NovelToon NovelToon
Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Cinta Seindah Senja Di Pesantren Season 2

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: rifda mawardani

Kisah ini lanjutan dari Cinta seindah senja di pesantren season 1.

"Kamu harus memilih di antara kita!" Husein membuka suara.

"Kamu harus memilih Aku atau Dia, Kakakku?" Husein menatap lekat Arum yang masih setia berdiri mematung di antara laki-laki yang memiliki sifat berbeda tapi wajah yang sama.

Arum adalah santri baru pindahan dari luar negeri, Dia memiliki sikap yang berbeda juga paras yang cantik mempesona. Karena perbedaan itulah yang membuat kedua putera pemilik pesantren jatuh cinta dan bersaing mendapatkan hatinya.

Siapakah yang akan dia pilih?

Dan bagaimana kisah mereka?

Ikuti terus kisah mereka di karyaku Cinta seindah senja di pesantren season 2.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rifda mawardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Ke Kantor Hasan

"Apa Pak Hasannya ada?" sambung Pak Marto.

"Pak Hasan sedang meeting Pak," jawab reseptionisnya.

"Apa ada pesan untuk Mbak Arum dari Pak Hasan?" tanya Pak Marto yang sudah hafal dengan kebiasaan Hasan

Hasan akan meninggalkan pesan pada reseptionis lewat sekertarisnya jika ada janji khusus dengan seseorang.

"Oh Mbak Arum, sebentar ya Pak saya cek dulu." Reseptionis bername tage Sisi mengetik sesuatu di layar komputer yang ada di hadapannya.

"Mbak Arum bisa menunggu Pak Hasan di ruangannya," ucap Sisi reseptionis cantik berpenampilan menarik yang ada di hadapan Arum.

"Baiklah terima kasih Sisi, selamat bekerja." Ujar Pak Marto berjalan menjauh.

"Mari saya antar ke ruangan Pak Hasan!" ajak Pak Marto berjalan mendahului Arum seolah memberi isyarat agar Arum mengikutinya.

"Silahkan!" Pak Marto membuka pintu sebuah ruangan yang memiliki pintu berbeda dengan ruangan lain. Pintu yang di tunjukkan oleh Pak Marto terlihat lebih besar dan mewah.

"Mbak Arum bisa menunggu Mas Hasan di dalam," sambung Pak Marto.

"Loh, Pak Marto mau kemana?" tanya Arum yang heran melihat Pak Marto malah berjalan hendak pergi meninggalkan Arum sendiri.

"Saya mau balik ke pesantren, dua jam lagi saya akan kembali untuk menjemput Mbak Arum." Jelas Pak Marto.

"Pak, apa tidak apa-apa jika saya masuk dan menunggunya di dalam sendirian?" tanya Arum dengan ekspresi keraguan di wajahnya.

Arum yang sedikit mengerti tentang ruangan presdir di suatu perusahaan tidak bisa di masuki sembarang orang merasa ragu untuk masuk dan menunggu Hasan di ruangannya sendiri, pasalnya Arum mengerti jika di dalam ruangan itu ada banyak barang dan berkas-berkas penting. Arum takut jika ada sesuatu yang hilang dia yang di salahkan. Atau kalau ada sesuatu yang berpindah tempat tersenggol dirinya atau segala hal yang akan terjadi dan hal yang terjadi itu tak di sukai Hasan, Arum takut Hasan akan marah.

Selama Arum mengenal Hasan sedikitpun dia tak pernah melihat Hasan tersenyum lebar seperti senyum Husein saat bersamanya, Hasan yang selalu terlihat dingin membuat Arum sungkan dan banyak berfikir jika mau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Hasan.

"Jika Mas Hasan sudah berpesan agar Mbak Arum menunggunya di dalam ruangan, maka tak ada masalah karena perintah itu Mas Hasan sendiri yang buat. Jadi Mbak Arum tidak perlu khawatir." Jelas Pak Marto membuat hati Arum kembali lega dan perlahan masuk ke dalam ruangan Hasan.

Ceklek ....

Perlahan tapi pasti Arum membuka pintu ruangan Hasan, mendudukkan diri di sofa panjang yang ada di sana. Meletakkan rantang bekal makan siang yang tadi telah dia bawa. Sebelum berangkat Umik memberikan rantang pada Arum agar di berikan pada Hasan dan Arum hanya bisa menuruti perintah Umik tanpa bisa menolaknya.

"Lumayan bagus juga ruangannya," lirih Arum memperhatikan ruangan Hasan yang terlihat simple tapi begitu elegan dan mewah dengan beberapa hiasan mahal yang terpajang di sana.

"Desainnya elegan," gumam Arum meletakkan tas selempang yang tadi dia bawa.

Sepuluh menit sudah berlalu tapi Hasan tak juga muncul rasa bosan mulai menghampiri Arum. Dia berdiri kemudian berjalan perlahan memperhatikan secara detail setiap desain yang ada di ruangan Hasan, hingga suara deheman seorang laki-laki mengejutkannya.

"Khem," Hasan yang baru saja meeting masuk ke dalam ruangannya, terlihat Arum sedang berdiri mematung menatap sebuah foto yang terpajang di atas meja kerjanya.

Sebuah foto yang menampilkan gadis kecil tengah duduk membelakangi kamera dengan pemandangan yang begitu indah.

Sedangkan Arum yang tengah fokus menatap foto gadis kecil yang terletak di meja kerja Hasan, foto yang sangat familiar di ingatannya. Bukan karena si gadis yang ada di foto itu tapi pemandangan yang tersaji di sana.

Arum seperti pernah mengenali tempat di mana gambar itu di ambil, dia juga seperti mengenal siapa gadis yang ada di foto itu. Tapi ingatannya gagal menemukan jawaban yang sedang di cari sang pemilik tubuh.

"Eh, Mas Hasan." Lirih Arum yang reflek langsung menunduk takut setelah ketahuan sedang berada di dekat meja kerja Hasan dan memperhatikan foto yang entah foto siapa itu.

"Kamu sedang apa di sana?" tanya Hasan dengan ekspresi yang tak terbaca.

Hasan memang sangat lihai menyembunyikan ekspresi, bahkan terkadang Umik tak mengerti dengan apa yang di rasakan Hasan. Hanya Husein satu-satunya orang yang mengerti dengan apa yang di rasakan Hasan sekalipun Hasan berusaha keras menyembunyikan perasaannya dari Husein tapi entah mengapa Husein selalu tahu apa yang di sembunyikan oleh Hasan.

"Oh, i~ini Aku lihat foto di meja Mas Hasan. Ini foto siapa ya?" ucap Arum gugup tapi kegugupannya dengan cepat bisa di kontrol.

"Itu foto cinta pertamaku," jawab Hasan singkat padat dan jelas, seperti tak memberi cela untuk Arum bertanya kembali.

Arum hanya diam mematung mendengar jawaban Hasan, entah mengapa di sudut hatinya terasa sedikit perih seperti tertusuk jarum.

"Jangan melamun di sini! kalau sampai kesurupan Aku yang bakal repot," ucap Hasan yang terkesan ketus.

"Maaf," lirih Arum.

"Duduklah!" titah Hasan yang sudah duduk di sofa tepat di depan meja yang tadi di duduki Arum.

Arum yang mendengar titah Hasan langsung berjalan mendekat ke arahnya, duduk tepat di sebelahnya.

"Apa rantang ini kamu yang bawa?" Hasan yang melihat Arum hanya diam menunduk tanpa suara dan pergerakan langsung melontarkan pertanyaan.

"Iya Mas, rantang itu titipan dari Umik untuk Mas Hasan," jawab Arum yang masih saja diam menunduk dengan ekspresi takut yang terpancar jelas di wajahnya.

Hasan yang mendengar jawaban Arum langsung meraih rantang yang sejak tadi berada di atas meja. Membuka dan melihat apa yang ada di dalamnya.

"Kamu sudah makan?" tanya Hasan tanpa menoleh ke arah Arum yang sedang duduk dengan ekspresi yang sama, Tak berubah.

"Sudah Mas," jawab Arum lirih.

Jawaban Arum membuat Hasan reflek menoleh ke arahnya.

"Kamu kenapa?" tanya Hasan mengernyitkan dahi bingung dengan sikap Arum yang hanya tertunduk dengan ekspresi takut.

"Maaf," cuma satu kata yang keluar dari bibir Arum membuat Hasan semakin bingung.

"Maaf untuk apa?" tanya Hasan dengan ekspresi kebingungan.

"Maaf karena tadi sudah melihat foto tanpa izin." lirih Arum dengan nada penuh penyesalan.

"Sudahlah! lupakan saja." Ucap Hasan melanjutkan kegiatannya mengambil makanan yang tadi di bawa oleh Arum dan mulai menyuapkan perlahan ke dalam mulutnya tanpa memperdulikan Arum yang hanya bisa diam tanpa suara.

Hasan sebenarnya tak tega melihat ekspresi Arum yang ketakutan tapi Hasan tetaplah Hasan. Dia masih bingung mau bersikap seperti apa di hadapan Arum.

'Apa Aku keterlaluan ya?' batin Hasan.

1
@lan
mantab thor
kkholifah17SQ
haha terlalu jelas Thor "dua gunung kembar yang putih dengan puncak merah muda yang menonjol lumayan besar" 🤣🤣🤣
kkholifah17SQ
terlalu jelas Thor"belalai panjang yang menegak"🤣🤣🤣
kkholifah17SQ
😆😆terlalu jelas Thor, "gua berbukit yang di tumbuhi rerumputan" 🤣
"menikmati manis nya madu dua gunung kembar yang terpampang nyata" 🤣
kkholifah17SQ
kayak nya tadi di awal yang nyuruh arum manggil husen mas itu husen sendiri tapi kok di sini husen nya jadi komplen ya🙏
Suliyatun
semoga Hasan berjodoh dgn Arum..
Mira azira Zira
apa cuma aku yang setuju kalo arum sama husein,?😆
Muh Kamal
cerita yg bagus banget
Syakira Er
huda itu adek sepupu hasan dan husein ka, krna waktu arif dan imah nikah, uqi baru melahirkan
Marwah
semangat pengantin baru
Indrijati Saptarita
anak husein lelaki apa prempuan... koq menggantung....
lanjuuuuuuuuttt yuukkk.....
Indrijati Saptarita
dilanjuuuuuttt....
Indrijati Saptarita
tiap orang beda character, walau kembar sekalipun....
Indrijati Saptarita
lama pergerakannya yaa... critanya di tempat... pergerakan terlalu lambat....
Indrijati Saptarita
jaman digital masih surat-suratan kertas..... opo tumon....
lanjuuuttttt.....
Indrijati Saptarita
alhamdulillaah gercep huda... jd dessy ga bimbang lagi....
Indrijati Saptarita
kelamaan....
Indrijati Saptarita
duuhhh adiknya zain siapa yaa....
Indrijati Saptarita
kelamaan akh arum ngomongnya....
padahal wkt di danau kan santai, bukannya ngomong....
Indrijati Saptarita
syafakillaah laa basa' thohurun, in syaa Allaah....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!