Tari gadis 18 tahun, ia di lahirkan dari keluarga sederhana, dan murid yang pandai di sekolahnya sehingga mendapat kan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan nya namun sebuah peristiwa yang tidak terduga yaitu Tari harus menikah dengan sosok pria kaya raya ,sehingga beasiswa yang ia peroleh pun hilang seketika.
Dan sosok pria itu bukan hanya kaya raya namun ia juga big bos dari agen rahasia.
........
Dan didalam cerita ini akan terjadi cinta segitiga dalam sebuah keluarga.
.......
Penasaran dengan jalur ceritanya?
yu ikuti terus dan pantau terus novel ku😜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 31
...----------------...
Pangeran terus menatap Tari walaupun pipinya sedikit sakit karena tamparan Tari.
"Apa hanya itu?" tanya Pangeran.
Tari hanya terdiam kaku,sedangkan Pangeran terus menatap Tari dengan tatapan yang tidak bisa di pastikan.
Pangeran lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Tari, tapi sebelum ciuman terjadi, Tari langsung mengelak dan menjauh dari Pangeran.
Saat melihat posisi nya aman dan jauh dari Pangeran, ia langsung berdiri dan berjalan keluar namun saat ingin membuka pintu, pintunya terkunci dan kuncinya ntah kemana.
"Kau mencari ini?" tanya Pangeran sambil menunjukan kunci yang ada di lengan nya dan ia melangkah menuju Tari.
Tari tidak bisa berkutik apapun, dia hanya terdiam terpaku berdiri dan bersandar ke pintu.
Kini Pangeran sangat berdekatan dengan istri mungilnya itu, walaupun ia harus sedikit bungkuk karena Tari lebih pendek di bandingkan dirinya.
Tari berusaha lepas dari Pangeran namun ia tidak bisa karena tubuhnya di halang oleh kedua lengan Pangeran yang berotot itu.
"Mau kemana?" tanya Pangeran.
"Awas" ujar Tari.
"Maaf kan aku, aku tak bermaksud menakutimu, namun kau berpikir buruk tentang ku sehingga aku perlu membuat mu seperti ini" ujar Pangeran.
"Maksudnya? " tanya Tari karena ia tidak mengerti apa yang di ungkapkan oleh suaminya itu.
Pangeran tidak menjawab namun ia langsung mencium bibir Tari.
Tari tidak bisa mengelak karena tubuhnya dipegang oleh kedua tangan Pangeran sehingga ia hanya bisa menikmati ciuman dari sang suami.
Saat Tari sudah menikmatinya dan bergairah untuk melakukan hubungan intim, Pangeran langsung mengendong Tari di pelukannya untuk ke atas ranjang.
Pangeran melukukan aksinya dengan mencumbu setiap bagian tubuh Tari.
Setelah pemanasan saat nya Pangeran membuka satu persatu pakaian yang digunakan Tari,kini Tari sudah telanjang bulat sekarang giliran Tari untuk membuka satu persatu pakaian Pangeran.
"Sayang, giliranmu untuk membuka semua pakaianku" bisik Pangeran di telinga Tari.
Tari menuruti perintah Pangeran dan kini Tari sudah mulai centil , ia juga memulai aksinya terhadap Pangeran, dan adegan kali ini Tari yang memperk*** Pangeran biasanya Pangeran yang memperk*** istri mungilnya itu.
Adegan hot itu berlangsung 1 jam karena Pangeran sangat lelah dan lagi pula semalam Pangeran tidak tidur karena mengurus kasus keluarga Bonar.
"Kamu sangat centil" bisik Pangeran.
"Ah mas, aku malu, aku tak menyadari bahwa aku bisa seperti itu" ujar Tari dengan pipi merah merona karena rasa malunya.
Muach suara ciuman Pangeran terhadap Tari , setelah mencium Tari dan ia pun merasa lelah, lalu ia tertidur dengan memeluk istri mungilnya.
"Keliatan nya, si om ini begitu lelah, apa aku salah yang mengira ia tidur bersama perempuan itu? " gimana Tari dalam hatinya dan sambil menatap Pangeran.
Tari pelan pelan menurunkan tangan Pangeran di atas perutnya, karena ia sangat gerah ingin mandi dan berendam di air.
Tari selesai mandi dan ia berdandan cantik untuk suaminya sehingga saat suaminya bangun terpesona dengan dirinya. Tari memlih baju yang begitu seksi dan mempesona.Setalah siap dan ia turun ke bawah karena ia punya ide untuk membuat makanan untuk suaminya.
"Bi, di dapur ada bahan untuk masak nasi goreng ayam gak bi?" tanya Tari ke bi Irah.
"Ada non, non mau masak buat tuan ? biar bibi bantu ya"
"Gak usah bi, aku hari ini pengen masak sendiri khusus buat suami ku tercinta"
"Aduh si non, udah mulai bucin ya" ledek bi Irah.
"Bibi ini bahasanya kaya anak muda saja"
"Eh non, non hari ini cantik banget, apalagi pakai baju seperti ini pasti semua laki-laki gak bakal nolak pokonya, pantesan ya tuan Pangeran begitu mencintai dan menyanyangi non Tari" puji bu Irah.
"Aah bi Irah, makasih bi Irah yang lebih cantik"
"Maksudnya lebih keriput kali non"
"Ah bibi jangan seperti itu, udah ah bercandaanya, aku mau masak dulu"
Bi Irah hanya membantu menyiapkan bahan-bahan nya namun Tari yang masak sendiri karena ia mau minta maaf atas pikiran buruk terhadap suaminya.
Beberapa menit kemudian nasi goreng ayam jadi dan siap untuk di lahap, karena ini adalah salah satu makanan kesukaan Pangeran.
"Akhirnya jadi juga, tinggal bangunin suami aku" ujar Tari.
Tari naik ke tangga dan membawa satu piring nasi goreng ayam ke kamarnya.
"Eh pake minta wangi dulu deh, takut bau bawang hehe" ujar Tari. "Nah gini kan udah wangi" lanjut Tari.
Tari mendekatkan piring yang berisi nasi goreng ayam ke dekat hidung Pangeran namun Pangeran tidak terbangun dengan aroma nasi goreng ini.
"Ih kebo banget si, masa gak ke cium wangi aroma nasi goreng ini" ketua Tari.
Tari akhirnyaa memutuskan untuk menyimpan piring itu dan membangungkannya Pangeran dengan cara lain.
"Mas bangun, aku sudah masak makanan kesukaanmu loh" bisik Tari ke telinga Pangeran.
Pangeran langsung memegang kedua tangan Tari dan menarik Tari ke dalam pelukannya.Tari terkejut ternyata dengan tarikan Pangeran.
"Aku hanya ingin mencium aroma tubuh istriku" ujar Pangeran sambil memuluk Tari.
"Mas ih" rengek Tari.
Pangeran terus menerus memeluk Tari dan sekarang Tari di tarik ke atas kasur dan kini posisi mereka, Tari di bawah dan Pangeran di atas tubuh Tari.
"Mas, apa kamu belum? . puas, tadi kan sudah"
"Belum, aku kan macam yang kelaparan"
"Mas" rengek Tari.
"Kamunya si mengoda terus hawa nafsumu, sehingga piton ku tak bisa menahan nya" ujar Pangeran dengan senyumannya."Piton ini membutuhkan sarangnya" bisik Pangeran di telinga Tari.
"Mas, jangan mulai deh, aku cubit ya"
"Silahkan" ledek Pangeran.
"Aku udah masak cepetan bangun, mandi lalu makan masakan aku"
"Bentar dulu, aku hanya ingin kenikmatan"
"Mas ish" rengek Tari dengan muka cemberut.
"Iya iya"ujar Pangeran dan langsung bangkit dari tubuh Tari.
" Alhamdulillah untung gak jadi" gumam Tari dalam hatinya sambil menghela nafas dan mengelus dadanya.
"Aku cobain " ujar Pangeran.
Tari mengambilkan piring itu dan menyuapi suaminya.
"Mas bagaimna rasanya?" tanya Tari.
"Kheum, gak enak" jawab Pangeran.
"Serius? maaf kan aku, aku belum bisa masak seenak bi Irah dan bi Inah dan mamah mu"
"Hey, bercanda, jangan di tekuk gitu doang mukanya, nanti mungilnya ilang" ujar Pangeran dan mencium jidat Tari.
"Berarti enak?" tanya Tari kembali.
"Iya enak sayang, suapin aku sampai habis ok"
"Iya sayang ku"
Setelah makan, Pangeran lalu membersihkan badannya karena dari kemarin sore ia belum mandi.
"Mas, cepatan mandinya, aku pengen nanya sesuatu, aku tunggu di taman baca ok"
"Khem"
Tari turun kebawah dan mencuci piring dan gelas bekas makan Pangeran, sebenarnya ia juga belum makan nasi karena serasa mual di mulutnya sehingga tadi pagi saat masak ia hanya meminum susunya dan roti saja.
Tari selesai mencuci, ia langsung berjalan ke taman baca dan duduk menunggu Pangeran datang.
Ponsel Tari berbunyi, ada pesan masuk dari sahabatnya.
📩 Tar, gue lagi di jakarta sama Ria (Nia)
📨 Lo serius?
📩 Iya gue serius
📨 Sekarang kalian dimana? gue pengen deh ke tempat kalian.
"Ih ko malah off si" ketus Tari.
Tring tring.. Ada telepon masuk di ponselnya.
"Ini nomer siapa si? astaga gue lupa ini kan nomer Ahtar, ngapain dia nelepon pagi-pagi"
Tari terpaksa mengangkat telepon nya karena ponselnya terus berdering.
📞 Lama banget si
"Apaan dah? "
📞 Gak ko, assalamu'alaikum sayang
"Waalaikumsalam, apa si manggil sayang-sayang"
📞 Biarin wlee
"Gak jelas lo"
📞 Udah sarapan belum?
"Udeh"
Tari dan Ahtar terus mengobrol di telepon, karena Tari bosen juga juga menunggu Pangeran mangkanya ia memilih untuk mengobrol dengan mantan kekasihnya.
Setelah 30 menit , Pangeran selesai mandi, dan siap untuk menemui istrinya.
Pangeran turun ke bawah dan berjalan menuju taman baca, namun Pangeran berniat untuk mengkagetkan istri mungilnya itu dengan cara memeluknya di belakang.
...----------------...
Hayo apa Tari ketauan telepon dengan Ahtar? atau Tari menyadari kedatangan Pangeran?
Yuu tunggu kelanjutan nya ❤
Makasih sudah mampir ❤
mari saling mendukung sesama author kak 👋
#udah ganti judul kak
mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)
# udah up
"little princess and childish mafia"
terus tu stela dgn pangeran ada rahasia apa sampai pangeran begtu lalai terhadap istri nya,,,,,gak bisa apa di singkir kan tu cewek gatel,enek aku baca nya
"little princess and childish mafia"