NovelToon NovelToon
One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:390.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​"Tugasku adalah menjagamu, Leana. Bukan mencintaimu."

​Leana Frederick tahu, ia seharusnya berhenti. Mengejar Jimmy sama saja dengan menabrak tembok es yang tak akan pernah cair.

Bagi Jimmy, Leana adalah titipan berharga dari seorang sahabat, bukan wanita yang boleh disentuh.

Hingga satu malam yang menghancurkan batasan itu. Satu malam yang mengubah perlindungan menjadi sebuah obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

Puncak ketegangan di kamar itu mendadak terhenti oleh getaran ponsel di saku celana Jimmy. Suara nada dering khusus itu membuat darah Jimmy seolah berhenti mengalir.

"Sial, siapa yang menghubungiku tengah malam begini!" maki Jimmy dengan suara tertahan. Ia menjauhkan wajahnya dari leher Leana.

"Diego?" gumam Jimmy.

Ponsel itu terus bergetar, menunjukkan ikon video call. Jimmy tahu Diego bukan tipe pria yang suka menunggu. Jika ia tidak mengangkatnya, Diego akan mengirim satu batalyon ke apartemen ini dalam sepuluh menit.

"Siapa?" tanya Leana dengan mata berkilat nakal melihat kepanikan di wajah pria yang biasanya tak punya rasa takut itu.

"Ayahmu," desis Jimmy. Ia menatap Leana yang masih polos tanpa busana, lalu menatap ponselnya. Jimmy bahkan tak punya waktu untuk menyuruh Leana berpakaian.

"Jangan bergerak. Jangan berbalik. Dan demi Tuhan, jangan bersuara!" ucap pria itu lagi.

Jimmy menyambar kemejanya yang tersampir lalu memakainya dengan terburu-buru tanpa dikancingkan hanya untuk menutupi bagian depannya.

"Halo Diego, apa kabar," sapa Jimmy.

Wajah garang Diego Frederick muncul di layar, latar belakangnya menunjukkan ruang kerja mewah di mansion pria itu.

"Jimmy! Kenapa lama sekali mengangkat panggilan dariku, hah!" seru Diego. Matanya yang tajam menyipit saat melihat pemandangan di layar ponsel Jimmy.

Jimmy memegang ponsel dengan sudut yang sedikit tinggi, namun ia tidak bisa menyembunyikan kenyataan bahwa di belakangnya, ada seorang wanita yang sedang berdiri membelakanginya dengan punggung polos yang terekspos jelas.

"Astaga, Jimmy! Aku menghubungimu untuk menanyakan kabar putriku, dan aku malah melihatmu sedang sibuk dengan wanita panggilan?"

Jimmy berdeham. Ia berusaha tetap tenang meski keringat dingin mulai membasahi punggungnya.

"Ini tidak seperti yang kau pikirkan, Diego. Aku sedang sedikit sibuk."

"Sibuk?! Kau sedang berpesta di kamarmu saat aku memercayakan Leana padamu?!" Diego memaki dalam bahasa Italia. "Lihat dirimu! Kemejamu berantakan, wajahmu merah seperti kepiting rebus. Siapa wanita itu? Suruh dia pergi! Aku tidak ingin ada pela-cur di dekat area privasi putriku!"

Leana, yang mendengar dirinya disebut wanita panggilan dan pela-cur oleh ayahnya sendiri, hampir saja tertawa. Alih-alih diam, Leana mulai menggerakkan jemarinya.

Tangannya yang mungil merayap turun ke bawah kemeja Jimmy yang terbuka, menyentuh perut pria itu yang keras, lalu turun lebih jauh menuju tonjolan di balik celana kain Jimmy yang sudah sesak sejak tadi.

Mata Jimmy membelalak. Ia nyaris melepaskan ponselnya saat merasakan sentuhan berani Leana di area sensitifnya.

"Jimmy? Kenapa wajahmu jadi aneh begitu? Kau sakit?" tanya Diego dengan curiga, wajahnya mendekat ke kamera.

"T—tidak... aku... ahh..." Jimmy menggigit bibir bawahnya, menahan erangan yang hampir lolos saat jemari Leana mulai memberikan tekanan yang pas di sana.

"Aku hanya sedang sedikit kram otot, Diego."

"Kram otot atau kau sedang bekerja keras di atas ranjang, hah?" Diego terkekeh sinis, tanpa sadar bahwa wanita panggilan yang ia maki adalah putrinya sendiri. "Dengar, bagaimana kabar Leana? Anak buahku bilang tadi ada keributan di hotel. Apa dia sudah tidur?"

"Dia sudah di kamarnya. Dia aman. Aku sudah memastikannya sendiri," jawab Jimmy dengan terbata-bata. Tangannya yang bebas mencengkeram pinggiran nakas hingga kayunya tergores, berusaha menahan sensasi nikmat dan kesal secara bersamaan.

"Bagus. Pastikan dia tidak bergaul dengan sembarang pria di sana. Lingkungan tempat Leana tinggal sekarang sangat berbahaya untuk gadis polos sepertinya," ucap Diego dengan sungguh-sungguh.

Leana yang mendengar kata polos langsung tersenyum miring. Ia sengaja menggesekkan telapak tangannya lebih berani, membuat Jimmy harus mematikan mikrofon ponsel sejenak untuk memaki Leana.

"Berhenti atau kubunuh kau," bisik bibir Jimmy tanpa suara.

Leana justru menjulurkan lidahnya, menggoda Jimmy habis-habisan.

"Jimmy! Kau masih di sana?" teriak Diego.

Jimmy segera menyalakan mikrofon kembali. "Ya! Ya, Diego. Aku di sini. Maaf, sinyalnya buruk."

"Ya sudah. Lanjutkan saja kegiatanmu dengan teman malammu itu. Tapi ingat, besok pagi-pagi sekali kau harus sudah berada di samping Leana. Jangan sampai kau terlambat karena kelelahan bermain!"

"Tentu aku tidak akan terlambat," jawab Jimmy. Begitu panggilan terputus, Jimmy langsung melempar ponselnya ke atas ranjang dan menyambar tangan Leana, menariknya menjauh dari miliknya.

"Kau ingin mati, hah? Jika ayahmu tahu itu kau, dia akan memotong kepalaku dan menjadikanmu tahanan rumah selamanya!"

Leana terkikik, sama sekali tidak merasa bersalah. Ia melangkah maju, kembali menempelkan tubuh polosnya pada kemeja Jimmy yang terbuka.

"Tapi papa tidak tahu, kan? Dia malah menyuruhmu melanjutkan kegiatanmu denganku, Jim," balas Leana mengerling nakal.

Jimmy menatap Leana dengan tatapan yang bisa membakar apa saja. Hasrat yang tertahan karena gangguan telepon tadi kini kembali meledak dua kali lipat lebih kuat.

"Kau benar-benar nakal, Leana Frederick. Malam ini, tidak akan ada lagi susu hangat atau cerita pengantar tidur." Jimmy menyambar tengkuk Leana, membungkam tawa gadis itu dengan ciuman yang kasar dan penuh tuntutan.

1
nur fitriani
bagus
Maria Ulfah
ceritanya bagus,tegas suka ..semoga sukses ya kak d novel selanjutnya
Senja: Aamiin Ya Allah
total 1 replies
Syafira Nur hummaira
Aaron sama vinia cocok Thor seperti kucing dan anjing 🤭🤣🤣
Syafira Nur hummaira
ceritanya bagus tidak membosankan.. kebanyakan cerita tentang mafia... selalu gitu gitu aja..kalau ini berbeda.. semangat Thor...kalau bisa endingnya tetapi lea dan Jimmy bersama ❤️❤️
Senja: Makasih ulasannya kakaku😘🙏
total 1 replies
Syafira Nur hummaira
tua Bangka bau tanah...coba aja ada disini udah gue kubur hidup-hidup 🤨😒
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Finally akhirnya tamat.. Jujurly aku suka ceritanya.. James-Lea.. Happy ending.. pokoknya Recommend buat dibaca 😍🥰
Senja: Makasih kak🙏
total 1 replies
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Hey bro... meskipun Elise keturunan bangsawan.. dia pernah dijalanan dan hidup susah lhoo.. wajar punya jiwa seperti itu 🤭🤭
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Kukira tua bangka ini cm orang sombong.. ternyata licik.. Alex mana dirimu... skatmat dlu orang bau tanah gila status ini..
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
William kalah telak dua kali.. kmren sama Diego.. sekarang sama Jimmy 🤣🤣🤣
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Pd sok berkuasa.. pdhal harta Jimmy dan mamanya.. mereka semua numpang..
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Jimmy 😍😍😍😍
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
wait.. wait.. hubungan darah..?? apa ini..???
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Mmg kakek William dari waktu Elise balik ke rumah nya sama Jimmy ud sinis aja.. beruntung suami Elise Diego. dia kalah telak.. tp kalo sama Jimmy..
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
akhirnya aku mengetahui umur Jimmy... Yeaayy!!!!!!!
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Will ud bekarat pun masih aja somse yaaakkk 🤣
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Lucu gak sih.. sahabat + rekan kerja gini malah minta anak sahabat sendiri 🤭🤭🤭
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
gk akan bisa selesai Lea.. Daddy dan kakakmu itu posesif protektif super gila 🤣🤣🤣🤣
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Malika/Daisy kekanakan bgt.. sama Alex jadi kyk anak dan paman.. lah ini anak dan paman jdi kyk seusia yaa.. entah siapa yg jdi tua atau siapa yg ttp awet muda 🤣🤣🤣
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Ini yg dua ini gimana yaa hubungannya.. kdg jdi paman.. kadang jadi sebayaan.. aku butuh pencerahan umur jimmy berapa
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Diego.. pdhal dia juga gitu ke Elise.. tp gaya gayaan ngatain orang 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!