NovelToon NovelToon
GOD EMPEROR (LING JIN)

GOD EMPEROR (LING JIN)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Kultivasi / Xianxia / Fantasi Timur
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ling Jin

Ling Jin. Seorang pemuda yang diasuh oleh dua leluhur dewa semenjak masih bayi di dalam sebuah jurang dan diangkat menjadi cucu mereka.

Semua orang mengira dia tidak memiliki dantian sehingga membuatnya merasa tidak berguna. Namun dia memiliki tekad yang kuat serta semangat yang besar demi menggapai apa yang dia inginkan. Cerita kehidupannya berubah setelah segel dantiannya terbuka.

Dia berjalan pada dua sisi yang berbeda. Di satu sisi dia adalah rajanya kegelapan dan di sisi lain dia juga menjadi cahaya.

Ling Jin mengarungi lautan darah demi mencapai puncak kekuatan kultivator. Bahkan jika langit menentangpun dia akan melawannya.

"Aku tidak tunduk pada takdir, takdirlah yang harus tunduk padaku."

"Aku tidak bergantung pada keberuntungan, karena akulah keberuntungan itu."

-Ling Jin.


Bagaimanakah kisahnya?

Ikuti perjalanannya dalam novel God Emperor (Ling Jin).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ling Jin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amukan Yin Mei Lin

“Jadi apa yang ingin kalian bicarakan?” tanya Liu Bing.

Kini Liu Bing telah berada di ruang tamu bersama putrinya dan Bao Chun.

“Ayah. Aku dan kakak Chun akan melakukan latihan bersama guru baru kami sebelum turnamen di mulai,” ucap Yin Mei Lin.

“Apa!?”

Liu Bing terkejut mendengar perkataan putrinya tersebut.

“Bukankah kau dan Bao Chun sudah memiliki guru di sekte ini?” tanya Liu Bing.

“Benar ayah. Tapi kami telah bertemu dengan seseorang yang sangat kuat. Dia mengangkat kami sebagai murid dan akan dilatih untuk meningkatkan kekuatan kami. Ayah tenang saja. Dia adalah orang yang baik,” jelas Yin Mei Lin.

“Apakah guru baru kalian itu sangat kuat sehingga kalian mau menjadi muridnya?” Liu Bing bertanya lagi sambil memegangi dagunya.

“Sangat kuat paman. Bahkan dia lebih kuat daripada patriak,” timpal Bao Chun.

“Apa kau yakin dengan perkataanmu itu?” tanya Liu Bing lagi.

Bao Chun menganggukkan kepalanya.

“Sangat yakin paman.”

“Berasal dari sekte mana dia? Lalu bagaimana dengan guru kalian tetua Wei Jun dan tetua Yu Yin?” Liu Bing kembali bertanya.

“Dia hanyalah pendekar bebas paman. Mengenai guru kami, aku dan Lin’er akan berbicara dengan mereka. Aku yakin mereka bisa mengerti dengan keputusan kami,” ucap Bao Chun.

“Benar ayah. Guru baru kami orang yang baik. Untuk itu dia meminta kami meminta ijin terlebih dahulu kepada ayah, bibi Yin serta tetua Wei Jun agar kalian tidak khawatir,” timpal Yin Mei Lin.

Liu Bing manggut-manggut mendengar penjelasan putrinya dan Bao Chun.

“Hmm. Baiklah kalau itu demi peningkatan kekuatan kalian. Dari penjelasan kalian, sepertinya guru baru kalian itu memanglah orang yang baik. Aku akan mengijinkan kalian. Namun keputusan ini tetaplah berada di tangan tetua Yu Yin dan tetua Wei Jun. Biar bagaimanapun mereka adalah guru kalian selama ini,” kata Liu Bing.

“Kami mengerti paman,” ucap Bao Chun.

“Terima kasih ayah sudah mengijinkan kami untuk berlatih bersama guru baru kami.” Yin Mei Lin memeluk ayahnya.

"Ayah. Tadi sewaktu aku dan kakak Chun berada di kota Dongnan, kami melihat sayembara di papan pengumuman alun-alun kota. Apa ayah tahu mengenai sayembara itu?" Yin Mei Lin bertanya kepada ayahnya.

Mendengar pertanyaan putrinya, Liu Bing kemudian menjelaskan," Ah, itu pasti sayembara mengenai buronan sekte. Memang sekte ingin menangkap pelaku yang melukai putra patriak hingga sedemikian rupa parahnya."

"Namun karena sekte meyakini bahwa kedua buronan tersebut sangat kuat, maka mereka mengadakan sayembara untuk menangkap kedua buronan itu," imbuh Liu Bing.

"Lin'er. Chun'er. Sebaiknya kalian jangan ikut dalam sayembara itu. Kalian pasti tahu sendiri seberapa hebatnya mereka karena kalian berada di sana pada saat kejadian berlangsung." Liu Bing mengingatkan.

"Emmm. Ayah benar. Dia sangat kuat ayah. Waktu itu, aku dan kakak Chun sangat terkejut karena mereka bisa menghilang. Ayah tahu sendiri jika di dunia tengah ini tidak ada kultivalot yang bisa menghilang sebelumnya," kata Yin Mei Lin.

Liu Bing menghela nafasnya. "Hah. Ayah semakin merasa jika ayah ini sangat lemah."

"Ayah bicara apa? Bagiku, ayah adalah yang terkuat dan terbaik karena bisa membesarkan Lin'er sampai bisa seperti sekarang. Aku tidak akan pernah bisa membalas jasa-jasa ayah." Yin Mei Lin berkata sambil memeluk ayahnya.

“Paman. Aku dan Lin’er harus segera berbicara dengan guru kami karena kami tidak mempunyai banyak waktu,” sela Bao Chun.

“Apa harus secepat itu?” tanya Liu Bing.

“Maaf ayah. Tapi guru baru kami bilang lebih cepat memulai latihan akan lebih baik,” kata Yin Mei Lin.

“Hais. Baru juga tiba kalian sudah akan pergi lagi.” Liu Bing berkata sambil menghela nafasnya tak berdaya.

“Yasudah. Yang terpenting kalian baik-baik saja dan bisa menjadi semakin kuat,” imbuhnya.

“Terima kasih banyak ayah,” ucap Yin Mei Lin kegirangan.

“Terima kasih paman,” kata Bao Chun.

“Tapi sebelum pergi menemui guru kalian, setidaknya kalian makanlah dulu. Kebetulan aku memasak cukup banyak hari ini.”

“Baik paman!!” Bao Chun menjawab dengan semangat yang berapi-api.

Liu Bing dan putrinya hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka mendengar jawaban Bao Chun.

Kemudian mereka bertiga makan bersama siang itu. Setelah selesai makan, mereka berpamitan kepada Liu Bing untuk menemui guru mereka masing-masing.

Akhirnya setelah dengan berbagai jurus bujuk rayu mereka, tetua Yu Yin dan tetua Wei Jun mengijinkan murid mereka untuk berlatih dengan seseorang yang mereka anggap guru baru mereka tersebut. Yin Mei Lin dan Bao Chun berjanji jika mereka akan menyusul ke sekte Rajawali sebelum turnamen generasi berbakat benua tengah di mulai.

“Bibi Yin. Tolong rahasiakan hal ini kepada yang lainnya. Bilang saja aku sedang berlatih bersama kakak Chun. Kami berjanji akan segera menyusul ke sekte Rajawali,” ucap Yin Mei Lin.

“Baiklah Lin’er. Bibi akan merahasiakan hal ini. Tapi kau harus ingat dengan janjimu itu. Kau bawalah kitab Hati Es. Mintalah petunjuk kepada guru barumu itu,” kata tetua Yu Yin.

“Emm. Baik bibi. Aku janji,” jawab Yin Mei Lin kemudian memeluk tetua Yu Yin.

Tak lama kemudian Bao Chun muncul bersama tetua Wei Jun.

“Lin’er. Ayo kita berangkat sekarang,” kata Bao Chun.

Yin Mei Lin menganggukkan kepalanya.

“Lin’er. Chun’er. Kalian berlatihlah dengan sungguh-sungguh. Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Siapa tahu dibawah bimbingan guru baru kalian, bisa meningkatkan pemahaman terhadap jurus-jurus yang kalian pelajari. Ingat, jadilah murid yang berbakti,” ucap tetua Wei Jun mengingatkan.

“Kami mengerti guru,” jawab Bao Chun.

“Chun’er. Aku titip Lin’er. Jika terjadi apa-apa dengannya, bukan hanya kau yang akan menerima akibatnya. Tapi gurumu juga.” Tetua Yu Yin berkata dengan ekspresi wajah yang serius.

Gleekk.

Tetua Wei Jun menelan ludahnya kasar. Keringat dingin mengalir dipunggungnya.

“Kenapa aku juga kena?”

“ Haaah. Wanita memang makhluk yang sangat berbahaya,” gumamnya dalam hati.

“Baik. Chun’er berjanji tetua Yin,” jawab Bao Chun.

Yin Mei Lin dan Bao Chun akhirnya pergi meninggalkan sekte Pedang Langit. Mereka tidak diantar oleh guru mereka maupun Liu Bing agar tidak ada yang curiga.

***

Di tempat yang tidak jauh dari kota Dongnan, Ling Jin sudah menunggu mereka.

Di balik awan.

“Huh. Katanya mau menunggu di sini. Tapi sampai sekarang kakak belum juga muncul.” Yin Mei Lin mengeluh dengan kesal sambil menjejak-jejakkan kakinya. Sudah beberapa saat mereka menunggu Ling Jin, namun Ling Jin  belum juga muncul.

“Apa dia itu sudah pikun sampai lupa menjemput kita? Apa dia tidak tahu hal yang paling menyebalkan itu adalah menunggu?” imbuhnya dengan wajah cemberut.

Bao Chun terkekeh melihat tingkah Yin Mei Lin yang tidak sabaran.

“Haaah. Aku rasa tidak akan ada laki-laki yang berani mendekatimu sekarang.” Bao Chun berkata sambil menyenderkan punggungnya pada sebuah pohon.

Mendengar perkataan Bao Chun, Yin Mei Lin langsung menatapnya dengan sengit.

Melihat itu, Bao Chun menelan ludahnya. Kemudian hanya nyengir kuda.

“Heeeee.”

Tak lama berselang, hujan turun.

“Kenapa tiba-tiba hujan?” Yin Mei Lin berkata lalu beranjak untuk berteduh di bawah pohon di samping Bao Chun.

“Lin’er. Hujan ini aneh. Kenapa hanya tempat kita yang terkena hujan, sedangkan yang lain kering,” ucap Bao Chun.

Yin Mei Lin melihat sekelilingnya.

“Kau benar kakak Chun. Hanya kita saja yang terkena hujan,” kata Yin Mei Lin.

“Ayo kita pindah ke pohon itu,” imbuhnya sambil beranjak pindah ke pohon di sebelahnya disusul oleh Bao Chun.

Namun hujan itu seperti mengikuti mereka pergi.

“Hmm. Sepertinya ada yang sengaja,” gumam Yin Mei Lin kemudian mendongakkan kepalanya.

“Hei kau! Dewa hujan, dewa petir, atau dewa apalah itu. Jangan menggangguku. Atau kutebas kalian! Apa kalian tidak tahu suasana hatiku sedang buruk!?” Yin Mei Lin berteriak-teriak.

Mulut Bao Chun menganga tak percaya dengan apa yang dikatakan Yin Mei Lin.

“Lin’er. Nanti kalau dewa itu mendengarnya bagaimana?” ucap Bao Chun.

“Aku tak peduli. Menyebalkan!” jawab Yin Mei Lin sambil berkacak pinggang.

Hahahahahaaa!!

Lihatlah wajah kalian!!

Tiba-tiba Ling Jin muncul dari atas dengan perlahan lalu menghampiri mereka berdua sambil tertawa terpingkal-pingkal.

“Hahaha. Tak kusangka adikku akan sangat mengerikan jika sudah marah. Bahkan dewa pun dia tantang,” kata Ling Jin.

“Ternyata ini ulah kakak!?” kata Yin Mei Lin.

“Emmm.” Ling Jin menganggukkan kepala tanpa rasa bersalah sama sekali.

Yin Mei Lin mengeluarkan pedang Awan Esnya dari dalam cincin ruang.

“Lin’er. Apa yang akan kau lakukan?” tanya Bao Chun.

“Diam. Manusia satu ini harus diberi pelajaran,” jawab Yin Mei Lin kemudian menyalurkan qi nya ke dalam pedang Awan Es. Seketika pedang itu terselimuti energi es yang sangat pekat.

Amarah Hati Es!

Yin Mei Lin bersiap untuk menyerang kakaknya.

Ling Jin hanya tersenyum melihatnya. Lalu dia tiba-tiba menghilang seketika itu juga dan muncul di belakang Yin Mei Lin dan Bao Chun. Kemudian mereka bertiga menghilang dari tempat itu.

***

Di dalam jurang kematian.

Qing Long terlihat sedang memahat sebuah batu yang cukup besar sambil bersiul-siul. Tampak pahatan batu itu berbentuk singa yang mempunyai empat sayap di punggungnya. Saat sedang asik-asiknya memahat, tiba-tiba saja.

WHUUUUSSSSHHH!!

Qing Long merasakan sebuah ancaman mendekat, dia menolehkan pandangannya ke arah sumber ancaman tersebut. Matanya membulat seketika.

“Apa yang!???”

Sebuah energi es yang cukup besar menerjang ke arahnya dengan cepat. Seketika itu juga Qing Long melesat ke samping menghindari terjangan energi es tersebut.

CREEEEPPPP!!

Energi es itu mengenai mahakarya Qing Long yang sedikit lagi akan selesai. Patung singa itu membeku seketika, lalu sebuah energi tebasan pedang menyusul energi es itu.

BLAAAARRR!!!

Mahakarya itu hancur berkeping-keping.

“Oh tidak, patungku yang berharga!” Qing Long tidak berdaya melihat patung kebanggaannya hancur begitu saja.

“Hahahahaaa!”

Ling Jin tertawa sangat senang melihat ekspresi wajah Qing Long.

“Diam kau!” Yin Mei Lin berteriak ke arah Ling Jin kemudian menyerangnya dengan jurus yang sama.

Ling Jin tertegun melihat kemarahan adiknya itu.

Amarah Hati Es!

WHUUUSSSHHH!!

“Oh tidak!” Ling Jin segera melesat menghindari hempasan energi es milik adiknya.

“Lin’er. Tenangkan dirimu,” ucap Bao Chun mencoba menenangkan.

Yin Mei Lin melihat ke arah Bao Chun dengan tatapan membunuh.

Amarah Hati Es!

WHUUUSSSHHH!!!

“Alamak. Mati Aku!” Bao Chun diserang juga oleh Yin Mei Lin yang sedang marah besar. Bao Chun dan Ling Jin melesat kesana kemari menghindari jurus Yin Mei Lin.

“Hey gadis jelek! Apa yang kau lakukan hah!? Datang-datang sudah mengacau. Lihat, mahakaryaku telah kau hancurkan,” kata Qing Long dengan gusar.

Amarah Hati Es!

WHUUUUUSSSHHH!!!

Qing Long membelalakkan kedua matanya. Lalu dia melesat dengan sangat cepat untuk menghindar dari jurus Yin Mei Lin.

“Kalian para laki-laki memang sangat menyebalkan!” teriak Yin Mei Lin.

Air Mata Es!

Badai Es!

Amarah Hati Es!

SYUUUUTTT!!

WHUUUSSSHHH!!

WHUUUUSSSSHHHH!!!

Pada akhirnya hari itu Ling Jin, Bao Chun serta Qing Long menjadi sasaran amukan dari Yin Mei Lin sampai pagi.

1
Predi Siswanto
woy ambil lak kalung tu dia kan cuman adik ankat
Matisekali Hidupsekali
iblis memang baik. xde dgr iblis rogol manusia, iblis bunuh manusia. cumq iblis suka hasut je. manusia yang jahat dan bodoh dgr hasutan iblis.
Iwa Kakap
masih nyimax
Davide David
lanjut thor
ravli yadi
bagus sii tp sayang Hiatus.. jadi B1 dlu..
Lintang Putri
katanya mcnya klo udah 10thn dantianya dah terbuka
kok ini blm sich kapan jd kuatnya
spooky836
pukimak betollah ranah bertukar aje sialan.
Christian Matthew Pratama
qing long lg tidur mknya gak liat mc bertarung
Nur Fadila Afrilian
Luar biasa
Topan
lanjutin dong thor
AKBAR JAYASASMITA
Luar biasa
AKBAR JAYASASMITA
Lumayan
Leonardus Ardiansyah
kirain megatron ternyata superboy
Cah Cepu LiMartin
kayk katak sih thor...langsung lompat begtu.../Gosh/
Hai semua, baca novel baru aku yuk pasti sesuai selera kalian deh "The Power of Sun" dibaca yaa
~•Insan Biasa•~
Lumayan
miyuu
LANJUTTT PLISSS
Adi Hernowo
update Thor....
Raditya Vicky
Luar biasa
Glastor Roy
update dong torrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!