NovelToon NovelToon
IVONA: 1Nama 2Dunia

IVONA: 1Nama 2Dunia

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:910.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: annin

WARNING!!!
NOVEL INI MUNGKIN MENGANDUNG KEKERASAN YANG TIDAK LAYAK DI KONSUMSI ANAK DIBAWAH UMUR. HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN!!!
ANAK KECIL DILARANG MAMPIR!


Ivona Carminda, seorang gadis dari dunia nyata yang tiba-tiba tersadar dari tidur panjangnya. Anehnya, saat ia tersadar, ia bukan lagi dirinya. Sebab jiwanya telah mengisi tubuh seorang gadis dalam novel yang ia baca, yang secara kebetulan memiliki nama yang sama dengannya.

Ivona si pemilik tubuh, adalah gadis menyedihkan yang tersisih oleh keluarganya sendiri. Difitnah dan disakiti hingga harus merasakan kejamnya dirawat di rumah sakit jiwa. Kehadiran Ivona dari dunia nyata membuat keadaan si pemilik tubuh berubah. Ia tidak lagi membiarkan dirinya tertindas apalagi tersakiti. Hadirnya Alexander Alberic semakin menambah kisah Ivona menjadi lebih berwarna, pria yang tak tertulis dalam kisah novel itu mendadak muncul sebagai pahlawan.

Akan kah ada romansa yang mengisi kisah Ivona dalam membalas perlakuan keluarganya?

Ikuti terus cerita ini yak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.30 Caroline Wilson

William yang baru saja tiba di bar untuk bersenang-senang dengan temannya, dikejutkan dengan keberadaan Ivona di bar ini. Gadis itu tengah mengangkat gelasnya dengan pelan ke arah wanita yang sedang menari di atas panggung seolah mengajak bersulang, lalu menghabiskan isi gelasnya hingga tandas dalam satu kali teguk.

"Bukankah itu, Ivona?" ujar teman William yang menyadari keberadaan Ivona. "Sedang apa dia di tempat seperti ini?" imbuhnya meragukan Ivona.

Seketika raut William berubah. Bukankah yang ia dengar Ivona bekerja paruh waktu, lalu kenapa sekarang gadis ini terlihat seperti sedang mencari hiburan dari pada bekerja, atau mungkin memang pekerjaan paruh waktunya di tempat ini?

"Kalau dilihat-lihat, Ivona lebih cantik tanpa seragam sekolah," tambah teman William berkomentar.

"Apa menurutmu aku bisa mendapatkannya?" sambungnya meminta pendapat pada William.

Mendengar apa yang temannya ucapkan, membuat William mendelik, tapi tak menanggapi. Pria itu lebih memilih meninggalkan bar tanpa pamit.

Wanita yang sedari tadi menari mencuri banyak perhatian kaum adam itu akhirnya turun dari panggung, ia langsung menghampiri Ivona. "Hai ...," sapanya, tersenyum dengan cantik.

Ia tak membutuhkan persetujuan Ivona saat memutuskan untuk duduk di samping Ivona. Wanita itu menatap penuh tanya pada Ivona, dari sorot mata Ivona ia bisa merasakan tidak ada kehangatan di tatapan Ivona, dan hal itu justru membuat dirinya merasa penasaran dan ingin berkenalan.

"Aku Caroline, Caroline Wilson," ucapnya menyebutkan nama lengkapnya. Tangannya terulur pada Ivona.

Ivona hanya memicingkan mata, tak menyambut uluran tangan wanita itu. Namun, itu tak membuat Carroline tersinggung. Wanita itu justru menyunggingkan senyum di bibir merahnya sembari berujar, "Apa kau sudah cukup umur untuk masuk ke tempat seperti ini?"

Kali ini Ivona menoleh, menatap Caroline yang juga menatapnya.

"Kau terlihat masih sangat muda, kalau aku boleh menebak pasti usiamu sekitar lima belas tahun. Benar, 'kan?" tebaknya.

Caroline bisa berkata seperti itu karena melihat ciri fisik Ivona yang mungil.

"Oh ... aku tahu, pasti kakakmu yang mengajakmu, atau justru kekasihmu?" Caroline mengerling manja, menggoda Ivona.

Caroline tak melihat reaksi apa pun dari Ivona selain tatapannya yang tajam. "Baiklah, aku akan diam." Caroline menarik garis di depan bibirnya sendiri seolah menutup resleting.

Mereka terdiam untuk sesaat.

"Segeralah berganti baju, karena di luar banyak paparazi yang menunggumu," ucap Ivona tiba-tiba.

Caroline terkejut, pertama kali Ivona bicara ia langsung membongkar identitasnya. "Kau tau siapa aku?" tanya Carroline.

Ivona diam.

"Hah ...." Caroline mengembuskan napas kasar. "Padahal aku sudah berusaha menyamar sebaik mungkin tapi masih saja ada yang mengenaliku. Dasar!" kesal Caroline, tapi tidak benar-benar kesal.

"Tapi, ya ... siapa yang tidak akan mengenali seorang bintang seperti diriku. Bukankah aku begitu memesona di mana pun?" ujarnya bangga, diiringi senyum tipis di bibirnya.

"Sebenarnya, aku datang ke sini untuk mendalami peran, aku mendapat tawaran akting untuk peran seorang penari bar. Tentu saja aku tidak ingin ada yang tahu identitas asliku, karena itu aku memaki topeng ini." Caroline menunjuk topeng yang menutupi setengah wajahnya.

"tapi ... kenyataannya masih ada yang mengenaliku." Caroline tertawa.

"Apa kau adalah salah satu penggemarku?" tanya Caroline dengan mulut yang ditutup tangan.

Sejak tadi, hanya Caroline yang berbicara, sementara Ivona tetap tenang mendengar apa pun yang Caroline ucapakan. Ia bukan gadis yang suka membicarakan sesuatu yang tidak penting, terlebih itu bukan urusannya.

"Hei ... siapa namamu? Aku sudah memperkenalkan namaku, aku juga ingin tahu siapa namamu adik kecil," ujar Caroline.

"Siapa tahu kita bisa jadi teman, benar, kan?" lanjut Caroline.

Akhirnya Caroline menyerah, ia frustasi menanggapi Ivona yang tak bereaksi dengan setiap ucapannya. Caroline mengeluarkan rokok dan akan ia letakkan ke bibirnya. Tiba-tiba Ivona mengambil rokok itu.

"Jangan lakukan dan jangan menoleh, ada paparazi di belakang yang sedang mengincarmu," ucap Ivona.

Caroline terkejut dengan sikap Ivona, gadis yang hanya diam itu ternyata memperhatikannya juga.

"Kau tak bisa melakukannya di sini jika masih ingin bertahan dengan karirmu, kecuali kau sudah bosan dan ingin para netizen itu membuangmu begitu saja," sambung Ivona mengacungkan rokok yang ia ambil dari tangan Caroline.

Caroline tersenyum senang, mungkin ini awal yang baik untuk berteman. "Ku pikir kau tak bisa bicara, ternyata kau cukup perhatian pada orang yang baru pertama kali berkenalan."

Ivona memutar bola matanya malas, dari pada berada di sini bersama wanita cerewet ini lebih baik ia pergi saja. Saat Ivona akan pergi, Caroline menghentikannya. "Kau mau ke mana?" sergah Caroline.

Ivona tak jadi melangkah. Ia menetap Caroline sebentar. "Kita tidak seakrab itu hingga aku harus memberitahumu ke mana aku pergi," jawab Ivona yang terkesan sinis.

Caroline tersenyum, sikap Ivona yang misterius benar-benar membuatnya tertarik. Gadis kecil ini, tadi mengangkat gelas ke arahnya seolah mereka saling kenal, sebentar kemudian saat dirinya mengajak bicara dia hanya diam layaknya orang asing. Sungguh kepribadian yang unik.

"Tunggu ... aku ingin meminta bantuanmu," ujar Caroline. Ia merasa merasa Ivona bisa membantunya.

1
PHSNR👾
dunia bawah tanah, sebangsa mayat hidup gitu kaahh 😭😭
annin: Hehehe, aku malah gak ngeh. Btw, kenapa dulu gak ada koreksi yak kalau ada kata nyeleneh itu. 🤣
total 1 replies
blora kota
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹
blora kota
masalah ga ada habisnya
blora kota
nah ini br keren
Princesza Mikaila
mkst menjilat bibir itu apa ya , thor ? bza nda di ganti kosa kata na dgn nyengir aja , jd kek alay gt kl jilat bibir
annin: Maaf, Kak, sebelumnya aku jelaskan dulu ya. Ini adalah novel saat aku mengikuti Misi Kepenulisan dari NT. Nah kata yang menurut kakak tidak nyaman dan terkesan alay, itu adalah outline yang ditentukan oleh pihak NT saat itu. Makanya tidak aku rubah.

Aku hanya mengembangkan saja. Soal dialog yang ditentukan pada outline tidak aku rubah. Begitu, Kak.

Maaf jika terkesan kurang nyaman dan alay, tapi aku tidak bisa merubahnya.🙏
total 1 replies
Andriyati
vix itu adalah vanya
Jeffie Firmansyah
cerita nya seru... dibacanya seolah terhanyut mengikuti alur kisah nya semangat Thor...keren GG abiss/Good/
annin: Terima kasih untuk supportnya Kak Jeffie Firmansyah. Sehat selalu untuk kaka dan keluarga.🙏
total 1 replies
Rina Angraini
Buruk
annin: Terima kasih untuk penilaiannya kak Rina Angraini, sehat selalu untuk kaka dan keluarga🥰
total 1 replies
Nurul Pky
Luar biasa
tudehun
/Smile/
un3's
Luar biasa
Seven8
kalah sama gukguk
annin: Iyah, yang penting punya guk2 dari pada punya Kaka🤣
total 1 replies
rosemarie
∞∞/ 10 HUAAA, BAGUSS BANGET CERITANYAA:< seruuuu sekalii sampe marathon buat habisin ceritanyaa, alurnya itu loh ga ngebosenin dan bikin dag dig dug terus ++ baperr, lucuuu. sukaa banget lah sama ini, debess sihh. makasii thor, semangatt berkaryanya/Drool//Drool/
annin: Terima kasih kak Rosemarie atas supportnya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga🥰❤️❤️❤️
total 1 replies
ana Rohana
kok mirip ceritanya sama author sebelahnya /Doge/
annin: Iya Kak, memang novel ini dibuat dalam rangka ikutan misi kepenulisan. Semua tokoh dan alur sudah ditetapkan oleh NT jadi sama. Dulu ada 4 karya kalau gak salah, tapi sekarang tinggal 2, punyaku dan punya penulis yang kaka maksud( Maaf aku lupa namanya).
total 1 replies
Ymir
wah, untuk awalan cerita ternyata seru juga/Smirk/
yun he
Luar biasa
annin: Iya, Kak. Nggak apa, santuy ajah😅
total 3 replies
Naura Azkia Irwan
ceritanya keren aku suka bangettt
Fadila1973 Akbar
lanjut thor
annin
karena ini hasil karyaku, aku harus bangga.
annin
karena ini hasil karyaku, aku harus bangga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!