Rafael Alexander, pria tampan yang masih berumur 21 tahun itu memiliki hidup yang jauh dari kata bahagia.
Hidup nya yang kurang kasih sayang orang tua dan keluarga, membuat Rafael selalu menjadi korban bullying di kampus nya, Rafael yang memang memiliki sifat introvert, polos, dan lugu benar-benar menjadikan dia sebagai bulan-bulanan di kampus nya.
Kehidupan pahit yang terus dia jalani sangat membuat Rafael lelah, hingga suatu hari saat dia kembali dibully takdir merubah kehidupan nya.
......
cover by pinterest.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Temu Samini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 30
"Kondisi kakak masih belum ada kemajuan?."
Raymond yang tengah menatap wajah Rafael menoleh pada Rachel yang baru saja datang.
"Kak Ael masih belum menunjukkan tanda-tanda apapun."
Rachel yang mendengar itu menghela nafas panjang, dia duduk di samping tubuh Rafael lalu menggenggam tangan nya.
"Kak, kenapa kau belum mau bangun juga? apa disana sangat menyenangkan?."
Raymond mengelus bahu Rachel dengan pelan, sampai kapan kakak nya ini akan terus seperti ini?.
"Aku takut."
Raymond yang tengah melamun segera tersadar saat suara Rachel kembali terdengar.
"Takut?."
Rachel mengangguk "aku takut kak Ael tidak akan bangun dan lebih memilih meninggalkan kita."
Raymond yang mendengar itu menggeleng lalu segera membawa Rachel ke dalam pelukan nya.
"Sttt, jangan berkata seperti itu aku tidak suka. kakak pasti akan kembali kepada kita lagi, percaya pada ku kak Ael akan kembali pada kita."
Raymond menenangkan Rachel yang kembali mulai menangis, semua nya saat ini memang terlihat abu-abu di dalam pandangan Raymond.
Tentang sang kakak yang tiba-tiba saja koma dan entah kapan bangun nya, kekacauan di istana, kekaisaran Liu yang turut ikut kacau karena berita sang kakak, sakit nya sang bunda, kepergian nenek yang sangat mereka sayangi.
Lalu saat ini jatuh sakit nya sang kakek karena kepergian nenek mereka, apa lagi yang akan terjadi selanjutnya?.
Jika boleh mengeluh sebenarnya Raymond sudah sangat lelah dengan ini semua, kejadian yang menimpa sang kakak hingga membuat nya menjadi tertidur panjang mampu membuat kerjaan Benedict, kekaisaran Liu hingga Black wolf kacau.
Kakak nya benar-benar sangat berpengaruh bagi ketiga hal itu.
___
"Makan yang benar Ken."
Ken yang tengah minum menatap sang kakak yang berada di depan nya itu.
"Aku sudah kenyang."
Liam menghela nafas lalu menatap sang adik.
"Apa kau tak merasa? pola makan mu sekarang tidak teratur Ken, jangan bertingkah cepat kembali makan lalu habiskan, aku tidak mau melihat kau sakit."
Setelah berkata seperti itu Liam kembali melanjutkan sarapan nya, sedangkan Ken hanya mampu menurut dan mengikuti ucapan sang kakak untuk kembali melanjutkan sarapan nya.
"Harus nya sedari dulu kau seperti ini Ken, menuruti semua ucapan ku tanpa membantah."
Ken hanya diam.
"Kau tau bukan ini semua kakak lakukan hanya untuk kebaikan mu?."
Ken mengangguk "iya kak."
"Bagus." Liam tersenyum menatap sang adik lalu mengelus kepala nya.
Setelah itu dia bangkit berdiri untuk berangkat menuju perusahaan.
"Kakak akan berangkat kerja, jangan melakukan hal-hal aneh Ken, jika uang saku mu habis katakan pada kakak."
Setelah mengucapkan itu Liam pun pergi tanpa menatap wajah Ken yang sudah tersenyum getir.
___
"Kak aku benar-benar tidak bisa terus diam melihat sahabat ku sekarang menjadi seperti itu."
Tuan Halbert, tuan Carlos, nyonya Maxime dan Deon yang mendengar ucapan Sean seketika menatap Sean.
"Seperti itu bagaimana maksud mu nak?." tanya tuan Halbert dengan bingung.
Ya tuan Halbert, dan semua keluarga nya sudah sangat mengenal Sean dan Ken, anak buah Deon yang sudah mereka anggap seperti anak sendiri.
"Tidak ada kek."
Deon segera berbicara memotong Sean yang baru saja hendak membuka mulutnya.
Sang Daddy mengernyit heran "tak ada yang kau sembunyikan Deon?."
Deon menggeleng "tidak Dad, hanya masalah kecil dan kesalahpahaman saja."
Tuan Carlos mengangguk.
"Cepat selesaikan nak, jangan di tunda-tunda tidak baik." nasihat sang ibu dengan lembut.
"Iya mom."
Sedangkan Sean hanya mampu memberenggut kesal menatap Deon.
Setelah sarapan itu selesai Deon dan Sean pun pamit, saat sudah sampai di depan saat itu juga Sean protes.
"Kenapa kau melarang ku untuk mengatakan yang sebenarnya?." terlihat sekali Sean kesal.
"Jangan membebani mereka."
"Ck, tapi setidaknya mereka bisa menasihati kak Liam agar tidak terlalu kejam pada adik nya sendiri." protes Sean lagi.
"Ini masalah kita, kita akan menyelesaikan nya sendiri."
"Tapi kak, sampai kapan? kau tau sendiri kan bagaimana saat ini keadaan Ken? apa kau tega membuat nya terus menerus seperti manusia tanpa gairah hidup?."
Deon diam mendengar itu, sedangkan Sean menggertakkan gigi nya lalu pergi dari hadapan Deon begitu saja, dia segera memasuki mobil nya dan mulai melaju kan nya.
"Kenapa semakin rumit, jika saja Liam tidak keras kepala semua tidak akan sampai seperti ini." gumam Deon dengan pelan.
Lalu setelah nya dia juga memasuki mobilnya.
___
"Saham perusahaan semakin naik, perusahaan SH Corp sekarang sudah menggeser posisi perusahaan VW'ELS yang berada di posisi 9 terbesar di NY tuan muda."
Rafael yang sedang membaca berkas mengalihkan pandangan nya.
"Kau bercanda?."
Jack segera menggeleng "tidak tuan, saya tidak bercanda, perusahaan yang tuan pimpin memang sudah sebesar itu sekarang."
Rafael tersenyum kecil, dia memang selama ini tidak pernah memperhatikan hal yang seperti itu, dia terlalu sibuk untuk bekerja dan mengikuti jadwal yang Zergio siap kan.
"AX Company urutan no berapa?." tanya Rafael dengan datar.
"Perusahaan AX Company berada di urutan no 5 tuan."
Rafael mengangguk, sebentar lagi dan setelah nya dia akan menyelesaikan semua nya.
Mobil mewah milik Rafael mulai memasuki kawasan universitas, sudah menjadi hal biasa sekarang jika semua manusia di sana melihat Rafael keluar dari mobil mewah, entah dari mana Rafael mendapatkan nya tapi mulai hari itu tidak ada yang yang berani membully seorang Rafael.
Baru saja Rafael menapakkan kaki nya pandangan nya sudah di suguhkan dengan Raveena yang di ganggu oleh Jarvis, tanpa banyak basa-basi Rafael segera menendang perut Jarvis hingga membuat pria itu terguling.
"El?."
Rafael segera menggenggam tangan Raveena lalu membawa gadis cantik itu ke dalam pelukan nya.
"Ada yang terluka?."
Raveena menggeleng "tidak ada."
Rafael mengangguk lalu menatap Jarvis yang tengah memegang perut nya.
"Sudah saya katakan jangan pernah mengganggu kekasih saya tuan Jarvis! tapi kenapa anda sangat keras kepala?."
Suara datar dan pandangan dingin Jarvis dapatkan dari Rafael, dia meludah lalu menatap nyalang Rafael.
"DIA CALON TUNANGAN KU SI*LAN!." bentak Jarvis dengan keras.
"Anda hanya calon tunangan yang tak di inginkan oleh kekasih saya, tapi kenapa anda berlagak seperti itu?." Rafael tersenyum miring.
Jarvis yang melihat itu menggeram kesal.
"TUNGGU SAJA APA YANG AKAN KAU DAPATKAN KARENA BERANI MENANTANG KU BRENGS*K!."
"Saya tunggu."
Lalu setelah nya Jarvis pun pergi, Rafael yang melihat itu hanya diam dan tersenyum miring.
"El?."
Rafael menoleh lalu mengangkat alis nya.
"Kakek ku tetap memaksa ku untuk menerima perjodohan itu, padahal aku sudah mengatakan jika aku memiliki kekasih."
Rafael hanya diam lalu dia pun melepaskan pelukannya dan membawa Raveena pergi dari sana.
Mereka berjalan menuju ruang UKS.
"Pergelangan tangan kekasih saya memar, tolong obati." Rafael berkata dengan datar.
Perawat yang berjaga di sana mengangguk paham lalu membawa Raveena, sedangkan Rafael menunggu di luar.
Raveena yang mendapatkan perlakuan itu hanya bisa tersenyum, dia tau Rafael dan diri nya hanya sebatas kekasih pura-pura.
Tapi bolehkah Raveena menikmati nya? sebelum semua nya selesai dan dia tidak bisa mendapatkan hal-hal seperti ini lagi dari Rafael?.
Perhatikan kecil yang mampu membuat rasa suka nya berubah menjadi rasa cinta, Rafael pria yang selalu datang menolong nya dan menanyakan keadaan nya.
Pertanyaan sederhana tapi mampu membuat nya semakin jatuh dalam pesona Rafael, pria penuh rahasia yang tidak di ketahui identitas nya oleh siapapun.
__
"El?."
Rafael menoleh saat Raveena memanggil nya, dia menatap pergelangan tangan Raveena yang telah selesai di obati.
"Apa saja yang sudah dia perbuat?."
Raveena yang mengerti hanya tersenyum.
"Tidak ada, dia tidak melukai ku lebih dari ini."
"Sudah saya katakan jika dia menganggu dirimu hubungi saya."
"Tapi El, aku tidak punya nomor telepon mu bagaimana aku bisa menghubungi dirimu?."
Rafael yang sedang berjalan segera menghentikan langkahnya, begitupun dengan Raveena.
Rafael segera menyerahkan ponsel nya.
"Tulis nomor mu."
Raveena mengangguk lalu segera menulis nomor nya, setelah selesai Rafael segera mencoba menelpon nomor itu dan benar saja tersambung pada ponsel Raveena.
"Itu nomor saya."
"Terimakasih."
Mereka kembali berjalan menuju kelas masing-masing.
"Saat ada waktu saya akan menemui kakek mu."
Raveena menoleh dengan cepat "untuk apa?."
"Mencoba berbicara dengan beliau untuk membatalkan perjodohan dirimu dengan pria itu."
Raveena hanya diam "seperti nya sulit."
"Kenapa?."
"Kakek ku tidak akan melepaskan Jarvis begitu saja, karena perjodohan ini sudah di buat sejak mereka muda belum lagi keluarga Ferederico merupakan keluarga terpandang di negara ini."
Raveena menjelaskan dengan raut sedih nya, sedangkan Rafael hanya bisa memaklumi nya.
"Urutan ke berapa?."
"Maksud nya?." Raveena tak mengerti.
"Keluarga Ferederico."
"Oh, Ferederico keluarga terkaya nomor 15 di NY."
Rafael menghentikan langkahnya dengan mendadak.
"15?." ulang nya memastikan.
Raveena mengangguk "kenapa?."
"Tidak."
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, sedangkan Rafael dia hanya bisa diam setelah mengetahui siapa keluarga Ferederico.
Dia kira Jarvis masih di atas nya setelah tau bagaimana sombong nya pria itu, ternyata?.
Tidak ada apa-apa nya dengan diri nya.
____
- Keluarga Halbert [ HL Company perusahaan terbesar no 2 di dunia + sekaligus pemimpin dunia bawah]
Urutan perusahaan terkaya di negara NY.
1). Jlby's Company
2). Imh'L Entertainment
3). SL (Star Looks) Corp
4). Valley's Company
5). AX Company [Alexander]
6). Siblings Company
7). LUV's Pretty Corp
8). InK Company
9). SH Corp
10). VW'ELS Company
11). BS'K Corp
12). IdK company
13). LYS Corp
14). Ephpy Corp
15). FRD Company
16). DLL
mau tetap jadi Rafael alexander
atau kembali sebagai Rafael benedict
karena keduanya memiliki tanggung jawab yg besar di dua dunia yg berbeda
sibuk kahh??
Dan sehat selalu.
saia selaku pembaca setia meminta anda untuk up klo bisa 1 hari 2 bab.
Demi setengah paru nafas saia,saia mohon untuk mengabulkan permintaan manusia lemah ini:)