Baru mulai menulis dan ini cerita pertama saya, mohon dukungannya 💙
18+
Marsya seorang mahasiswi yg cerdas, cantik, tinggi semampai dia tidak suka memakai pakaian terbuka walau belum berhijab tapi pakaiannya selalu tertutup di tempat umum, bertemu dengan Malik seorang bodyguard yang kaku, cuek dan berwajah datar namun tampan di gemari banyak wanita, mereka jatuh cinta di saat Marsya hilang kesuciannya
"Sya mau kah kau menjadi bagiaan dari hidup ku"
"Kau sempurna untuk aku dan menjadikan hidup ku penuh warna" Malik berucap memegang tangan Marsya
"Pantaskah aku bersanding dengannya" Marysa berkata dalam hati
Akankah keadaan Marsya menghalangi cinta mereka
ataukah cinta mereka akan bertahan dengan rintangan yang akan mereka hadapi.
Yuukk selanjutnya baca jangan lupa dukungannya Vote, Like, Favorite dan komennya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman di kening
Pagi hari di kota cianjur sangat cerah dan dingin
malik terbiasa bangun pagi masih gelap untuk melakasanakan sholat lima waktunya dan keluarga marsya pun semua sudah bangun ayah dan bunda pagi hari melakukan lari pagi mengelilingi komplek runtin setiap hari libur lutfi mengajak malik bermain basket di halaman belakang rumahnya sedangkan marsya sedang mandi dan menyiapkan sarapan membantu bi tina
"neng biarin ama bibi aja" ucap bi tina
"ga apa apa bi aku ga ada kerjaan bi" ucap marsya
"temenin aja pacarnya neng" ucap bi tina menggoda
"ga ah lagiaan lagi main basket" ucap marsya
"neng kapan pulang" ucap bi tina
"siang juga udah pulang bi ada kuliah besoknya" ucap marsya
"ih udah sebulan ga pulang sekarang nginepnya sebentar" ucap bi tina
"ya bi lagi sibuk banyak jadwal kuliah" ucap marsya
selama marsya di dubai tidak bisa di hubungi bunda, marsya menelpon bundanya dan bilang lagi sibuk kuliah sampai ponselnya lupa di cager jadi tidak aktif beberapa hari dan marsya bilang mengikuti kegiataan kuliah yang menyita waktu, bundanya pun tidak terlalu khawatir dengan tipikal marsya dari mulai sekolah menengah pertama pun marsya aktif mengikuti osis dan kegiataan lainnya
"wah udah ada sarapan" ucap lutfi melihat banyak makanan di meja makan
"malik nanti sudah sarapan kita pulang ya" ucap marsya
"aku mau anter lutfi ke latihan bela diri dulu" ucap malik
"ya ka pulang nya siang aja nanti" ucap lutfi
"ya udah jangan lama lama kaka masih ada tugas kuliah de, ka malik juga ada kerjaan" ucap marsya
dret
dret
dret
ponsel malik berbunyi dan mamihnya menelpon malik pergi untuk mengangkat telponnya
"ya mih" kata malik
"malik kapan pulang, kamu tuh ya wekend masa ngambil kerjaan sih" ucap mamih
"penting mah kerjaannya" ucap malik
"sepenting apa kumpul sama keluarga" ucap mamih
"ya malik janji minggu depan ga ngambil pekerjaan" ucap malik
"ya udah hati hati ya sayang" kata mamih malik
malik menutup sambungan telponnya dan kembali ke meja makan lalu tersenyum melihat marsya, marsya pun tersenyum karena melihat malik tersenyum manis
ternyata marsya penting di kehidupan malik dan marsya telah meluluhkan perasaan malik yang beku terhadap wanita
setelah makan siang malik dan marsya kembali ke kota bandung dan malik pun mampir ke apartemen marsya
"makasih ya malik udah mau bantu aku dan maaf ade aku ngerepotin" ucap marsya
"mana bayarannya" ucap malik pura pura galak menggoda marsya
"mana nomor rekening kamu biar aku tranfer aja" ucap marsya
"aku ga butuh uang kamu" ucap malik
"terus mau di bayar pake apa" ucap marsya
"pake diri kamu" ucap malik senyum
"maksud kamu apa" kata marsya mengerutkan wajahnya
"ya sekarang kebalikan aku yang minta bantu" ucap malik
"bantu apa" kata marsya
"hari sabtu depan aku ada reunian sma kamu mau ga jadi pacar aku" ucap malik
"maksudnya jadi pacar kamu...." kata marsya kaget dengan ucapan malik yang dari tadi ambigu
"pura pura maksudnya" ucap malik
"oh....ya mau" ucap marsya
setelah dua jam mereka bercerita segalanya datang linda yang baru pulang jalan jalan bareng mario
"udah pulang sya, eh ada ka malik juga" ucap linda
"dari mana lin" ucap marsya
"jalan sama cowok gue dong" kata linda
"duh yang punya cowok baru, kok ga mampir dulu pacarnya" kata marsya menggoda
"buru buru katanya, ya dong jadi kapan kaliaan jadiaan" kata linda menggoda balik
"apaan sih....." kata marsya tersipu malu melihat wajah malik yang datar
marsya tidak bisa melihat malik suka atau tidak kepada marsya karena wajah malik yang datar dan banyak bercanda jadi marsya tidak bisa membedakan keseriusan malik
"aku masuk kamar dulu ya" ucap linda tidak mau mengganggu
malik pun pamit pulang karena sudah menjelang malam
selama seminggu malik dan marsya tidak bertemu karena kesibukan kuliah yang selama sebulan tertunda jadi mereka banyak tugas dari dosennya, tetapi sering menelpon menanyakan kabar masing masing
hari sabtu pun tiba dan malik menjeput marsya malam hari di apartemennya
malik melihat marsya memakai dress untuk kedua kali nya malik terpesona tak henti melihat marsya denga dandannan natural rambut terurai panjang
mereka menghadiri acara reuniaan SMA malik yang di adakan di ballroom salah satu hotel bintang lima di bandung
tibalah mereka di hotel lalu memasuki ballroom malik memegang pinggang marsya, mereka menjadi pusat perhatiaan semua orang yang ada di gedung lalu teman malik menghampiri malik
"weih bro malik apa kabar" teman teman malik mendekati malik dan melihat marsya
"siapa ini malik calon kah" ucap teman malik 1
"pacar malik itu gue ketemu di turki mereka udah liburan bareng loh, hai marsya" ucap toni yang bertemu malik dan marsya di turki
"hai...." ucap marsya tersenyum
"weih mantap baru gue denger malik pacaran dan baru kali ini reuniaan malik datang bawa cewek biasanya kan sendiri,kayanya serius nih" ucap teman malik 2
malik hanya senyum dan marsya pun diam melihat wajah malik datar tidak ada memperlihatkan suka dengan marsya
banyak wanita yang melihat malik dan marsya pun menjadi pusat perhatiaan dan itu membuat tidak nyaman, marsya membuat iri para wanita yang mengincar malik
"malik banyak yang ngeliatin kita emang kamu dulu populer ya" tanya marsya
"biasa aja" ucap malik singkat
"weih kapten basket kita apa kabar" ucap teman malik yang baru datang
"halo bro" ucap malik
"oh pantes kapten basket dulu nya" dalam hati marsya
"weih langsung gandeng cewek cantik pasti calon nya dong" ucap teman malik 3
marsya hanya tersenyum
"soalnya malik pernah bilang dulu ga mau pacaran pengen nikah langsung apalagi lu bentar lagi lulus kan lik" ucap teman malik 4
"sama lu juga lulus kan" ucap malik
selama dua jam di pesta reuniaan marsya pun ke kamar mandi ingin membuang air kecil sedang di dalam kamar mandi marsya mendengar ada beberapa gadis masuk dan mulai membicarakan malik sambil merapikan makeupnya
"eh malik gila tambah ganteng tapi sayang udah ada ceweknya, gue ngejar dia ga dapet eh malah sama cewek begitu" ucap cewek 1
"yang gue tau malik cewek nya cindy bukan marsya kan sepupu gue se kampus sama malik" kata cewek 2
"tapi kok yang di bawa cewek ini,masa malik jadi playboy sih" kata cewek 3
"ah kalau pun playboy gue mau deh jadi yang ke tiga" ucap cewek 1
"tapi emang malik makin ganteng, gue juga masih suka sih" cewek 3
"ya kan kita saingan dapetin malik dari dulu eh ga ada yang dapet" kata cewek 1
"untung aja malik nolak kaliaan jadi ga ada tuh yang namanya persaingan antar teman" kata cewek 2
sesudah mereka dandan keluar kamar mandi marsya pun keluar dan manarik nafas
"gila tenyata malik banyak yang suka,dan punya cewek cindy kenapa ga pernah bilang ya" ucap marsya berbicara sendiri
marsya sedang jalan ke arah malik ada seorang wanita yang iri terhadap marsya mendekat dan menyenggol kaki marsya dengan sengaja, terjatulah marsya ke lantai lalu banyak yang menertawakan marsya malik melihatnya lalu malik meraih lengan dan pinggang marsya membopongnya ke tempat duduk, mereka menjadi pusat perhatiaan semua orang
"kamu ga apa apa sya" ucap malik khawatir
"sakit tau mana pake high heel" ucap marsya kesakitan
"yang mana yang sakit" kata malik sambil melihat marsya penuh perhatiaan
"malik jangan gitu liatnya jadi pada ngeliatin kita" ucap marsya mukanya memerah
semua melihat perlakuaan malik terhadap marsya dengan terpesona apalagi para wanita semakin iri melihat marsya yang dirangkul oleh malik dengan romantis, karena teman teman malik belum pernah melihat malik memperlakuaan wanita seperti itu
"ih...beda ya kalau udah punya cewek" ucap teman malik 5
"tau ga kita itu baru liat malik perhatiaan sama cewek" ucap teman malik 6
malik tidak pernah perhatiaan terhadap wanita siapapun termasuk cindy perhatiaan malik hanya kepada mamihnya dan keluarganya, selama pesta malik tidak jauh dari marsya karena khawatir marsya di sakiti teman temannya
setelah selesai pestanya malik pun mengantarkan marsya pulang ke apartemen
"malik aku mau nanya, cindy pacar kamu ya" tanya marsya masih dalam mobil
"tau dari mana kamu" ucap malik
"tadi di kamar mandi ga sengaja denger cewek cewek ngomongin kamu sama cindy" ucap marsya
"udah putus" ucap malik
"kenapa kamu ga pernah cerita tentang cindy" tanya marsya
"ga penting juga ngapain" ucap malik
"bener bener nih cowok cuek banget" ucap marsya dalam hati
"sya makasih ya udah bantu aku" ucap malik
"bayaran nya mana" ucap marsya
marsya di beri hadiah oleh malik ikatan rambut ada berliaan nya sederhana tapi mewah malik suka melihat marsya mengingat rambutnya yang panjang entah kenapa malik ingin memberikan hadiah ikat rambut, baru pertama kali malik memberikan hadiah ke wanita hanya mamihnya saja yang sering malik kasih hadiah
"cuman ikatan rambut aja" ucap marsya menggoda
"tutup mata" perintah malik
marsya menutup matanya dan malik mencium keningnya, marsya terbelalak kaget jantungnya berdetak kencang tak karuaan mukanya menjadi merah, marsya pun berlari menaiki lift tanpa bicara
malik kaget melihat marsya bersikap begitu dan malik pun spontan melakukannya entah kenapa gemas melihat wajah marsya seperti itu malik pulang ke rumah menggunakan motornya
mereka pun menjalani aktifitas seperti biasa kuliah dan pulang juga ujian semester pun telah mereka lalui marsya di telpon oleh denis setiap malam denis menanyakan nomor marsya ke ayah nya, marsya dan denis pun berhubungan baik, malik dan marsya pun belum bertemu selama ujiaan semester
setiap malam sebelum tidur malik hanya melamun mengingat marsya dan melihat foto foto marsya saja entah kenapa malik merasakan rindu seumur hidup malik tidak pernah merasakan perasaan itu terhadap wanita
marsya pun tiba tiba mengingat malik dan rindu pun datang mengingat candaan malik dan wajah datarnya di rindukan marsya tiap malam apalagi ciuman di kening dari malik membuat marsya tersenyum setiap mengingatnya dan ikat rambut dari malik pun selalu marsya gunakan setiap hari