NovelToon NovelToon
Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: Widia ayu Amelia

Aira dan Airin adalah kembar yang tak pernah serupa. Airin adalah "Permata Maheswari"—cantik, cerdas, dan dicintai. Sementara Aira hanyalah "Cacat Produksi"—kusam, bodoh, dan terbuang di gudang belakang karena tak mampu bersaing dengan standar keluarga yang gila gelar.

Satu-satunya cahaya dalam hidup Aira adalah ingatan tentang Alvaro, bocah laki-laki kumal yang dulu ia selamatkan dan ia beri seluruh hatinya. Namun, ketika Alvaro kembali sebagai pewaris tunggal konglomerat yang tampan dan berkuasa, takdir mempermainkan Aira dengan kejam.

Alvaro salah mengenali "Ai" sahabat kecilnya. Berkat kelicikan dan nama mereka yang hampir mirip, Airin dengan mudah mencuri identitas Aira. Kini, pria yang paling dicintai Aira justru menjadi orang yang paling rajin menghina dan merundungnya demi membela sang kembaran palsu.

Di tengah luka yang menganga, muncul Bara—sang bad boy penguasa sekolah yang menolak tunduk pada siapa pun. Bara berjanji akan memberikan dunia pada Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia ayu Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Aira berjalan tergesa-gesa menyusuri koridor kelas sepuluh. Pandangannya buram karena sisa air mata yang belum sempat ia usap. Di tangannya, ia masih mendekap ember kecil dan kain pel kotor—sisa-sisa hukuman yang belum usai. Ia hanya ingin cepat-cepat sampai ke gudang belakang, bersembunyi di sana, dan menangis sampai sesak di dadanya berkurang.

Namun, nasib seolah belum puas mempermainkannya.

Di persimpangan koridor yang ramai, sekumpulan siswa berjalan berlawanan arah. Di tengah mereka, Alvaro berjalan dengan gaya angkuh, dikelilingi oleh para pengikut setianya. Aira yang tertunduk tidak menyadari jarak mereka sudah terlalu dekat.

Brak!

Aira menabrak sesuatu yang keras—dada bidang yang terbalut kain berkualitas tinggi. Ember di tangannya terlepas, air kotor di dalamnya tumpah menyiprat ke lantai, dan yang paling parah, kain pel yang lembap dan berdebu itu mendarat tepat di lengan jas mahal Alvaro.

Hening seketika. Seluruh koridor seolah menahan napas.

Aira membeku. Aroma maskulin yang mewah—campuran antara kayu cendana dan jeruk—merasuk ke indra penciumannya. Aroma yang sangat asing, namun entah kenapa terasa sangat akrab di ingatannya.

"Sial," sebuah suara rendah dan dingin memecah keheningan.

Alvaro mundur satu langkah, menatap lengannya yang kini dihiasi noda abu-abu kecokelatan. Matanya berkilat marah. Ia menatap Aira dengan tatapan yang lebih menyakitkan daripada tamparan—sebuah tatapan jijik yang biasa digunakan orang saat melihat sampah di pinggir jalan.

"Ma—maaf... aku tidak sengaja... aku..." Aira tergagap, tangannya gemetar mencoba meraih jas Alvaro untuk mengusap nodanya.

"Jangan sentuh!" bentak Alvaro, menepis tangan Aira dengan kasar. Ia mengibaskan jasnya seolah-olah baru saja bersentuhan dengan sesuatu yang menular. "Loe punya mata nggak, sih? Lihat apa yang sudah loe lakukan pada jas gue."

"Aku akan mencucinya... aku akan bertanggung jawab," cicit Aira. Suaranya tenggelam oleh tawa mengejek dari siswa-siswa di sekitar mereka.

"Mencuci? Loe pikir jas ini harganya berapa?" salah satu teman Alvaro menyahut sinis. "Gaji loe setahun pun nggak akan cukup buat ganti jas ini, dekil!"

Saat itu, Airin muncul dari balik kerumunan. Ia menatap pemandangan itu dengan raut wajah yang seolah-olah sangat terkejut, namun ada kilatan puas di balik matanya. Ia segera mendekat ke arah Alvaro, mengeluarkan sapu tangan sutranya, dan mencoba mengusap noda di jas pemuda itu.

"Ya ampun, Varo! Kamu tidak apa-apa?" suara Airin terdengar sangat khawatir, sangat manis. "Jas kamu sampai kotor begini..."

"Gadis ini benar-benar mengacaukan hariku, Ai," geram Alvaro, namun nada suaranya melunak saat menatap Airin.

Airin menoleh ke arah Aira, lalu memasang wajah malu yang dibuat-buat. Ia menghela napas panjang, seolah merasa terbebani. "Maafkan dia, Varo. Dia ini... dia ini saudara jauhku yang menumpang tinggal di rumah kami. Papa memberinya tempat tinggal karena kasihan, tapi dia memang selalu sulit diajar. Tidak tahu aturan dan tidak punya sopan santun."

Jantung Aira serasa berhenti berdetak. Saudara jauh? Menumpang tinggal?

Aira menatap kembarannya dengan mata membulat. "Airin, apa yang kamu katakan? Aku—"

"Diamlah, Aira! Jangan buat aku semakin malu!" potong Airin tajam, matanya memberi isyarat ancaman yang sangat jelas. "Sudah cukup kamu bikin malu keluarga dengan nilai-nilaimu yang hancur, sekarang kamu mau cari masalah dengan Alvaro juga?"

Alvaro menatap Aira sekali lagi, kali ini dengan tatapan yang jauh lebih dingin karena kata-kata Airin. "Jadi dia cuma benalu di rumahmu? Pantas saja penampilannya seperti ini."

Alvaro kemudian melepas jas mahalnya dengan gerakan kasar, lalu melemparkannya begitu saja ke lantai, tepat di depan kaki Aira. Jas itu mendarat di genangan air kotor.

"Buang saja itu. Sudah terkontaminasi," ucap Alvaro datar.

Ia memutar tubuhnya, membelakangi Aira. Alvaro menarik tangan Airin, mengajak gadis itu menjauh dari sana seolah-olah Aira adalah pemandangan yang bisa merusak penglihatannya.

"Jauhkan dia dari hadapanku, Airin. Dia benar-benar merusak hariku," ucap Alvaro dingin sebelum benar-benar melangkah pergi.

Aira tetap berdiri di sana, mematung di tengah koridor yang kini dipenuhi bisikan-bisikan menghina. Ia menatap jas mahal yang tergeletak di genangan air kotor di bawah kakinya. Air matanya jatuh, tepat mengenai noda di jas itu.

Varo-nya yang dulu, Varo yang dulu rela membagi payung yang rusak dengannya saat hujan, kini justru menganggap kehadirannya sebagai sebuah kerusakan.

1
Ma Em
Wah pak Prasetya ditantang Aira untuk melakukan tes DNA malah kabur , berarti benar Aira bkn anaknya pak Prasetya .
Allea
kalo lo ga bongkar kebusukan si airin trus kpn bales kebusukannya ,enak si airin dong aman2 bae 😁
Salwa Blora
kak lantoot semangat kak😁😁
M ipan
semangat ya💪
Aletheia: thanks, atas komen dan like nya kak👍
total 1 replies
Ma Em
Prasetya , Ratna dan Airin kenapa selalu jadi duri dlm setiap ada kegiatan atau acara yg Aira adakan , kapan Prasetya , Ratna juga Airin akan dapat karmanya dan membiarkan Aira hdp bahagia tanpa diganggu ketiga iblis berbentuk manusia ini , semoga kebohongan Airin segera diketahui Alvaro bahwa anak yg dikandung Airin bkn darah daging Alvaro tapi benih dari tuan Burhan .
Aletheia: terimakasih kak atas komennya,bisa tulis di rating ya kak terus kesan novelnya di disana🤭
total 1 replies
Tetii Riiani
ceritanya seru n gak bertele tele
Aletheia: thanks kak atas ratingnya, semoga sehat selalu dan lancar rejekinya 🙏
total 1 replies
Rinrin Novani
sangat bagus
Aletheia: terimakasih kak atas ratingnya semoga sehat selalu dan lancar rejekinya 🙏
total 1 replies
andi tahang
lanjutyy
Ma Em
Semoga secepatnya Aira menikah dgn Bara jgn ditunggu lama lagi karena terlalu banyak orang yg akan menghancurkan Aira .
Ma Em
Aira kamu berani melawan dan hilangkan rasa trauma kamu Aira dan jgn sampai kamu tertipu oleh bapakmu , ibumu juga Airin yg licik itu mereka hanya mau memanfaatkan kamu Aira , Aira jgn terlalu senang dulu dgn modal yg diberikan pak Darmawan karena ada Alvaro yg sdh mengincar dan akan membuat usaha Aira gagal , Aira hrs hati hati jgn sampai lengah .
Aletheia: thanks ya kak udah komen,minta ratingnya karena besok mau up banyak
total 1 replies
Allea
sebenarnya Aira itu tangguh ga sih 😁
Ma Em
Ada hubungan rahasia antara Prasetya dgn tuan Galaksi tentang Aira yg selalu dikurung didalam gudang bawah tanah , apakah Aira bkn anak kandung pak Prasetya , tapi aku agak kecewa pada Aira sepertinya Aira msh suka pada Alvaro setelah Alvaro menyakiti dan selalu menghina Aira tetapi Aira diam saja saat dipeluk Alvaro , hati2 Aira kamu jgn mengecewakan Bara karena Bara yg sdh menolong mu dan mengangkat derajatmu sehingga jadi desainer yg hebat jadi lupakan Alvaro itu cuma masa lalu yg menyakitkan Aira jgn luluh dgn Alvaro .
Yeni Astriani
Alvaro sungguh pria tidak tahu malu dan gak punya harga diri sama sekali
Ma Em
Aira lawan jgn takut lagi sama Airin juga ibumu kasih pelajaran untuk Airin juga ibumu agar kapok dan tdk akan mengganggu Aira lagi , masa Aira sdh jauh2 belajar di Milan msh bisa ditekan dan diancam sama Airin .
Ma Em
Bagus Aira kamu jgn lupakan pengorbanan Bara yg sdh menolong dan menjadikan Aira designer yg handal , biarkan Alvaro menyesal karena kebodohan nya , mau tau juga bagaimana nasibnya Airin juga bapak dan ibunya , manusia sombong dan pilih kasih pada anak sendiri bagaimana kehidupan nya sekarang setelah ditinggalkan Aira .
Ma Em
Aira lupakan Alvaro masa kamu msh mau menerima Alvaro lelaki yg selalu menghina dan merendahkan kamu , ingat Aira kamu sdh diangkat derajatmu sama Bara dan sekarang sdh jadi designer yg hebat disekolahkan di Milan ingat itu Aira jgn melupakan jasa Bara hanya karena lelaki teman masa kecilmu yg sdh melupakanmu Aira , jgn sampai jadi manusia yg tdk bisa balas budi .
partini
dah ada filing akan macam ini ,, teringat novel th 2018 tapi luka karya siapa gitu di NT
si cewe ending nya sama yg lama yg baru hempas
Aletheia: haha,tunggu aja ya kak🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
duh kumat lolanya aira
Allea
cari masalah si aira harusnya lgsg geser biar ngegabruk tuh si al ngapain malah bernarasi dalam hati 😅
Aletheia: haha,biar greget kak🤭🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
Buat Maheswari bangkrut dan Airin nasibnya hancur dan tersebar semua kelakuan Airin yg sdh menjual diri demi kemewahan .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!