NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33

Di bawah naungan kegelapan malam yang perlahan mulai menyelimuti Kota Awan Melayang, sosok Ye Chen bergerak secepat kilat namun senyap bagaikan hantu. Teknik Langkah Bayangan Hantu yang ia kuasai sepenuhnya kini bekerja sempurna. Setiap kali ia melangkah, tubuhnya seolah melebur dengan bayangan bangunan, pepohonan, atau celah-celah gelap di sekelilingnya. Dari kejauhan, jika ada orang yang melihatnya, mereka hanya akan mengira itu hanyalah hembusan angin atau gerakan ranting pohon yang tertiup angin malam.

Di sekelilingnya, suasana kota sedang berubah menjadi medan militer. Api unggun dan obor menyala terang di setiap persimpangan jalan, ratusan pendekar Sekte Azure Cloud berbaris berkelompok, memeriksa setiap sudut, setiap rumah, dan setiap orang yang lewat. Teriakan perintah dan suara langkah kaki berat terdengar di mana-mana. Namun, justru di tengah kekacauan dan pengawasan ketat inilah Ye Chen bergerak paling leluasa.

Semua pasukan, semua perhatian, dan semua kekuatan difokuskan untuk mencari "penyusup misterius" di wilayah pinggiran dan jalan-jalan umum. Tidak ada satu pun dari mereka yang berpikir bahwa orang yang mereka cari itu, justru sedang bergerak masuk semakin dalam, menembus batas dalam sekte, dan menuju ke wilayah paling suci serta paling dijaga ketat: kawasan kediaman para murid elit dan inti.

Di sini, bangunan-bangunan tidak lagi sederhana seperti di pinggiran kota. Rumah-rumah besar berarsitektur indah dengan pagar tinggi dari batu putih, halaman luas yang ditanami bunga langka, dan tembok pelindung berlapis energi menjadi ciri khas tempat tinggal para murid yang berkuasa. Dan di antara deretan kediaman mewah itu, ada satu bangunan yang paling megah, paling luas, dan paling mencolok kebesarannya: Kediaman Bai Long.

Di depan gerbang besar yang terbuat dari kayu besi kokoh dan berlapis perak itu, tergantung papan nama besar bertuliskan emas: "Kediaman Murid Terbaik Bai Long". Di sana, dua belas pengawal pribadi berdiri tegak berbaris, mengenakan baju zirah lengkap dan memegang senjata panjang. Kekuatan rata-rata mereka berada di tingkat ketujuh dan kedelapan Qi Condensation. Biasanya, pengawasan di sini sangat ketat, namun hari ini... hampir separuh dari pasukan penjaga itu ditarik keluar oleh Bai Long sendiri untuk ikut serta dalam operasi pencarian besar-besaran.

"Lihat itu, Ye Chen..." suara Yue-Jian berbisik lembut di dalam benak muridnya, penuh nada ejekan dingin. "Begitu megah, begitu indah... semua ini dibangun di atas penderitaan orang lain. Batu-batu ini, emas di papan nama ini, bunga-bunga mahal di taman itu... semuanya berasal dari upeti yang dipaksa, dari barang rampasan, dan dari apa yang seharusnya menjadi milikmu."

Ye Chen bersembunyi di balik dinding tebal sebuah menara pengawas tak jauh dari sana, matanya menatap tajam ke arah gerbang kediaman itu. Di dalam dadanya, rasa benci meluap bercampur dengan rasa jijik melihat kemewahan yang palsu itu.

"Aku ingat betul, Guru..." jawab Ye Chen pelan di dalam hatinya. "Dulu, saat aku masih dianggap murid biasa dan miskin, aku pernah melihat dia memamerkan harta ini satu per satu. Dia tertawa dan bilang bahwa aku tidak akan pernah bisa menyentuh barang-barang seindah ini bahkan dalam mimpi sekalipun. Dia bilang aku hanyalah sampah yang pantas melihat kemegahannya dari jauh saja."

Senyum dingin dan mengerikan tersungging di bibir Ye Chen.

"Malam ini... aku akan masuk ke dalam sarangnya. Aku akan menyentuh, melihat, dan mengambil apa saja yang aku mau. Dan aku akan pastikan saat dia pulang nanti... dia akan menemukan bahwa kemegahan yang ia banggakan itu hanyalah istana pasir yang mudah hancur."

Tanpa menunggu lebih lama, Ye Chen mengatur napasnya. Ia menekan seluruh aura energi Foundation Establishment-nya hingga ke titik paling dasar, menyembunyikan gelombang kekuatannya sepenuhnya agar tidak terdeteksi oleh indra para pengawal itu. Bagi mereka yang kekuatannya masih jauh di bawahnya, Ye Chen saat ini sama persis dengan udara kosong yang tak berwujud.

Dengan satu gerakan halus dan ringan, tubuh Ye Chen melayang ke udara. Ia tidak melompat tinggi atau memancarkan energi. Ia hanya bergerak miring, menyusuri bayangan tembok tinggi yang mengelilingi kediaman itu. Dalam sekejap mata, ia sudah melewati pagar setinggi sepuluh meter itu seolah tidak ada penghalang sama sekali, dan mendarat lembut di balik rimbunan semak belukar lebat di sudut taman belakang.

Di dalam kediaman itu, suasana tampak tenang dan sepi. Hanya terdengar suara langkah kaki rutin para pengawal yang berpatroli di jalan utama, dan suara percakapan pelan dari beberapa pelayan yang sedang membersihkan halaman. Tidak ada yang menyadari bahwa maut berjalan diam-diam telah masuk ke dalam rumah itu.

Ye Chen bergerak menyusuri lorong-lorong samping, menghindari sorotan cahaya obor dan pandangan para penjaga. Pengetahuannya tentang letak bangunan ini sangatlah baik. Dulu, saat ia masih sering diperintah-perintah dan disuruh membawa barang ke kamar Bai Long, ia sudah menghafal setiap sudut, setiap jalan, dan setiap ruangan di tempat ini.

Ruang tidur utama ada di sisi timur... ruang tamu di utara... dan tempat penyimpanan harta benda berharga ada di ruang bawah tanah, tepat di bawah menara perpustakaan di sisi barat...

Ye Chen bergerak cepat namun hati-hati menuju arah barat. Di sana, sebuah bangunan menara kecil namun kokoh berdiri sendirian, dikelilingi oleh taman tertutup dan dijaga oleh empat orang pengawal yang tampak paling waspada dan kuat di antara yang lain. Pintu masuknya terbuat dari besi hitam tebal yang kokoh, diukir dengan simbol perlindungan sekte.

"Inilah tempatnya..." gumam Ye Chen pelan. "Di sinilah dia menyimpan semua barang berharganya, semua pil obat, senjata, dan harta rampasan yang ia banggakan."

Ye Chen tidak terburu-buru menyerang atau menerobos masuk. Ia bersembunyi di balik patung batu besar di kejauhan, menunggu waktu pergantian penjagaan. Saat keempat pengawal itu sedang berbalik punggung dan berjalan berputar menjauh sejenak, ia memanfaatkan celah itu.

Dengan kecepatan yang melampaui batas pandangan mata biasa, Ye Chen melesat maju. Tangan kanannya yang dibalut energi dingin berwarna biru pucat bergerak secepat kilat. Ia tidak membunuh mereka, tapi ujung jarinya menotok titik-titik akupuntur di leher dan punggung keempat orang itu secara berurutan.

Cek! Cek! Cek! Cek!

Empat suara lembut terdengar. Sebelum mereka sempat sadar atau berteriak, tubuh keempat pengawal itu mendadak kaku, matanya terbalik ke atas, dan mereka jatuh diam ke tanah dalam posisi duduk bersila. Mereka tidak mati, mereka hanya lumpuh sementara dan pingsan dalam keadaan aman. Mereka akan bangun beberapa jam lagi, namun sampai saat itu, mereka tidak akan bergerak atau bersuara sama sekali.

"Terima kasih atas jagaannya," bisik Ye Chen dingin.

Ia berjalan mendekati pintu besi hitam itu. Mengunci pintu ini bagi orang lain mungkin sulit, tapi baginya yang sudah memiliki kekuatan Foundation Establishment dan pengetahuan mendalam tentang simbol sekte, hal itu hanyalah perkara sepele. Ia meletakkan telapak tangannya ke permukaan besi itu, mengalirkan sedikit energi dinginnya. Simbol-simbol itu bersinar redup seolah mengenali kekuatan sekte, lalu berputar perlahan dan terbuka dengan sendirinya.

Pintu besi itu berderit terbuka perlahan, menampakkan lorong gelap yang turun ke bawah, dihiasi lampu-lampu batu bercahaya remang-remang.

Ye Chen masuk ke dalam, dan menutup kembali pintu itu rapat-rapat dari dalam.

Begitu melangkah masuk ke ruang penyimpanan bawah tanah itu, mata Ye Chen menyipit tajam. Ruangan itu luas, bersih, dan penuh dengan rak-rak kayu mahal yang tersusun rapi. Di sana, tersimpan segala sesuatu yang membuat orang lain akan iri dan gila: tumpukan batu roh, kotak-kotak perhiasan, senjata tajam berkilauan, jubah pelindung, hingga rak-rak botol berisi pil obat berwarna-warni yang memancarkan aroma energi murni.

Semua ini... kekayaan yang setara dengan kekayaan sebuah desa besar, semuanya dikumpulkan oleh satu orang muda yang serakah dan berkuasa.

"Lihatlah kemewahan ini, Ye Chen..." suara Yue-Jian terdengar dingin dan penuh kemarahan tersembunyi. "Lihat di rak sebelah kiri sana. Kotak kayu berukir naga itu... dulu itu milikmu. Di dalamnya ada sisa-sisa peninggalan ayahmu yang dirampasnya saat dia membuangmu ke lembah."

Mata Ye Chen tertuju ke arah kotak kayu itu. Jantungnya berdegup kencang karena amarah. Ia berjalan mendekati rak itu, tangannya gemetar sedikit saat ia mengambil kotak itu dan membukanya. Di dalamnya, tergeletak sebuah jimat pelindung tua yang sudah kusam, sebuah gelang batu sederhana, dan beberapa lembar catatan tulisan tangan ayahnya. Benda-benda yang paling berharga baginya, yang satu-satunya kenangan keluarga yang ia miliki, ternyata disimpan di sini sebagai piala kemenangan oleh Bai Long.

"Dia menyimpannya bukan karena berharga..." gumam Ye Chen pelan, suaranya dingin menusuk tulang. "Dia menyimpannya hanya untuk menertawakan nasibku. Dia menyimpannya agar setiap kali melihatnya, dia bisa merasa bangga karena telah menghancurkan hidupku."

Amarah Ye Chen mendidih hebat, namun ia menahannya dengan sekuat tenaga. Ia tidak akan menghancurkan barang-barang ini. Tidak... barang-barang ini miliknya, dan dia akan mengambilnya kembali.

Dengan gerakan cepat, Ye Chen mulai bergerak di sekeliling ruangan itu. Ia tidak mengambil sembarangan barang. Ia hanya memilih barang-barang yang paling berharga, yang paling berguna untuk kultivasi, dan barang-barang yang dulunya pernah menjadi miliknya atau rakyat kecil yang ditindas. Batu roh dalam jumlah besar, pil obat penambah energi dan penyembuh luka, senjata-senjata berkualitas tinggi, dan buku-buku catatan teknik sekte.

Semua barang berharga itu lenyap satu per satu, masuk ke dalam kantong penyimpan yang ia ambil kembali dari kotak miliknya sendiri.

Setelah kantongnya penuh dengan barang-barang terbaik, Ye Chen berhenti. Ia berdiri di tengah ruangan itu, menatap sisa barang-barang yang masih tertinggal di rak-rak. Masih banyak, masih berharga, tapi tidak cukup berarti baginya sekarang.

Namun... dia tidak akan membiarkan barang-barang itu tetap utuh dan bisa digunakan kembali oleh Bai Long.

"Kita sudah ambil apa yang kita butuhkan..." bisik Ye Chen. "Sekarang... saatnya memberikan 'kejutan' untuk tuan rumah yang terhormat ini."

Ye Chen mengangkat kedua tangannya. Energi dingin berwarna biru tua pekat mulai mengalir keluar dari telapak tangannya, memenuhi seluruh ruangan bawah tanah itu. Suhu udara turun drastis dalam sekejap. Kabut es mulai terbentuk, dan lapisan putih beku mulai menutupi dinding, lantai, dan rak-rak kayu.

"Teknik Pembekuan Tanah..."

Dengan suara rendah, Ye Chen melepaskan gelombang energi dingin yang kuat namun terkontrol. Ia tidak menghancurkan ruangan itu hingga runtuh, tapi ia membekukan segala isinya. Setiap botol obat yang tersisa, setiap senjata yang tertinggal, setiap kotak perhiasan... semuanya kini terbungkus lapisan es tebal yang sangat keras dan dingin. Es ini bukan es biasa. Ini adalah energi es murni dari Seni Es Yin Kesembilan. Es ini tidak akan mudah meleleh oleh api biasa atau panas biasa. Butuh waktu berbulan-bulan atau kekuatan besar tingkat tinggi untuk mencairkannya kembali.

Dan bukan hanya itu... struktur di dalam barang-barang itu sendiri sudah rusak oleh hawa dingin yang menusuk sumsum itu. Obat-obatan akan berubah menjadi racun atau hilang khasiatnya. Senjata-senjata akan menjadi rapuh dan retak jika digunakan. Barang-barang berharga Bai Long kini berubah menjadi sampah yang tidak berguna.

"Nikmati es pemberianku ini, Bai Long..." gumam Ye Chen sambil tersenyum mengerikan. "Simpanlah barang-barangmu ini baik-baik di dalam kulkas es buatanmu."

Setelah memastikan seluruh ruangan penyimpanan itu sudah berubah menjadi gua es yang indah namun tidak berharga, Ye Chen berbalik berjalan keluar. Ia menutup kembali pintu besi itu, dan menyusun kembali posisi keempat pengawal yang pingsan itu agar terlihat persis sama seperti semula, seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.

Namun, sebelum ia benar-benar pergi dari kediaman itu, ada satu hal lagi yang harus ia lakukan.

Ia berjalan masuk ke ruang tidur utama Bai Long. Di sana, di atas meja kerja indah di dekat tempat tidur besar yang empuk, terdapat sebuah papan tulis kosong dan sebatang pena bulu emas.

Ye Chen berjalan mendekat. Ia tidak menyentuh pena itu. Ia hanya menggunakan ujung jarinya yang terisi sedikit energi dingin, lalu menggoreskan tulisan besar dan tajam langsung ke permukaan meja kayu mahal itu. Tulisan itu terukir dalam, terbakar dingin hingga ke serat kayu terdalam, tidak akan bisa dihapus atau dihaluskan.

"Barang yang kau ambil, aku ambil kembali. Harta yang kau banggakan, aku hancurkan.

Ingatlah rasa ini, Bai Long. Rasa kehilangan, rasa tak berdaya, rasa malu.

Karena apa yang terjadi malam ini... hanyalah permulaan kecil.

Lebih dalam lagi, lebih sakit lagi... yang akan kau rasakan saat aku datang mengambil nyawamu.

~ Bayangan Masa Lalu"

Setelah selesai menulis, Ye Chen berdiri memandang sekeliling kamar mewah itu untuk terakhir kalinya.

"Dulu aku tidak berani masuk ke sini... dulu aku hanya berani menunduk saat lewat di depan pintu ini..." bisik Ye Chen pelan. "Sekarang... Ialah aku yang berjalan keluar, membawa hartamu, meninggalkan pesan ancaman, dan kau sama sekali tidak tahu."

Dengan gerakan senyap dan elegan, Ye Chen berbalik memunggungi ruangan itu. Ia kembali menyusup lewat jendela belakang, melewati taman, dan kembali melewati tembok tinggi luar dengan cara yang sama saat ia masuk.

Saat ia berdiri kembali di kegelapan malam di luar kediaman itu, membawa harta rampasan kembali miliknya, mendengar suara teriakan dan langkah kaki pasukan yang masih sibuk mencari-cari di tempat yang salah... Ye Chen tersenyum puas.

Malam ini, ia tidak hanya mencuri harta. Ia telah mencuri ketenangan hati Bai Long dan Mo Feng. Ia telah menanamkan rasa takut yang jauh lebih besar.

Dan ia tahu... saat Bai Long kembali nanti, membuka ruang penyimpanannya, dan melihat pesan yang ia tinggalkan... kemarahan dan rasa sakit pemuda itu akan mengguncang seluruh Kota Awan Melayang.

"Permainan ini semakin seru..." gumam Ye Chen pelan sambil menghilang kembali ke dalam bayangan gelap malam. "Bersiaplah untuk gila karena marah, Bai Long. Karena langkah selanjutku akan jauh lebih menyakitkan bagimu."

1
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
✅️🫰👍
Jojo Shua
🔥😄
Jojo Shua
☕️🥛
Jojo Shua
🥛🥛
Jojo Shua
☕️
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
🫰🫰
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
😲😲
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
🔥✅️
Jojo Shua
✅️
Jojo Shua
😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!