Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Warior Sistem
Keesokan harinya.
Sama seperti kemarin, Ren pergi menuju gedung kampus sendirian, teman-temannya kemungkinan masih mandi sekarang.
GRRRR!!
' Hah sial, aku sangat lapar! '
Ren sangat merindukan masa dimana dia tidak perlu khawatir soal makanan, masa dimana dia hanya perlu berpikir tentang bermain, dia sangat merindukan masa itu.
' Bertahanlah diriku...'
Semakin sakit perut Ren, semakin besar semangatnya untuk mencari pekerjaan, seseorang hanya bisa sangat serius ketika mereka memiliki tujuan atau sesuatu yang di inginkan.
Ren ingin makan dan memiliki banyak uang, karena itulah dia sangat bertekad untuk mendapatkan pekerjaan.
' Pulang sekolah aku akan langsung pergi bertanya pada para staf apakah ada pekerjaan untukku '
Meskipun sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan di akademi, bukan berarti mustahil tidak bisa, akademi memang melarang pihak luar datang, itu karena mereka ingin para murid yang merupakan calon Mage sedikit melupakan dunia, jika Ren ingin mencari pekerjaan, dia harus mencarinya di tempat yang berhubungan dengan akademi.
Setibanya di kelas, Ren langsung duduk di kursinya, menunggu profesor sambil menatap taman.
" Hei dengar ini, baru saja temanku bilang jika lusa akan di adakan latihan bersama "
" Benarkah? "
" Iya, selain itu katanya latihan ini hanyalah kedok untuk menilai ulang para murid, kau tahu, ada cukup banyak orang yang tidak puas karena gagal masuk ke kelas S "
" Eh...lalu bagaimana dengan kita yang ada di kelas F, akankah kita di keluarkan dari akademi jika mendapatkan nilai rendah? "
" Aku tidak tahu tapi yang pasti latihan bersama ini merupakan kabar baik sekaligus kabar buruk bagi kelas-kelas atas, mereka bisa naik atau turun karena latihan bersama ini "
" Kau benar, aku hanya berharap jika latihan bersama ini tidak menimbulkan pengeluaran bagi kita yang berada di kelas F "
" Ya "
Ren yang mendengar hal itu, menghela nafas,jika ini benar, tantangan ku untuk berada di akademi ini akan semakin banyak, kupikir hanya dengan mahir di teori bisa membuatku bertahan di akademi ini sampai lulus, sekarang ada latihan praktek yang bisa membuat seseorang di tendang.
' Hah... latihan bersama, orang yang tidak bisa menggunakan sihir sepertiku harus berhadapan dengan Mage bintang 1?...'
Geri dan Petru akhirnya tiba di dalam kelas, Ren penasaran kenapa Boris tidak datang bersama mereka berdua.
" Dimana Boris? "
" Kantin, dia sudah tidak tahan dan ingin makan "
Ren mengangguk, Boris memang seperti itu, sesekali dia tidak bisa menahan dirinya.
" Oh iya, apa kau sudah mendengar tentang latihan bersama Ren? "
" Iya, baru saja "
Rupanya berita tentang latihan bersama ini baru saja tersebar, Ren yakin jika ini adalah ulah para murid yang memiliki koneksi dengan seorang profesor.
Petru menghela nafas berat" Akademi Stella benar-benar memiliki kurikulum yang berat, baru seminggu kita melakukan kegiatan belajar mengajar dan sekarang kita sudah di beri latihan yang sebenarnya ujian praktek "
" Mau bagaimana lagi, akademi ini adalah yang terbaik di dunia "
" Ya, akan sangat memalukan jika akademi ini memiliki murid tidak kompeten "
Ren, Geri, dan Boris menghela nafas bersama, mereka sama-sama tidak yakin untuk mendapatkan nilai bagus di latihan bersama lusa.
Lima belas menit lebih berlalu, profesor Demor, si penganut supremasi aristokrat, tiba di kelas, tentu saja Boris dan Eden juga sudah datang, mereka datang tujuh menit lebih awal dari profesor.
" Hari ini, aku tidak membawa materi pelajaran tapi kabar baik untuk kalian semua, terutama kalian yang berasal dari kalangan rakyat biasa "
Semua orang menjadi sangat bersemangat, seperti yang Ren katakan semalam, hari ini adalah giliran kelas F untuk melakukan pewarisan tongkat sihir.
" Hari ini kita akan pergi ke ruang penyimpanan tongkat sihir untuk memilih tongkat sihir, hari ini adalah giliran kelas kita untuk melakukan pewarisan tongkat "
Murid-murid bersorak gembira dalam hati, mereka sudah tidak sabar untuk melihat tongkat sihir seperti apa yang akan mereka dapatkan.
" Baiklah semua, ayo keluar dan ikuti aku "
Ren dan murid kelas F lainnya keluar dari ruang kelas, pergi ke tempat dimana tongkat sihir di simpan.
••• •••
Tempat penyimpanan tongkat, Ren melihat sekeliling dan melihat banyak tongkat sihir yang bentuknya sangat beragam, ada yang pendek dan ada yang panjang, ada yang terlihat luar biasa dan ada yang terlihat biasa saja, semuanya di lindungi oleh penghalang transparan.
Jika ada orang yang bertanya apa fungsi tongkat sihir, maka jawabannya adalah mempercepat, memperkuat, meningkat efisiensi mantra seorang Mage, sebenarnya masih ada banyak lagi, ketiga fungsi di atas adalah yang paling umum.
Geri mendekati salah satu tongkat sihir, tangannya melewati penghalang dan berhasil menyentuh tongkat sihir, tapi beberapa detik kemudian tangannya di dorong keluar.
" Hahaha... tongkat sihir itu tidak cocok denganmu Geri "
Ejek Eden, dan Geri hanya menghela nafas pasrah.
Penghalang yang mengelilingi tongkat sihir tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tapi itu juga berfungsi sebagai penilai, penghalang memiliki kemampuan untuk mendeteksi tingkat kecocokan antara tongkat sihir dengan seseorang, jika tingkat kecocokannya rendah, penghalang akan segera mendorong tangan untuk segera menjauh.
Demor hanya berdiri diam, dia sepenuhnya menyerahkan pada penilaian para murid, dia tidak peduli tongkat seperti apa yang para murid dapatkan.
Sama seperti murid lainnya, Ren melihat sekeliling untuk mencari tongkat yang menarik minatnya.
' Res esend? '
Tongkat sihir yang terbuat dari kayu dengan pegangan logam, karena tertarik dengannya jadi dia mencoba keberuntungannya dengan memasukkan tangannya.
Tangan Ren terdorong keluar, tongkat sihir dengan nama Res esend tidak cocok dengannya!
' Meskipun aku sudah menduganya jika aku yang tidak bisa sihir ini akan kesulitan, tapi tetap saja menyakitkan karena di tolak seperti ini...'
Setelah Res esend, Ren mencoba mengambil lima tongkat sihir yang lain, tapi semuanya berakhir dengan kegagalan, lima tongkat sihir itu tidak cocok dengannya.
" Anu..."
Ren tiba-tiba mendengar suara seorang gadis di dekatnya, dia menoleh dan melihat gadis dengan kacamata bulat di pangkal hidungnya.
" Ada apa? "
" Kenapa ada pedang disini? "
Gadis itu menunjuk ke atas, disana terdapat pedang yang memiliki garis-garis kuning di bilahnya.
" Itu... mungkin itu pedang yang memiliki mekanisme yang sama dengan tongkat sihir, jadi selain untuk merapal mantra itu juga bisa di gunakan untuk menebas musuh...mungkin '
Ren memberikan penjelasan paling sederhana namun terdengar konyol, dan gadis itu merasa jika penjelasan Ren masuk akal.
" Mungkin saja..."
" Jika kamu tertarik kenapa tidak mencoba untuk mengambilnya? "
Gadis berkacamata itu menggelengkan kepalanya" Memiliki pedang sebagai tongkat sihir akan terlihat konyol "
" Benar juga sih "
Ren merasa kedekatan dengan pedang itu, entah kenapa bagian dalam dirinya menyuruhnya untuk mengambil pedang tersebut.
Karena tertarik, Ren mengambil tangga untuk mencoba keberuntungannya.
" Fulgor..."
Di saat tangan Ren bersentuhan dengan gagang Fulgor, sesuatu muncul di dalam kepalanya, itu seperti pengetahuan muncul dengan sendirinya di dalam kepalanya.
Warior Sistem
- Bintang 1 : Aura Senjata
Dengan memanipulasi Aura untuk berubah menjadi Aura Senjata, seseorang bisa di sebut Bintang 1 Warior.
- Bintang 2 : Senjata Pusaka
Dengan memotong sebagian kecil dari jiwa lalu memasukkannya kedalam senjata yang telah di pilih, seseorang resmi menjadi Bintang 2 Warior.
- Bintang 3 : Niat Senjata
....
- Bintang 4 : Satu Dengan Senjata
....
- Bintang 5 : ....
Ren membelakkan matanya, di tangan dia memegang Fulgor, penghalang yang mengelilinginya sudah hilang, dia berhasil mengeluarkan Fulgor!
" Wow...kamu berhasil mengeluarkannya, tapi wajahmu terlihat tidak baik-baik saja, apa kamu sakit? "
Tanya gadis berkacamata, dia tetap di tempatnya karena tertarik untuk menonton Ren mengambil Fulgor.
Ren menenangkan dirinya, dia turun lalu tersenyum" Tidak, aku baik-baik saja "
Dia tidak tahu apa yang terjadi barusan, tapi yang pasti itu adalah sesuatu yang luar biasa, dia baru saja mendapatkan pengetahuan yang sangat berharga!
" Aku mengerti "
Gadis berkacamata itu pergi, meninggalkan Ren sendirian dengan Fulgor di tangannya.
' Huft...tidak ku sangka jika Warior memiliki sistem kenaikan, jika orang yang tidak memiliki bakat sihir sepertiku tahu tentang ini,aku yakin pasti akan terjadi kekacauan yang hebat '
Di era dimana sihir adalah segalanya ini, profesi seperti pendekar di pandang sebelah mata, bertarung menggunakan senjata dingin di anggap sangat tidak efektif.
Alasan utamanya adalah karena Warior tidak memiliki sistem kenaikan seperti Mage, jadi semua orang menganggap para Warior hanyalah manusia biasa yang mahir berkelahi.
Tapi sekarang, Ren harus mengubah pemikirannya tentang Warior, itu karena dia baru saja mendapatkan pengetahuan tentang sistem kenaikan Warior.
' Manipulasi Aura... itu dia, aku harus memahaminya jika ingin menjadi Warior Bintang 1 '
Ren sekarang merasa sangat bersemangat, dia sudah tidak sabar untuk segera berlatih memanipulasi Aura.
Rantai yang selama ini mengikatnya dan membuatnya tidak bisa pergi jauh, terasa sedikit mengendur, Ren tahu jika kesempatan untuknya menjadi yang terkuat sudah datang.
Demor mendekati Ren, sama sekali tidak di temukan emosi di wajahnya.
" Hm...kenapa bisa ada sampah seperti pedang disini, berikan padaku, aku akan menanyakan kenapa itu ada disini "
Ren merasa jika dia memberikannya pada Demor, Fulgor tidak akan pernah kembali ke tangannya.
" Uh... profesor, pembuatnya mungkin sengaja me..."
" Kubilang berikan " Demor merebut Fulgor dengan paksa, dia sama sekali tidak peduli dengan penjelasan Ren.
" Carilah yang lain, sungguh tidak enak di lihat jika seorang Mage memegang sampah seperti pedang "
Setelah mengatakan itu, Demor pergi meninggalkan Ren yang frustasi karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk melindungi barang-barangnya.
' Sial, dimana lagi aku bisa mendapatkan pedang untuk berlatih! '
' Selain itu, disana mungkin masih tersimpan pengetahuan tentang sistem kenaikan Warior! '
Pada akhirnya, waktu untuk pewarisan tongkat selesai, dan Ren keluar tanpa membawa tongkat, dia gagal dalam semua percobaan.