Reina tak menyangka kalau pria bernama Gerald itu berani melamarnya, Pria abg itu berani melamar wanita itu di depan teman-teman sekolahnya.
Gerald memang tergila-gila pada Reina,Tetangga nya yang bekerja sebagai notaris di kantor pemasaran Grand wisata Bekasi.
Siapa yang gak tertarik pada Reina? Cantik, baik, pintar, dan lembut hal itulah yang membuat Gerald jatuh cinta pada Reina.
Awal nya Gerald dapat penolakan dari Reina tapi tak menyerah dan pantang mundur.
Pada akhir nya, Reina luluh juga oleh kekuatan cinta abg tampan itu dan mau menerima lamaran pria muda itu dengan hati bahagia.
Tapi kebahagiaan itu tidak di rasa oleh Risa gadis abg yang memiliki hati buat Gerald.
Diam-diam dia ingin menyingkirkan Reina dari kehidupan Gerald.
Bagaimana nasib Reina selanjutnya? Kebahagiaan apa yang di rasa Reina setelah menikah dengan abg? Apa yang membuat Reina kagum pada Gerald?
Penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irmanika Kumalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tentang Rheina
"Ehem." goda Ivran saat melewati pintu depan dengan sengaja mengintip dua sejoli yang sedang romantisan.
Tentu saja Gerald dan Rheina terperanjat, kaget.
"Apaan sih...mas?" Rheina protes tanpa spanduk tapi wajahnya di tekuk.
"Idih...hari gini mesra-mesraan, sabar kenapa?pada belum makan kan?tuh...masih ada di.dapur." pesan Ivran.
"Iya, mas kebetulan kita belum makan, sayang kita makan dulu yuk, kita makan sama-sama yuk mas." tawar Gerald.
"Kebetulan juga saya dan yang lain nya sudah makan kok." tolak Ivran, halus.
"Oh...ya sudah, kita makan duluan ya." pamit Rheina yang di rangkul sama Gerald.
"Ih...apaan sih?malu tahu!" protes Rheina dengan wajah merona.
"Biar romantis, sayang." balas Gerald, menggoda.
Kediaman Rahman.
"Aku dapet wa dari Gerald, dia kirim gambar kartu undangan pernikahan nya dengan wanita itu, aku harap kamu berhenti mengejar nya" tekan Afrizal, tegas sambil menyerahkan hp nya pada sang sepupu.
Setelah melihat Senita menyerahkan kembali hp itu pada Afrizal,"Tentu saja gak dong,Zal." balas Senita, bohong."
Afrizal bernapas, lega.
"Syukur deh....kalau gitu." Afrizal dengan tangan usil nya mengacak rambut Senita.
"Idih..apaan sih?tuh..kan kusut, Afriza..aaaaal!!!" pekikSenita, sengit.
Afrizal ngakak, puas bisa menjahili sepupu cantik nya itu.
"Gak...gak bisa, ini gak bisa di biarkan!Gerald cuna punya aku, bukan wanita itu, tidak! mereka tak boleh menikah." gerutu Senita dalam hati.
Kediaman Handoyo.
"Makanan nya enak, sayang." puji Gerald.
"Iya, makanan nya selalu enak." sahut Rheina.
Gerald menggerutkan dahi nya.
"Kamu kenal pemilik nya?" tanya Gerald.
Rheina mengangguk sambil menyuapkan nasi kemulut nya, kalau beling bisa gawat!Gerald sudah mundur duluan, he..ee.
Beberapa menit kemudian...
"Dulu dia teman sekolahku namanya Hendri sudah menikah dari dulu hobi nya memang masak pernah kerja di hotel jadi juru masak sekarang dia punya katering sendiri nama nya Permana catering di ambil dari nama anaknya." tutur Rheina, panjang lebar.
"Oh...pantes masakan nya enak."
Waktu tak terasa sudah berganti...
"Mbak ada tamu di luar, sepertinya cowok." lapor Aska.
"Baik, bawa dia masuk." perintah Silwi.
"Iya, mbak." sahut Aska.
Beberapa menit kemudian...
"Silahkan duduk, Rald, silahkan di minum maaf sekedar aqua." sambut Silwi tak enak.
"Gak apa, Sil." balas Gerald, santai.
Setelah beberapa menit saling terdiam.
"Bagaimana kamu bisa tahu kalau Rheina itu mau di culik?" tanya Gerald membuka percakapan nya.
"Begini..."
Silwi pun bercerita diam-diam dia mendengar Risa dan Dani memiliki rencana picik dengan menculik Rheina.
"Risa dan pria dewasa itu..."
"Dani?" potong Gerald.
"Oh...nama nya kak Danj?"
Gerald mengangguk.
"Terutama kak.Dani." lanjut nya, "Ingin memisahkan kalian berdua." Silwi mengakhiri cerita nya.
"Ck, mengapa baru cerita sekarang, Sil?" tanya Gerald sedikit emosi.
"Maafkan aku, Rald." lirih Silwi.
Gerald mengusap wajah tampan nya, antara cemas dan gelisah.
"Baik, apa rencana kita selanjutnya?" Gerald kembali melunak
"Itu akan aku ceritakan, tapi cerita dulu mengapa kak Rhei tak boleh mengetahui semua ini?" tanya Silwi, tegas.
Gerald menghembuskan napasnya.
"Cerita nya panjang, Sil.".jawab Gerald.
Silwi tersenyum tipis.
Cerita lah, aku ingin mendengar nya." sahut Silwi, santai.
"Begini, dulu waktu dia berumur sekita tiga tahun dia terlepas dari gandengan mamanya waktu ke pasar sama mama nya" Gerald memulai cerita.
"Astaga! terus?"
Bersambung..