NovelToon NovelToon
KETU(A) OSIS

KETU(A) OSIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Ketos / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:181k
Nilai: 5
Nama Author: atps0426

Ini adalah kisah cinta anak sekolah yang duduk di bangku SMA.

Alvi, entah apa yang dia miliki dalam dirinya, hingga mampu menarik perhatian ketiga Ketua OSIS. Ia hanya siswi biasa yang suka berulah dan berbuat nakal. Pandai berkelahi tapi sangat payah dalam pelajaran.

Moto hidup Alvi adalah hidup untuk bersenang-senang.

Suatu hari, ia dihadapkan oleh situasi yang menyebalkan, situasi yang pada akhirnya mengenalkan dirinya dengan Arfi, Ketua OSIS di sekolahnya.

Dalam kejadian lain, ia dipertemukan oleh Arif yang sangat mempercayai cinta pada pandangan pertama.

Dan yang terakhir, Alif, dia lebih lama mengenal Alvi. Karena mereka pernah bersekolah di SMP yang sama.

Hidup Alvi memang menyenangkan karena bergulat dengan perasaan. Namun masalah perceraian kedua orangtuanya, membuat gadis remaja ini memiliki kebencian terhadap Papanya. Jarak diantara mereka semakin jauh, terlebih sang Papa kerap kali menghabiskan waktu diluar kota untuk bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon atps0426, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

A - 31

Setelah perbincangan singkat itu, keduanya hanya diam dan ditemani suara hembusan angin malam. Mereka ingin bicara, tapi ada keraguan untuk memulai pembicaraan. Hingga mata Alvi menangkap sesuatu yang tampak aneh baginya.

"Arfi gempa ya?"

"Enggak kok, kamu pusing?"

"Gak juga, itu tendanya goyang-goyang. Gempa Fi, gempa, ayo pergi"

Arfi menoleh ke arah pandang Alvi. Pantas saja selalu terjadi hal aneh, mereka tak tahu tempat. Ia menahan tangan Alvi dan menggeleng. Walau tak ada penjelasan lebih rinci, Arfi dengan yakin mengatakan ini bukanlah gempa.

"Tapi Fi, goyang"

"Mungkin mereka lagi bercanda"

Alvi terdiam dan berpikir sejenak, mungkin itu jawaban yang masuk akal. Hanya itu kemudian mereka kembali diam dan membisu.

"Hanya ini Fi? Tidak ada yang mau kau katakan padaku lagi?" Ujar Alvi mencoba membuka pembicaraan.

"Hm.. a..apa? Ti..tidak ada" jawab Arfi kemudian pergi kembali ke tempat teman-teman mereka berkumpul.

"Massa iya gue yang harus bilang duluan? Ogah banget, lagian, tau ah males banget mikirin tuh cowok nyebelin" gerutu Alvi kesal. Ia pun ikut berjalan kembali menuju tempat teman-teman nya.

Mereka semua menikmati malam itu dengan pesta BBQ dan beberapa minuman soda. Alvi yang paling menikmatinya, karena ini adalah hari ulang tahunnya. Sayangnya, dihari ulang tahun ke 17 ini, Alvi harus kehilangan seseorang yang sangat spesial.

Setelah malam yang semakin larut, para gadis diminta untuk masuk kedalam tenda. Tak baik berada diluar tenda saat hari semakin larut malam.

"Loe nangis Vi? Kenapa?" Tanya Keila kala melihat wajah Alvi yang murung. Padahal saat diluar gadis itu terlihat sangat ceria dan bahagia.

"Gue sama Arfi kan udah gak ada hubungan. Rasanya pingin nangis aja, habisnya gue udah terlanjur suka dia hiks hiks"

"Loe udah bilang ke Kak Arfi?"

Alvi menggeleng. Tentu tidak mungkin jika ia mengatakannya lebih dulu. Harga dirinya masih lebih penting daripada perasaannya.

"Kak Arfi juga gak bilang apa-apa?" Sela Carissa.

Sekali lagi Alvi menggeleng, ia lebih memilih mencurahkan kesedihannya pada tangis dibandingkan harus bercerita seperti ini. Ketika bercerita, seolah kejadian itu terus berputar dipikirannya.

Pada akhirnya Alvi memilih untuk belajar melupakan daripada harus tersakiti oleh harapan. Ia memaksakan dirinya untuk tidur walau tak ingin menutup mata.

Pagi menjelang....

Alvi keluar tenda dengan kacamata hitamnya. Para lelaki itu terus bertanya alasan kacamata hitam yang dikenakan Alvi, tetapi tidak dengan para sahabat wanita Alvi.

"Mata gue bintitan, habis digigit serangga kayaknya" jawab Alvi santai.

Mereka hanya akan menginap semalam, karena itu sebelum pergi mereka memutuskan untuk jalan-jalan sejenak. Keila dan Carissa sudah pergi bersama yang lainnya berkeliling sekitar. Sedangkan Alvi, ia lebih memilih duduk di depan tenda.

"Vi, kenapa disini sendiri?" Celetuk Arfi yang lewat dihadapan gadis itu.

"Hai, a..anu I..ini, foto-foto"

"Oh, oke, mau gue temenin?"

Apa? Sekarang udah loe gue lagi ya? Padahal dulu kamu yang sering marah kalau aku ngomong pakai loe gue. Kenapa gue baper gini sih?, batin Alvi. Ia tak sanggup bila harus menghabiskan waktu bersama Arfi lagi. Gadis itu menolak, ia mengatakan jika dirinya ingin sendiri.

Arfi juga tak memaksa, ia tak ingin Alvi marah. Apalagi jika menimbulkan jarak diantara mereka, ia mengerti lalu kemudian pergi.

Disinilah terkadang kita merasa lebih baik tidak mengetahui perasaan satu sama lain. Dibandingkan tahu tapi tetap tidak mampu mengutarakan. Jauhnya jarak tak pernah mengecewakan, bisa dilihat oleh mata namun hati masih tak tersentuh.

Drrtttt.....

Papa Calling....

Alvi sejenak teralihkan dari sosok Arfi. Walau marah, Alvi tak ingin melewatkan hari bahagianya tanpa suara sang Papa. Ia pun mengangkat panggilan video dari Ardi.

Ardi : "Sayang, selamat ulang tahun ya"

Alvi : "Ulang tahunku kemarin Pa"

Ardi : "Maaf ya, Papa gak mau ganggu waktu kamu sama teman-teman. Jadi Papa ngucapinnya sekarang"

Alvi : "Terserah Papa"

Ardi : "Anak kesayangan Papa jangan marah dong. Kamu mau hadiah apa nak? Sepeda motor atau mobil? Papa beliin setelah kamu buat KTP dan SIM ya. Minta tolong Oddy untuk bantu kamu ngurus semua itu"

Alvi : "Papa kapan pulang?"

Ardi : "Kamu kangen Papa? Tumben nih, menantu kesayangan Kakek kamu mana? Kakek kamu telepon Papa dan bicara panjang lebar tentang Arfi"

Alvi : "Pa, aku sama Arfi udah gak ada hubungan lagi. Kita udah putus"

Ardi tampak sangat terkejut. Ia terdiam sejenak kemudian menatap sedih putri tunggalnya itu. Padahal Ardi sangat berharap jika Arfi bisa menjaga putrinya. Tapi waktu terlalu singkat untuk mereka bersama.

Ardi : "Tidak apa-apa sayang. Papa usahakan besok pulang ya"

Walau jarak Papa dan anak ini sangat jauh. Walau jarang bertemu dan berbincang, tapi sebagai seorang Papa, Ardi bisa melihat kesedihan di wajah putrinya. Dan ia juga mengerti alasan dibalik kacamata hitam sang putri.

Alvi : "Cepat pulang ya Pa. Aku sayang Papa"

Ardi : "Papa juga sayang kamu, have fun ya"

Alvi mengangguk kemudian menutup panggilan dari Ardi. Ia menghembuskan napasnya kasar dan memandangi langit yang tampak begitu cerah. Seolah alam tidak mengerti kesedihan yang Alvi rasakan saat itu.

Tak jauh dari tempat Alvi duduk, Arfi tengah memandangi dirinya. Hati yang sama-sama terluka karena tak bisa mengungkapkan perasaan mereka. Arfi mengambil ponselnya, ia ingin menyimpan kenangan terakhir bersama Alvi. Ia melakukan selfie dengan Alvi yang duduk jauh darinya.

"Vi, aku tidak akan menyerah dengan perasaan ku. Akan mencoba mendekati mu lagi, karena aku tahu kau bukan milik siapapun" gumam Arfi.

"Oey Ketua OSIS" panggil Rama melambaikan tangannya.

"Apa?"

"Foto bareng ayo, buruan"

Arfi segera berdiri dan berjalan mendekati gerombolan temannya. Oddy menarik Arfi kemudian memposisikan pemuda itu ditengah-tengah bersama dengan Alvi.

Setelah semuanya siap, sang juru kamera mulai berhitung untuk mengambil foto mereka. Awalnya semua berjalan lancar, hingga sang juru foto meminta agar saling berpandangan. Ia ingin mengambil foto candid sekali lagi, agar terlihat indah.

"Itu yang tengah, saling pandang ya" ujar fotografer memberikan saran.

Lantas saja Alvi dan Arfi saling berpandangan. Saat keduanya terlena dengan satu sama lain, fotografer memberikan tanda agar semuanya menyingkir meninggalkan Alvi dan Arfi.

Cekrek....

Satu jepretan indah oleh sang ahli. Foto kenangan Alvi dan Arfi yang dibuat oleh para teman-teman mereka.

"Ehem..."

Deheman keras itu membuyarkan keduanya. Mereka menatap sekitar dan mendapati temannya sudah tak berada disana. Keduanya saling memandang sejenak kemudian pergi ke arah yang berlawanan. Mereka hanya tidak tahu bagaimana harus bersikap disaat hati ingin dekat namun dipisahkan oleh jarak.

Keduanya memiliki harapan untuk bersama, namun semesta memiliki kenyataan agar mereka berpisah.

1
Lenni Namora
knpa lah nama pemeran nya nih mirip" ya thor
arfi, arif, alvi 😵
galfok aku baca nya
Mukmini Salasiyanti
sabar dong, Beb...
kl ngajarin tuh yg ikhlas
sing sabar....
aaaaaaaa mo. dekat2 Arfiiii...
🤔🤥
Mukmini Salasiyanti
cie. cieeeeeeeeeeee
cuittt. cuiittt...
aduh duhhhh thor...
berasa muda aqu nih....
gmn nih thor?
Help meeeeeee........
Mukmini Salasiyanti
kak atps tersayyanggg...
baru Novel. ini nih yg buat aqu TerSmile..
kl Novel yg lain mah, lbh byk serius nya..
Alvi.. Arfi... love u polll😘🥰😍
ini msh satu A...
blm. muncul kembarannya 😁🤣😘
Mukmini Salasiyanti
😁😆🙃🤣🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Mukmini Salasiyanti
😃😄🤣🤣👍💪
Nida Rosidah
keren, ceritanya ringan seru dan lucu juga pokoknya suka😁
Ginan Velony A. Artantha
seneng deh setelah aku baca novel ini
menarik banget. sukses selalu ya thor
✨•§͜¢• 𝑱𝒆𝒏𝒏𝒊⁴ᵐ✌︎℘ℯ𝓃𝓪
Yahhhhhh end :(
wedding nya belum, bikin debay nya belun, anak nya belum luonching :(

apa adakah S2 nya ??😔
✨•§͜¢• 𝑱𝒆𝒏𝒏𝒊⁴ᵐ✌︎℘ℯ𝓃𝓪
ANJ- GW DAH IKUTAN MEWEK TADI SIALL 🗿🗿
✨•§͜¢• 𝑱𝒆𝒏𝒏𝒊⁴ᵐ✌︎℘ℯ𝓃𝓪
ikutan nyesek 😥
@🐝⃞⃟𝕾𝕳🏚€♂️♡⃝ 𝕬𝖋🦄Love💞
Aku cuma mau bilang karyamu benar2 Luar Biasa 👍💪💞
Felica Anatasyah Pramudra
keren
eRni CuTe
jodoh tak akan kemana,,😁
Fagatayurino
yungalahhh tamat... janganlahhhhh
Sinsi Kagawa Clalu ChayankRamzy
lanjut dong aothor
Edelweiss🍀
Wah gak terasa yah, awal bermula dari alvi yg bar bar terikat pacaran kontrak sama Ketos. naik turun hubungan mereka, dan semoat terpisah. Namun akhirnya bisa bersama.. happy ending🥰🥰🥰
Edelweiss🍀
berpisah untuk bertemu lagi. Arfi kan mau lanjut sekolah nanti juga Alvi lulus mereka bisa barengan lagi😌
Nik..Nikmah
Thor kok tamat sih.. padahal lagi seru" nya nih thor😢
elveira agustina ramadhani
Thor kok tamat padahal bagus loh ceritanya... kan Arti sama Alvi blm nikah.... lanjut dong🤔
saygoodbye: Hehe, terimakasih sudah mengikuti cerita ini..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!