Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.
Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.
Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.
Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Zeus part 1
Raungan mesin helikopter pribadi memecah keheningan malam di atas wilayah udara mansion keluarga Cyrillus. Zeus turun bahkan sebelum tangga pendaratan kokoh menapak pada rerumputan halaman. Wajahnya yang biasa dingin kini mengeras bagai batu karang, memancarkan aura membunuh yang begitu pekat hingga membuat para bodyguard yang menyambutnya tak berani mengangkat wajah.
Laporan mengenai hilangnya Yorinka didapatkannya dua jam yang lalu saat ia masih berada di tengah negosiasi wilayah perbatasan. Tanpa memedulikan urusan bisnis bernilai jutaan dolar tersebut, Zeus langsung bertolak kembali. Baginya, kehilangan Yorinka bukan sekadar kehilangan seorang istri, melainkan hilangnya aset paling berharga, darah dagingnya, dan yang terpenting adalah kendali mutlaknya telah dipecundangi oleh seorang wanita yang tidak lain adalah istrinya sendiri.
Langkah sepatu bot kulitnya menggema di aula utama. Di sana, kepala pengawal dan lima anak buahnya sudah berlutut dengan tubuh gemetar hebat.
"Bagaimana seorang wanita hamil bisa berjalan keluar dari benteng ini tanpa ada satu pun bajingan di antara kalian yang menyadarinya?!" Suara Zeus rendah namun getaran di dalamnya begitu mengintimidasi
"M-maaf, tuan Zeus... Nyonya memesan makanan manis dan memerintahkan kami-"
BANG! BANG! BANG!
Tanpa menunggu kalimat itu selesai, Zeus telah menarik pistol berperedam dari balik jas hitamnya. Tiga tembakan beruntun bersarang tepat di dada kepala pengawal dan dua orang di sampingnya. Darah segar menyembur, mengotori lantai marmer putih yang bersih. Tiga pengawal yang tersisa langsung bersujud, mencium lantai, memohon ampunan yang tidak akan pernah datang.
"Kalian tidak berguna!" desis Zeus dingin, lalu melepaskan tiga tembakan lagi hingga aula itu kini dipenuhi aroma anyir yang menyengat
"Bersihkan kekacauan ini!" perintahnya pada anak buah yang berdiri di belakangnya
Kemarahan Zeus tidak berhenti di sana. Sifat kasarnya yang dominan menuntut adanya kambing hitam lain yang harus bertanggung jawab atas kelalaian ini. Langkah kakinya beralih menuju ruang bawah tanah mansion, sebuah tempat interogasi rahasia yang dinding-dinding betonnya telah menyerap bercak darah kering dari musuh-musuh klan Cyrillus selama puluhan tahun.
Di dalam salah satu sel yang lembap dan berbau besi, bi Maria, Vica, dan Shela terduduk di sudut ruangan dengan pakaian yang sudah kotor. Mereka menangis histeris begitu pintu besi berat itu terbuka dan menampilkan sosok Zeus yang berdiri tegak bak malaikat maut.
"Tuan... demi Tuhan, kami tidak tahu nyonya akan kabur..." bi Maria memohon dengan suara parau bahkan kedua tangannya bergetar hebat
Zeus melangkah mendekat, lalu mencengkeram rahang Vica dengan kasar hingga gadis itu memekik kesakitan. Matanya menatap tajam ke dalam manik mata pelayan muda itu.
"Kamu membelikannya obat? Kamu membiarkannya memegang kendali atas pergerakan di dapur ini? Apakah kalian sudah bosan hidup?!" ucapnya tajam
"Kami hanya kasihan melihat nyonya kesakitan, tuan! Kami mohon..." Shela bersujud di kaki Zeus
Zeus melepaskan cengkeramannya pada Vica dengan sentakan kasar, membuat kepala gadis itu terbentur dinding beton hingga berdarah.
"Di rumah ini, kasihan adalah dosa terbesar. Kalian akan tetap berada di sini sampai istriku kembali. Jika bayi di dalam kandungannya terluka bahkan hanya segores kuku karena kebodohan kalian, tempat ini akan menjadi kuburan massal bagi seluruh keluarga kalian!" ucapnya tidak berbelas kasihan
Tanpa memedulikan jeritan histeris ketiga pelayan tersebut, Zeus berbalik dan mengunci pintu besi dari luar, meninggalkan mereka dalam kegelapan ruang bawah tanah yang penuh dengan memori penyiksaan.
Malam berganti pagi, namun pencarian tidak menunjukkan hasil sedikit pun. Zeus segera mengerahkan 201 Squadra, yaitu pasukan khusus klan Cyrillus yang terlatih dalam pelacakan dan pengawasan tingkat tinggi. Mereka menyisir setiap sudut kota, memeriksa kamera pengawas jalanan, hingga meretas jaringan komunikasi publik. Namun, Yorinka seolah menguap begitu saja tanpa jejak. Truk sampah yang ditumpanginya ternyata telah berganti rute di area yang buta dari kamera pengawas, sebuah fakta yang semakin menyulut badai di kepala Zeus.
Dua puluh empat jam tanpa informasi membuat Zeus mulai kehilangan akal sehatnya. Kamar tidur utama yang biasa diisi oleh tawa ceria Yorinka kini porak-poranda. Gelas-gelas kristal hancur berkeping-keping di lantai, dan berkas-berkas laporan intelijen berserakan. Zeus berjalan mondar-mandir bagai predator yang terkurung. Tatapannya kosong namun sarat akan kegilaan. Ia tidak terbiasa dengan penolakan, dan ia benci saat sesuatu yang telah ia klaim sebagai miliknya berani melarikan diri.
"Cari sampai ke ujung bumi! Jika kalian tidak menemukannya dalam waktu dua belas jam, saya sendiri yang akan memenggal kepala setiap komandan pasukan!" teriak Zeus murka melalui saluran telepon internalnya
Di tengah keputusasaannya yang membara, Zeus mengingat satu nama yaitu Leona.
Siang itu, Zeus mendatangi kediaman klan sebelah tanpa pemberitahuan. Ia menerobos masuk ke dalam ruang pertemuan utama klan Leona, mengabaikan protes dari para penjaga yang langsung ditodong oleh pasukan pribadi Zeus.
Leona yang sedang duduk bersama ayahnya, sang ketua klan, terkejut melihat kedatangan Zeus yang berantakan namun memancarkan aura bahaya yang luar biasa besar.
"Zeus? Ada apa dengan kesopananmu?"
BRAK!
Zeus menghantamkan kedua tangannya ke atas meja kayu jati yang besar, menatap Leona dengan pandangan yang sanggup membunuh seketika.
"Dengar baik-baik Leona! Dan Anda juga ketua!" ucap Zeus dengan nada formal yang teramat dingin namun penuh ancaman mutlak
"Saya tahu apa yang wanita ini katakan kepada istri saya kemarin siang!" ucapnya mengintimidasi
Leona mendadak pucat, namun mencoba mempertahankan keangkuhannya.
"Aku hanya mengatakan kebenaran, Zeus! Dia tidak pantas berada di klan kita-"
"TUTUP MULUTMU SIALAN!" bentak Zeus
Suaranya menggelegar memenuhi ruangan membuat ruangan itu semakin mencekam.
"Yorinka adalah milikku. Anak yang dikandungnya adalah penerus sah Cyrillus. Pernikahan politik yang direncanakan klan kita tidak akan pernah terjadi jika wanita ini mengacaukan rencana saya!" ucapnya penuh penekanan
Zeus menegakkan tubuhnya, merapikan kerah jasnya yang sedikit kusut, lalu menatap ayah Elena dengan pandangan yang tajam.
"Ini adalah peringatan pertama dan terakhir dari saya untuk klan anda. Jangan pernah ikut campur dalam urusan saya. Jika saya menemukan bukti sekecil apa pun bahwa klan anda membantu atau memicu hilangnya Yorinka, saya bersumpah demi darah Cyrillus... Saya akan meratakan seluruh bisnis, kekuasaan, dan garis keturunan klan anda dari muka bumi ini!" ucap Zeus penuh penekanan
Ketua klan tua itu hanya bisa terdiam dengan wajah tegang, menyadari bahwa pria di hadapannya ini sudah tidak lagi menggunakan logika bisnis, melainkan ego seorang monster yang sedang kehilangan kendali.
Zeus berbalik dan melangkah pergi tanpa pamit. Di dalam mobilnya yang melaju membelah jalanan kota, Zeus menatap lurus ke depan dengan rahang yang mengatup rapat. Pikirannya dipenuhi oleh wajah hangat dan senyuman manis Yorinka.
"Kamu bisa berlari sekuat yang kamu mampu, Yorinka" bisik Zeus dengan senyum miring yang mengerikan di wajahnya
"Tapi dunia ini ada di bawah cengkeramanku. Ke mana pun kamu bersembunyi, aku akan menemukanmu, dan saat saat itu tiba... Aku akan memastikan kamu tidak akan pernah bisa melihat dunia luar lagi" ucapnya tertawa terbahak-bahak
🔪🔪🔪
Serem bener ya Zeus, jadi takut Weh! Kalian harus ninggalin jejak kalian ya supaya tidak di DOR oleh Zeus.
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya