NovelToon NovelToon
Obsession Love

Obsession Love

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cintapertama / Nikahmuda / Pengantin Pengganti / Cerai / Tamat
Popularitas:77.3k
Nilai: 5
Nama Author: yulia puspitaningrum

Penjara cinta yang suaminya ciptakan membuat Firda tak tahan lagi . Ia hidup namun tak bisa hidup dengan bebas seperti manusia pada umumnya . Suaminya itu menyuruhnya melakukan hal hal yang tak ia sukai mulai dari Memakai softlens berwarna biru setiap hari , menghadiri les memasak juga menghadiri les piano .
Bukan hanya itu saja , setiap ia pergi keluar dari rumah .Para bodyguard selalu mengikuti dirinya , ia merasa tak nyaman namun ia berusaha berpikir positif bahwa itu semua suaminya lakukan demi keselamatan nya .
Namun semakin hari ia semakin tak nyaman , ia seperti seorang boneka yang hanya bisa pasrah di mainkan dan di atur oleh orang lain . Kebebasan nya seakan terenggut saat ia menikah dengan suaminya itu . Karena merasa lelah dan muak dengan itu semua akhirnya Firda mulai tak menuruti apa mau suaminya . Ia mulai lupa mengenakan softlens biru yang suaminya suruh pakai setiap hari .

Awal nya ia kira suaminya tak akan marah namun justru ia salah . Suaminya murka dan mengamuk hingga berakibat kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami .Hal itu semakin membuat Firda tak kuat lagi menjalankan rumah tangga nya , keinginan nya untuk mengakhiri rumah tangga nya semakin kuat setelah mengetahui fakta bahwa suaminya menikahi dirinya hanya karena ia mirip dengan istri laki aki itu yang sudah meninggal . Hatinya semakin hancur kala mengtahui jika perintah perintah yang suaminya berikan hanya lah agar dia terlihat semakin mirip dengan mendiang istrinya .
Hingga akhirnya wanita itu memilih pergi mulai dari meminta cerai yang suaminya tolak mentah mentah. Hingga memalsukan kematian nya sendiri agar terbebas dengan dari cengkraman sang suami .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Merasa bersalah.

Malam harinya Farel pulang kerumah, laki laki itu nampak lelah, ia pulang cukup larut malam ini. Tubuh nya letih begitu pula dengan hatinya .

Ia melangkahkan kaki memasuki rumah nya.

Pandangan pertama yang ia lihat adalah seorang gadis yang saat ini tertidur di atas meja makan. Farel seketika terdiam melihat pemandangan itu, laki laki itu teringat kembali pada istrinya saat awal awal dulu mereka menikah.

Istrinya itu selalu menunggu nya sampai tertidur di sofa kadang di meja makan seperti Firda. Mengingat masa masa itu, Farel semakin merasa merindu saja.

Tak ingin terus terusan mengingat istrinya itu, Farel pun berjalan dengan perlahan menuju meja makan ia akan membangunkan Firda.

"Fir...bangun Fir, kenapa kamu malah tidur disini?" tanya Farel seraya membangunkan wanita yang saat ini masih tertidur dengan pulas itu.

"Eh...mas Farel sudah pulang?." ucap Firda seraya mengusap usap matanya .

" Iya pindah gih, ngapain juga kamu tidur di sini?"

"Saya nungguin mas pulang, mau makan malam bareng. Gak enak rasanya kalau makan sendiri." ucap Firda membuat Farel terdiam. Laki laki itu merasa bersalah karena dirinya Firda jadi harus menunda makan malam nya.

"Lain kali kalau mau makan, makan duluan saja."

Wajah Firda yang tadinya sumringah kini berubah sendu ia mengira jika laki laki di hadapannya keberatan untuk ia ajak makan malam bersama.

"Mas keberatan ya makan bareng sama Firda. Maaf ya mas, Firda gak maksud apa apa kok, cuma makan saja gak lebih." ucap Firda dengan nada kecewa.

"Bukan begitu, aku hanya tak mau kamu sakit. Besok kamu kan harus oprasi. Kamu sudah siap kan?" tanya Farel menarik kursi di samping wanita itu dan duduk di sana.

"Siap mas, aku justru gak sabar ingin melakukan oprasi itu."

Melihat raut kebahagiaan di wajah Firda membuat Farel sedikit merasa bersalah, ia akan memikirkan kembali tentang rencananya mengubah wajah di hadapannya itu menjadi wajah yang mirip dengan istrinya.

"Kamu bener bener gak punya keinginan mau rubah wajah seperti apa?." tanya Farel lagi memastikan jika memang Firda tak mempunyai keinginan untuk merubah bentuk wajah nya menjadi mirip dengan idola nya.

"Tidak, saya tak punya keinginan wajah apa pun, sudah saya katakan bukan jika dokter mempunyai wajah yang dokter sukai. Wajah yang sekiranya cocok untuk saya dokter bisa merubah wajah saya seperti wajah itu."

"Apa kamu tak keberatan nantinya?" tanya Farel masih memperhatikan wajah Firda. Wanita yang ia perhatian itu tersenyum seraya menatap nya.

"Saya percaya apa pun pilihan mas, pasti memang terbaik untuk saya."

DEG

Hati Farel semakin merasa bersalah saat mendengar hal itu, ia ingin mengurungkan niatnya namun, ia juga ingin istrinya kembali meski dalam tubuh orang lain.

Jahat kah dia jika melakukan hal itu, apa ia benar benar harus melakukan hal itu. Farel semakin bingung.

"Segitunya kamu percaya padaku, bagaimana kalau aku merubah wajah mu menjadi buruk rupa apa kamu tak akan marah nantinya?."

Firda terkekeh pelan mendengar apa yang Farel baru saja katakan pada dirinya.

"Kenapa tertawa hal itu bisa saja terjadi kan?."

"Apa dokter punya dendam pada saya hingga mau merubah saya menjadi buruk rupa, Saya yakin dokter tak akan Setega itu. Tapi jika memang benar nantinya wajah saya tak cantik seperti sekarang atau jauh lebih buruk dari ini. Saya tak perduli yang penting orang orang tak mengenali muka saya lagi, saya hanya ingin terbebas dari suami saya itu saja. Kecantikan tak penting bagi saya karena saya ingin hidup dengan bebas."

Farel terdiam lagi, laki laki itu tengah memikirkan ulang tentang keputusan nya mengubah wajah Firda . Ia merasa hal itu tak ada salahnya, toh Firda juga tak tau seperti apa wajah istrinya.

"Mas mau makan, makanan nya sudah dingin biar saya hangatkan dulu ya." Izin Firda pada laki laki di hadapannya itu.

"Tak usah, aku makan saja itu sekarang, kamu mau kan menemani saya makan?" Tanya Farel langsung di angguki oleh wanita di hadapannya itu.

"Makan yang banyak ya. Besok operasinya akan di adakan malam hari, jadi kamu saat ini masih boleh makan. Tapi besok pagi kamu tak bisa memakan makanan lagi. Kamu harus puasa." ucap Farel meletakan lauk pauk dan juga nasi ke atas piring Firda.

"Saya tak sabar untuk besok."

Farel hanya tersenyum mendengar hal itu , kemudian mereka makan bersama dengan tenang tanpa berbincang sama sekali. Setelah menghabiskan makanan nya, Firda segera membawa piring kotor dan gelas kotor ke wastafel dapur untuk ia cuci.

"Dea sudah pulang ya?" Tiba tiba sudah berada tepat di samping Firda, laki laki itu tengah membantu Firda memasukan bekas makanan kedalam kantung kresek.

"Sudah tadi siang setelah mas berangkat, mbak Dea pergi." Ucap Firda menjawab pertanyaan laki laki di samping nya itu.

"Aku merasa aku sudah keterlaluan pada wanita itu, besok aku akan meminta maaf. Bagaimana menurutmu?" Tanya Farel meminta pendapat Firda. Firda langsung memberikan senyum manis nya dan mengangguk perlahan.

"Saya setuju, mas memang harus minta maaf pada mbak Dea. Ya meskipun mas tak sepenuh nya salah tapi apa salah nya mengalah demi persahabatan kalian. "

" Terimakasih saran nya ya, saya lega mendengar nya."

Firda hanya tersenyum saja dan mereka kembali membersihkan piring piring itu dan lekas bergegas tidur karena hari sudah semakin malam.

Ke esokan paginya, Firda sudah terbangun lagi pagi sekali untuk membuatkan sarapan untuk Farel. Meski ia sedang puasa, ia tetap menyiapkan sarapan untuk Farel.

Tak lama setelah makanan yang ia masak matang, Farel pun keluar dengan pakaian rapinya.

" Kamu seharusnya gak perlu repot repot, kan kamu lagi puasa." ucap Farel duduk di samping meja makan dan mulai memakan nasi goreng buatan Firda.

"Gak repot kok mas, lagian cuma nasi goreng saja kok." Ucap wanita itu tersenyum tipis.

"Tetap saja aku gak enak Fir, tapi ya sudahlah dari pada makanan ini mubasir. Oh iya nanti sore aku jemput kamu kerumah kita pergi ke klinik bersama."

Firda jadi tak enak hati jika menyusahkan Farel, ingin rasanya ia menolak itu dan pergi sendiri ke klinik namun Farel pasti akan menolaknya. Jadi percuma saja jika dia menolak niat baik dari laki laki di hadapannya itu.

"Iya mas." Jawab Firda akhirnya menyetujui niat baik Farel.

"Persiapkan dirimu sebentar lagi, wajah mu akan berubah dan kamu bukan lagi Firda yang dulu." Ucap Farel membuat Firda tersenyum senang wanita itu sungguh tak sabar melihat wajah baru yang akan Farel cocok kan pada wajahnya.

"Ya dan aku tak sabar menanti hal itu kembali." Ucap Firda membuat Farel tersenyum tipis, kemudian laki laki itu kembali menyantap sarapan nya dalam tenang. Setelah menyelesaikan sarapan nya Farel pun bergegas pergi menuju klinik ...ia akan menyiapkan alat alat yang ia akan gunakan untuk mengoperasi Firda. Iya juga akan mempelajari struktur wajah Firda terlebih dahulu sebelum ia melakukan oprasi bedah plastik tersebut.

..

..

..

Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya.

Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author.

1
Linda Aprilia
next kaka
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
anti pebinor pelakor
hidup pebinor,
Hartati Tati
semangat kak ceritanya sedih
Nurrapita
Kecewa
Sri Wahyuni
s firda oon hrs bkn hny oplas az tpi hrs bsa berakting jg swaktu wkt ktmu suami y jng gmetaran bkin curiga az biasa az on
Sri Wahyuni
knp hnya wajah y sja yg brubah s firda knp ga sklian sm nama y
Sri Wahyuni
laki2 ko goblog ya dah d hianati sm istri msih az mngharap emng ga jijik bkas orang
Sri Wahyuni
coba td ga lngsung pergi dri dokter ga bklan ktmu wjar lah s farel tnya mslh y knp mau d oplas
Bayu Chandri
bagusss bgt ceritanya
Bayu Chandri
tolongin dia operasi wajahya biar suaminya gk ngenalin dia
Nischa CPk DZt
sedih aku tuh bacanya....😢
Iha Mw
smangat ya thor keren lho novelnya☺
Yuliapita 123: aku mau tamat tin kak....kuwalhan
total 1 replies
Linda Aprilia
next kk
yulia zahra
kayak drama korea gk sih ceritanya
tapi seru juga ....
semangat otor.
Yuliapita 123: mamang terinspirasi dari sana kak
total 1 replies
Jumi Saddah
sebenarnya istri farel kemana sih,,,sampai farel segalau gitu,,,,
Yuliapita 123: nanti akan terjawab semua nya kak .
total 1 replies
Xyylva Xyylva
tetap semangat thor👍
Yuliapita 123: oke Kakak ... terimakasih
total 1 replies
Nadiya Rahman
Alur ceritanya menarik bestie,aku nyicil ya bacanya, like dan favorit sudah mendarat 👍❤️
Jumi Saddah
moga makin banyak xnk mampir deh,,,semangat ya,,,
Yuliapita 123: oke semangat kak
total 1 replies
NandhiniAnak Babeh
untuk penyemangat ku kirim sekuntum 🌹 untuk mu author 🥳🥳🥳🥳
NandhiniAnak Babeh: ok ok ok Thorcan
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!