itu.

"Aku akan mengajakmu gratis." Baru saja Barun berkata seperti itu. Kedua mata Sabhira langsung berseri. "Dengan syarat, kau harus benar-benar dinyatakan sembuh oleh dokter," pungkas pria itu yang kini membuat gadis yang ada dihadapannya menghembuskan napas panjang melalui mulut.

"Ya sudahlah. Sudah sana kau mandi, setelah itu sarapan," kata Sabhira seketika raut wajahnya lesu seperti kehilangan harapan.

"Iya," jawab Barun singkat.

Karena sudah merasa malas, gadis itu berbalik badan lalu berjalan keluar dari kamar. Sementara Barun menyunggingkan senyum tipis menatap kepergian istrinya, kemudian pergi ke kamar mandi.

...----------------...

Di ruang makan, Sabhira tengah sibuk mempersiapkan hidangan untuk sarapan.

"Pagi, Sabhira," sapa nenek yang baru saja tiba di ruangan tersebut lalu duduk di salah satu kursi yang masih kosong. "Suamimu mana, Sabhira?" tanyanya kemudian.

"Masih di kamar, Nek," jawab Sabhira seraya tersenyum.

"Hari ini dia ke kantor?" tanya nenek lagi, melihat Sabhira yang masih sibuk.

"Sepertinya iya, Nek. Apalagi sekarang tidak ada kak Erzal. Mungkin pekerjaannya akan lebih sibuk," jawab Sabhira. Gadis itu seakan mengerti tentang pekerjaan suaminya.

Di saat keduanya tengah asik bersenda gurau di ruang makan, tiba-tiba saja suara bel yang berasal dari luar pun berbunyi.

"Ada tamu, Nek. Biar aku saja yang buka," usul Sabhira namun tangannya ditahan oleh nenek.

"Jangan, biar pelayan saja yang membukakan," cegah nenek. Wanita berusia senja itu tidak ingin Sabhira kelelahan lagi. Sedangkan gadis yang di cegahnya pun mengangguk patuh.

Kemudian seorang pelayan bergegas sedikit berlari untuk membukakan pintu. Setelah pintu terbuka lebar, tampak seorang pria berdiri dengan style pakaian lebih mirip kepada gaya remaja zaman sekarang.

"Permisi, apa pemilik mansion ini sedang ada di rumah?" tanya pria itu. Sedangkan pelayan yang ada di depannya mengerutkan alis, menatap heran dan juga aneh akan sikap pria itu.

"Siapa yang datang?" teriak nenek dari ruang makan.

"Ini aku, Nek!" Seorang pria yang baru saja masuk ke dalam mansion berteriak juga menyahuti nenek.

"Oh Tuhan, ternyata kau Mosev!" pekik nenek seraya berdiri menyambut kedatangan pria yang bernama Mosev tersebut.

Sementara itu, Sabhira hanya terdiam dengan tatapan bingung melihat nenek dan Mosev saling bergantian. Pria itu merentangkan tangannya lalu memeluk nenek dengan penuh suka cita.

"Oh iya, kenalkan ini Sabhira. Istri dari sepupumu, Barun," kata nenek sambil memberitahukan Sabhira pada Mosev.

"Benarkah?" tanya Mosev memastikan lagi sambil menatap nenek dan Sabhira bergantian.

Gadis yang ada di depannya itu tersenyum lalu menyatukan kedua telapak tangannya di dada. "Senang bertemu denganmu."

Mosev mengangguk sambil tersenyum. Kemudian pandangannya melihat ke sekeliling mansion yang berada di lantai utama. Sesaat kemudian, pandangan Mosev terhenti ketika melihat Barun yang baru sana keluar dari kamarnya.

"Barun!"

Pria yang dipanggil oleh Mosev pun mencari ke sumber suara. Ketika sudah menemukannya, Barun tersenyum sambil mengangkat sebelah tangannya, sebab tangan yang lainnya memegang jas yang akan ia kenakan.

Barun berjalan lebih cepat untuk menghampiri Mosev yang bersama dengan nenek dan juga Sabhira. Namun ketika baru saja tiba di lantai utama, ponselnya berdering. Ia pun mengeluarkan benda tersebut dari dalam saku celana, di layar ponselnya tertera nama sekertaris nya itu.

"Hallo?"

To be continue ...

...****************...

Malam semuanya, karena aku slow up. Mungkin kalian bisa mampir dulu ke karya temanku yang tidak kalah keren dan menariknya yaitu dari Teh Ijo dengan judul Kau Khianati Aku, Ku Nikahi Kakakmu. Selamat membaca 🤗

1
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
TERNYATA TISSA SAMA JAHATNYA DGN ERZAL...
Sulaiman Efendy
NAMPUNG ANAK ERZAL, YG PSTI GEN JAHAT DRI ERZAL BSA NURUN DI ANAK ERZAL. IBARATKN PELIHARA ANAK MACAN..
KOQ ANAK TISSA 2 ORG, APA DIA HAMIL ANAK KEMBAR BENIH SI ERZAL..
Sulaiman Efendy
ITU MMG SALAH NENEK YG ANGKAT ERZAL JDI BAGIAN KLUARGA PRAYA.. PADAHAL TK ADA HUBUNGN DARAH PRAYA SDKITPUN
Sulaiman Efendy
HRSNYA BARUN YG EKSEKUSI SI ERZAL IBLIS, MSKI TDK BSA KMBALIKAN KDUA ORTUNYA HIDUP KMBALI, STIDAKNYA SI BARUN TLH KMBALIKN HARGA DIRINYA & KLUARGA, INI SMUA KRN SALAH NENEK, KRN ANGKAT ANAK YG TK JELAS ASAL USULNYA..
Sulaiman Efendy
NAHH, BNARKN, SI ERZAL IBLIS DALANG PMBUNUHAN KDUA ORTU BARUN..
Sulaiman Efendy
GAK NYANGKA, TRNYATA ATAH SABHIRA PMBUNUH KDUA ORTU BARUN, CURIGA AYAH SABHIRA DIPERALAT ATAU DI BAYAR ERZAL UNTUK BUNUH KDUA ORTU BARUN
Sulaiman Efendy
MASA BRU SEBULAN MREKA, PRASAAN KYK UDH BBRP BLN
Sulaiman Efendy
BUAT APA TRJUN DI DUNIA MODEL, DUNIA YG PNUH MAKSIAT, PERGAULAN HNY DI CLUB2 MLAM, MABUK2AN DN SEX BEBAS, BNYK PELAKU MODEL YG JDI SIMPANN SUGAR DADDY, BOS2, PRODUSER2, PEJABAT, MRK SUKA SEX, TPI TDK SUKA IKATAN PRNIKAHN, SEANDAINYA ADA YG MNIKAH, MRK TDK MAU ADANYA ANAK, KRN AKN MNGANGGU KARIR MRK.. MRK LBH MNTINGKN KARIR DRIPADA SUAMI, ANAK ATAUPN KLUARGA.. TRKADANG PARA MODEL LBIH LACUR, DRI SEORANG PELACUR SKALIPUN, MSKI TDK SEMUA, TAPI 80% SPRTI ITU PARA MODEL
Sulaiman Efendy
SUNGGUH GK ADA AHKLAK, KNP SI BARUN TDK MNGUNDANG KDUA MRTUANYA... SI SABHIRA JUGA BEGITU...
Sulaiman Efendy
YAAA JELASKN LH, KLO LO MMG MNCINTAI BARUN, KNP LO MAU BRZINAH DGN ERZAL.. APA LO LKUKAN SUKA SAMA SUKA, LO DIANCAM, ATAU LO DIBERI OBAT PRANGSANG SAMA ERZAL, ITU HRS LO JELASKN KE BARUN..
Sulaiman Efendy
HINGGA SAAT INI TUMBEN SABHIRA GK HAMIL2 BENIH BARUN ATAUPN BENIH PERKOSAAN ERZAL CS... APA SABHIRA RAHIIMNYA TK SUBUR, ATAU SABHIRA PKE PIL KB, ANEH SAJA,... RAHIM SDH DSEMPROT BANYAK BENIH LAKI2 BRBEDA GK ADA YG BRBUAH JDI HAMIL..
Sulaiman Efendy
APAPUN YG TELAH TERJADI DGN SI BARUN & SABHIRA,, TOKOH NOVEL SI BARUN INI AKU TK SUKA.. TRUTAMA CARA DIA MNIKAHI SABHIRA YG TDK HORMAT KPD ORTU SABHIRA,, SEOLAH OLAH SABHIRA TK PNY KLUARGA & WALI..
ASLI DRI SKIAN NOVEL YG TOKOH UTAMA LKI2 NYA AKU BENCI, YAA TOKOH BARUN, DN JUGA TOKOH DETEKTIF HAEZEL.. TOKOH ALDO & TOKOH DEVA, DI NOVEL SUAMIKU, SAHABAT PACARKU. DN TOKOH WANITA YG PALING KU BENCI TOKOH ANDINI JUGA DI NOVEL SUAMIKU, SAHABAT PACARKU SERTA SEQUELNYA, MY HUSBAND, MY BELOVED, MY BROTHER.
Sulaiman Efendy
BETUL KATA SABHIRA, KLO BARUN TDK AROGAN MMAKSANYA MNIKAH DGNNYA TNPA AHKLAK, TDK SABHIRA MNGALAMI PELECEHAN DN PRKOSAAN OLEH ERZAL CS....
Sulaiman Efendy
FIX, PSTI SABHIRA HAMIL TUHHH
Sulaiman Efendy
KLO SABHIRA HAMIL, KIRA2 BENIH BARUN, ATAU BENIH ERZAL CS...
Sulaiman Efendy
GAK SERU ACTIONNYA,, KIRA BARUN AKAN HAJAR HABIS2AN SI ERZAL SBLM DISERAHKN K POLISI
Sulaiman Efendy
LBH BAGUS MAIN HAKIM SNDIRI DLU, BRU DI SERAHKN K POLISI, TPI BAGUS DI HAJAR, SIKSA, BRU HABISI... KLO UDH K POLISI RIBET URUSANNYA
Sulaiman Efendy
SEMOGA SBLM DISERAHKN KE POLISI, BARUN HAJAR ERZAL DLU SAMPE BONYOK, KLO SAMPE DISRAHKN POLISI DLU CEMEN BANGET HRGA DIRI BARUN DIINJAK2 ERZAL..
Sulaiman Efendy
KNPA TK BAYAR BODYGUARD BUAT JGA SABHIRA..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!