Kehidupan rumah tangga Vira dan Vicky luar biasa sempurna, kasih sayang yang tidak pernah Vira rasakan karena Vira seorang yatim piatu ia dapatkan dari sang suami dan Ibu mertuanya. Namun dunia selalu berputar bukan? Konflik dan intrik mulai menyusup ke dalam kehidupan rumah tangga Vira saat ia menerima kerabat sang suami masuk ke dalam rumahnya dengan tangan terbuka. Rumah tangga dengan pondasi yang kokoh perlahan mulai goyah karena gerilya sang kerabat yang diam - diam menginginkan posisi Vira. Akankah rumah tangga Vira dan Vicky bertahan, atau Vira akan menyerah mempertahankan cinta sejati dalam hidupnya? Dan adakah orang yang akan menyelamatkan Vira dari dera siksa yang didapatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shinta Aryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian Alex pada Vira
Pagi menjelang ketika kamar tamu yang Vira tempati diketuk dari luar
Vira yang sudah bangun dari shubuh bergegas ke arah pintu, membuka pintu itu sedikit dan menyembulkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang
Vira kemudian membukakan pintu kamarnya begitu mengetahui bahwa yang datang adalah para pelayan yang membawa trolley yang penuh dengan makanan
...“Selamat pagi Nyonya, Tuan Alex meminta kami untuk mengantarkan sarapan buat Nyonya, apa sarapannya mau kami tata sekarang Nyonya?” Tanya seorang pelayang dengan ramah...
...“Ah iya, terima kasih.. maaf merepotkan” jawab Vira dengan santun...
Pelayan tersebut gegas membersihkan meja bekas Alex dan Vira makan malam, mengganti taplaknya.. dan menata sarapan disana
Berbagai sarapan yang menggugah selera terhidang disana, membuat perut Vira tiba - tiba perih minta segera diisi
...“Sarapan sudah siap Nyonya, silakan dinikmati.. apa ada yang bisa kami bantu lagi?” ...
...“Ah iya, mmmhh.. maaf Tuan Alex dimana ya?” Tanya Vira malu - malu...
...“Tuan Alex sedang meeting bersama Tuan Francis dan Tuan Umar di ruangan kerjanya Nyonya” jawab pelayan tersebut...
...“Ah ok, makasih ya” ucap Vira dengan senyumnya yang hangat...
^^^“Kalau begitu kami permisi Nyonya” ucap pelayan itu lagi lalu undur diri dan meninggalkan kamar Vira^^^
Sepeninggal para pelayan tersebut, Vira mendudukkan dirinya di kursi makan, ia kemudian melihat satu set alat makan di kursi depan Vira, yang artinya Alex akan ikut sarapan bersamanya
Semburat merah di wajah Vira membuat ia kelihatan semakin cantik, bibirnya menyunggingkan senyum mengingat apa yang terjadi antara Alex dan dirinya tadi malam
Namun sesaat kemudian wajah Vira berubah murung
...“Vir, sadar diri.. kamu ga boleh jatuh cinta lagi, Tuan Alex tidak mungkin jatuh cinta sama kasta rendahan seperti kamu Vir” gumamnya pada dirinya sendiri...
Vira kemudian menegakkan duduknya, menuangkan teh hangat pada cangkirnya.. kemudian menyesapnya pelan - pelan
Hujan deras membuat pagi ini terasa sangat dingin, Vira memandang hujan diluar dari kaca jendelanya di kamar, seandainya saja hujan bisa membasuh luka - lukanya ia pasti akan meminta Tuhan menurunkan hujannya setiap hari
Suara kenop pintu kamar yang dibuka membuat Vira tersadar dari lamunannya, ia kemudian bangkit dari kursinya
Alex masuk ke dalam kamar, wangi parfumnya menguar membuat Vira merasa damai… tampilan laki - laki itu sungguh mempesona, pagi ini dia mengenakan kaos turtleneck lengan panjang berwarna hitam, dipadukan dengan celana kain warna abu - abu
Alex pun berpikir serupa dengan Vira, Vira tampak mempesona dengan kemeja gombrang milik Alex yang juga berwarna hitam, sementara rambut Vira dicepol ke atas yang membuat leher putihnya tereskpos
Alex menelan ludahnya menyaksikan wanita cantik di depan matanya
...“Selamat pagi Tuan” sapa Vira sambil menganggukan kepalanya sopan...
...“Pa - pagi Vir” jawab Alex terbata ...
...“Ekhm.. Kamu sudah sarapan?” Tanya Alex seraya mendekat ke arah Vira dan mendudukkan dirinya di kursi seberang Vira...
...“Belum Tuan, saya menunggu Tuan” jawab Vira dengan senyuman manisnya...
...“Kalo gitu kita sarapan?” ajak Alex pada Vira yang juga tersenyum hangat...
...“Baik Tuan” jawab Vira...
Mereka berdua pun larut menikmati hidangan masing - masing, meskipun sebenarnya mereka berdua sama - sama terbayang - bayang akan kejadian tadi malam.
Selesai bersantap, Alex merogoh ponsel di saku celananya, mata Alex kemudian fokus dengan layar ponselnya, sementara Vira menyesap tehnya dengan santai.
Petir tiba - tiba menggelegar, membuat Vira terhenyak.. bayangan kelam akan kejadian dimana Gendis merenggut anaknya kembali terbayang, rasa sakit itu kembali muncul, Vira menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya rapat - rapat, wajahnya memerah, air mata menetes di wajah cantiknya
Alex yang melihat itu segera bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Vira, lalu berjongkok di depan Vira
“Kamu kenapa Vir?” Tanya Alex panik
Petir yang terus menyambar membuat Vira tak juga melepas tangan dari telinganya
...“Vir.. kamu takut ya sama petir?” Tanya Alex dengan wajah yang semakin panik...
Alex kemudian menarik tubuh Vira pelan, membuat Vira bangkit dari tempat duduknya, ia lalu memeluk Vira dengan erat
...“Tenang, ada aku.. aku akan melindungi kamu dari apa pun yang membuat kamu takut” ucap Alex mencoba menenangkan Vira ...
Vira hanya terdiam membuat Alex semakin mengeratkan pelukannya
Wangi parfum Alex menenangkan Vira, perlahan Vira kemudian menurunkan tangannya dan balas memeluk Alex
Petir kembali menyambar, membuat Vira mengeratkna pelukannya pada Alex
...“Saya takut, saya takut mereka menyakiti saya lagi” ucap Vira dengan suara yang gemetaran...
...“Ga akan ada siapa pun yang menyakiti kamu Vir, aku akan melindungi kamu” ucap Alex sambil mengecup puncak kepala Vira...
...“Kamu gemetaran Vir, kamu istirahat dulu ya” ujar Alex lembut sambil mengurai pelukannya dan membimbing Vira ke tempat tidur...
Alex mendudukkan Vira di tempat tidur dengan lembut, mengangkat kaki wanita cantik itu, kemudian menidurkan Vira diatas bantal
...“Kamu istirahat dulu ya, aku panggilkan dokter” ucap Alex seraya beranjak namun langkahnya terhenti, tangan Vira menarik tangan Alex...
...“Saya mohon jangan tinggalin saya, saya takut.. mereka jahat” pinta Vira dengan wajah yang memelas, keringat dingin membasahi kening Vira...
Alex kemudian mendekati Vira dan mendudukkan dirinya di samping Vira
...“Aku temenin ya” ucap Alex sambil membelai lembut pelipis Vira...
Alex beringsut membaringkan dirinya di samping Vira, kemudian berbalik dan menghadap Vira yang tengah meringkuk membelakanginya dengan badan yang gemetaran
Alex lantas mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Vira, dan memeluk Vira dari belakang
Vira yang merasa tenang dalam pelukan Alex memegang erat tangan Alex yang berada di atas pinggang rampingnya
Hembusan nafas Alex terasa hangat di tengkuk Vira
Gelenyar aneh semakin membuat Alex tersiksa
“Jangan bangun jangan bangun” ia rapalkan terus menerus karena merasakan sesuatu yang mengeras disana
Hidung Alex mencium aroma wangi tubuh Vira yang memabukkan
Entah apa yang merasuki Alex, hingga ia berani mencium tengkuk Vira yang terekspos, padahal ia sadar bahwa Vira sedang butuh perlindungannya, tapi hasrat yang membuncah seolah tak bisa ia pendam lagi
Vira yang sudah merasa tenang menegang ketika merasakan bibir hangat Alex menempel di tengkuknya yang putih
Alex kembali menciumi tengkuk Vira dan bergeser ke leher wanita cantik itu
“Tu - Tuan” ucap wanita itu gugup
Alex seolah tak bisa mendengar suara Vira, ia kemudian perlahan bangun dan menempatkan dirinya di atas Vira, satu sikunya ia pakai untuk menahan badannya, sementara tangannya yang lain ia pakai untuk memainkan leher Vira, bibir Alex tak lepas menciumi leher Vira yang putih membuat wanita itu meremang, Vira terhanyut dalam gelombang hasrat yang Alex ciptakan
Vira menggigit bibir bawahnya merasakan bibir hangat Alex menciumi lehernya bertubi - tubi
Alex yang melihat Vira segera meraup bibir merah Vira, ********** lembut.. lidah Alex menerobos masuk mencari - cari lidah Vira yang juga menyambut, lidah Alex dan Vira kemudian bertaut. Suara decapan terdengar di kamar tamu itu
Alex menatap mata Vira yang sudah sayu kemudian menghentikan ciumannya
...“Vir, aku ingin memilikimu” ujar Alex yang kemudian kembali ******* bibir manis Vira ...
Vira berpikir sejenak di tengah sapuan hasrat Alex
...“Memilikku? Maksudnya membuat aku jadi bonekanya” batin Vira ...
Alex semakin liar, tangannya mulai bergerilya.. jari - jarinya menyusuri leher Vira, kemudian perlahan turun ke dada Vira, Vira kembali meremang
Hingga saat Alex mulai meremas lembut dada Vira
Vira terhenyak, memalingkan mukanya ke samping dan mendorong dada Alex pelan
Alex yang mengerti itu kemudian menghentikan serangannya pada Vira, dan lalu menggulingkan badannya ke samping
Alex dan Vira kini berbaring terlentang, mata mereka sama - sama menatap langit - langit
...“Maaf” ujar Vira ...
...“Maaf karena saya takut terluka lagi”...
...“Maksud kamu?” Tanya Alex yang kemudian berbaring menyamping dan menopang kepalanya dengan tangannya...
...“Saya takut terluka lagi, saya kasta rendahan.. membiarkan saya larut dalam perasaan yang tidak mungkin saya dapatkan hanya akan membuat saya terluka lagi” ujar Vira dengan mata masih fokus menatap langit - langit ...
Jari Alex bergerak menyusuri kening Vira, kemudian turun ke hidungnya yang mancung, dan kemudian ke bibirnya yang sexy, siluet wajah Vira dari samping sangat sempurna
...“Kalau aku tidak akan membiarkan kamu terluka lagi, gimana?” Tanya Alex lembut...
...“Dulu ada seseorang yang pernah berjanji untuk tidak membiarkan air mata saya jatuh lagi, tapi pada akhirnya bukan hanya air mata saya yang jatuh, dunia saya juga hancur lebur” ucap Vira dengan tersenyum miris...
...“Kalau aku berjanji apa kamu tidak akan mempercayaiku” tanya Alex...
...“Saya tidak tau Tuan” jawab Vira tenang...
...“Ibuku pernah berkata jangan membuat janji yang tak bisa kau tepati, semenjak itu aku tidak pernah mengingkari janjiku atau aku tidak akan berjanji sekalian” terang Alex ia kini kembali terlentang dan memandang langit - langit seperti Vira...
...“Ibu anda sepertinya wanita baik Tuan” ujar Vira...
...“Iya, Ibuku juga mengajariku untuk tidak menyakiti hati perempuan” lanjut Alex lagi...
...“Dan karena itu aku berjanji untuk tidak menyakiti hati kamu Vir”...
...“Tuan?l” panggil Vira...
...“Ya?” Jawab Alex...
...“Tolong jangan berjanji sesuatu yang tidak bisa Tuan tepati” ucap Vira sambil menoleh ke samping dan memandang wajah tampan Alex ...
“Tidak akan” jawab Alex sambil langsung berbaring menyamping dan kembali ******* bibir sexy Vira, kali ini Alex lebih liar dan lebih menuntut, Vira membiarkan nalurinya yang berbicara, Vira kemudian memegang wajah Alex dan membalas ******* bibir Alex, suara decapan kembali terdengar di kamar itu hingga suara ketukan terdengar di pintu kamar
Vira dan Alex segera bangkit dan beringsut dari tempat tidur, mereka kemudian sibuk merapikan rambut dan baju mereka yang sedikit berantakan
Alex kemudian beranjak untuk membukakan pintu
Francis dan Umar sudah berdiri tegak di depan pintu kamar
...“Maaf Tuan, pesananan anda sudah datang” ucap Francis...
“Persilakan masuk, kecuali kalian!” Ucap Alex pada Francis dan Umar yang baru saja hendak masuk ke kamar tamu, Alex tak ingin Francis maupun Umar melihat tampilan Vira yang menggoda sekarang
“Baik Tuan, kalau begitu kami permisi” ucap Umar yang kemudian berlalu dan disusul oleh Francis
Beberapa orang perempuan dengan seragam rapi yang lengkap dengan sarung tangan masuk ke kamar Vira, mereka masing - masing membawa trolley tempat baju - baju tergantung rapi
Beberapa orang lagi masuk menyusul dengan membawa beberapa koper besar
Untung saja kamar tamu yang Vira tempati sangat luas, kalau tidak kamar itu pasti sudah sarat orang dan barang sekarang
...“Selamat pagi Tuan, kami sudah membawa koleksi terbaru sesuai dengan yang Tuan pinta tadi malam” ucap salah seorang perempuan...
Alex kemudian beranjak mendekati Vira yang setia berdiri mematung di samping tempat tidur, Alex kemudian menggenggam tangan Vira dan menariknya lembut membuat Vira berjalan patuh dibelakang Alex dengan tangan yang bertaut
Alex kemudian mendudukkan dirinya di sofa, disusul oleh Vira
...“Tolong perlihatkan!” Titah Alex pada perempuan itu...
Satu persatu koper yang berisi box - box tas branded berharga fantastis dikeluarkan, kemudian dibuka dengan hati - hati memperlihatkan tas - tas dengan berbagai model dan warna yang Vira tahu harganya sangat mahal
Koper lain yang berisi box - box sepatu berharga sangat mahal juga dikeluarkan
Tak lupa baju - baju branded yang menggantung juga turut diperlihatkan dan di demonstrasikan satu per satu
...“Ada yang kamu suka? Atau kamu mau langsung datang ke tokonya?” Tanya Alex pada Vira sambil membelai rambut Vira lembut...
Membuat orang - orang di sekitar situ salah tingkah menyaksikan sejoli yang sama - sama rupawan
...“Ma - maaf Tuan, ini maksudnya buat saya?” Tanya Vira terkejut...
...“Iya buat kamu, ga mungkin buat saya kan?” Jawab Alex sambil terkekeh...
...“Tapi Tuan, itu mahal - mahal banget.. saya tidak berani Tuan, saya tidak sanggup bayar” ucap Vira setengah berbisik di dekat telinga Alex dengan wajah gugup...
...“Saya belikan buat kamu” jawab Alex juga dengan berbisik sambil terkekeh geli melihat wajah gugup Vira ...
...“Ya sudah, saya ambil semuanya ya” ucap Alex pada wanita tadi...
...“Untuk bajunya sizenya sudah sesuai dengan yang saya minta kan?” ...
...“Sudah Tuan, sesuai dengan yang diinformasikan oleh Tuan Francis termasuk untuk pakaian dalamnya juga” Jawab wanita itu lagi...
Vira seketika kaget, mukanya memerah menahan malu.. ia sampai bersembunyi di balik punggung Alex
...“Tu - Tuan, Tuan tau darimana ukuran pakaian dalam saya?” Tanya Vira sambil berbisik dengan wajah yang masih ia sembunyikan di balik punggung Alex ...
...“Maaf, saya lihat pakaian dalam kamu di atas tempat tidur waktu kamu mandi” jawab Alex sambil berbisik yang sukses membuat Vira rasanya ingin menenggelamkan diri saat itu juga...
...“Tuuuuaaannn” pekik Vira pelan sambil mencubit pelan pinggang Alex ...
...“Aaww” pekik Alex yang kemudian terkekeh geli melihat kelakuan Vira...
Orang - orang yang berada disitu senyum - senyum sendiri melihat interaksi Alex dan Vira
...“Ekhm, ya udah tinggalin aja semua disini.. untuk pembayaran nanti diurus oleh Francis”...
...“Baik Tuan, kalau begitu kami permisi Tuan dan Nyonya” ucap wanita itu kemudian undur diri diikuti wanita - wanita yang lain...
...“Tuan, maaf kenapa Tuan membelikan saya barang - barang mahal seperti itu?” Tanya Vira ...
...“Maaf Tuan, kalau Tuan kasian sama saya karena penampilan saya yang sederhana.. saya tidak mau menerima ini semua Tuan, saya tidak mau dikasihani” ujar Vira yang membuat Alex menoleh melihat wajah Vira lekat...
...“Dia ga mau nerima ini semua? Dia normal kan? Mana ada yang nolak di kasih H****s, D***r, G***i?” Batin Alex ...
...“Ekhm.. enggak enggak gitu kok Vir, gini kamu adalah sekretaris pribadi saya, jadi penampilan kamu sama saya harus berimbang.. apalagi kita akan banyak ketemu klien - klien saya” tutur Alex mencari pembenaran...
...“Tapi apa harus sebanyak ini Tuan?” ...
...“Apa kamu mau pake baju yang sama tiap hari Vir? ...
...“Bukan begitu maksud saya Tuan, hanya aja saya merasa ini terlalu berlebihan” ujar Vira tenang...
...“Ok gini aja, anggap ini fasilitas kerja kamu.. sama dengan yang saya berikan untuk Francis, Umar, dan bodyguard saya” ...
...“Kalau begitu baik Tuan, tapi apa saya boleh minta sesuatu Tuan?” ...
...“Apa itu Vir?” ...
...“Apa Tuan tidak keberatan kalau baju, sepatu, dan tas dari Tuan hanya saya pakai ketika di kantor atau ketika ada acara dengan Tuan saja?” Tanya Vira...
...“Saya tidak ingin menjadi orang lain Tuan, saya tidak pantas memakai barang - barang semewah itu diluar kantor” ucap Vira sambil tersenyum...
Hati Alex jelas mencelos mendengar kata - kata Vira, apa serendah itu Vira menilai dirinya sendiri? Batin Alex
...“Baik kalau begitu” ucap Alex ...
...“Terima kasih Tu.. “ Belum selesai ucapan Vira, bibirnya kembali dipagut oleh Alex...
Alex semakin merasa kalau dirinya tak akan bisa lepas dari Vira Halmayhera.
hei hei hei bu ningrat...... ngk semua mertua bego kaya lo kena hasutan orang....lngsng lo bls budi. koplak