"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.
"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.
Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BUKAN PENGEMIS
Kamu kenapa Cay. Kenapa sewot banget sama Angel? Kan aku sudah bilang, Angel sahabat aku. Dia memang kurang perhatian dari orang tuanya. Dia beda kayak kita, Cay. Tolong maklum. Aku tahu kamu selalu diperhatikan oleh orang tua dan kakak kamu, tapi jangan sampai kamu menghina orang lain aku gak suka. Aku tahu kamu gadis yang baik, dan aku menyukai kamu karena kamu gadis yang penuh perhatian dan kasih sayang. Please jangan diulangi ya.
Sebuah pesan dari Gesta, hanya dibaca oleh Niar. Hatinya dongkol setengah mati. Sudah menghargai kesibukan sang kekasih, haruskah dia menghargai kedekatan Gesta dengan Angel, yang katanya sahabat. Gesta pernah berpikir soal perasaan Niar gak? Kencan jarang, berangkat atau pulang bareng apalagi, weekend? Gak usah ditanya, Niar sampai bosan chat weekend pagi Gesta selalu bilang Izin lagi ya, hari ini aku mau menemani Angel ke supermarket, ke rumah sakit, keluar sama Angel dan mama. Menemani Angel sakit dan banyak lagi.
Sebagai pacar, Niar boleh kan protes? Sisakan satu kali weekend buat jalan berdua susah sekali kah?
Niar tak berniat membalas pesan Gesta tersebut, ia tak mau mengeluarkan energi berlebih meladeni hubungan mereka. Terserah.
Sejak hari itu, Niar mode cuek sekali. Telepon Gesta tak pernah diangkat, chat juga gak pernah dibalas. Saat di sekolah pun, Niar selalu menghindar dari Gesta, apalagi Angel selalu di dekat Gesta.
"Lo putus sama Gesta, Ni?" tanya Aezar, teman satu kelompok Niar lomba karya tulis. Keduanya sedang berjalan ke kantin, karena kelaparan setelah latihan presentasi dengan Bu Nanik, persiapan final LKTI kampus minggu depan.
"Iya kali, kenapa?" tanya Niar.
"Ya gak pa-pa, cuma biasanya lo kan gak mau jalan berdua sama anak cowok, khawatir Gesta cemburu. Lah sekarang lo mau ke kantin sama gue," ledek Aezar.
"Dia gak bakal cemburu sama kita, santai aja. Buruan, sebelum Bu Nanik woro-woro buat kumpul lagi," ujar Niar cuek dengan mempercepat langkahnya.
Tatapan Niar menemukan sosok yang ditanyakan Aezar tadi, bersama teman-temannya dan Angel yang setia duduk di samping Gesta. "Cay!" panggil Gesta, berniat mengajak sang kekasih gabung.
"Hai, gue pesan dulu!" ucap Niar tak mau berinteraksi lebih, meski Gesta sangat mengharap Niar duduk di dekatnya. Gesta sampai mengerutkan dahi, saat Niar malah memilih duduk di bangku lain bersama Aezar. Ia pikir setelah pesan langsung bergabung. Sungguh, Gesta ingin ngobrol banyak dengan sang kekasih.
"Samperin gih, kangen banget kayaknya. Sabar Ges, dia lagi persiapan final," tebak Tyo melihat eskpresi Gesta yang terus menatap Niar dan Aezar.
"Ya deh, udah lama gue gak ngobrol sama dia juga. Mana chatq jarang dibalas lagi!" keluh Gesta sembari beranjak pergi. Angel berdecak sebal, ingin menahan Gesta, tapi lirikan Tyo sangat tajam, seolah menghalangi Angel ikut campur.
"Gue gak tahu niat lo apa, Ngel. Karena sejak kedatangan lo, gue lihat Gesta lebih sering sama lo daripada Niar!" ucap Tyo dengan nada memperingati.
"Lo naksir Gesta ya?" tebak Dion, teman Gesta lain.
"Apaan sih, aku cuma sahabatan sama Kak Gesta. Sejak kecil, aku udah menganggap Kak Gesta sebagai kakak!" jelas Angel dengan nada jutek.
"Saranku sih, batasi kedekatan lo sama Gesta. Kasihan anak orang udah pada jatuh cinta, eh lo nyempil di tengah-tengah," lanjut Dion dengan nada santai.
"Ngapain aku yang batasi, ya harusnya Mbak Niar lah, baru juga setahun kenal sama Kak Gesta juga!" Angel, anak tunggal yang tak mau tersaingi, jelas punya muka tembok untuk mempertahankan keinginannya.
"Wah parah nih, cewek. Lo sebagai perempuan emang gak kasihan sama Niar ya, Ngel. Bayangkan pacar kamu malah lebih dekat dengan cewek lain, meski bilangnya sahabat kecil. Menurut primbon gue, gak ada cowok dan cewek tuh sahabatan, pasti salah satunya ada yang memendam rasa, dan gue yakin sih, di posisi ini lo yang naksir sama Gesta. Jangan deh, Ngel. Berat merasakan cinta bertepuk sebelah tangan," Dion kembali memberikan saran bijak, karena ia melihat Gesta juga gak tegas membatasi hubungan dengan Angel.
"Sok tahu, Kak Gesta tuh sayang banget sama aku, dan aku yakin sayangnya Kak Gesta lebih besar ke aku daripada Mbak Niar!" ucap Angel masih kekeh, dan membuat Dion serta Tyo menggelengkan kepala.
Sedangkan di bangku sana. Ketegangan terjadi antara Aezar, Gesta dan Niar. "Eh lo Ges, jangan cemburu ya. Kita cuma partner lomba kok," Aezar nyengir, karena tak mau dituduh dekat dengan Niar. Gesta mengangguk santai, dan spontan duduk di dekat Niar.
"Apa kabar, Cay?" tanya Gesta sembari menatap wajah sang kekasih dari samping.
"Baik, Ges. Aku mau makan dulu ya, sarapanku kesedot sama latihan presentasi," ujar Niar dengan mode datar, dan Gesta langsung beringsut manyun. Aezar mencoba biasa saja, tak mau ikut campur.
"Sampai kapan latihannya?" tanya Gestta.
"Sampai jam berapa, Zar?" tanya Niar. Ekspresi Gesta sudah menahan amarah, karena sang kekasih malah lempar bola ke Aezar.
"Maksimal sih jam 2," jawab Aezar sekedar jawab saja, meski tahu helaan nafas Gesta mengandung api kekesalan.
"Jam 2!" jawab Niar cuek sembari meneruskan makannya. Gesta diam, Aezar tak enak hati, bahkan makanannya pun tak dihabiskan.
"Gue balik dulu, Ni. Kayaknya kalian butuh ruang buat bicara," Aezar meringis dan diangguki Gesta saja. Niar masih tetap santai dan meneruskan makan. Tak menahan Aezar.
"Kamu kenapa? Masih marah soal pulang tempo hari?" tanya Gesta baik-baik, duh nada bicara Gesta selembut ini bikin hati Niar porak poranda seketika. Maunya mengangguk, tapi ia tahan. Air mata pun sekuat tenaga ia tahan juga, tak mau terlihat cewek lemah dan mengemis perhatian.
"Maaf kalau bikin kamu marah, nanti aku bilang ke Angel gak usah ganggu kita dulu," ucap Gesta sembari memegang tangan Niar.
"Aku mau makan, sumpah gue lapar, Ges!" ucap Niar tak bohong. Ya gimana, sejak cemburu berat pada Angel, pikirannya terbagi, dan mempengaruhi porsi makan Niar.
"Iya makan aja, aku tungguin!" seperti inilah Gesta, dia selalu perhatian pada Niar. Ya namanya pacar, wajar kan perhatian. Cuma, Niar ingin sekali mengeluarkan beban hati tentang kedekatan Angel dan Gesta. Bagi Niar sudah gak wajar, kalau memang sahabat gak perlu sedekat itu kan, toh sekarang sudah ada Niar. Butuh tempat curhat, Niar rela jadi pendengar. Butuh teman nongkrong Niar juga siap. Lalu gunanya Angel tuh apa? Kalau bisa Niar bakal protes.
"Nanti pulang sama aku ya? Udah lama kita gak kencan ya," ajak Gesta lagi, terlebih Niar sudah menyelesaikan makannya.
Niar enggan mengangguk, takut kecewa. "Lihat nanti deh, khawatir aja Angel butuh kamu," jawab Niar datar, tapi sangat menyentil hati Gesta.
"Aku hanya bersahabat sama dia, Cay. Gak lebih, kamu masih cewek aku!" jelas Gesta.
"Kayaknya lebih deh, buktinya kamu lebih banyak kencan sama dia daripada aku kan. Hampir sebulan lebih, tiap weekend kamu dan dia jalan bareng, ke supermarket lah, dokter lah, ya gak papa sih, pacaran kan gak harus fokus sama pacar doang kan, butuh sosialisasi sama teman dan sahabat lain juga. Mungkin aku aja yang terlalu berharap sama kamu, agar diperhatikan terus," curhat Niar dan membuat Gesta terdiam. Sadar kalau sudah terlalu sering mengabaikan sang kekasih.
"Balik yuk Kak Ges," sebuah suara yang semakin membuat Niar tersenyum muak. Gesta masih memegang tangan Niar, tapi Angel dengan berani menarik tangan Gesta sampai hampir terjungkal.
Niar hanya tersenyum, beranjak pergi tanpa menoleh meski Gesta memanggilnya. "Gue cantik, gue pintar, dan gue gak bakal ngemis perhatian sama lo!" batin Niar berontak.
lanjotkan kak🤭
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭
i
cowo kaya gini nih...sat set...
ngajakin nikah...bukan pacaran...apalagi balikan...