NovelToon NovelToon
Cowok Cupu Favoritku

Cowok Cupu Favoritku

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Teen / Tamat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: arina_ar

Naysilla tak menyangka.
Hari pertama di sekolah baru,
yang dia dapat bukan teman... tapi perundungan.

Apalagi ada kabar, anak pemilik sekolah pindah dihari yang sama.
Dan identitasnya dirahasiakan.

Di antara semua yang membencinya,
hanya ada satu orang yang dianggap sepele.
Tapi selalu jadi perisainya.

Perundungan. Pengkhianatan. Cinta yang dipendam.
Semuanya saling terhubung.

Ketika tabir fakta mulai terbuka...
Membuktikan bahwa yang terlihat lemah adalah yang paling kuat diantara semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arina_ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4.

Rintik hujan berjatuhan, beramai-ramai menyerbu tanah. Siang terasa seperti malam. Langit hitam, pekat, dan mencekam. Alam dibekap keheningan. Bahkan tetesan basah jatuh tanpa suara.

Naysilla berdiri mematung dibalik jendela. Kesunyian terpecah belah, ulah daun pintu yang terbuka paksa.

Srek... Srek...

Langkah kaki terseok terdengar nyata di telinga. Tubuhnya menegang, keringat dingin bermunculan. Ia meremas kedua tangannya yang sedikit bergetar. Berbalik arah, siap melangkah. Lalu tiba-tiba...

Srek... Srek...

"Naysilla"

Deg!

Suara halus perempuan terdengar samar. Ia pejamkan mata, mengatur napas agar lebih lega.

"Naysilla, kamu belum pulang?"

Suara itu kembali terdengar, semakin jelas. Ia memutar tubuhnya pelan. Dengan gejolak dada yang tak biasa, ia menghadapnya dengan mata terpejam setengah.

Dengan keyakinan penuh, Naysilla membuka mata. Dan seketika ia bernapas lega. Langkahnya mundur selangkah, dengan tangan yang terus mengusap dada, lega.

"Naysilla, kamu..."

"Gue nggak apa-apa"

"Ini tas kamu"

Naysilla memicingkan mata, memandang tas yang menggantung di udara.

"Elo?"

"Aku sengaja jagain tas kamu, sekalian nunggu kamu balik ke kelas"

"Maaf yah Naysilla, aku ngga tau pas kamu dapat perlakuan ngga baik di kantin" wajahnya menunduk lemah.

"Tadi aku cariin kamu, tapi ngga ketemu. Yaudah aku tungguin ajah kamu di kelas, sekalian jagain tas kamu, karena di tas kamu banyak barang berharga" sambungnya, memasang wajah penuh salah.

"Tau dari mana Lo di tas gue ada barang berharga?"

"Eh, anu itu. Kalo tas biasanya kan emang buat nyimpen barang berharga"

"Lo sama siapa ajah tadi di kelas ?"

"Aku sendirian Naysilla" ucap Olivia lemah. Wajahnya kembali menunduk kebawah, dengan mata berkaca-kaca.

Ia melongok kepala di pintu. Matanya meliar, ke seluruh penjuru ruang. Semua tampak normal. Hanya meja-meja kosong dengan posisi tak beraturan.

"Lo yakin tadi dikelas sendirian?"

"Kamu kan udah liat sendiri kalo kelasnya kosong. Ayo Naysilla, kita balik ke asrama! Ini udah mulai hujan"

Gadis itu menarik lembut Naysilla, berjalan di bawah guyuran hujan tanpa berpayung. Langkahnya dipercepat, karena dirasa hujan semakin deras.

Naysilla berlari kecil dengan tawanya. Dua kali ia memakai seragam barunya, dan semua akan berakhir sama, basah. Dari kejauhan, tampak seorang siswa berkacamata, dengan seragam necis nya.

"Momon" pekiknya dengan wajah sumringah.

"Stop disana!" Mohan menunjuk dahi si gadis menggunakan ujung payung.

"Ih apaan sih momon, sakit tau"

"Lo basah"

"Ya tapi kan..."

"Kenapa lama?"

"Gue tadi ngambil tas dulu"

"Oh yah? Mana tas nya?" Ia tersenyum miring dengan menaikkan sebelah alisnya.

"Ada di.... Nah itu dia" jarinya menunjuk temannya yang baru tiba.

"Naysilla, kamu larinya cepet banget. Aku sampe ketinggalan jauh"

"Hehe, sorry"

"Ini tas kamu, aku duluan yah" ucap Olivia cepat, lantas pergi tergesa-gesa.

Sepasang manik hitam menatap tajam gadis yang berlari ditengah hujan. Matanya memicing, sedangkan kedua alisnya saling bertaut erat.

Ia terus menatap hingga bayangan si target lenyap, ditelan tikungan jalan.

"Siapa dia?"

"Oh, itu Olivia. Dia satu-satunya orang yang mau ngobrol sama gue di kelas" terangnya, dengan tangan yang sibuk mengaduk-aduk isi tas.

"Dia juga yang tadi jagain tas gue di kelas, katanya sih sendirian, tapi..."

"Tapi apa?"

"Ngga jadi deh, ayo pulang Momon, hujannya makin deras tau"

Niatnya ia ingin berjalan santai dibawah hujan, hingga sebuah payung  melindungi kepalanya, walau nampak sia-sia karena sudah terlanjur basah.

"Ngga usah sok kuat, di sini kita jauh dari orang tua. Sakit baru tau rasa Lo"

"Apaan sih, cuma mandi hujan gue udah kebal kali" ucapnya remeh, tapi tetap berlindung dibalik payung.

Seorang pria berhoodie hitam melangkah pelan dari tempat persembunyian. Manik hitamnya menangkap bayangan terakhir, sepasang remaja yang berjalan menembus hujan.

Tangannya menggenggam seutas gelang berwarna coklat, mengamatinya sekilas, lantas memasukkannya ke saku celana.

"Aman" ucap sosok misterius itu, pada seseorang dibalik ponsel.

*****

"Lo yakin, si jablay itu masuk kamar VVIP ?" Tuding si pirang Jessy.

"Ngga yakin sih" Lena menggaruk kepalanya yang tak gatal, lantas mengelus pelan rambut keritingnya.

"Lah gimana sih"ujar Angela sewot, ia menepuk pelan pantat bohay nya.

"Tadi gue liat dia jalan di lantai tiga, area kamar VVIP" sambung Lena.

"Sendirian?" 

"Engga, dia bareng cowok cupu itu. Tapi sebelum mereka ke atas, gue liat Olivia naik duluan" 

"Fiks, berarti mereka babunya, babu si Olivia" ujar Angela bersemangat.

"Maksud Lo?" Jessy mengernyitkan dahi. Langkahnya terhenti, semakin merapatkan tubuhnya karena dirasa obrolan semakin seru.

Namun sayangnya keseruan itu terganggu. Sepele, hanya karena gadis sederhana yang tak sengaja menyenggol lengan bajunya.

"Heh, babu!" 

Angela menarik kasar pakaian gadis berkepang dua. Erangan kecil terdengar. Gadis berkepang itu mencoba meredam suara, menahan kesakitan tanpa tindakan pembalasan. Ketakutan mendominasi dari pada dendam.

"Maksud lo apa? Lo ngga liat ada orang di sini?" 

Tarikan semakin kuat, tapi mulut dituntut  rapat. Matanya memerah, dengan sedikit genangan basah. Sekuat tenaga, gadis berkepang itu menjaga keseimbangan, karena nampan di tangan, walau dengan tubuh gemetar.

"Eh Dewi, mau kemana Lo bawa-bawa makanan segala?" 

Lena mendekat. Dengan lancangnya membuka penutup makanan. Dewi, atau gadis berkepang dua itu dibuat semakin panik. Ia memberanikan diri membuka suara.

"Ma-maaf non, ini untuk murid dari kamar VVIP" ujarnya lirih. Ia menundukkan kepala, bersiap menerima perlakuan lebih. Apapun ia terima, asalkan pesanan dari murid VVIP aman tanpa masalah.

"Apa? Jangan-jangan..."

"Biarin dia pergi!" ujar Jessy datar. Ia berbalik arah, menuju kamarnya di lantai dua. Kedua temannya mengikuti dengan wajah tercengang.

"Syukurlah, hari ini aku selamat" 

Dewi melanjutkan Perjalanan dengan langkah ringan. Tapi tak ayal, rasa takut kembali mendominasi. Bukan soal di bully, tapi bagaimana menghadapi murid baru di kamar VVIP.

"Orang kaya biasanya sombong, angkuh, kejam. Gimana kalo ternyata dia lebih parah dari si ratu bully. Ya Ampun, aku harus gimana...?"

Setiap menapaki lantai. Mengikis kekuatan, menyisakan ragu, dengan berbagai pikiran tak menentu. 

Ding-dong

Ding-dong

Dewi menundukkan kepala. Kakinya mundur selangkah. Ia menggigit jemarinya yang sedikit bergetar. 

Matanya terpejam, saat suara pintu dibuka terdengar.

"Hallo, kamu siapa? Ada perlu apa yah?" 

Suara lembut menyapa Indra pendengaran, meredam sedikit kegugupan. Dewi mengangkat kepalanya pelan. Seutas senyum manis menyambutnya. Gadis berambut sebahu dengan senyum indah, yang mampu memikat semua orang yang melihatnya.

"Sa-saya Dewi non, permisi mau antar pesanan makanan" ucapnya sedikit terbata.

"Makasih yah Dewi, sinih biar aku bawa sendiri ke dalam"

Klik

Pintu terkunci. Sedangkan Dewi belum selesai dengan keterkejutannya. Kakinya seperti melayang, dengan mulut sedikit terbuka. Tapi sialnya, lagi-lagi ada kejutan lain yang menantinya.

"Eh, babu, sinih dulu! Gue mau nanya" Angela menarik pelan ujung kepangan rambut gadis itu, agar menoleh ke arahnya.

"Sebutin ciri-ciri murid baru penghuni kamar VVIP!" 

"A-anu, rambutnya se-segini, sebahu" ucap Dewi terbata, sambil memeragakan tangan sebatas bahunya.

"Tuh kan, apa tadi gue bilang" ujar Angela semakin percaya diri. Ia tersenyum miring.

"Oke, kita mulai besok" 

Jessy mengibaskan rambut pirangnya, lantas berjalan  penuh percaya diri.

1
samSara
Ngel angelaa nama lu artinya malaikat tp tingkah lo kek iblis 😮‍💨. Napa aku curiga yaa si oliv buka2 tas nya nay
samSara
Kasian momon udah se efort gitu..dikata2in terus sama si nay. Lama2 si cupu jadi doraemon. Punya kresek ajaib apa aja adaaa kwkwkwkw
samSara
Ngeselin banget anjirr..apalagi si oliv ini ada bibit2 cewek pick me, drama queen dan lil bossy juga. Udah curiga kenapa dia pergi ke toilet. Owalah ternyataa.. penasaran si nay harus bertahan kejahilan dan bullying tipikal ngisengin anak baru. Cih
arina_ar: ini baru permulaan
total 1 replies
samSara
Wahhh baru awal udah bikin penasaran. Gosip itu dapat darimana yah? Sumber oke juga padahal dirahasiakan tetep aja bocor 😮‍💨
arina_ar
terimakasih untuk kalian semua yang udah mau baca sampai sejauh ini. ini novel pertama aku.
kelinci kecil
gemes banget sama kisah cinta mereka. suka banget sama ceritanya, ada manisnya, gregetnya, kecewanya, sakit hatinya semuanya jadi satu.
arina_ar: terimakasih sudah mampir, semoga suka.
total 1 replies
Sofyan Sofyan
jangan lama2 ya😭
arina_ar: terimakasih sudah setia menunggu, terimakasih sudah mampir di novel pertama aku, semoga suka.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
good
arina_ar: terimakasih sudah mampir di novel pertama aku, semoga suka.
total 1 replies
kelinci kecil
penasaran, kira-kira siapa anak pemilik sekolah yang asli yah
arina_ar: ikuti terus kelanjutan ceritanya, nanti akan terjawab semuanya. terimakasih sudah mampir.
total 1 replies
🔵🌹 Widian🧕
hai......
cupu tuh apaan ?
arina_ar: culun kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!