Ini sebuah kisah dari sebuah kehidupan seorang wanita muda yang menjalani semua kehidupannya.
"Sayang, cepat bajunya!" seru seorang pria.
"Sebentar, sayang!" jawab Amelia.
"Mungkin mas bakal di pindah tugas." ucap Zaki.
Kisah hidup seorang wanita muda yang baru menikah dua Minggu namun harus di tinggal pergi oleh sang suami untuk bertugas.
Sebuah kenyataan pahit harus di hadapi oleh Amelia ketika mendapatkan sebuah kabar mengenai sang suami. apakah yang terjadi dengan Zaki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke Indonesia
"Oekk.., oekk..,"
suara tangisan dari seorang bayi kecil.
"Ibu, suara tangisan bayi siapa ini?" tanya Amelia kepada bu Ratna yang akan memasuki rumah tersebut.
Amelia benar-benar sangat lupa kalau di dalam rumah itu ada bayi kecil anak dari Yoga dan Risa.
"Kau tahu sendiri kan, Amelia. bayi siapa yang ada di rumah ibu?" tanya Bu Ratna kepada Amelia.
Seketika Amelia mulai teringat kembali dengan semua yang terjadi, Amelia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dia hanya terdiam sesaat kemudian memasuki rumah itu.
"Sudah, sudah, ayo masuk Amel. bapak akan membuatkan mu teh tarik kesukaanmu." ucap Pak Samsul yang membuat Amelia tersenyum Saat memasuki rumah itu kembali.
"Oekk..,oekk." terdengar suara tangisan bayi kecil yang terus menangis. langkah kaki Amel memasuki rumah, namun tatapan matanya mencari Ke mana arah asal suara tangisan bayi itu. seorang bayi kecil diletakkan di ruang tamu, dia menangis dengan suara yang begitu keras. tubuhnya nampak bergerak tidak beraturan. wajahnya mulai memerah karena kemungkinan dia dari tadi terus menangis.
Langkah kaki Amel seketika terhenti saat wanita itu menatap bayi kecil yang masih berumur sekitar 3-4 bulan.
"Bu, Apakah bayi ini anak Mas Yoga?" tanya Amel yang sudah menghentikan langkah kakinya.
Tidak ada suara yang keluar dari mulut wanita tua itu, dia hanya terdiam. sesaat kemudian Bu Ratna berjalan memasuki kamar Amelia.
"Oekk...,oekk." suara tangisan bayi itu terus menggelegar. tidak ada satu orang pun yang mau mengambilnya. Amelia merasa iba akhirnya wanita itu hendak mengambil bayi malang itu dan ingin menenangkannya.
"Jangan coba-coba menyentuh Putra Ku!!" teriak Risa yang sudah melihat Amel hendak menyentuh putranya.
Amelia memutar tubuhnya, dia menatap kearah asal suara yang berteriak kepadanya.
"Mbak Risa." ucap Amel kepada Risa.
"Jangan berani-berani kamu menyentuh Putraku!!" seru Risa yang kemudian mengambil anaknya dan berlalu meninggalkan Amel dengan sorot mata yang benar-benar tidak menyukai kehadiran Amelia.
"Wanita tidak tahu malu, berani sekali kau berteriak kepada putriku! kalau kau berani berteriak seperti itu lebih baik kau angkat kakimu dari rumah Ku!!" teriak Pak Samsul yang begitu emosi saat mendengar Risa meneriaki Amelia dengan kata-kata yang begitu kasar.
"Sudahlah, ayah. ayah tidak boleh begitu." ucap Amelia.
"Aku tidak akan pernah membiarkan Putraku disentuh oleh wanita rendahan itu!" seru Risa kembali.
"Jaga mulutmu!!" teriak Bu Ratna yang sudah berada di ruang tamu, wanita itu juga sangat murka saat mendengar Amelia dihina oleh Risa dengan kata-kata yang tidak pantas.
"Mengapa? Memangnya kenapa aku tidak boleh menghinanya? aku yakin dia kembali kesini hanya karena ingin mengambil Mas Yoga dariku!!" seru Risa.
PLAKK..
satu tamparan langsung mendarat di pipi Risa ketika dia menghina Amel.
"Ibu, apa yang ibu lakukan!!" seru Yoga yang sudah memasuki rumah tersebut, pria itu belum mengetahui kalau Amelia sudah kembali dari Filipina.
Sudah 1 tahun Yoga tidak pernah mendengar kabar mengenai Amelia, hari ini pria itu menatap seorang gadis muda yang berada di belakang tubuh ibunya.
"Amel!!" seru Yoga yang sudah melihat Amelia berada di rumah orang tuanya kembali. Amel hanya tersenyum tanpa mengeluarkan suara sama sekali, wanita itu nampak terdiam tanpa mengatakan apapun.
"Assalamualaikum Mas sapa Amelia kepada Yoga Waalaikumsalam Amel jawab yoga yang kemudian pria itu berjalan hendak mendekati Amel Namun nyatanya Amel langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju kamarnya raut wadah wajah penuh kekecewaan masih tersirat di wajah Amel Hal itu membuat Yoga menghentikan langkah kakinya, Yoga sangat tahu kalau Amelia begitu terluka dengan semua yang terjadi kepada dirinya.
Tatapan mata Yoga menatap Amel yang sudah pergi dari ruang tamu, ada rasa bersalah menatap Amel Sudah meninggalkannya.
"Yoga, urus wanita itu. jika dia berani melakukan sesuatu kepada Amel, Lihat saja.., lebih baik kau mengajaknya keluar dari sini, Ibu tidak mau wanita itu terus-menerus di rumah ini." ucap Bu Ratna yang kemudian masuk ke dalam kamar Amel.
"Lihatlah ibumu itu, wanita tua itu benar-benar sangat menjengkelkan. dia sama sekali tidak mempunyai tata krama. Dia kira aku ini wanita miskin apa bisa dia perlakukan seperti itu!" seru Risa yang kemudian pergi.
Pernikahan Yoga dan Risa bukanlah pernikahan yang berlandaskan cinta, Yoga tidak pernah sekalipun memandang Risa. pria itu hanya memandang seorang wanita yang selalu memenuhi pikirannya. Yoga selalu menaruh foto Amelia di dompetnya, ada rasa kesal yang teramat dalam ketika dirinya harus bersama dengan seorang wanita yang tidak pernah dia cintai.
"Oekk..," suara tangisan bayi itu benar-benar begitu keras. tidak ada satu orangpun yang mau menolong bayi kecil itu. rasa iba Amelia benar-benar begitu luar biasa, wanita itu berjalan mendekati seorang bayi kecil yang ditinggalkan sendirian di ruang tamu.
"Kasihan banget kamu bayi kecil." ucap Amelia yang kemudian menggendong bayi itu, suara tangisan yang dari tadi terdengar begitu keras tiba-tiba suara tangisan itu langsung menghilang. jiwa keibuan Amelia benar-benar sangat besar, dengan begitu telatennya dia menggendong anak Risa dan menepuk punggungnya secara perlahan. dalam hitungan detik saja bayi kecil itu tertidur, air mata yang terus mengalir dari bayi itu seketika menghilang.
"Ya Allah.., Apa kesalahan bayi kecil ini? mengapa dia harus merasakan kebencian dari seluruh orang yang ada di rumah ini, bahkan ibunya pun tidak menghiraukannya." ucap Amelia yang terus mengelus pipi bayi kecil itu.
Kelucuan dari bayi itu membuat Amelia tersenyum, rasa sakit hatinya kepada Yoga tidak akan mempengaruhi senyum yang sekarang terpancar ketika Amelia menggendong bayi kecil itu.
"Amel, Apa yang kau lakukan? taruh saja anak itu jangan pernah kau sentuh!!" seru Bu Ratna kepada Amelia. Amelia nampak menatap Bu Ratna, wanita penyayang itu tiba-tiba menjadi seorang wanita yang begitu keras.
"Ibu, kenapa ibu mengatakan hal itu?":tanya Amel kepada bu Ratna.
"Sekarang kamu taruh bayi itu jangan sampai kota kau sentuh! dasar bayi tidak tahu Siapa bapaknya, bahkan ibunya dengan terang-terangan mengatakan kalau dia adalah anak dari Putra ku, lihat saja wajahnya saja tidak mirip dengan keluarga kita!!" seru Bu Ratna yang benar-benar begitu marah saat melihat Amel menggendong anak Risa.
Pak Samsul tidak bisa mengatakan apapun, karena pria tua itu juga tidak mau menyentuh anak Risa sama sekali.
"Amel, sebaiknya kau taruh saja anak itu di sini. setelah itu pergilah untuk beristirahat. ayah yakin kau sangat capek." pinta Pak Samsul kepada Amelia.
Amelia nampak menatap keluarganya yang sekarang sudah berubah total, entah apa yang dilakukan oleh Yoga dan Risa hingga membuat kedua mertuanya itu benar-benar menjadi orang yang sangat keras kepala dan jahat.
*** bersambung ****
tak ada kelajutan tentang anak 3 Malik dan Amelia
lanjut dong ceritanya
Alus novelnya sangat
mantap
tapi sayang lansung tamat
tak ada nyabung tentang kehidupan anak Malik dan Amelia di hari tuanya gitu
cnt pertma nya yg jd suami ke 2 ameli.bnr kata pepatah gk dpt gadia nya janda nya pun gk apa.ku tunggu janda mu..
sukses
semangt
mksh
terlalu larut.
sedih boleh asal jgn meratapi...