NovelToon NovelToon
ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

ISTRI SALIHAH TITIPAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pengantin Pengganti
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Safa adalah gadis cantik nan penurut yang tampaknya selalu dimusuhi takdir. Sejak kecil, ia tak pernah mencecap manisnya kasih sayang keluarga, bahkan dari ibunya sendiri. Kesalahan di masa lalu yang bukan kehendaknya membuat Safa dilabeli sebagai "anak pembawa sial" dan dibenci seumur hidup. Puncaknya, ia dipaksa menikah dengan seorang kakek demi menyelamatkan bisnis keluarga yang nyaris bangkrut.

Namun, kenyataan tak seburuk dugaannya. Sang kakek ternyata hanya perantara, ia mencarikan istri untuk cucu laki-lakinya yang bertemperamen kaku, cuek, dan dingin. Di rumah barunya, Safa yang terbiasa disisihkan justru mulai merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarga sang suami yang memperlakukannya dengan sangat baik. Sayangnya, benteng es di hati suaminya sendiri tetap tak tergoyahkan.

Mampukah Safa memenangkan hati pria yang menikahinya hanya karena amanah sang kakek? Ataukah pernikahan "titipan" ini akan hancur dan berakhir dengan perceraian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Tiba-tiba disuruh Menikah

"Nikahkan saja anak pembawa sial itu. Biar ada guna-gunanya dalam keluarga," ujar sang kakak.

Deg! Menikah? Tentu itu tak pernah sekalipun terbersit di pikiran Safa. Usianya yang masih menginjak dua puluh dua tahun adalah usia yang masih sangat muda.

Menikah adalah ibadah seumur hidup baginya, maka dari itu Safa tak ingin menikah dengan terburu-buru.

Wajah Hendra tampak masam. Ia terlihat sangat tidak setuju dengan usulan anak tirinya itu.

Sebenarnya dialah yang harus menikah karena ia anak tertua. Tapi tentu saja Rianan tidak mau, justru ia mengusulkan sang adik.

"Kenapa terburu-buru. Kita bisa cari cara lain, kan?" sergah Hendra coba menghalangi.

"Ini jalan satu-satunya. Kakek tua itu menawarkan uang banyak kalau keluarga kita ada yang menikah dengannya . Lagi pula aku sudah malas satu rumah dengan anak itu," tungkas sang ibu tanpa berperasaan.

Riana tampak bersemangat saat mendengar kata uang. Ia mengangguk setuju. "Yang di katakan mama itu benar, Pa. Kita butuh banyak uang untuk melunasi hutang dan buat modal usaha lagi. Seharusnya Safa merasa senang karena dia akan menjadi istri orang kaya."

Pernikahan itu sudah lama mereka rencakan tanpa sepengetahuan Safa. Usaha Ambar memang terancam bangkrut. Toko barang antik peninggalan sang suami mengalami krisis.

Seorang teman datang padanya. Mengatakan jika ada seorang kakek-kakek yang mencari calon istri dari keluarganya.

Dia mengatakan almarhum suaminya menjanjikan pernikahan. Mendengar itu Ambar tiba-tiba teringat akan sang putri Safa, alih-alih menikahkan anak sulungnya.

"Ini sudah diputuskan. Besok aku akan membawanya pada temanku. Kakek itu minta cepat, karena dia akan segera membawanya pergi."

Wajah Hendra semakin ditekuk. Setelah ini ia tak akan lagi bisa mendekati Safa. Hatinya sebenarnya berat namun, ia tak ingin sang istri curiga.

"Kenapa kalian memutuskan tanpa memberitahuku?" sahut Safa yang tiba-tiba muncul.

Mereka bertiga tersentak. Namun, tetap bersikap cuek. Saat menatap Hendra Safa segera berpaling, ia sangat jijik melihatnya.

Safa mendekap erat buku dalam pelukan. "Aku selalu diam saat Mama memilih buat membenciku. Aku diam saat Mama tak menghiraukan aku, tapi ... ini menyangkut masa depanku, Ma. Kenapa Mama tega?"

Ambar melengos enggan menatap wajah Safa yang penuh air mata.

Riana yang selalu kesal melihat Safa, merangsek maju. Dengan sekali sentakan ia mendorong Safa hingga terpelanting ke belakang.

"Aaaakh!" rintih Safa saat tubuhnya terhempas ke lantai yang dingin.

Bukunya berserakan, ia memungutnya satu persatu.

"Anak gak tau diri kayak kau ... gak pantas memprotes. Sadar dirilah sedikit. Yang buat kita susah sekarang siapa, Hah!" pekik sang kakak.

Kening Safa ditunjuk-tunjuk hingga beberapa kali hingga membuat ia terdongak.

"Kau yang sudah ngebunuh ayah dan Mas Afdal. Kau juga yang menyebabkan mama harus kerja keras dan menjanda diusia muda. Ingat, gak!" cecar Riana dengan nada tinggi.

Safa menggeleng kuat. "Gak! Aku gak bunuh ayah dan Mas. Aku juga gak mau itu terjadi, Mbak."

"Diam, kamu! Dasar pembunuh!" timpal sang ibu dengan mata membelalak.

"Mama gak mau tau. Kalau kamu mau mama gak benci kamu lagi, kamu harus menikah besok. Sekarang masuk, besok mama akan antar kamu ke tempat kakek itu," timpalnya sambil menarik Safa dan mendorongnya untuk segera pergi.

Dengan langkah gontai Safa meninggalkan ruan keluarga. Hidupnya terasa hancur untuk yang kesekian kalinya.

Saat berjalan menuju dapur Bi Ijah sudah menantinya di depan pintu. Kedua tangannya terbuka lebar. Safa segera berhambur memeluknya.

"Hiks ... hiks ... Bik Ijah," isaknya pilu.

Bi Ijah mendekapnya erat. Mengusap kepala Safa dengan lembut.

"Ya Allah, Non. Yang sabar, nggeh. Non Safa pasti kuat."

Tangis Safa semakin pecah. Hanya Bi Ijah yang selalu ada untuknya. Ada disaat terburuknya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika kelak mereka harus berpisah.

Bi Ijah mendorong Safa perlahan memberi mereka jarak untuk saling menatap. "Bibik dengar semuanya, Non. Mereka mau nikahkan Non Safa dengan kakek-kakek, ya? Kok mereka tega, sih."

Gelengan Safa lemah. Seolah tubuhnya sudah tak berdaya.

"Sudah. Non masuk kamar dulu istirahat. Non Safa kelihatan pucat banget," ujar bi Ijah. Ia memapah Safa menuju kamar.

Tubuh Safa dibaringkan. Dengan lembut bi Ijah membelainya. Perlahan Safa terpejam dalam pangkuannya.

"Ya Allah Non. Urepmu kok ngenes banget. Padahal kamu juga anak kandungnya tapi ... mereka tega melakukan iki semua," gumamnya lirih khas dengan logat jawa.

Melihat Safa yang sudah terlelap, bi Ijah meninggalkannya untuk membuat semangkuk sup hangat.

Bukan hanya di dunia nyata, bahkan di alam mimpi pun Safa tak bahagia. Mimpi saat kejadian masa kecil itu terus terulang.

Dadanya sesak. Nafasnya tercekat. Pandangannya mulai kabur saat tubuhnya terus merosot jauh ke dalam.

Kedua tangan Safa menggenggam erat seprai hingga kusut. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Ia seketika tersentak saat sebuah tangan meraba pundaknya.

"Om!" sentaknya kaget. Matanya membulat sempurna saat melihat bapak tirinya Hendra, sudah duduk di samping ranjang.

"Ngapain Om ada di kamar saya?" Safa yang panik celingukan mencari bi Ijah.

Dengan senyum smrik Hendra mencoba membelai kepalanya namun, Safa cepat-cepat mundur.

"Tenanglah. Bapak cuma mau lihat keadaanmu, kok. Lagi pula apa gak sayang kesucianmu itu kamu kasih ke kakek-kakek peot itu?" ucapnya sambil kembali maju.

Safa menarik dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Untunglah ia masih menggunakan hijab hingga bapaknya yang gak tau diri itu tak melihat auratnya.

"Om saya mohon jangan lakukan ini," ucap Safa sambil memohon. Pasalnya ini bukan kali pertama baginya. Laki-laki biadab itu sudah sering melakukan hal yang membuatnya jijik.

Tangan Hendra terulur ke depan, meraih selimut dan menariknya perlahan. "Jangan sok suci kamu. Dari pada sama kakek-kakek peot kan mending dengan om. Om bisa buat kamu puas Safa."

"Kakek peot itu mana bisa. Nanti kamu gak akan bisa mencapai kenikmatan kalau dengannya," ujarnya lagi dengan tatapan yang seolah menelanjangi Safa.

Safa melempar bantal ke arah bapak tirinya itu. Namun, segera ditangkap olehnya. Senyumnya semakin membuat Safa merasa ngeri.

Hendra semakin berani. Di balik selimut ia mulai meraba kaki Safa, Safa semakin menarik dalam dan meringkuk.

Air mata kembali berlinang. Ia ingin teriak, namun itu percuma sang mama tak akan membela justru ia akan semakin dihajarnya. Dulu ia pernah mengatakan tentang sikap Hendra yang tak biasa namun, sang mama justru memakinya.

"Non Safa!" teriakan Bi Ijah sontak membuat Hendra terkejut. Ia bangkit dengan panik.

'Sial! Bukannya dia seharusnya belum kembali. Mengganggu saja!' batinnya kesal.

Mendengar suara bi Ijah, Safa bernafas lega. Ia tahu hanya bi Ijah lah yang bisa menyelamatkannya.

Safa segera bangkit dan berlari ke arah suara bi Ijah. Ia langsung memeluk erat hingga membuat bi Ijah kaget.

Safa mendongak. Bi Ijah tersenyum, namun saat melihat sorot mata itu bi Ijah terdiam. Ia menatap ke arah kamar. Matanya melebar saat melihat tuannya, Hendra, keluar dari dalam kamar mereka.

1
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa sih yg sering wa mas Arlan
Siti Anisa
bagus novelx suka
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
hahhahaha.. aku ngakak ngebayangin ekpresi nya si Arlan🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ganjalannya pasti tentang perasaan masing-masing🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
nggak ada.. nggak punya/Tongue//Tongue/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☠️⃝🦐
ya ampun, siapa itu😬😬😬😬
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
aq g absen hari di mana mana krn khusus buat baca novel🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hok O di maratonin ma aunty🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
safar cerita aja ttg hendra ke suami kamu ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
uhuk uhuk
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
idih gtau aja klo safa it istri bos kamu, klo sampe tau bs mati mendadadak riana😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
edgar sama farah aja thori, klo author g jodohin edgar sama farah, kalo gitu edgar sama aq aja gimana setujuh kan?
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: ihh aunty mah.. 🤣🤣
Berondong itu aunty, mau kah aunty🤭🤭
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
heronya safa dateng🫶😂
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
siapa ya
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
blm tau aja suami safa orang keyong
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
sampe trauma begitu
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
arlan klo kamu tau safa sprti apa di rumah nya pasti kamu kasian
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
adit ini bener bener mulutnya seperti omprengan
𝓐𝔂⃝❥ ⃟🥑⃟ Sᴇɴᷢᴀͥᴀͥ☠️⃝⠀
mampir thor 🤔
Shankara Senja
safa itu bodoh bngt ya..apa apa diem..lebih baik dihajar abis sm mama lo dari pd dihajar abis diranjang sm bpk tiri lo.masa depan lo hancur ..kabur ,kek,takut bngt ga nemu makan..apa pengen ngancurin masa depan lu di perkosa bapak tiri lo..lo hancur jg keluarga lo ga perduli
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Iya mungkin kabur lbih enak. Tapi ada sebagian orang gak akan berani kak. Mereka selalu memikirkan bakti dan takut akan hal-hal yang belum pasti. 🤧
total 1 replies
🏡⃟ªʸ SAKURA🌸
ingat safa selalu tutup pintu dan kunci klo perlu gembok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!