NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Bianca Laurent

Sinar matahari pagi menerobos celah-celah tirai pondok pengawas. Ellara membuka matanya perlahan.

Untuk beberapa saat ia hanya berbaring diam, memandangi langit-langit kayu tua di atas kepalanya.

Suara hujan yang semalam mengguncang pondok kini telah menghilang badai telah berlalu. Namun anehnya, dadanya masih terasa bergemuruh. Ia menghembuskan napas panjang lalu duduk perlahan di tepi ranjang.

Kenangan semalam kembali muncul satu per satu. Perjalanan menegangkan menuju pondok, perapian yang menghangatkan ruangan, percakapan-percakapan canggung, dan malam panas bersama Noah. Ellara buru-buru menggeleng.

Ia tidak boleh memikirkan pria itu terlalu banyak. Noah Blackwood adalah bosnya, pewaris Blackwood Ranch.

Pria yang hidup di dunia yang sama sekali berbeda darinya. Sementara dirinya hanyalah seorang gadis desa yang bekerja merawat kuda. Mereka seharusnya tidak memiliki hubungan apa pun selain itu.

Namun entah mengapa, semakin ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, semakin sulit ia mengabaikan perasaan aneh yang muncul setiap kali mengingat kejadian tadi malam.

Ellara segera bangkit. Ia mengenakan kembali dress cream sederhana miliknya yang sudah mulai pengering di dekat perapian semalam. Setelah merapikan rambutnya, ia membuka pintu kamar.

Dan langsung menemukan Noah berdiri di dekat jendela. Pria itu tampak sudah siap berangkat, kemeja hitamnya telah kering. Rambut gelapnya masih sedikit berantakan, tangannya berada di saku celana saat ia menatap perbukitan Kentucky yang diselimuti kabut pagi. Mendengar pintu terbuka, Noah menoleh. Tatapan mereka bertemu. Suasana langsung berubah canggung.

Tak satu pun dari mereka tahu harus berkata apa. Ellara berjalan menuju meja kecil di dekat perapian. Di sana terdapat dua cangkir kopi yang masih mengepul.

"Tadi aku membuat kopi." Noah menunjuk salah satunya.

Ellara tersenyum kecil. "Terima kasih."

Mereka duduk berhadapan. Keheningan kembali muncul, namun kali ini terasa tidak nyaman.

Justru terasa aneh. Seolah ada banyak hal yang ingin dikatakan, tetapi tidak ada yang berani memulainya.

Satu jam kemudian mereka meninggalkan pondok. Udara pagi Kentucky terasa segar setelah badai.

Kabut tipis menggantung di antara pepohonan pinus.

Sementara matahari perlahan muncul dari balik perbukitan. Noah menyiapkan Thunder. Karena kuda Ellara masih belum ditemukan, mereka terpaksa kembali menunggangi satu kuda yang sama.

Ellara mencoba terlihat tenang saat naik ke depan Noah. Namun kenyataannya tidak semudah itu, jarak mereka terlalu dekat. Ia bisa merasakan kehangatan tubuh pria itu bahkan melalui pakaian mereka.

"Pegang pelana." Suara Noah membuyarkan pikirannya.

Ellara menurut, thunder mulai berjalan menuruni bukit.

Mereka melewati jalur hutan pinus. Sinar matahari menembus sela-sela pepohonan, burung-burung bernyanyi. Semua terlihat begitu damai, namun tidak dengan hati Ellara. Setiap kali Noah berbicara, ia menjadi gugup. Setiap kali Noah menoleh, ia kehilangan fokus. Dan hal itu membuatnya kesal pada dirinya sendiri. Kenapa ia bereaksi seperti ini? Kenapa pria itu begitu mudah mengacaukan pikirannya?

Hampir satu jam kemudian mereka akhirnya tiba di area utama Blackwood Ranch. Dan saat itulah Noah tiba-tiba memperlambat kudanya. Ellara langsung menyadari perubahan itu.

"Ada apa?" Tidak ada jawaban.

Noah menatap lurus ke depan. Ekspresinya berubah, rahangnya mengeras, tatapannya menajam. Ellara mengikuti arah pandangnya. Sebuah mobil mewah berwarna hitam terparkir tepat di depan mansion utama. Mobil yang jelas tidak biasa berada di ranch.

Pria itu mengembuskan napas panjang. "Masalah." Satu kata. Namun cukup membuat Ellara penasaran.

Beberapa menit kemudian mereka memasuki halaman mansion. Beberapa pelayan terlihat mondar-mandir membawa koper, koper mahal, banyak sekali. Noah turun dari kudanya, Seorang pelayan tua segera menghampiri.

"Mr. Blackwood."

Noah langsung bertanya. "Kapan dia datang?"

"Pagi tadi."

Noah memejamkan mata sejenak, seolah sedang kehilangan kesabaran. Ellara semakin bingung, sampai suara langkah sepatu hak tinggi terdengar dari arah teras.

Tok.

Tok.

Tok.

Semua orang menoleh. Dan untuk sesaat, halaman ranch terasa hening. Seorang wanita turun dari tangga mansion. Rambut pirang panjang, gaun putih elegan, kacamata hitam mahal, dan aura percaya diri yang langsung menarik perhatian semua orang. Wanita itu tersenyum saat melihat Noah.

"Noah." Senyumnya melebar.

Lalu tanpa ragu ia berjalan cepat menghampiri pria itu. Sebelum Noah sempat bereaksi, wanita itu sudah memeluknya erat. Seolah mereka sudah lama tidak bertemu. Ellara membeku, dadanya terasa aneh, tidak nyaman. Padahal ia bahkan tidak mengenal wanita itu.

"Noah," kata wanita itu manja. "Aku merindukanmu."

Noah menghela napas. "Bianca."

Bianca, nama itu terdengar asing. Namun cara wanita itu memeluk Noah membuat Ellara langsung memahami satu hal. Mereka sangat dekat. Bianca Laurent melepaskan pelukannya, lalu memperhatikan Noah dari ujung kepala sampai kaki.

"Kau terlihat lebih kurus."

"Aku baik-baik saja."

"Itu yang selalu kau katakan." Bianca tersenyum.

Kemudian matanya bergerak ke samping ke arah Ellara. Senyum itu tidak hilang, namun sesuatu berubah di matanya. Sesuatu yang dingin.

"Dan siapa ini?"

Untuk pertama kalinya sejak datang ke ranch, Ellara merasa seperti sedang diperiksa. Tatapan Bianca terlalu tajam, terlalu sempurna, terlalu menilai. Noah menjawab singkat.

"Ellara Dawson, dia bekerja di ranch."

Bianca mengangguk pelan. "Begitu."

Ia mengulurkan tangan. "Bianca Laurent."

Ellara menyambutnya. "Senang bertemu dengan Anda."

"Begitu juga."

Namun entah kenapa, Ellara tidak percaya pada senyum itu. Siang harinya, kabar kedatangan Bianca menyebar ke seluruh ranch. Semua pekerja membicarakannya, karena semua orang tahu siapa Bianca Laurent. Putri keluarga konglomerat, wanita yang selama ini dikenal sebagai pasangan Noah Blackwood. Sementara itu Ellara berusaha fokus bekerja. Ia membersihkan kandang, memberi makan kuda, memeriksa perlengkapan berkuda, apa saja agar tidak memikirkan Bianca. Sayangnya usahanya gagal, karena setiap kali mengingat pelukan wanita itu kepada Noah, perasaannya kembali tidak nyaman.

"Hei." Suara Mason membuatnya tersadar.

"Kau baik-baik saja?"

Ellara mengangguk cepat. "Tentu."

"Kau terlihat seperti baru kehilangan perlombaan."

"Aku baik-baik saja."

Mason terkekeh. "Kau selalu bilang begitu."

Sore menjelang. Noah berdiri di balkon mansion sambil memandangi area ranch, pikirannya kacau. Kedatangan Bianca tidak ada dalam rencananya.

Wanita itu biasanya selalu memberi tahu sebelum datang. Namun kali ini tidak, yang lebih mengganggunya adalah kenyataan bahwa sejak pagi tadi pikirannya justru terus kembali pada seseorang yang seharusnya tidak ia pikirkan, Ellara. Noah menghela napas kesal.Ini tidak masuk akal, namun sebelum ia sempat melanjutkan pikirannya, suara Bianca terdengar dari belakang.

"Aku tahu ekspresi itu."

Noah menoleh. Bianca berdiri di ambang pintu balkon.

"Apa yang kau pikirkan?"

"Tidak ada."

"Kau berbohong."

Noah tertawa pendek. Bianca menyipitkan mata, lalu memergoki ekor mata arah pandangan Noah ke area kandang. Dan di sanalah ia melihat Ellara. Gadis itu sedang menyikat salah satu kuda. Bianca terdiam beberapa detik. Kemudian tersenyum tipis, Bianca sedang mulai penasaran. Dan ketika Bianca Laurent mulai penasaran pada sesuatu... Biasanya masalah besar akan segera menyusul.

Malam turun perlahan di atas Blackwood Ranch. Lampu-lampu mansion mulai menyala. Namun jauh di dalam hatinya, Ellara memiliki firasat buruk. Firasat bahwa kedatangan Bianca Laurent akan mengubah segalanya. Dan entah mengapa...Ia merasa dirinya akan berada tepat di tengah badai itu. Badai yang jauh lebih berbahaya daripada hujan semalam. Karena kali ini yang dipertaruhkan bukan keselamatannya, melainkan hatinya.

1
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!