Amora Kia Immanuel. Harus mendapatkan siksaan di umurnya yang sangat muda ini, karena perbuatan yang dilakukannya terhadap pria tampan pada malam hari itu.
Samuel Adipati Arley. Pria tampan yang membalaskan dendamnya kepada orang yang membuat dirinya harus terbaring koma di rumah sakit.
Mau tau kisah selanjutnya?
Yuk simak ceritanya hanya di "Noveltoon" 😘
Fb: Zizi Ziah
Ig : Zi.ziah12
--------------------------------------------------------------------------
# Bijaklah dalam membaca
# Budidayakan like and vote
# Gak suka SKIP jangan main REPORT karya orang sembarangan
# Tidak bermaksud menjelek-jelekkan tokoh
Happy Reading😘💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fauziah habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Happy Reading :)
Flashback On
Setibanya Amora di kediaman WangYong. Wanita cantik itu langsung menemui Anjel yang sedang bersantai di taman belakang.
" Mommy. "
Anjel yang tengah sibuk dengan majalahnya langsung menengok ke arah belakang saat ada seseorang yang memanggilnya.
" Amora, sini sayang! " Ucap Anjel dengan tersenyum bahagia mendapati kehadiran Amora.
Amora tersenyum sebelum menghampiri Anjel yang tengah duduk di atas ayunan.
" Mommy kira kau gak datang. " Ucap Anjel dengan langsung memeluk Amora yang sudah duduk disebelahnya.
" Amora gak ingin mengecewakan mommy. " Ucap Amora dengan membalas memeluk Amora.
" Wahh, wahh, wahh. Kalian berpelukan tidak mengajakku. "
Keduanya langsung refleks melepaskan pelukan mereka masing-masing dan langsung menengok ke belakang.
" Kak Kinar. " Ucap Amora dengan tersenyum melihat Kinara yang berdiri di belakang mereka.
" Kau parah Mora, datang kesini tidak memberitahukan ku. " Ucap Kinara dengan berpura-pura sedih.
" Sorry kak, Sini jangan cemberut gitu. " Ucap Amora dengan menepuk tempat kosong di sebelahnya.
" Tidak, aku harus memberikan ini dulu ke bos mu itu. " Ucap Kinara dengan menunjukkan tempat makan yang dibawanya.
" Buat tuan Samuel? "
Kinara mengangguk mengiyakan.
" Tadi aunty Mutiara menyuruh ku memberikan ini ke Sam di kantornya. Karena aunty Mutiara ada urusan mendadak. " Ucap Kinara.
" Ohh, baiklah. Biar Amora saja yang berikan, kak Kinar tunggu sini saja. " Ucap Amora dengan berjalan menghampiri Kinara.
" Tidak perlu Mora, biar kakak saja. Kau diam disini, kasihan aunty Anjel sangat merindukan mu. " Ucap Kinara dengan tersenyum.
" Biar Mora saja kak, sekalian ada yang mau Mora beli di luar. Nanti setelah itu Mora kesini lagi, bolehkan mom? " Ucap Amora dengan memandang Anjel.
" Ya baiklah, cepat pulang. Mommy mau mengajak kau dan Kinara jalan-jalan bertiga. "
Amora mengangguk tersenyum.
" Sini kak, kalau begitu Amora pergi dulu. Bye all. "
Amora langsung berjalan meninggalkan mereka setelah mengambil tempat makan di tangan Kinara.
Flashback Off
" Seharusnya kau tidak terlalu berharap dengan si brengsek itu Mora. " Ucap Amora dengan raut wajah sedih dan kecewa berjalan keluar dari perusahaan Samuel.
" Dan seharusnya kau mengerti Amora, dia itu hanya ingin membalaskan dendamnya. " Ucap Amora dengan lirih sambil menghapus buliran bening yang jatuh di kedua pelupuk matanya.
" Taxsi!!! " Teriak Amora dengan memberhentikan taxsi yang melintas.
" Ke alamat xx ya pak. "
Supir taxsi itu langsung menjalankan mobilnya kembali menuju alamat yang di tuju dan sedangkan Amora, wanita cantik itu hanya menatap keluar jendela.
" Hoekk, mual sekali. Apa aku masuk angin? " Ucap Amora yang sejak tadi pagi selalu merasakan mual-mual.
" Nona baik-baik saja? " Ucap supir taxsi yang melihat wajah penumpangnya sangat pucat.
" Gak papa, pak. " Ucap Amora dengan tersenyum sambil memijit-mijit keningnya yang terasa pusing.
" Kenapa aku harus masuk angin sihh. " Gumam Amora dengan mencoba menahan rasa mualnya.
" Ambil lah nona, mungkin dengan kau memakan ini rasa mualnya sedikit berkurang. " Ucap supir taxsi dengan memberikan tiga buah permen.
" Terimakasih pak. " Ucap Amora dengan mengambilnya dan langsung memakannya.
" Sama-sama nona. " Supir taxsi itu tersenyum.
...-----------...
Sedangkan di sisi Samuel. Pria tampan itu mulai melanjutkan pekerjaannya dengan terus memangku wanitanya.
" Sam, bisakah kau menemani ku berbelanja? " Ucap Cecil dengan nada manjanya.
" Tentu, apa yang tidak bisa buat kekasih ku ini. " Ucap Samuel dengan mencubit gemas pipi Cecil.
" Ishh, sakit Sam. " Ucal Cecil dengan mencibikkan bibirnya.
Cupp ...
" Jangan menggoda ku lagi sayang. " Ucap Samuel dengan terkekeh melihat wajah Cecil yang merona.
" A-aku tidak menggoda mu, cepatlah aku nunggu diluar. " Ujar Cecil dengan langsung turun dari pangkuan Samuel dan berjalan keluar ruangan.
Samuel yang melihatnya tersenyum gemas dengan tingkah wanitanya itu.
" Setidaknya aku punya hiburan. " Ucap Samuel yang langsung menyambar jasnya di kursinya dan berjalan menyusul Cecil.
~Bersambung~
Maaf baru up, aku lagi males aja buat up apalagi aku harus bolak balik ke rumah sakit menjenguk kakak ku dan minta doanya biar kakak ku cepat sembuh😖 Dah see you😘