Sejak ia masih kecil, ia ingin sekali menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi dokter, lalu menikah. Tapi sekarang kebalikannya, ia dijodohkan saat masih menduduki bangku SMK kelas 11.
gimana penasaran kan sama ceritanya? biar ga penasaran mending dibaca><
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sitifauzia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar om ceo posesif, Bab 31
Ketahuan?!
"mas bimo" panggil zia
"ya sayang kenapa?" tanya fandi yang sedang menyelesaikan tugas nya di laptop
"besok aku sekolah ya mas" ucap zia
"hmm, kamu home schooling aja ya sayang. Aku ga mau kamu kenapa kenapa" ucap fandi menatap zia
"yahhh mas. Dua hari lagi aku ujian kenaikan kelas mas. Boleh ya" ucap zia memohon
"baiklah, tapi kamu tidak boleh memakan makanan yang aneh-aneh ya. Jangan terlalu cape" jawab fandi
"makasih mas" ucap zia seraya memeluk fandi dan fandi pun membalas pelukannya
"sekarang bobo ya, udah malem" ucap fandi
"iya mas" jawab zia
cupp
satu kecupan mendarat di kening zia kemudian zia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kasur untuk tidur. Tak lama kemudian, zia pun tertidur. Setelah memastikan zia tidur dengan nyenyak, Fandi menelpon sekretaris naufal
"halo tuan" ucap seorang disebrang sana
"hentikan kerja sama dengan perusahaan PN." ucap fandi tegas
"baik tuan" jawab naufal
tutt
fandi memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak sebenarnya fandi sudah tau bahwa orang yang tadi menghina istrinya itu adalah anak dari perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan milik alfandi. Sehingga ia langsung memutuskan kerja sama dengan perusahaan PN. Setelah menelpon sekretaris naufal. Fandi langsung tidur di samping zia menyusul zia kealam mimpi
Matahari telah bersinar menandakan pagi sudah tiba. Zia pun sudah selesai memakai seragamnya
"mass" panggil zia saat menarik selimut dan merepikannya
"hmm" jawab fandi
"bangun gih mas" ucap zia
"iyaa", jawab fandi kemudian fandi berjalan kearah kamar mandi dan melakukan ritual mandinya. Setelah hampir lima belas menit, Fandi pun selesai dan langsung memakai seragamnya
"sini mas biar aku yang pasang dasinya" ucap zia
"boleh" jawab fandi
Zia pun berjalan kearah fandi dan membantu Fandi untuk memasang dasi
"selesai" ucap zia
"makasih sayang" ucap fandi
"sama sama. Yuk mas turun, kita sarapan" ucap zia
"iya sayang" ucap fandi kemudian mereka berjalan ke bawah untuk sarapan. Karna Fandi dan zia sudah kembali lagi ke mansion, mereka pun hanya sarapan berdua. Namun itu tak mengganggu kemesraan pasangan pasutri itu
"mau apa mas?" tanya zia
"hmm, terserah kmu aja yang" ucap fandi
Zia pun mengambilkan piring yang berisi nasi, ayam goreng, dan sup daging
"segini cukup mas?" tanya zia
"cukup sayang. Makasih ya" ucap fandi
"sama sama" jawab zia. kemudian zia mengambil sarapan untuk dirinya yang porsinya dua kali lipat dari fandi. Fandi pun sudah terbiasa dengan itu dan tidak melarang. Karna ia ingin istri dan calon anaknya selalu sehat
"baca doa dulu sayang" ucap fandi
"iya mas" jawab zia
mereka pun berdoa dan langsung memakan makanannya. Setelah selesai makan, mereka langsung bergegas menaiki mobil dan menuju ke sekolah. Setelah perjalanan lima belas menit, akhirnya mereka sampai di sekolah
"mas, aku turun dulu ya. Mas nanti hati hati yaa" ucap zia sambil mencium tangan fandi dengan takzim
"iyaa sayang" jawab fandi
"assalamualaikum mas", ucap zia
"walaikumsalam" ucap fandi
setelah memastikan zia memasuki gerbang sekolah, Fandi pun bergegas ke kantor
"kurci" panggil rangga saat di post satpam
"kenapa ngga?" tanya zia
"lu sama siapa tadi?" ucap rangga
"sama om gue" jawab zia
"perasaan lu tiap hari bareng om.lu terus. Bokap lu kemana?" tanya rangga
"hmm, bokap ada. Cuma karna gue satu arah sama kantornya om gue, jadinya ya kami selalu pergi bareng" ucap zia
"ohhh. Nanti istirahat kita duduk dibangku taman, gue mau ngomong sesuatu sama lu" ucap rangga kemudian pergi dari post satpam. Jam istirahat pun telah tiba. Sesuai perkataan rangga, zia pun akhirnya menemui rangga yang sedang duduk di bangku taman sekolah
"rangga" panggil zia. Rangga menoleh dan menyuruh zia untuk duduk disampingnya
"duduk" ucap rangga datar
"mau ngomong apa?" tanya zia yang sedang duduk di samping rangga
"gue udah tau semunya ci" ucap rangga yang matanya menatap lurus kedepan
"tau apa sih ngga?" tanya zia
"gue tau semuanya selama ini tentang elu dan keluarga lu" ucap rangga
"ya jelas lah lu tau. Karna kan elu sama gue udah sahabatan lama" ucap zia yang mencoba mencairkan suasana
"lu udah nikah kan" ucap rangga tersenyum samar
deggg
"eng-nggaa, kata siapa? gue kan masih sekolah. Yakali nikah" ucap zia
"gak usah bohong cii. Gue udah tau semuanya. Nyokap bokap lu, udah jodohin elu kan. Dan yang selama ini yang lu sebut sebut sebagai om, itu adalah suamilu kan alfandi bimo adijaya" ucap rangga
'k-kok dia bisa tau' batin zia tak percaya
"kenapa lu bohongin gue cii?? kenapaa!!!" ucap rangga
"gue ini sahabatlu ciii. Seharusnya lu bilang ke gue. Gue juga berhak tau cii" ucap rangga
"maaf nggaa" ucap zia
"g-gue juga tau lu hamil" ucap ranggaa
"lu tau dari mana?" tanya zia
"waktu itu gue ga sengaja kerumah sakit. Dan gue ngelihat lu ke dokter kandungan bersama suamilu. Sepulang lu dari sana, gue langsung tanya dokter yang meriksa lu. Dan benar, lu hamil" ucap rangga
"nggaa, gue mohon. Tolong rahasiakan kehamilan guee. Gue mohon ngga" ucap zia
Rangga pun tak bergeming dan hanya diam saja menatap ke depan