NovelToon NovelToon
MENCINTAI DENGAN TULUS

MENCINTAI DENGAN TULUS

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tr_w

Ayuti Aleyda Ravindra , gadis muda korban buli sepanjang sekolah. Tidak cantik maupun pintar. Semuanya dibawah rata-rata , ia hanya memiliki senyum yang manis. Itupun kata orang karena menurutnya ia sangat jelek. Ayuti gadis baik hati dan penyayang. Tapi yang lebih parah dari Ayuti adalah ia sangat suka halu dan selalu menghayal sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi padanya.

Berbeda dengan Yuda Kusuma Carson yang memiliki ketampanan yang di atas rata-rata. Di balik wajah tampannya , Yuda memiliki sifat keras kepala , egois , kasar dan tidak sopan. Bahkan orang tuanya saja tidak bisa mengatur putra semata wayang mereka mereka.

Bagaimana jika mereka bertemu?

Di sebuah taman kota.

''Uuuuu........Sakit sekali.'' Bagiamana tidak sakit , Keleng yang tadi itu juga sudah rusak hingga pasti sangat melukai Ayuti. Yuda sudah berfikir kalau yang kena itu adalah mata Ayuti.

''Mana yang sakit? Coba singkirkan tanganmu dulu!'' Bentak Yuda yang juga khawatir.

Penasaran dengan cerita mereka? Ayo baca terus kisahnya😊

IG; dewayutirtawardani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tr_w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Ketiga puluh satu

''Maksud ucapanmu?'' Ayuti mendorong sedikit tubuh Fabian karena mereka sekarang menjadi sorotan semua orang.

Fabian tertawa ngakak yang melihat Ayuti begitu panik.

''Aku cuma bercanda , kita itu hanya sebatas teman Ayuti dan aku bisa menjaga jarak.'' Ayuti menghela nafas lega.

''Ck , kau membuatku kaget saja.'' Ayuti kembali mengambil ponselnya dan melanjutkan drama Korea dirinya.

Keesokan harinya , Ayuti masuk kedalam kelas dengan tidak bahagia seperti sebelumnya. Renata menemani Ayuti dikelas sambil menunggu bel masuk kelas.

''Kau baik-baik saja?'' Tanya Renata , Ayuti menggeleng.

''Sekarang pasti kak Yuda sedang bersiap balapan. Aku takut Rere , aku takut kejadian itu terulang lagi. Aku sangat cemas.'' Renata menggenggam tangan Ayuti memberi semangat.

''Kau harus percaya padanya , dia akan baik-baik saja. Kali ini tandingan mereka itu bukanlah geng motor yang sama , lagian balapan ini tidak ilegal.'' Ayuti mengangguk mengerti.

Jam pelajaran segera dimulai dan Renata kembali ke kelasnya. Ayuti menanamkan di pikirannya kalau semuanya akan membaik , ia harus percaya pada Yuda. Selain Yuda , Ayuti juga sedih karna ibunya dirumah dari kemarin terus memarahinya. Entah apa tapi Ayuti tak tau kesalahannya. Mungkin ibu sedang tertekan jadi butuh pelampiasan itulah menurut Ayuti.

Setelah bel istirahat , Ayuti hendak mencari ketenangan dengan berjalan-jalan. Ayuti berjalan kemana pun kakinya melangkah , ia senang melihat pemandangan sekolahnya yang begitu menyejukkan. Tak lama kemudian tiga orang pria yang sedang bercanda saling dorong dorongan , tak sengaja menyenggol Ayuti.

Brukkkk

Kruswakkkk

Ayuti terjatuh dari tangga karena dirinya tadi berada di atas tangga. Ayuti duduk dengan meringis kesakitan. Ayuti hendak berdiri tapi kakinya seperti kram. Luka dan darah keluar dari lutut dan betis Ayuti. Ketiga pria itu datang menghampiri Ayuti.

''Maaf kami gak sengaja.'' Ujar pria yang tadi tidak sengaja menyenggol Ayuti.

''Tidak apa , esttt.......'' Ayuti kembali meringis , tidak ada siapapun yang datang karena memang disana jarang ada siswa. Ayuti hendak berpegangan ke pria tadi untuk berdiri tapi pria tadi malah dengan sengaja menjauhkan tangannya.

''Ayuti!!'' Ayuti menoleh , terlihatlah Fabian dan Renata datang berlari ke arahnya.

''Kalian sudah membuatnya jatuh tapi masih tetap tidak mau menolong dirinya saat ingin berdiri. Apa kalian manusia?'' Renata menatap tajam pria yang tadi menjauhkan tangannya. Pria itu hanya diam membisu.

Fabian membantu Ayuti untuk berdiri tapi sepertinya kaki Ayuti kram dan sulit untuk berjalan. Fabian dengan sigap menggendong Ayuti walau sedikit kesusahan.

''Turun kan aku Fabian , setidaknya aku tidak akan jatuh lagi dari tanganmu. Sudah cukup aku jatuh dari tangga dan jangan sampai jatuh dari tanganmu juga.'' Ujar Ayuti wanti-wanti karena melihat tangan Fabian yang bergetar ketiga menggendong Ayuti.

Fabian tidak menghiraukan Ayuti lalu berjalan ke arah UKS , Renata mengikuti mereka.

''Kau harus menurunkan berat badanmu Ayuti , kau sangat berat.'' Ujar Fabian dengan wajah memerah.

''Tidak akan , aku tidak meminta dirimu untuk menggendongku. Kau sendiri yang menyarankan diri.'' Kesal Ayuti karena dirinya di Katai berat.

Sesampainya diruang UKS , Ayuti langsung di taruh di kasur yang sudah ada. Dan buruknya Fabian menaruh ayuti seperti melempar. Keringat bercucuran di wajah Fabian , wajahnya terlihat sangat lelah.

''Astaga , pinggang ku encok.'' Celetuknya , ibu guru yang ingin mengobati kaki Ayuti langsung terkikik geli. Ayuti dengan keras menabok lengan Fabian yang ada di sampingnya. Meski kakinya perih tapi lebih perih ucapan Fabian.

''Apa aku memintamu untuk menggendongku?'' Kesal Ayuti , Renata hanya diam menikmati perdebatan itu. Beberapa saat perdebatan tak terdengar.

''Apa kalian pacaran?'' Tanya Bu guru setelah selesai membersihkan luka dan memberikan obat luka.

''Tidak!'' Jawab cepat Ayuti. Bu guru mengangguk paham.

''Jangan ngegas gitu dong nak.'' Ujar Bu guru dengan menggeleng. Ayuti tersenyum malu dan keluar dari UKS menuju kelas. Ayuti kini bisa berjalan tapi masih dengan terpincang-pincang.

Di dalam kelas dirinya masih diam , Ayuti masih kesal karna di anggap berat oleh Fabian. Tak lama kemudian , Fabian datang membawa es krim dan menaruhnya di atas meja Ayuti.

''Aku tidak mau , aku sedang diet.'' Fabian tertawa dan sibuk memakan es krimnya untuk menggoda Ayuti dengan es krim.

''Yakin gak mau , ini enak loh. Emmmm.....Enak banget , kalau gak mau aku aja deh yang makan.'' Saat tangan Fabian hendak menyentuh es krim tadi , dengan cepat Ayuti merampas eskrim itu dan membukanya.

''Kalau kamu maksa maka aku gak akan nolak , lagian gak boleh nolak makanan.'' Ujarnya dengan menatap senang eskrim itu. Fabian berlalu pergi ke belakang kursi Ayuti. Fabian dan Ayuti sangat menikmati makanan mereka.

Saat jam pulang , Ayuti terus membolak-balikkan hpnya. Dirinya seperti menunggu kabar seseorang. Ya , siapa lagi kalau bukan kekasih tercinta Yuda. Ayuti masih nyaman dengan duduknya dan menatap layar pipih itu.

Hingga Renata datang kedalam kelas pun Ayuti tidak memperhatikannya , sedangkan teman sekelasnya sudah pulang 5 menit yang lalu kecuali Fabian. Fabian masih diam dan menunggu Ayuti bangkit dari duduknya.

''Ayuti , '' Panggil Renata dengan sedikit mengguncang tubuh gadis itu. Karena dari tadi Renata memanggil Ayuti tapi masih tak di dengar Ayuti.

''Eh , Rere? Kenapa disini? Kamu gak pulang.'' Renata menaikan satu alisnya.

''Kau memintaku pulang jalan kaki ayuti?'' Ayuti menggeleng , dirinya bahkan sampai salfok gini gara-gara cemas dengan Yuda.

''Ayo Pulang ,'' Ayuti bangun lalu memakai jaketnya dan menggendong tasnya di punggung. Fabian juga mengikuti Ayuti dan beriringan di sebelah Ayuti.

Setibanya di parkiran , tak jauh dari motor mereka , seorang pria menggunakan jaket kulit berwarna abu datang dengan langkah tegasnya. Mereka bertiga tentu mengenal pria satu ini.

''Kalian ada hubungan apa?'' Baru saja sampai , pria itu didepan Ayuti sudah menanyakan sesuatu yang sangat mengejutkan.

''Maksud kak Edwin apa?'' Tanya Ayuti yang melihat wajah Edwin yang tidak bersahabat.

''Gue tanya kalian ada hubungan apa!?'' Ayuti hampir menangis dibuatnya.

''Kami teman satu kelas.'' Ujar Ayuti dengan jantung yang berdegup kencang dan tangannya mulai dingin karna takut.

''Teman?!! Ini apa?!!'' Edwin memperlihatkan beberapa foto saat Ayuti dan Fabian saat dikelas tadi lalu saat di gendong menuju UKS.

''Itu foto kami , emangnya kenapa kak?'' Tanya Ayuti yang masih tidak mengerti.

''Kenapa?!! Kau tanya Kenapa?!!!'' Bentak Edwin sekali lagi.

''Eh Edwin yang sopannya kagak ketulungan!!! , kau pikir siapa dirimu , sehingga bisa bentak Ayuti kayak gitu!!!! Gue juga bisa kalau misalnya bentak Lo kayak gitu!!! Emang Lo aja yang bisa bentak orang. Kalau ngomong itu yang santai dong brooo. Jangan ngegas , kena stroke baru mampus.'' Hilang sudah gadis seayu Renata. Gadis yang biasanya gak bicara Lo gue , sekarang malah bicara seperti itu karena kesal.

''Is , Rere , gak sopan pakek bahasa gitu.'' Renta menutup mulutnya dengan tangan kanan.

''Sory keceplosan , emang ada apa sih kak Edwin.'' Ujar Renata yang kembali lembut.

''Hah!! Ini foto kalau Yuda yang dapet pasti dia gak akan fokus pada balapan. Kalian tau kan Yuda sangat pencemburu tapi kalian sedekat ini? Siapa yang gak akan berfikir kalian ada hubungan. Entah siapa yang sangat julid hingga bilang kalian itu pasangan baru.'' Ayuti dan Fabian tertegun , mereka sama sekali tidak berfikir sampai sejauh itu.

''Foto itu salah paham kak , Fabian menggendong ku karna aku tadi terjatuh. Lihat , kakiku luka dan waktu di kelas itu juga gak sengaja.'' Mendengarnya Edwin menghela nafas lega.

''Lain kali jangan terlalu dekat , kita gak tau pemikiran orang tentang kalian nantinya. Maaf untuk yang tadi , dan satu lagi. Sepertinya Yuda akan terus balapan satu hari ini full , banyak sekali pertandingan yang menguntungkan. Apa kau tidak keberatan kalau Yuda hari ini tidak menghubungimu Ayuti?'' Ayuti mengangguk dengan memaksakan senyumnya.

''Jaga kak Yuda ya kak , ingat suruh dia makan tepat waktu , hati-hati dalam balapan dan jangan khawatir tentangku , aku baik-baik saja. Satu lagi kak , jangan kasi tau kalau aku jatuh ya?'' Edwin mengangguk , ia tau maksudnya Ayuti menyembunyikan lukanya.

''Kalian langsung pulang saja , ingat Fabian jangan terlalu dekat Ayuti.'' Fabian mengerti.

''Kakak gak ikutan balap?'' Tanya Fabian , Renata dari tadi hanya diam dan menyimak , dengan hati yang terus merutuki diri karna tidak sopan.

''Enggak. Ayuti apa kakimu sudah lebih baik? Maaf tadi karna membentakmu?'' Sekali lagi Edwin meminta maaf , Ayuti tersenyum.

''Gak apa-apa kak , kakak kembali saja ke tempat balapan , nanti di cariin kak Yuda.'' Edwin mengangguk lalu pergi dari sana. Sepertinya Edwin datang dengan ojek online karena motornya di pakai Yuda.

Mereka kembali kerumah masing-masing.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hay........Guys apa kabar , terima kasih sudah membaca novel author jangan lupa :

Like 👍

komen✍️

vote💌

jadikan favorit kalian💕

Beri juga bintangnya ya🌟

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Rachmawati Hasanah
lanjut....
atang maulana
semoga bahagia selalu ayuti dan Yuda,❤️👍👍
atang maulana
romantis banget sih
atang maulana
bagus Thor, 👍
atang maulana
semangat KK 👍
atang maulana
punya warna kulit yang sama kayak ayuti
atang maulana
semangat KK 👍, ceritanya sama kayak kisah ku
Mentari Cerah Berawan
Terlalu sering Yuda yang ngalah yah.
Padahal dia juga capek kerja, kasian.
Well Yuda, sabar itu emang ngga berbatas. Kamu hebat.
Mentari Cerah Berawan: Bangetttt thor 😍
total 2 replies
Mentari Cerah Berawan
Emang sih, ibu hamil itu sensitif, tapi aku kok kurang suka sama sikap ayuti yg TERLALU EGOIS, bahkan sebelum tau kalo dia hamil.
Mentari Cerah Berawan: makasiiihhh 🙏🙏😂😘
total 6 replies
Khaerita Putri
pelan pelan tak pahami cerita nya semoga tambah bikin penasaran
halutiaphari
terima kasih sudah mampir
deck
Halo DIANGRANTARA mampir nih
Halo author hemm ceritanya bagus dan aq suka, maaf juga baru mampir sekarang tapi gapapa semuanya aq suka hehehe
Si Bungsu
mampir kembali ke salah haluan kak
rini
ceritanya bgs Thor beda dr yg lain.semangat buat novel yg baru
halutiaphari: iya makasi , jangan lupa mampir ya😉
total 1 replies
Fa Rel
bgusss bgt
Fa Rel
lom halal eoy 😂🙄
Fa Rel
np like dkit pdhl bgus
Fa Rel
q ksih bunga deh thor
Fa Rel
yudha sweet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!