Cinta Datang setelah status mereka berubah, dari mereka sama Sekali tidak saling mengenal hingga akhirnya sebuah kata "SAH" membuat status laki lakinya dan perempuan berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31.
Sarah sudah di ijinkan pulang karena kondisi tubuhnya sudah baik juga kondisi kandungan nya yang memang tidak ada hal serius.
Namun Sarah mencari keberadaan Yogi yang belum juga datang, padahal dia tau jika hari ini dirinya pulang.
Semalam Yogi pulang karena sudah menunggu nya dua hari namun hingga pagi ini dia tak kunjung datang.
" Kita pulang sekarang Non " Ucap Pelayan rumahnya.
" Sebentar lagi Bi, Aku nunggu Yogi datang menjemput."
" Baik Non."
Sarah mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Yogi namun nomornya malah tidak aktif.
Satu jam, dua jam dia menunggu di sana namun Yogi tidak juga datang.
" Bagaimana Non,, Kita pulang sekarang ?"
Sarah mengangguk dan mengambil tasnya, dia berjalan keluar dengan berharap Yogi datang untuk menjemput nya hingga mereka sampai di mobil pun tidak terlihat adanya Yogi di sana.
Sarah pun masuk ke dalam mobil.
Sudah dia kirim pesan,juga terus menghubungi Yogi tetap saja tidak ada balasan satu pun darinya.
_____
Sementara Yogi,,
Dia sengaja menonaktifkan nomornya, padahal dia sangat ingat jika Sarah pulang hari ini entah apa yang membuatnya malas untuk menjemput nya.
Walau bayi yang dalam kandungan Sarah anaknya, namun dia tetap saja belum bisa menerima nya.
Yogi malah lebih memilih berada di rumahnya dari pada harus menemani Sarah, wanita yang sama sekali tidak dia cintai.
" Kamu tidak ke rumah Sakit teman Sarah ?"
Yogi menoleh terlihat Mamanya lah berjalan masuk,,
" Yogi capek Ma, lagian ada pelayan yang menemani nya di sana."
" Apa kamu tidak bisa membuka hati kamu untuk Sarah, Lupakan Imelda dia sudah menikah bahkan kamu sendiri melihat Mereka yang saling mencintai kan.
Dan kamu lihat Sarah, bagaimana dia , dia gadis yang baik, dia sopan apa kurang nya Sarah."
" Cinta Ma,, Yogi tidak mencintai Sarah."
" Apa kamu akan terus mencintai Imelda perempuan yang sudah menjadi istri orang lain."
" Ma,-
" Mama tidak menyukai Imelda, Dia seenaknya saja meninggalkan kamu dan menikah dengan orang lain, Bagaimana kamu setelah Putus darinya, Mama cukup sakit hati dengan sikap nya."
" Mel bukan seperti itu Ma, Dia hanya tidak mau mengecewakan Orang Tuanya."
" Apa bedanya,, Dia bisa menolaknya bukan tapi nyatanya dia menerimanya bahkan Kamu lihat bagaimana mereka kemarin.
Mulai saat ini Mama minta kamu lupakan Imelda, Masih ada Sarah yang mencintai kamu"
Yogi terdiam dan hanya mengusap wajahnya, Sarah memang baik namun dia tidak mencintai nya seperti Imelda.
********
Mel berjalan menuju Dapur, rasanya dia ingin belajar memasak atau sekedar membuatkan sesuatu untuk Suaminya.
Selama ini Rey selalu ada untuknya, selalu memberikan apa yang dia mau dan ingin rasanya dia membalasnya.
" Nyonya,, Apa Anda membutuhkan sesuatu ?" Ucap Rotman saat melihat Mel berdiri.
Mel menoleh,,
" Pak Rotman sudah lama bekerja bersama Kak Rey, Makanan Kesukaan Kak Rey itu apa Sih "
Rotman tersenyum tipis,,
Namun dia tidak mau jika Mel malu akan pertanyaan.
" Tuan tidak banyak memilih Makanan, Namun dia tidak begitu menyukai Sayuran."
Mel mengangguk,,
" Tapi bahan makanan tinggal sedikit "
" Maaf Nyonya, Saya belum membeli nya."
" Oke " Ucap Mel berjalan masuk,,
Rotman menatap heran Istri bosnya, dan tidak lama Mel kembali turun dengan membawa tasnya.
" Pak Rotman saya keluar sebentar "
" Baik Nyonya."
Mel berjalan keluar dan mencari Abas, dia akan pergi ke sebuah supermarket untuk membeli beberapa bahan makanan.
" Abas " Panggil Mel.
" Ya Nyonya "
" Antar Saya ke Supermarket ya "
" Baik Nyonya."
Mel mengangguk dan berjalan masuk,,
Dia membaca menu masakan di Goog** ..
___
Mel berjalan memilih bahan makanan yang masih segar,sayur juga buah.
Dia akan belajar untuk memasak mulai sekarang.
Abas yang terus menemani Mel hanya bisa pasrah, dia harus tetap menemani istri bosnya.
Bruk..!!
" Maaf Maaf " Ucap Mel saat menabrak seseorang.
" Imelda "
Mel menatap nya, wanita paruh baya yang dia kenalnya.
Dia lah Mamah Yogi,,
" Kamu sedang belanja pasti untuk suami kamu kan ?"
Mel terdiam,,
" Tante kecewa dengan Kamu Mel, selama ini Tante begitu suka dengan Kamu, Kamu gadis yang baik namun apa akhirnya kamu malah menikah dengan laki laki lain, Kamu tau bagaimana Yogi setelah kamu meninggalkan nya, dia seperti Laki laki gila, setiap malam terus pergi ke Bar, mabuk mabukan."
" Maaf Tante,, Tapi ,-
" Tapi sudah lah,, mungkin ini sudah menjadi takdir Yogi , Tante yakin Tuhan akan mengirimkan sosok wanita yang baik untuknya."
Mel mengangguk,,
" Tante pergi dulu, Permisi "
Abas terus menatap Wanita tersebut, dia pun berganti menatap Mel yang terlihat Berubah.
" Nyonya Anda baik baik saja ?" Ucap Abas dan Mel mengangguk.
" Kita Bayar semua belanja nya "
" Baik Nyonya "
Mereka menuju Kasir, Namun Mel terlihat tidak semangat seperti saat mereka berangkat.
Entah dia memikirkan Ucapan wanita tersebut atau malah merasa bersalah.
Hingga mereka sampai di rumah pun Mel masih terus diam.
" Kamu bawa semua ke dapur " Ucap Mel beranjak masuk.
Abas mengambilnya dan membawanya Masuk, Pak Rotman yang melihat perubahan dari Wajah Istri Bosnya pun merasa bingung apa yang sudah terjadi.
" Apa yang sudah terjadi, Kenapa wajah Nyonya berubah setelah pulang."
Abas menghela napasnya,,
" Nyonya baru saja bertemu dengan Ibu dari mantan Kekasihnya, dan dia terus mengatai Nyonya perempuan yang tidak baik karena telah meninggalkan putranya."
" Kasihan Nyonya, padahal tadi begitu semangat memasak."
Rotman mengangguk,,
" Saya ke depan dulu Pa "
" Ya "
Di dalam kamarnya Mel meletakan tasnya, dia berjalan menuju Balkon kamarnya.
Perkataan Mama nya Yogi benar benar membuatnya sakit hati, Dia menyalahkan dirinya atas berubah nya Yogi.
*******
Rey menutup Laptopnya, dan beranjak keluar. dia akan pulang ke rumah lebih awal untuk bertemu Istrinya.
" Tuan Anda " Ucap Andre yang menatap Rey keluar.
" Saya pulang dulu "
" Silahkan Tuan "
Rey mengangguk dan berjalan keluar, Andre mantap wajah Rey yang berbeda seakan memikirkan sesuatu.
Jalanan masih belum ramai, Rey melakukan mobilnya dengan lancar hingga sampai di rumah mereka.
" Tuan " Sapa Abas saat melihat Rey keluar mobil.
Rey mengangguk dan Langsung berjalan masuk, dia menuju kamarnya namun tidak melihat adanya Mel di sana.
Dia pun mencari di kamar Mel dulu , benar saja Mel berada di sana.
Rey berjalan menghampiri Mel yang berdiri di balkon Kamarnya,,
" Ternyata di sini " Ucap Rey.
Mel langsung menyeka air matanya, dia tidak mau jika suaminya tau jika dirinya menangis.
" Kenapa di sini, Kamar kamu sudah pindah di kamar Saya Bee "
Mel tersenyum,,
" Aku hanya kangen di kamar ini,, "
Rey menatap Mel, dia tau jika Istrinya baru saja menangis.
Bahkan dirinya langsung pulang setelah Abas menghubungi nya dan menceritakan semua yang sudah terjadi.
Rey sengaja untuk tidak menanyakan hal itu, dia akan menunggu istrinya untuk bercerita sendiri.
" Kenapa sudah pulang,, Bukannya Ini masih terlalu siang.":
" Karena Saya begitu rindu dengan istri Saya ini" Ucap Rey mengusap wajah Mel.
Mel tersenyum dan langsung berhambur dalam pelukan suaminya.
Pelukan hangat, nyaman baginya,, apalagi di saat dirinya seperti ini.
Rey mengusap lembut rambut Panjang Mel,, dia tau apa yang sedang istrinya rasakan sekarang.