ini tentang kisah seorang dokter yang sangat handal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sabrina chaiden ririi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN PERTAMANYA.
Sedangkan diaula istana. Para nona muda disemua bangsawan berbondong bondong silih berganti melangkah maju mempersembahkan bakat mereka masing masing.Kepada para tamu yang ada di aula istana.
Plok plok plok.Suara tepuk tangan membuyarkan tarian seorang nona muda yang sedang melakukan pertunjukan.
"Hamba sangat terkesan dengan para nona muda wang ini." Kata orang itu dengan masih mengunakan nada mengejeknya.
"Salam hormat ayahanda kaisar,ibunda permaisuri,ibu suri.""Hormat salam itu kepada anggota keluarganya.
"Pangeran ke tiga.Darimana saja anda baru datang."Tanya ibunya kepada putra terakhirnya itu.
"Menjawab ,Hamba sedang menikmati pemandangan yang indah ditaman belakang sana." Jawab orang tersebut.Yang tak lain putra ketiga pasangan kaisar dan permaisuri itu sendiri.Entah ada kejadian apa,Saat mengatakan tentang taman belakang.Dia melirik sinis kearah nona yang sedang melakukan pertunjukan menari.
Membuat siapa yang menyadarinya .Akan tahu.Ada yabg tidak beres,yang membuat pangeran ketiga muak dan merasa jijik melihat nona wang itu sendiri.
"Baiklah,kembalilah ketempat dudukmu" Kata kaisar yang tak ingin melihat putranya yang dekat dengan adiknya yang tak lain pangeran bupati itu sendiri berdiri terlalu lama.Takutnya anak itu membuat keonaran diacara ulang tahun ibu suri.
"Kemarilah " Kata ibu suri dan melambaikan tangannya untuk mengajak pangeran ketiga duduk disampingnya.Jujur dia belum memiliki cucu dari putranya Li Yong xi sendiri.Tapi dia juga bahagia memiliki tiga cucu laki laki dan satu cucu perempuan dari kaisar Li Han. Yang tak lain putra yang dia asuhnya saat itu.Apalagi dia juga masih memiliki sisa kesedihan karena wafatnya Putri Li yan itu sendiri.
Kembali ke pangeran ketiga.Yang sudah berjalan melangkah menuju singgah sana ibu suri.
Sesampai didepan ibu suri.Pangeran ketiga memberi hormat dan langsung duduk disamping ibu suri.
"Dimana pamanmu Li yong xi." Tanya ibu suri kepada pangeran ketiga .Karena dia tak mendapati putranya .Dan tempat dimana dia duduk masih kosong.
"Paman ,tak akan datang.Karena banyak urusan mendesak dan penting." Jawab pangeran ketiga yang dimana dia tahu pasti ibu suri akan sedih .Karena saat ulang tahunnya putranya tak pernah datang.Kalau ditanya jawabannya masih sama.Sudah ada kakak kaisar.Dan pekerjaan yang padat.
"Hem." Hanya berdehem membuang nafas yang bisa dilakukan ibu suri .Anaknya itu memang tak terlalu suka keramaian.Ada saja alasan yang bisa dia gunakan untuk menghindari hadir di setiap pesta.
Ibu suri tak akan marah apalagi berfikir negatif.Karena bagaimana pun nanti putranya akan datang kepadanya .Saat acara yang diselenggarakan sudah selesai dan kembali kekediaman masing masing.
Pertunjukan yang tadinya terganggu dengan kedatangan pangeran ketiga.Kembali dimulai yang dimana para nona muda kembali menujukan keahlian dan bakatnya.Tak terkecuali nona muda kedua song.Yaitu song miamian.
Dengan santainya ,Song miamian menunjukan kemahirannya memainkan seruling.Membuat yang lain tahu bahwa nona song miamian bukan hanya mahir bela diri dan mencambuk.Tapi mahir menggunakan alat musik yang berupa sebuah seruling.
Dengan tersenyum pangeran kedua melihat dan memandangnya dengan pandangan mata yang tak bisa diartikan.
Pangeran kedua Bai muan.Dari kekaisaran Bai dan seseorang perwakilan dari kekaisaran Bai yang tak lain .Dia mewakili ayahnya saat ini.
Sedangkan disisi lain yang bersebelahan ibu suri tak mengindahkannya.Dia tak ingin seseorang melihat Song miamian dengan mata berbinar seperti itu.Membuat dia tanpa sadar melihat gadis berusia 10 tahun itu .Gadis ini masih terlalu muda untuk membuat pangeran Bai muan tertarik.Apalagi usia pangeran Bai muan dan dia saja terpaut 10tahun.Apalagi dengan nona kedua song miamian ,Jauh sekali.
Setelah para nona nona muda setiap keluarga selesai melakukan pertunjukan didepan dan ditengah tengah aula pesta.Barulah sesi menikmati makanan penutup yang disiapkan istana.
Acara sedikit demi sedikit telah usai dan waktu sudah menunjukan pesta telah usai.Semua tamu yang hadir.Satu persatu berpamitan dan izin untuk kembali kekediaman mereka masing masing..
DIKEDIAMAN LAIN.
Seorang pengawal bayangan .datang langsung kedalam ruangan itu melalui jendela yang terbuka.
"Salam tuan,hamba ingin menyampaikan informasi ini." Kata pengawal bayangan itu dengan membungkuk lalu berdiri tegak kembali setelah diberi isyarat tangan oleh majikannya.
"Sampaikan." Kata tuannya itu dengan duduk santai dikursi dekat meja yang penuh dengan Bunga bunga yang beracun.
"Begini ,tuanku.Hamba tak bisa menemukan pria muda itu yang.anda gambarkan .Dikekaisaran ini .Tak ada wajah orang yang ada digambar tersebut.Jadi pemuda itu bukan dari kekaisaran ini.Hamba berjanji akan menemukannya di kekaisaran lain." Ucap pengawal bayangan itu dengan jelas dan padat,sebelum dia dapat amukan langsung berkata akan berusaha mencarinya kembali di kekaisaran lain.
"Pergilah." Kata tuannya sambil memilah milah tanaman beracun itu kembali.
Mendengar titah sang tuannya.Pengawal bayangan itu langsung melesat pergi .Karena tugasnya belum juga selesai..
Setelah kepergian pengawal bayangan tersebut. Tuan yang dimaksudnya itu berdiri dan kembali dengan kesibukannya memilah ramuan racun dan mengoplosnya membuat penemuan terbaru.
Kesenangannya tak berlangsung lama.Karena seseorang pelayan mengetuk ruangan yang dia tempati.
TOK TOK TOK.
"Yang mulia,maaf hamba mengganggu anda." Ucap pelayan tersebut dengan nada takut dan gemetarnya.
Hanya keheningan yang membuat pelayan itu tambah gemetar ketakutan.
"Ada nona muda song .di ruang utama yang mulia.Ingin menemui anda." Jelas pelayan tersebut.
Seteleh mendengar ada tamu.Terdengar suara pintu kediaman dibuka.
Krek
Muncul seorang pria dengan postur tubuh tinggi dan tegap dengan pakaian berwarna hitam kelam dengab bordiran warna emas menghiasi setiap sisi ujungnya.dengan rambut hitam kelam yang terurai dengan indah.Karena tak pernah dia kuncir kuda saat berada di kediamannya sendiri.Maupun kediamannya di istana ini.
Dengan langkahnya yang tegap berjalan meninggalkan ruangan itu .Tak lupa sang pelayan laki laki yang mengetuk pintunya mengekori dari belakang.
Perjalanan menuju ruang utamanya .Hanya ada keheningan karena para pelayan disini hanya tahu.Diamnya tuannya sudah menakutkan bagi mereka.Apalagi kemarahan tuan mereka.
Sesampai diruang utama.Seorang prajurit mengumumkan kedatangannya.
"Yang mulia pangeran bupati ,memasuki ruangan." Teriak prajurit tersebut.Dan yang didalam ruangan langsung berdiri menghadap sang pemilik kediaman.
"Salam yang mulia,maafkan hamba karena telah mengganggu istirahat yang mulia." Kata nona muda song suwan dan dia meminta maaf terlebih dulu.
Sedangkan pria itu hanya melihat sekilas,lalu berjalan menuju kursinya lalu duduk dengan anggun.Tak lupa pelayannya yang mengekorinya langsung menuangkan secangkir teh dari poci ke cangkir sang tuan.
" Bicaralah" Ucap tuan itu yang tak lain pangeran bupati itu sendiri.
"Maaf,hamba menganggu yang mulia karena hamba ada masalah sedikit." kata song suwan.
thor mereka gak cocok jadi dewa
😠
Q gak like banget ☹️
ditunggu lanjutannya... tapi jangan lama²
kok baru up sih thor