Kau begitu Rupawan, Kau begitu menawan, Kau yang pertama ku cinta dalam diamku, namun takkan pernah kusebut namamu dalam setiap doa di setiap sujudku.
Jangan Cintai aku
Biar aku yang mencintaimu
Jangan melihat kearahku
Biar aku yang melihat kearahmu
Aku begitu takut terluka...
Apalagi jika luka itu ku dapat darimu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dr. xiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ultah Chandrama
3 BULAN Kemudian
Adrika kini mulai sering masuk kantor sambil membawa Chandrama yang sudah balita bersamanya ke butik.
Melihat bentuk bangunan dan desain didalamnya membuat adrika menyadari bahwa Almarhumah gayatri sepertinya sengaja mendesain butik itu sesuai selera Adrika yang menyukai hal-hal klasik. Bahkan Almarhumah Gayatri dengan sengaja menamai butiknya dengan nama "Maharani" karna ia memang sejak awal ingin memberikan butik dan bisnis itu pada Adrika.
Adrika kembali pada dirinya yang cantik dan elegan, bahkan ia membuat chandrama layaknya seorang putra bangsawan.
Adrika memang tak pernah melalaikan kewajibannya sebagai istri Jagadta, ia mengurusi, pakaian dan makanan Jagadta tapi tidak untuk melayaninya ditempat tidur sekalipun mereka selalu tidur seranjang dan Adrika selalu menemukan Jagadta yang tidur sambil memeluknya.
Chandrama mulai begitu suka bicara dan Adrika selalu meladeninya. Hubungan mereka sebagai orang tua Chandrama memang sangat baik tapi tidak dengan hubungan suami istri, sejak kejadian adrika menunjukkan sisinya yang terluka, Adrika tak lagi membiarkan Jagadta masuk dan merusak emosinya, tidak perduli bagaimana pun Jagadta berusaha mendekatinya, merayunya untuk membuka hatinya. Bagi Adrika hancur sekali sudah cukup, jangan ada yang kedua kali.
Sejak kejadian itu juga Cynthia menjaga sikapnya, ia tak lagi datang berkunjung ke apartemen Adrika tapi ia lebih sering mengunjungi butik Adrika atau bertemu diluar. Ia tak ingin Adrika sahabatnya harus mendengar berita tak mengenakan lagi diluar dan membuat Jordan semakin tak menyukai dirinya.
******
Ulang tahun pertama chandrama
Pagi itu pukul 9 Adrika sengaja datang mengunjungi makan Gayatri seorang diri.
Hei.... aku datang, hari ini putra kita genap satu tahun. Ia tumbuh jadi anak yang sangat lucu dan cerewet sepertimu.
Gak usah khawatir, aku dan chandrama, kami hidup bahagia. Putra kita tak kekurangan perhatian dan cinta dari papinya, laki-laki itu cukup baik, ia bersedia menyematkan nama keluarganya dibelakang nama putra kita. Ia juga menyayangi dan mengakui chandrama sebagai putra sulungnya.
Chandrama begitu dekat dengan orang itu, bahkan caranya tersenyum kini begitu mirip dengannya. hhhh.... hela Adrika selesai bercerita.
Maaf aku belum berani membawanya kesini, ia masih terlalu kecil. Aku takut terjadi apa-apa, tapi jangan khawatir karna aku selalu menceritakan dirimu pada putra kita...ucap Adrika menambahkan.
Hari ini aku berniat merayakan ulang tahun pertama putra kita, maaf karna aku ingin merayakannya dengan sederhana, kau tahu mungkin karna aku yang membesarkannya, putra kita itu sepertinya tak suka keramaian sepertiku maminya...hehehehe... tambah adrika bercerita.
Aku pamit, aku akan menjengukmu lagi nanti... bye..ucap adrika lalu pergi dari pemakaman umum itu dan pulang ke apartemennya.
Adrika mengundang cynthia dan keluarga kecilnya juga Jordan ke acara ultah Chandrama.
Adrika memang mulai memperkerjakan ART yang dipilihkan langsung oleh jordan atas permintaan Adrika.
Hari mungkin pertama kalinya Adrika terlihat tersenyum seharian, ya semua itu untuk Chandrama-nya.
Bocah yang mulai belajar berjalan itu benar-benar tak mau diam hingga jordan harus rela bersabar untuk Chandrama. Jordan tampak kewalahan namun justru membuat adrika selalu tersenyum dan tertawa.
Jagadta memang cemburu, namun apa ia punya hak untuk itu, sedang dia bahkan masih tak mengerti hatinya. Belum lagi Adrika yang begitu tenang dan semakin cantik setiap harinya, membuatnya selalu tak tenang, ia takut ada yang mendekati istrinya itu apa lagi kini Adrika sudah kembali beraktifitas.
Acara ultah di mulai.