"Tahan sayang" Steven nampak panik dan segera berlari dengan menggendong Kirana menuju pintu keluar dan sudah ada Joko yang duduk di kursi kemudi mobil menunggu nya
Kemudian membawa nya masuk ke dalam mobil, Joko dengan segera menjalankan mobil seraya menekan tombol otomatis penutup pintu nya
Evan yang nampak di gendong Lucas dengan sedikit berlari di ikuti Silvia menuju ke mobil nya dengan segera menginjak pedal gas mobil setelah Silvia dan Evan masuk ke dalam mobil lalu dengan cepat mengikuti laju mobil Steven
Mengikuti Steven dari belakang... dengan sedikit lebih cepat melajukan mobilnya supaya tidak ketinggalan
Steven membaringkan tubuh Kirana di mobil bagian belakang bersama nya, meletakkan kepala nya di pangkuannya
"Momy, tahan ya... kita segera sampai" ucap Steven yang makin panik
"Sayang... aku sudah nggak tahan lagi, seperti nya mau keluar" ucap Kirana lirih
"Tahan dulu sayang, sebentar lagi" ucap Steven seraya mengusap rambut dan mengecup kening Kirana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gelang Kembar
Masih di hiasi dengan tetesan air hujan, mobil yang dikemudikan Joko dan Diki perlahan memasuki halaman rumah kediaman Lucas, melewati dua penjaga di pintu gerbang dan melewati halaman yang di tumbuhi bunga dan rerumputan hijau
Dari kejauhan tampak Lucas, Silvia juga Ayu dan Rio sudah menunggu menyambut kedatangan nya
Joko dan Diki menghentikan laju mobil nya di depan halaman pintu utama
Kemudian Joko menekan tombol otomatis pintu nya dan membuat nya terbuka
Rio dan Silvia kemudian menghampiri mereka
"Halo jagoan Om Rio" ucap Rio seraya menjulurkan kedua tangan nya dan meraih Evan
Kirana memindahkan putri kecil nya ke gendongan Steven, kemudian Steven memberikan nya pada Silvia
Steven dengan cepat turun lalu Kirana menggeser duduk nya di tempat duduk yang semula dipakai Steven
"No..No gendong.. aku bisa sen..." belum menyelesaikan kalimatnya Steven dengan cepat melingkarkan lengan nya pada perut Kirana dan mengangkat nya
"Sendiri.." Kirana melanjutkan setelah Steven meraihnya
"Jangan protes" ucap Steven, lalu Kirana menurutinya dan melingkarkan lengan nya pada leher Steven
Steven kemudian mengangkatnya dan membawa cinta dalam hidup nya masuk ke dalam rumah di ikuti anggota keluarga yang lain..
Diki dan Tita ikut bahagia menyaksikan nya
"Sayang, biarkan Tita ikut denganku ke kamar" ucap Kirana, Tita yang mendengarnya kemudian melangkahkan kaki mengikuti Steven dan Kirana setelah memberikan gendongan anak nya pada Diki
Membawa Kirana ke dalam kamar dan meletakkan nya di tempat tidur, kemudian Steven meningglkan nya bersama Tita dan melangkahkan kaki bergabung dengan keluarga nya yang lain di ruang keluarga
"Tita, duduk lah kemari' ucap Kirana seraya menepuk bagian bibir tempat tidur di samping nya
Kemudian menyerahkan sebuah sebuah gelang, bila dilihat dari ukurannya gelang tersebut untuk anak usia 17 tahun
"Kamu satu satunya sahabat yang aku punya, takdir membawaku sampai detik ini karena kamu membantuku mendapatkan pekerjaan di Ibu Kota waktu itu. Pakai kan gelang ini untuk Bella saat dia dewasa, aku ada lagi satu untuk putri kecil ku dan aku akan memberikannya saat dia umur 17 tahun jadi mereka kembaran "
ucap Kirana
"Tapi ini mahal sekali Kirana, aku ngga bisa menerimanya" ucap Tita
"Kan bisa pakai gelang tali yang di toko aksesoris Kirana" imbuh nya
"Jangan menolaknya, aku ingin anak ku kelak juga bersahabat seperti kita" anggap saja ini kado untuknya dariku saat dia dewasa
"Baiklah, terimakasih" ucap Tita yang kemudian menerima nya
"Eh, tapi kamu dan Steven bukan aku yang jodohkan loh. Enak saja ha..ha" ucap Tita
"Ha...ha.." Kirana tertawa
"Tetap saja berkatmu, aku bisa sampai ke Ibu Kota" ucap Kirana lagi
"Iya deh.." jawab Tita
"Aku pulang dulu ya, besok kalau free aku kemari lagi sama anak ku" ucap Tita
"Baiklah, terimakasih sudah berkunjung sekaligus mengantarku pulang" ucap Kirana
Kemudian mereka berpelukan dan Tita melangkahkan kaki keluar kamar Kirana dan menutup pintu kamar nya
Kirana memandang gelang yang ada di dalam kotak kecil yang terbuka dalam genggaman tangannya dan berkata
"Semoga kalian kelak menjadi sahabat yang baik seperti kami nak" ucap Kirana lalu menutup box kecil tersebut dan meletakkan nya ke laci meja samping tempat tidur nya
Ruang Keluarga
Tita melangkahkan kaki bergabung dengan anggota keluarga Steven dan berpamitan pulang
"Kami pulang dulu Ibu dan Bapak, karena saya harus datang ke perkumpulan bulanan di lingkungan tempat tinggal saya" ucap Tita dan diikuti Diki yang masih menggendong anak nya
"Lho, nggak main dulu sampai sore di sini nak " ucap Ayu
"Iya, kak Tita" sahut Rio
"Besok saya kemari lagi Bu, saat senggang" ucap Tita
"Oh baiklah nak, hati hati ya" ucap Ayu
Kemudian bersalaman dengan semua naggota keluarga dan melangkahkan kaki menuju pintu keluar bersama Diki dan Steven mengantar nya
Melambaikan tangannya saat Diki mulai melajukan mobil nya dan berlalu meninggalkan kediaman Lucas
orang yg nguping steve didepan ruang kerja nya kirana atau randy,
sama sebenernya Nara itu bener anak Steve dan Nova atau Anton dan Nova