Dea dijebak oleh kakaknya yang berakhir dia harus ditiduri oleh suami kakaknya yang membuat dia harus mengandung anak dari suami kakaknya dan terpaksa menjadi Madu dari sang kakak hanya karena kebahagiaan sepihak.
Menceritakan Liku-Liku perjalanan kakak adik angkat, yang terjebak dalam hubungan rumit dimana mereka harus berbagi suami yang sama dengan keadaan saling mengikhlaskan.
Zara Aridda sesosok wanita tegar dengan rasa penuh perhatian harus menikahkan suaminya dengan adiknya dikarenakan adiknya telah hamil anak suaminya, namun dia menyimpan rahasia yang besar yang hanya dia yang tahu.
Dea Aninda sesosok wanita yang tak kala tegar nya terpaksa masuk kedalam hubungan pernikahan kakaknya dan menciptakan sebuah keadaan rumit dimana dia terjebak dalam keadaan terpaksa dan kenyataan bahwa dia mulai mencintai suami kakaknya yang kini menjadi suaminya
Siapakah yang akan dipilih Tirta dikala Kedua istrinya sama-sama ingin menyerah
Siapakah yang akan bertahan dalam pernikahan tersebut dan siapakah yang pada akhirnya menyerah
Dan jangan lupa sosok Danu yang selalu ada untuk Zara dan masih menanti cinta Zara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH. 29: Karena Kamu Istriku
SEBELUM LANJUT MEMBACA AUTHOR INGIN MENJAWAB PERTANYAAN BEBERAPA PEMBACA KARENA EPISODE KEMARIN BERSINGGUNGAN DENGAN EPISODE [10: Kenapa Tidak Jujur Pada Suamimu?]
TENTANG DANU DAN DEA SUDAH TAHU TENTANG TUMOR DARI ZARA, TAPI DI EPISODE 28 SI ZARA BILANG BELUM TAHU
JADI MAAF INI AUTHORNYA YANG KHILAF JADI SUDAH AUTHOR REVISI, YANG TIDAK DIKETAHUI OLEH DANU ADALAH PERKEMBANGAN PENYAKIT ZARA DAN KANKER DARAH NYA.
TERUS ADA YANG NANYA TIRTA UDAH TAHU GAK? IYA JADI SEBENARNYA SEBELUM DANU DAN ZARA NIKAH ADA SPESIAL PART KEJUJURAN akan PARA KARAKTER TAPI GAK AUTHOR POST KARENA AUTHOR RASA GAK TERLALU PENTING.
OKEY SELAMAT MEMBACA DAN TERIMA KASIH KOREKSINYA!
°°°°°
Zara berjalan pelan masuk kedalam kantor Danu. Kantor tempat dimana dia pernah bekerja dan awal pertemuannya dengan Danu 10 Tahun lalu, saat itu Danu masih berusia 20 Tahun dan masih menjabat sebagai manager karena kantor tersebut adalah milik ayahnya.
Sedari tadi pikiran Zara selalu dibayangi oleh Viona, entah apa rencana dia nanti untuk menghancurkan rumah tangganya sedang hari ini dia sudah tiga kali mengganggu harinya.
Kantor yang dimasuki Zara tampak sepi, hanya ada dua satpam disana dan juga resepsionis yang biasa melayani klien untuk bertemu Danu.
Zara melangkahkan kakinya kesana bermaksud menanyakan dimana Danu atau dia sedang sibuk dan bagaimana, sebenarnya Zara bisa saja langsung masuk karena dia adalah istri Danu, tapi Zara tidak ingin menjadikan itu untuk mengurangi esensi kesopanannya.
"Permisi, Mas Danu ada diruangannya?" tanya Zara pada resepsionis yang sudah sangat dia kenal.
"Ada Bu, Silakan," ujar resepsionis tersebut ramah.
Zara mengangguk dan tersenyum kemudian melangkahkan kakinya kembali menuju ruangan Danu yang terletak dilantai dua, Zara masih menenteng kotak makan berisi Sop buntut untuk makan siang Danu.
Setibanya diruangan Danu, tanpa mengetuk pintu Zara langsung membukanya, wajahnya tersenyum namun ekspresi itu berubah saat yang dia lihat didalam ruangan itu membuat hatinya retak, atmosfer disana berubah dingin semua. Bahkan suasana yang cerah tak mendukung ratap mendung yang dengan disaksikan Zara.
Suaminya kini tengah berada disana dengan memegang tangan Viona dan menciumnya, raut wajah bahagia diantara keduanya seakan memancarkan bahwa mereka ada pasangan yang paling bahagia.
"Aku menyesal menikahi Istri Penyakitan seperti dia, harusnya aku menikahmu Vio," ujar Danu yang seakan menusuk dihati Zara.
Kedua insan tersebut berpelukan dengan sangat mesranya tanpa menyadari ada sesosok wanita yang tengah menangis, terluka dan hancur diambang pintu tersebut.
Trak!!!
Kotak makan yang ditenteng Zara terjatuh yang menimbulkan keributan diruangan tersebut dan membuat Viona dan Danu menatap kearahnya.
"Jadi selama ini?" tanya Zara gemetar. "Aku kira kamu pria yang berbeda Mas, ternyata apa yang kita lihat belum tentu menjelaskan keadaan, aku menyesal sudah menerimamu, dimana semua janji kamu dulu!?"
"Janji apa!" bentak Danu. "Harusnya kamu sadar diri! Kamu itu penyakitan dan tidak bisa memberi aku keturunan, kamu sudah terlatih dimadu kan? Jadi jangan salahkan aku selingkuh,"
Viona yang ada disana hanya tersenyum puas dan berjalan kehadapan Zara dan membisikkan sesuatu di telinga nya. "Sudah kubilang kan? Aku akan menjadi bayang-bayang didalam pernikahan keduamu, selamat menikmati dimadu kembali,"
Zara menutup telinganya, ia terduduk lemas disana sementara Danu dan Viona berangkulan tanpa Dosa, Zara tertunduk penuh air mata dan berteriak seolah ini semua hanyalah mimpi belaka. "Ahhhhhhhh!"
Sesaat setelah teriakan nya Zara terbangun dari tidur singkatnya dengan peluh dipelipisnya, Danu yang tadi melihat Zara mengigau langsung mengambilkan air putih untuk istrinya itu
"Kamu mimpi buruk yah, Sayang?" tanya Danu menyodorkan segelas air putih untuk Zara.
Zara yang masih terengah-engah mengatur napas dan berusaha mengumpulkan kewarasan dari mimpi buruknya, entah apa yang membayangi dirinya sampai Viona harus hadir dalam mimpinya.
Zara mengambil gelas Danu dan memulihkan pikirannya bahwa terakhir dia ada diruangan Danu dan menemani Danu makan siang, entah kenapa dia bisa tertidur dan mengalami mimpi buruk itu.
"Kamu gapapa?" tanya Danu saat Zara meminum air tersebut. "Kamu pucat, mau aku antar pulang?"
"Gapapa Mas, aku baik-baik aja," ujar Zara yang tidak membuat wajah khawatir Danu berubah sama sekali. "Mas aku mau nanya sama kamu,"
"Apa?" tanya Danu menghadap ke arah Zara.
"Mas janji kan gak bakal khianatin aku? Aku gak mau pernikahan kita hancur. Biarkan ini jadi yang terakhir buat kita," pinta Zara pada Danu.
Danu tersenyum dan membelai rambut Zara pelan kemudian menangkup punggung tangan istrinya. "Setelah berjuang mendapatkan mu selama sepuluh tahun? Mas gak bakal ngehancurin kepercayaan dari kamu, apapun yang terjadi, semua kekuranganmu dan semuanya, kamu tanggung jawab Mas,"
Zara tersenyum balik pada Danu kemudian berdiri dari duduknya, dia meminta izin ke toilet pada Danu, Zara berjalan menuju toilet yang ada diluar ruangan, sedangkan Danu memilih membereskan kotak makan bekas nya sebelum dering ponsel Zara membuat Danu membuka tas Zara.
Niat hati ingin mengambil ponsel Zara namun Danu malah terpaku pada surat berlabel rumah sakit. Danu yang tidak pernah diberitahu oleh Zara bahwa ia ke rumah sakit hanya mengerutkan keningnya dan membaca surat tersebut.
Danu membulatkan mata sempurna mana kala dia memgetahu bahwa Zara kini tengah mengidap kanker darah sementara Penyakit Tumornya semakin parah, sejauh ini Zara hanya mengetahui bahwa Zara Tumor dan Mandul yang dia ceritakan kepada Danu dan Dea sesaat sebelum hari H pernikahannya, namun tentang Kanker darah tersebut, sungguh membuat Danu bertanya-tanya kenapa Zara tidak memberi tahunya hal sebesar ini.
Sekembalinya Zara dari toilet, ia terpaku karena kini Danu tengah duduk menatapnya tajam dengan hasil lab ditangannya. "Kau berhutang penjelasan pada Mas, Zara,"
Zara menundukkan hatinya, kenapa dia bisa seceroboh itu niat hati ingin menyembunyikan hasil lab tersebut dari Danu, tapi malah keadaan yang menunjukkan sendiri hal itu.
Zara tertunduk takut. "Maaf Mas, Aku gak bermaksud,"
Danu tidak menjawab, ia berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Zara, dia meraih dagu Zara seolah menyuruh Zara menatap wajahnya, setelah Zara beradu pandang dengan Danu, Dani menggelengkan kepalanya pada Zara.
"Mas yang minta maaf, Mas tidak peka akan hal ini, Mas terlalu sibuk bekerja sehingga tidak pernah bertanya kesehatanmu, jika sesuatu terjadi padamu, Mas adalah orang yang paling bersalah," ujar Danu meraih Zara ke ringkuhannya.
Zara membenamkan wajahnya di dada Danu sehingga ia bisa mendengar suara detak jantung suaminya itu. "Bukan Mas yang salah, harusnya aku yang pandai menjaga kesehatan, kalau sudah begini pasti Mas akan khawatir, aku baik-baik aja, percaya sama aku,"
"Bagaimana mana Mas bisa tenang, kalau Mas tahu bahwa istri Mas tengah mengidap penyakit seberat itu, Suami bodoh mana yang bisa santai akan hal sebesar ini, jika kau kenapa-napa kau benar-benar menghukum Mas, Mas tidak takut kehilangan semua harta ini, tapi jika Mas kehilangan kamu, Mas gak tau harus bagaimana lagi,"
Danu beralih menangkup pipi Zara dan menatapnya dalam, mendengar kalimat suaminya Zara hanya menangis perlahan. Dia tidak menyangka bahwa suaminya bisa sekhawatir itu padanya.
"Kamu harus berobat dan dengerin semua saran dokter-dokter itu, kalau ada apa-apa kamu harus kasih tahu Mas, mulai saat ini tidak ada lagi rahasia diantara kita, janji?" Danu menyodorkan kelingkingnya pada Zara.
Zara menautkan jarinya pada kelingking Danu. "Janji,"
"Kenapa Mas harus berlaku seperti ini, Mas tidak perlu sekhawatir itu," lanjut Zara.
"Karena kamu istriku," jawab Danu kembali meraih Zara kepelukannya, siang itu mereka habiskan dalam hening dan tentram dalam pelukan masing-masing.
- TBC
Cari Suami yang kayak Danu dimana sih wakakakaka
mubeng2 wae..ra uwis2...😃😃😃