menjadi anak kyai ternama memiliki predikat lulusan terbaik tak menjamin menjalani kehidupan sesuai agama yang di anut
zalwa azzahra
kesal akan sikap abah yang menikah kan secara sepihak ia lebih memilih mengadakan sebuah perjanjian yang seharusnya tidak ia lakukan
bagaimana keseruan cerita nya yukkk baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 31
pikiran zalwa buntuh berulang kali ia mondar mandi namun tak dapat menemukan solusi atas apa yang terjadi
" mba mau kesana ?" tanya kennan ketika melihat zalwa mengambil tasnya yang ia letakan di depan kennan
zalwa mengangguk " mba ngak bisa mikir nan gimana keadaan umi " sahutnya lagi
" bentar ya mba kita tunggu mas alwi sama kyai abdul mereka mau kesini " sahut kennan membuat zalwa kaget
"kamu ngasi tau mereka ?" tanya zalwa lagi
"maaf mba kennan terpaksa , mas zaki juga sudah di jalan " jelas kennan lagi
zalwa duduk di kursi sembari memijat kepalanya " mba takut umi kenapa napa dia minta mba sendiri kennan "
"mba yakin aja mereka ngak mungkin nyakitin umi " ucap kennan dengan berusaha menenangkan zalwa
"bisa mba kasih tau kenapa orang itu menganggu kita ?" tanya kennan dengan penasaran
" pak fajri adalah dosen mba di kairo " sahut zalwa dengan menghembuskan nafas
hingga mengalir lah cerita tentang siapa aisyah kejadian ketika zalwa menabrak pak heru hingga terakhir pertemuan dengan aisyah di pasar tadi pagi
"jika tau begini mba ngak mau bantu bu aisyah tadi " sahut zalwa
"mba yang sabar semuanya cobaan kennan yakin orang itu ngak akan nyakitin umi " sahut kennan lagi
"tapi ken"
"yakin sama kennan mba dia mau mba bukan umi "
zalwa terus berusaha menenangkan hatinya hingga deringan ponsel membuat zalwa mengalihkan perhatian
"pak fajri " ucapan zalwa membuat kennan penasaran
"angkat mba " sahut kennan
"hallo pak "
"zalwa zalwa kamu jangan ke sini fajri licik fajri jahat ibu akan berusaha mengeluarkan ibu kamu tapi kamu jangan ke si -"
" fajri, bagus ya sekarang kamu lancang mengambil hp saya "
plak terdengar suara tamparan lalu sambungan telepon langsung terputus
zalwa yang kawatir lekas bergegas menuju ke mobil
"mba mba mau kemana ? tahan mba kita tunggu yang lain " cegat kennan pada zalwa
zalwa mengeleng " ngak mba ngak bisa tenang ken mba harus kesana " zalwa berucap dengan memasuki mobil
"mba mba kennan ikut " cegat kennan dari depan mobil
tak ada pilihan lain zalwa terpaksa mengajak kennan menuju ke tempat itu
satu jam zalwa dan kennan menempuh perjalanan sedangkan hp kennan tak berhenti di telpon alwi dan zaki secara bergantian
"kamu tunggu disini jika nanti mba ngak keluar kamu bisa masuk" sahut zalwa dengan keluar dari mobil
"mba di dalam bahaya mba '' cegat kennan
" tiga puluh menit kasih mba waktu tiga puluh menit jika mba ngak keluar kamu bisa masuk oke " dengan berat hati kennan terpaksa mengangguk
zalwa mulai masuk ke rumah yang di maksud
tanggan zalwa gemetar ketika akan memegang gangang pintu rumah itu namu tetap ia paksakan hingga ia benar benar berhasil membuka nya
keadaan rumah kosong hingga pandangan zalwa menuju ke jendela yang memperlihatkan halaman belakang dan heru yang terikat di kursi
dengan cepat zalwa berlari menuju heru
"astagfirullah pak bapak ngak pa pa " ucap zalwa dengan mencoba melepaskan tali di tanggan heru
sedangkan heru terus mengeleng seolah memberi isyarat namun zalwa tak memperdulikan ia terus membuat ikatan tali tu
" bapak yang sabar saya akan menolong bapak " ucap zalwa namun gerakan zalwa terhenti ketika bahunya menyentu sesuatu
"jangan buang tenaga mu untuk menolong dia zalwa " sahut suara membuat zalwa menoleh
" mba nisa " panggil zalwa dengan kaget
berbeda dengan annisa yang malah tersenyum licik pada zalwa
"selamat datang sepupu ku yang cantik "
buk
badan zalwa langsung merosot ke tanah ketika mendapat pukulan dari annisa
.
.
.
.
.
.
tok tok tok " kennan " panggil zaki dengan mengedor kaca mobil kennan
"mas kalian "
"mana zalwa" tanya kyai abdul pada kennan
"mba di dalam " tunjuk kennan pada mereka
"kenapa di suru masuk , kalian kalian tunggu disini hubungi polisi saya akan masuk " sahut zaki
"saya ikut " sahut alwi
keduanya masuk ke dalam keadaan rumah sepi tak ada sedikitpun orang
zaki mengisyaratkan alwi ke kiri sedangkan ia ke kanan
namun keadaan rumah kosong tak ada orang sedikitpun zaki melihat taman belakang hanya tersisa itu yang belum ia lihat ia pun bergegas ke sana
sepi sama seperti di dalam rumah tak ada suara atau pun orang namun zaki menemukan jejak di tanah seperti orang menyeret sesuai
dengan rasa penasaran zaki bergegas mengikuti jejak itu hingga tiba di sebuah gudang yang lumayan besar tersembunyi di balik rumah itu
perlahan zaki membukanya hal pertama yang ia lihat adalah pak heru yang pingsan namun masih terikat di kursi dan aisyah yang tergeletak di lantai
zaki ingin masuk namun tanggannya di tarik alwi yang menyeretnya ke samping
"suut" sahut alwi dengan meletakan jarinya di bibir
alwi menunjuk gerbang belakang yang memperlihatkan sebuah mobil ingin masuk
keduanya bersembunyi hingga melihat mobil itu tepat berada di depan gudang itu
keduanya melihat fajri yang keluar dari mobil bersamaan dengan perempuan keluar dari gudang
"mba nisa"
"anisa "
sahut keduanya bersamaan
" ada ?" anisa mengangguk
"di dalam "
fajri masuk ke gudang membuka pintu tempat ia menyembunyikan zalwa dan nyai fatimah
" kenapa pingsan " tanya fajri pada anisa
"tadi ia ngelawan ya terpaksa gue pukul cuma pingsan bukan mati " sahutnya dengan mengambil cangkir lalu di isi air
byur
annisa langsung menguyur zalwa dengan air itu hingga membuat zalwa sadar
"tu bangun kan "
"zalwa kamu ngak apa apa kan ?" tanya fajri dengan mendekati zalwa
berbeda dengan zalwa yang kaget dan beranjak menjauh
"umi " panggil zalwa dengan mendekati nyai fatimah
" mau loe apain sih sebenarnya ni orang" tanya anisa kesal dengan melihat zalwa
" mba pak apa kalian sudah tidak waras kenapa kalian melakukan semua ini " tanya zalwa
" kenapa nisa ?" tanya fajri pada anisa
"karna loe udah ngerebut zaki " sahut anisa membuat zalwa kaget
"dan zaki udah ngerebut loe dari fajri mangkanya tu ibu nya sekalian aja di bawah" sambung annisa lagi
" itu artinya kalian bukan jodoh " sahut nyai fatimah
"jodoh tu kita yang nentuin buk " sahut anisa
fajri menjentikkan jarinya " benar bahkan sebentar lagi penghulu datang dan kita bisa menikah" ucapan fajri membuat zalwa dan nyai fatimah kaget
" pak saya istri orang kita tidak bisa menikah"
" kata siapa apa kamu yakin zaki tidak tergoda wanita yang saya kirim ke magelang" ucapan fajri membuat zalwa diam
memang sudah tiga hari ini zaki tidak mengirim whatsapp atau menelponnya hal itu membuat hati zalwa takut
"simpan omong kosong mu fajri semuanya tak akan terjadi " sahut heru dengan membawa sebalok kayu di tangganya
wajah fajri dan nisa juga kaget ketika melihat alwi dan zaki di belakang heru
buk buk
heru dan zaki dengan membabi buta berusaha menghajar fajri sedangkan alwi langsung menangkap anisa
zaki dan beru bergantian menghajar fajri hingga mereka keluar gudang
zalwa dengan cepat melepaskan ikatan nyai fatimah dan mengajaknya keluar
"bu aisyah" zalwa menghampiri aisyah yang masih berusaha mengumpulkan kekuatan untuk berdiri
"zalwa ibu bisa " sahutnya dengan berdiri yang di bantu zalwa
"ibu ngak pa pa " tanya aisyah pada nyai fatimah
"Alhamdulillah, ayo kita keluar " ajak nyai fatimah
ketika mereka keluar fajri dan anisa sudah di tanggan polisi
" zalwa" panggil kyai abdul dengan menghampiri zalwa
zalwa tengelam dalam pelukan kyai abdul dan alwi sedangkan zaki dan kennan memeluk nyai fatimah
.
.
.
.
" makasih kaliah sudah menyelamatkan saya" sahut aisyah ketika zalwa dan yang lain mengantarkan nya ke rumah bersama heru
" sama sama, oya pak heru mau ke jerman ?" tanya zalwa pada heru
heru mengangguk " iya aisyah juga akan ikut membantu saya " sahutnya lagi
"kita juga bisa bantu jika di perlukan pak " sahut zaki menimpali
heru tersenyum dengan mengeleng " ngak perlu nak zaki kami sudah banyak merepotkan kalian bapak tidak enak "
"bapak jangan sungkan kami siap membantu " sahut zaki lagi
" terima kasih nak atas kebaikan kalian bapak malu atas apa yang terjadi " sahut heru dengan menunduk
" pak semuanya takdir jadi bapak jangan menyalakan diri " sahut zalwa membuat heru tersenyum
" kalau begitu kami pamit dulu " ucap zaki dengan menangkupkan tangganya di depan dada
" kami pamit buk pak assalamualaikum" sahut zalwa
" waalaikumusallam warohmahtullah wabarakatu"
.....
maaf kalau cerita nya hamba jujur author ngak bisa bikin cerita berantem 😔😔ini aja berusaha tolong koreksi jika salah
azzura gadis cantik yang memiliki paras ayu nan manis, kematian sang ibu serta kepergian ayahnya yang misterius membuat nya nekat harus ke kota di mana tempat ayahnya berkejaran
apakah azzura dapat kembali bertemu dengan ayahnya.
seorang istri minta tolong mencari suaminya, konflik ringan tapi dibuat ribet sendiri
faktor2 yang mendukung konflik ini jadi masalah besar pun tidak mendukung, jadi kesimpulan yang cerita ini konflik biasa malah sangat biasa tapi dipaksakan jadi masalah besar
ehhhh pusing pala berbi
sukses
semangat
mksh