NovelToon NovelToon
Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keterkejutan Rian

Namun kali ini berbeda.

Saat bola api itu mendekat, insting baru Kaelen bekerja. Di dalam benaknya, suara sistem bergema cepat:

[DETEKSI SERANGAN ELEMEN: API TINGKAT RENDAH]

[Analisis: Kecepatan rendah, suhu tinggi, jangkauan pendek.]

[Elemen yang cocok untuk menangkis: ANGIN]

Tanpa berpikir panjang. Sepenuhnya dikendalikan oleh naluri dan pengetahuan yang baru dia dapatkan, Kaelen mengangkat tangan kanannya ke depan. Dia tidak berteriak. Tidak merapalkan mantra apa pun. Dia hanya memusatkan pikiran pada elemen Angin yang melimpah di sekelilingnya.

WUSSSSH..

Sebuah hembusan angin kencang tiba-tiba muncul dari telapak tangan Kaelen. Angin itu bukan sekadar angin biasa, melainkan aliran elemen yang terkonsentrasi. Bergerak cepat dan tajam. Angin itu menghantam bola api milik Rian. Kemudian memecahnya menjadi percikan kecil yang padam seketika, dan berlanjut bergerak maju menuju Rian sendiri.

Rian terbelalak kaget. Dia bahkan belum sempat menyadari apa yang terjadi. Hembusan angin itu menghantam dadanya dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari yang dia duga. Tubuhnya yang tidak siap terlempar ke belakang, lalu terhuyung-huyung beberapa langkah hingga akhirnya jatuh terduduk di tanah berdebu. Wajahnya pucat karena kaget dan malu.

"Tuan Rian!" teriak kedua pengikutnya

Kedua pengikut itu segera berlari membantu tuannya bangkit berdiri. Mereka juga sama terkejutnya. Sejak kapan si pemuda tidak berharga itu bisa menggunakan sihir?

Kaelen pun sama terkejutnya. Dia menatap tangannya sendiri yang masih terulur ke depan, lalu menatap Rian yang kini menatapnya dengan mata melotot tak percaya.

"Apa... apa yang baru saja kau lakukan?!" bentak Rian.

Suara Rian bergetar karena campuran marah dan takut. Dia mengusir debu dari jubahnya dengan kasar. "Kau... kau tidak punya kekuatan! Kristal Penentu menyatakan kau kosong! Bagaimana kau bisa mengeluarkan angin?!"

Kaelen menarik napas panjang. Perlahan dia menurunkan tangannya. Rasa kagetnya berubah menjadi senyum tipis yang dingin dan penuh percaya diri.

Kaelen mulai paham. Kristal itu memang benar, dia tidak memiliki elemen apa pun secara alami. Tapi sistem di dalam dirinya memungkinkannya untuk mengambil dan menggunakan elemen apa pun dari alam sekitarnya, kapan saja, di mana saja.

"Aku hanya membalas apa yang kau berikan padaku, Rian!" jawab Kaelen pelan namun tegas.

Suara Kaelen kini memiliki bobot dan wibawa yang belum pernah ada sebelumnya.

"Dan tentang apa yang bisa aku lakukan. Kau akan segera tahu semuanya."

Rian ingin marah dan ingin menyerang lagi dengan api yang lebih besar. Namun bayangan tentang bagaimana serangannya tadi dipatahkan dengan begitu mudah, dan bagaimana dia jatuh hanya dengan satu gerakan tangan Kaelen membuat kakinya terasa lemas.

Rian merasa ada sesuatu yang berubah drastis pada diri pemuda di hadapannya ini. Aura yang dulu lemah dan suram, kini berubah menjadi dingin, tajam, dan menekan.

"Kau... kau berhati-hatilah!" geram Rian.

Rian tidak berani menyerang lagi. Dia tahu, jika dia memaksa bertarung sekarang, maka dia mungkin akan dipermalukan lagi di depan anak buahnya.

"Ini belum selesai! Besok, di Hari Penilaian aku akan buktikan bahwa apa yang kau lakukan tadi hanyalah kebetulan semata! Kau masih sampah, dan akan selamanya jadi sampah!"

Setelah mengucapkan ancaman terakhir itu, Rian berbalik dan pergi dengan langkah tergesa-gesa, diikuti oleh kedua temannya yang masih menatap Kaelen dengan rasa takut dan bingung. Mereka tidak mengerti apa yang baru saja terjadi, tapi mereka tahu satu hal yaitu pemuda yang mereka hina selama ini, entah bagaimana caranya telah berubah.

Melihat punggung musuhnya yang menjauh, Kaelen menghela napas lega dan menatap langit yang mulai gelap sepenuhnya. Bintang-bintang mulai bermunculan, dan angin malam bertiup lembut menyapa wajahnya.

Kaelen menoleh ke bawah. Dia menatap telapak tangannya lagi, lalu tersenyum lebar. Senyum yang paling tulus dan bahagia selama bertahun-tahun.

"Angin! Aku baru saja mengendalikan angin," gumamnya pelan. Matanya bersinar berkilauan. "Dan ini baru permulaan."

Di dalam benaknya, suara sistem kembali memberikan informasi baru.

[KEMAMPUAN BARU DIPELAJARI: MANIPULASI ANGIN DASAR]

[Penguasaan Elemen Angin: 5%]

[Pesan: Teruslah berlatih, serap lebih banyak energi elemen, dan taklukkan kekuatan yang lebih besar lagi. Jalan menuju puncak kekuasaan baru saja dibuka.]

Kaelen membalikkan badan dan mulai berjalan pulang ke gubuk kecilnya. Langkahnya kini ringan dan penuh semangat. Beban berat yang selama ini membebaninya telah hilang. Besok adalah Hari Penilaian Kota, hari di mana semua bakat muda akan berkumpul.

Dulu, Kaelen takut hari itu datang. Tapi sekarang? Dia tidak sabar menunggunya. Dia tidak sabar untuk menunjukkan kepada seluruh Kota Aras, kepada Rian, dan kepada dunia bahwa anak yang mereka anggap sampah itu, kelak akan menjadi sosok terkuat yang pernah ada.

Dan malam itu, di bawah sinar bulan yang terang, Kaelen Voss mulai menyusun rencana pertamanya. Dia akan berlatih semalam suntuk. Dia akan menyerap setiap tetes energi elemen yang ada di sekitarnya. Dia akan tumbuh kuat, sangat kuat hingga tidak ada seorang pun yang berani lagi memandang rendah dirinya.

Legenda Sang Penguasa Elemen Mutlak, dimulai dari sini.

1
whiteblack✴️
good ..kae...itu yg aku inginkan
whiteblack✴️
kae keren....
whiteblack✴️
ini kata" yg asama yg di ucapkan oleh musuh kae di akademi waktu itu...
whiteblack✴️
masih kepo selanjutnya gimana kak..
whiteblack✴️
Kae akan menang, dan kuat melawanmu Gus setan bedeba
whiteblack✴️
kata" kae keren sekali
whiteblack✴️
ayo kae...lawan dg "Mana"mu ...dg sadis ok
whiteblack✴️
benar kae..dirimu harus siap siaga mulai sekarang
whiteblack✴️
khayalanmu setan bedebah akan musnah dg sendirinya!!😒 kae akan memusnahkan kau setan bedeba/Angry/
whiteblack✴️
nie raja setan bedeba Ge'er banget.../Speechless/...hey setan bedeba...kae akan mengalahkanmu dg jentikan jari .../Determined/
whiteblack✴️
wow..lira keren...
whiteblack✴️
hmmm aku suka itu kae..kutunggu moment itu terjadi..
whiteblack✴️
wow..kae keren..nah gitu dong di beri balasan seperti itu ya kae..biar tidak ada jejak setan bedeba tuw..
whiteblack✴️
rasakan tuw...pembalasan dari kae
whiteblack✴️
masih kepo kak...mau lihat kae bertarung...
whiteblack✴️
Rasakan tuw...pembalasan kae..enak tidak bedeba sialan
whiteblack✴️
keren kae...lanjutkan ..
whiteblack✴️
mulutkau bau busuk..bedeba
whiteblack✴️
suasananya gimana ya saat bertemu sahabatnya?
whiteblack✴️
Pintu Babak Utama segera di buka...untukmu kae..saat bertemu sahabatmu disana..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!