"Bia, dimana ayah kandungku?" tanya seorang gadis kecil berusia sekitar 5tahun itu.
Kembali ke beberapa tahun yang lalu, menceritakan kembali cerita tentang seorang Gadis yang saat itu berusia 18 tahun , dipaksa harus merelakan kesuciannya pada seseorang yang tak ia kenal , Laki-laki yang tak sengaja ia jumpai saat acara jamuan bersama para pengusaha . Kebetulan ia saat itu datang mewakili perusahaan milik ayahnya, laki-laki itulah yang pada akhirnya meninggalkan benih di perutnya.
Namun saat ia akan meminta pertanggungjawaban, nasib buruk kembali menimpa dirinya .
akankah ia akan lanjut menuntut pertanggungjawaban? ataukah ada cerita lainnya setelah ini?
silahkan di tebak, dan jangan lupa baca kisah lengkapnya !
Ini Karya Asli hasil Pikiran Author,
Jangan lupa berikan like, komen, gift 🎁 dan jangan lupa jadikan favorite agar mendapat notif saat novel ini up.
Oh ya , Sebelum baca follow dulu akun Author ya kak ^_^
sekalian Ig nya juga boleh .. @prmth.ayu . Xixixi 😅
Selamat menikmati ~
Semoga sehat selalu ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Pramitah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31 "Melamar Tania?"
"sebenarnya aku memiliki keinginan untuk memberitahu arshaka mengenai agatha, hanya saja aku takut istrinya tidak mau menerima agatha!"
"Dan sekarang apa kamu masih tidak ingin menuntut pertanggung jawaban kepada Arshaka?"
"Tidak!! asal kamu tahu beberapa waktu lalu dia pernah menemui ku, dia tahu kejadian itu dan menanyakan tentang keadaanku setelah itu"
"Itu tandanya dia memiliki rasa tanggung jawab kepadamu !!"
"Tapi aku tidak ingin mendapat pertanggung jawaban darinya!"
"Oke .. aku bisa terima semua penjelasan mu !!" Ucap Azham yang kemudian menghentikan pembicaraan mereka , melanjutkan memakan makanannya yang sudah terasa dingin karena ia abaikan sedari tadi. Berbeda dengannya, tania hanya diam karena sudah kehilangan selera makan.
"Lalu, apa kamu tidak kepikiran menjalin hubungan dengan seseorang tan?" ucapnya setelah selesai menghabiskan makanannya.
"Entahlah, aku tidak ingin terburu-buru . Lagian belum tentu mereka mau dengan ku yang sudah memiliki seorang anak!"
"Mengapa tidak kamu coba ?"
"Aku tidak ingin bermain-main dengan suatu hubungan, meski aku berusia belum genap 25 tahun tapi aku menginginkan hubungan yang serius dengan orang yang benar-benar mencintai dan menerimaku serta anakku!!"
"Bagaimana jika ada seseorang yang benar-benar serius denganmu dan mau menerima keberadaan Agatha?"
"Mana mungkin, yang ada mereka dekati aku karna ada mau nya!"
"Bagaimana jika orang itu aku?"
"Maksud kamu??"
"Ya Aku, bolehkah aku menjalin hubungan itu dengan mu ?"
"Jangan bercanda deh zam, kamu pikir lucu !!" ucap tania tak percaya
"Tapi aku sedang serius !"
"Kamu mau nikahin aku gitu maksudnya? memang nya kamu punya perasaan sama aku? atau hanya ingin membantu dia mengambil agatha dari aku?"
"Aku tidak ada kepikiran untuk mengambil agatha dari kamu, tapi suatu saat aku akan mengungkapkan kebenarannya pada Abang juga orangtuaku !"
"Kamu jahat banget sih zham!! kamu sama sekali tidak memikirkan gimana perasaan ku!!"
"Tan, makanya ayo kita menikah ! Aku janji akan jaga kalian dan pastinya aku gak akan biarkan Agatha di ambil dari kamu!"
"Kamu gampang bilang nikah, apa jadinya jika orang tua mu tahu soal masa lalu ku dan kakakmu ?"
"Perlahan aku akan bilang ke mereka, meminta izin pada mereka . Aku yakin mereka akan menerima kamu !"
"Bagaimana kamu seyakin itu ? Aku saja tidak mengatakan yang sebenarnya pada orangtuaku !!"
"Maksud kamu? Jadi selama ini orangtua mu pun tidak tahu siapa ayah dari Agatha?" tanya nya.
"Iya!"
"Mengapa tan?"
"Alasanku sama, aku tidak ingin kedua orangtua ku menuntut pertanggung jawaban kepada Arshaka!"
"Bagaimana jika mereka tahu?"
"Entahlah,! yang pasti semua itu belum terjadi. Dan aku tidak ingin ambil pusing memikirkan hal-hal yang belum terjadi."
"Kalau gitu aku semakin yakin ingin menikahimu!"
"Kenapa? Apa kamu benar-benar menyukaiku ?" tanya tania memastikan.
"Entahlah, tapi setiap berada di dekatmu aku merasa nyaman, aku juga merasa sangat sayang pada Agatha"
"Tapi kita belum mengenal satu sama lain!"
"Maka dari itu aku ingin segera menikah setelah itu kita akan sama-sama belajar mengenal satu sama lain bisa dikatakan pacaran setelah menikah!" usul azham.
"Entahlah zham, jujur aku terkejut dengan ajakan mu ! aku tidak yakin apa kamu sungguh-sungguh ingin menikahiku atau ada hal lain yang ingin kamu rencanakan!"
"Tenang, aku akan buktikan ucapanku. Aku harap kamu bersabar untuk menunggu!" Ucap azham yakin.
"Baiklah terserah kamu."
Sedikit cerita beberapa tahun lalu ketika Azham berhasil mengungkap kejadian yang sebenarnya terjadi , ia mulai mencari kebenaran tentang Tania, setelah mendengar informasi dari orang-orang kepercayaannya yang mengatakan bahwa selama ini tania tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan pria lain, dia sosok wanita yang mandiri meski orang tuanya adalah pengusaha besar, tania pun menjadi donatur tetap di berbagai panti asuhan dan rumah singgah, dari situ munculah rasa kagum azham pada sosok tania, dia merasa salah sebelumnya sudah menilai tania dengan buruk. Namun beberapa saat kemudian saat ia ingin menemui tania, tiba-tiba saja tania menghilang dan sulit untuk di temukan, azham pun pasrah akhirnya dia hanya bisa memendam perasaan itu sampai saat ini.
Setelah melakukan pembayaran, mereka pun beranjak pergi dari restauran itu. Tak lupa azham mengantar tania kembali ke kantornya karna memang tania harus melanjutkan pekerjaannya .
Setelah mengantar tania , azham pun berniat kembali juga ke kantornya . Namun disela-sela perjalanannya , ia mendapat telpon dari Sang Ibu yang menyuruhnya untuk pulang ke pesantren.
Hari mulai petang, setelah ia selesai dengan pekerjaannya, Azham pun sudah tiba di pesantren.
"Assalamualaikum!!" sapanya.
"Walaikumsalam!!" jawab semua orang yang sedang berada di ruang keluarga.
"Ada apa umi menyuruh azham pulang ?"
"Zham, duduk dulu nak ! Ada yang ingin umi bicarakan sama kamu!"
"Apa itu , umi?"
"Zham, usia kamu sudah 26 tahun. Yang umi lihat sampai saat ini kamu masih betah sendiri?"
"Iya memangnya ada apa umi?"
"Begini zham!! Gimana jika kamu umi jodohkan sama seseorang?"
"Maksud umi siapa?"
"Arum , bagaimana menurutmu?"
"Astagfirulloh Umi, Arum itu sudah aku anggap seperti adik sendiri ! Dia kan sepupunya mbak anggun, mana mungkin Azham bisa nikahin dia!!"
"Bisa nak jika kamu mau!"
"Maaf umi, tapi Azham benar-benar anggap Arum seperti saudara sendiri!"
"Lalu sampai kapan kamu menyendiri? Umi ingin kamu segera menikah nak!"
"Umi sabar ya. Kalau Allah mengijinkan Azham pasti segera menikah !!"
"Sabar ada batasnya Nak! Umi tak tega melihat kamu terus menerus hidup sendiri, umi ingin kamu ada yang mengurus, kamu sendiri di suruh tinggal di pesantren juga tidak mau!"
"Umi, bagaimana jika Azham bilang kalau sebenarnya azham memiliki calon sendiri?"
"Maksud kamu ?"
"Iya Umi, Azham menyukai seorang gadis ! tapi tidak tahu apa Umi menyetujuinya atau tidak !"
"Mengapa kamu tanya seperti itu, jika gadis itu gadis yang baik, Sholehah, pasti Umi akan setuju!"
"Tapi mungkin ada satu hal yang membuat umi tidak setuju!" Ucap azham lesu.
"Apa nak?"
"Gadis itu sudah memiliki seorang putri umi!"
"Maksud kamu dia janda?!!"
"Bukan Umi, dia belum pernah menikah. Tapi dia sudah memiliki anak?"
"Umi bingung dengan perkataan mu, jadi gadis itu mengadopsi seorang anak ?"
"Bukan juga Umi, gadis itu adalah korban dari seseorang!"
"Jadi dia hamil di luar nikah???" Ucap umi terkejut.
Di sisi lain ruangan, terlihat Arum yang saat itu sedang menjemur pakaian menguping pembicaraan ibu dan anak. Betapa marah nya dia saat mendengar Azham menolaknya , dan lebih parahnya dia hanya menganggapnya seorang adik . Bahkan dia harus kalah dengan sosok wanita yang tidak jelas menurutnya .
"Gus Azham, sampai kapanpun akan aku pastikan kamu akan menjadi milikku !! Karena aku sudah berkorban meninggalkan karirku demi kamu!" Gumamnya.
......—bersambung—......
semangat thorr,lanjutt