Kisah seorang gadis dari zaman modren yang mengalami perjalanan waktu dan masuk ke tubuh seorang putri yang tidak di inginkan keberadaanya.
Kanaya tantri adalah gadis berusia 21 tahun, putri bungsu dari pasangan alexander smith dan Diana smith. Di usianya yang masih muda kanaya mampu mendirikan perusahaannya sendiri dan dia juga seorang ketua mafia Mawar hitam.
Namun sahabatnya sendiri menghianatinya yang menyebabkan terjadinya sebuah kecelakaan maut. Dan membuat hidup aya berubah.
Mapmpukah kanaya menjalani hidup barunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andyni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
...***Happy Reading***...
Linxia yang merasa namanya di sebut oleh jialing pun menoleh pada ayahnya. "Xiaer jika kamu tak yakin sebaiknya jangan kamu lakukan!" kata sang ayah menenangkan putrinya. Mata linxia tertuju pada salah satu bangku yang di duduki oleh jialing tepatnya di samping jialing sosok wanita yang tak asing dalam ingatannya. " Lorenza!" gumamnya lirih melihat gadis muda yang cantik namun terlihat licik itu adalah kimzha putri dari perdana mentri kim. "Xiaer!" kaisar membuyarkan lamunan linxia. "Bagaimana apa kamu akan tetap mempertunjukan kemampuanmu di bidang seni?" Tanya kaisar lim meyakinkan. "Tentu tie! tunggu xia ke belakang dulu untuk berganti kostum!" katanya meninggalkan ruangan.
Suara riuh para tamu mulai terdengar. " Huh, apakah seorang putri linxia adalah seoranng pengecut sehingga harus meninggalkan aula saat akan di minta mempertujukan kemampuannya!" kata kimzha memprovokasi para tamu yan di balas oleh pelayan jang " Iyalah mana punya ketrampilan dia kan b**d*h!" kata pelayan jang tanpa merasa takut. Sedangkan jialing hanya terseyum mendengar itu semua.
Linhong, linduan, linfeng, pangeran jinliang, dan roland menatap tajam pada kedua wanita sihir itu. Ingin rasanya linfeng mencabik-cabiknya dan membuangnya ketengah rawa-rawa gunung merapi.
Tak lama kemudian linxia mengirimkan telepati kepada linfeng " Feng gege, tolong mainkan musik untuk ku!" kata linxia dalam benak linfeng.
Linfeng pun berjalan menuju panggung yang di atasnya ada berbagai alat musik dan ia duduk di kursi di balik kecapi dan ia mulai memainkan musik seperti arahan linxia.
Tak berapa lama seorang gadis berparas anggun memasuki ruangan dengan suara yang sangat merdu.
"Debur ombak berbui"
"Terasa hatiku pun pedih"
"terhanyut cintaku disini"
"Di sudut pantai ini
"Jangan tanya rembulan
"Yang bersinar pun bagai enggan
"Mungkin dia pun merasakan.
"Lukaku semakin dalam.
Diri bagai nelayan di hempas ombak lautan
Rasanya tak mungkin yang kurasakan
engkaukan kembali pulang……………
Linxia bernyanyi sambil menari tarian dewa perang dengan sebilah pedang di tangannya.
Kecantikan dan kepiawaiannya mengayunkan pedang meskipun hanya sebuah tarian mampu memukau semua tamu undangan termasuk jinliang yang dari tadi menatap bidadarinya tanpa berkedip.
"Wahhh, ternyata putri linxia sangat cantik dan berbakat, aku bersedia menjadikannya selir yang kedelapan!" kata seorang kaisar dari kerajaan ju. "Aku pun rela tidak menambah selir jika putri linxia mau jadi permaisuriku.!" kata kaisar lain.
Mata liuji pun tak berkedip metapa linxia muncul niat licik di benak putra mahkota liu itu. " lihat saja putri nanti malam kita akan bersenang-senang!" gumamnya sembari menatap linxia lekat dan menelan dengan susah ludahnya sendiri.
Sementara itu jialing, kimzha dan pelayan jang sangat tidak bahagia karena niat untuk memperlakukan linxia justru malah dia mendapat pujian dari semua tamu undangan. Disaat linxia hampir menyelesaikan menarinya kimzha mulai berbuat curang dengan melemparkan sebuah jarum beracun tepat kearah kaki linxia yang tengah melakukan gerakan memutar,hal itu membuat dia hilang keseimbangan dan hampir terjatuh dari atas panggung untung pangeran jinliang sigap menangkapnya. Tatapan keduanya begitu dekat, hangat hembusan nafas pangeran jinliang menerpa wajah cantik linxia yang membuat debaran kencang dalam dada linxia, karena ini adalah pertama kalinya dia merasakan detak jantungnya berdetak seperti habis maraton 10km. Demikian juga dengan pangeran jinliang dadanya pun berdebar tak kalah kencang namun ia masih bisa menahan gejolak dalam dadanya dan dia ber bisik. "Aku akan meminta hadiahku nanti.... !" bisik pangeran jinliang tepat di samping telinga linxia yang masih berada dalam gendongannya membuat pipi linxia merona karena merinding dan malu namun dia tak berani menatap wajah tampan sang pangeran.
Bersambung......
apa cambuknya juga di lumuri racun..