NovelToon NovelToon
Ada Dia Di Antara Kita

Ada Dia Di Antara Kita

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Permainan Kematian / Percintaan Konglomerat / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Ardian, seorang pengusaha muda yang tampan dan mapan. Ia memiliki seorang kekasih yang bernama Karina, kisah cinta mereka cukup rumit karena adanya orang ketiga. Belum lagi kehadiran orang ketiga yang memiliki tujuan untuk menghancurkan keluarga Ardian. Semuanya perlahan terungkap saat Vino datang, lelaki yang tak lain adalah kakak dari kekasihnya, Karina. Tidak hanya Ardian, Karina ternyata juga memiliki sebuah rahasia besar tentang keluarganya. Setelah hubungannya mengalami kerenggangan dengan Karina, Ardian pun mencoba memperbaiki hubungan itu. Mampukah Ardian merebut kembali hati Karina yang sudah terlanjur dibuat terluka oleh sikapnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasib Karina

Di saat semuanya hanya terdiam membisu, Ardian malah sibuk memamerkan hubungan barunya bersama Emilia. Dia sibuk membangga-banggakan Emilia, membandingkannya dengan Karina.

"Ardian! Mama sama papa enggak suka ya ngeliat kamu berhubungan sama Emila, Emeli, ah .... Terserah siapa namanya yang pasti papa enggak setuju!"

"Namanya Emilia, Pa."

"Mau Emilia kek, mau Elia yang pasti papa sama mama enggak suka sama dia!" tegas pak Seno.

Ardian rela pasang badan untuk membela Emilia. "Pa, tolong jangan ikut campur urusan percintaan Ardian untuk kali ini. Emilia juga gadis baik-baik, dia cocok jadi pendamping hidup Ardian! Tolong jangan paksa Ardian untuk kembali bersama Karina."

Ardian menatap memohon pada kedua orangtuanya.

Nyonya Agatha dan pak Seno melihat banyak perubahan pada anak tunggal mereka setelah kenal dengan Emilia, gadis yang entah berasal dari keluarga mana.

Pak Seno masih berusaha mencari tahu siapa sebenarnya Emilia.

"Ardian, coba kamu pikir baik-baik. Karina cuma punya kamu, mama papanya udah enggak ada. Sekarang tante maya juga nikah lagi, betapa tersiksanya Karina seorang diri," ucap nyonya Agatha.

"Itu bukan urusan Ardian lagi, Ma. Pokoknya aku enggak mau sama Karina lagi, aku udah punya Emilia sekarang. Aku cuma mau fokus sama hubungan aku dan Emilia, enggak ada lagi Karina! Karin cuma masa lalu, Ma." Ardian bangun dan bergegas pergi ke dapur, tiba di sana ia malah dikejutkan dengan keberadaan bi Alfa.

Wanita muda itu sedang membersihkan wajan dan menyusunnya dengan rapi di tempat penyimpanan.

"Udah lama bibi nggak lihat non Karina, ajakin dong si non ke sini, Mas." Alfa mengambil sapu dan mulai menyapu di dekat meja.

"Mulai sekarang dia nggak bakalan datang ke sini lagi, Bi." Ardian menerangkan dengan suara tegas.

"Mas Ar sama non Karin udah nggak ada hubungan apa-apa lagi?" Wanita itu masih penasaran dan terus bertanya.

Ardian melihat Alfa dengan lirikan mata malasnya, kemudian mengambil sebotol minuman kaleng dan pergi naik ke lantai dua menuju kamarnya sendiri.

Hari libur seperti ini dia menghabiskan waktunya di rumah saja, tidak pergi jalan-jalan ke luar. Biasanya dia akan menghabiskan waktu senggangnya dengan menemani Karina pergi ke toko buku, dan itu dilakukan setiap hari libur.

Sekarang masa itu telah hilang, semua berubah karena hatinya telah ditempati perempuan lain.

Seorang perempuan yang menurutnya lebih sempurna dan lebih segala-galanya dibandingkan Karina.

"Kasian sekali non Karina, pasti dia sangat sedih saat ini." Alfa mulai teringat akan kesendirian Karina jika benar kalau Ardian tidak menginginkannya lagi.

"Fa!" panggil nyonya Agatha.

"Iya, Bu." Alfa langsung menghadap majikannya dan meninggalkan pekerjaannya yang belum kelar.

"Sudah jam dua siang, temenin saya ke pasar yuk! Saya mau belanja untuk membuat menu makan malam. Malam ini rekan kerja suami saya bakalan datang ke sini, jadi kita harus bersiap-siap dari sekarang."

"Oalah, Bu. Saya belum beresin pekerjaan di dapur!"

"Ah, gampang itu. Tinggalin aja, nanti saya bantu. Yang penting sekarang kamu temenin saya belanja ke pasar dulu ya!"

"Siap, Bu!" jawab Alfa penuh semangat. Wanita muda itu masuk ke kamarnya, mengganti bajunya dengan baju yang lebih bagus dan menarik agar terlihat lebih mempesona.

Alfa mematut dirinya di depan cermin sambil tersenyum senang, ia memperhatikan dirinya yang tampak lebih mempesona. Biarpun bekerja sebagai asisten rumah tangga di keluarga pak Seno, tapi dirinya diperlakukan dengan sangat baik, dia sudah dianggap seperti anggota keluarga pak Seno juga.

"Hemp, sudah cantik ini. Saatnya pergi menemani bu Bos belanja," celoteh Alfa seraya berjalan menuju ruang depan tempat di mana bu Agatha menunggu.

"Pantesan lama saya tunggu, ternyata kamu kelamaan dandan."

"Harus lah, Bu. Mana tahu ada mas-mas tampan dan mapan yang ngelirik Alfa kan, uh .... Nanti saya enggak perlu kerja di sini lagi." Alfa tersenyum sumringah.

Nyonya Agatha memperlihatkan wajah sedihnya. "Jadi maksudnya kamu udah nggak betah di sini lagi? Pengen berhenti kerja gitu?"

"Eh, nggak gitu, Bu. Maksud sa_"

"Kelamaan dengerin omongan kamu, kita langsung pergi aja." Nyonya Agatha berjalan keluar lebih dulu.

Alfa berlari dari belakang mengejar majikannya. "Bu, dengerin saya dulu!"

"Saya paham, Fa."

"Tapi maks_"

"Iya, iya. Saya tahu maksud kamu yang sebenarnya gimana," sela nyonya Agatha, beliau segera membuka pintu mobil karena tidak ingin melanjutkan obrolannya dengan Alfa.

****

Alfa berhenti di depan pasar buah, sedangkan nyonya Agatha mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya.

Keadaan di pasar begitu ramai, di samping tempat jualan buah, ada juga tempat jual ikan. Alfa menutup hidungnya karena tidak tahan dengan bau amis yang begitu menyengat.

"Biasanya juga ke pasar, tapi enggak sebau ini. Apa mungkin karena semalam hujan ya, jadinya tempat di sini lebih lembab." Alfa melihat ke bawah, genangan air terlihat di sekeliling jalan.

Alfa mulai memfokuskan matanya menelisik ke setiap lorong pasar, menatap orang-orang yang keluar dengan membawa keranjang sayur yang penuh dengan bahan makanan di dalamnya.

Wanita itu jadi geleng-geleng kepala saat melihat ada pelanggan yang marah-marah kepada penjual karena salah memberikan uang kembalian.

"Benar-benar rame," monolog Alfa, "duh, si ibu ke mana sih? Dari tadi juga ditungguin di sini."

Alfa berniat mengambil ponselnya dalam tas selempang kecil yang dibawanya tadi, mendadak matanya melihat Karina yang sedang berjalan cepat menuju pasar ikan.

Diliputi oleh rasa penasaran, Alfa akhirnya memilih mengikuti Karina dari belakang.

"Si non mau ke mana sih?" batin Alfa dengan kaki yang terus melangkah maju ke depan.

Disebabkan terlalu banyak orang yang berlalu lalang, Karina pun tidak tahu kalau ada orang yang mengikutinya dari belakang.

"Seharusnya kamu datang lebih awal kalau mau kerja!" ucap si pedagang ikan itu kepada Karina dengan suara keras.

"Ma-maaf, Pak. Saya ada sedikit masalah tadi," jawab Karina.

"Baru kerja beberapa hari udah kek gini, kamu mau gajinya saya potong!"

"Enggak, Pak!"

"Ambil ini!"

Dengan tangan yang masih gemetar, Karina mengambil pisau yang diberikan bapak tersebut.

Pasar ikan tempat Karina jualan cukup ramai pelanggannya, gadis itu bertugas melayani pembeli yang berdesakan di sana.

Alfa kaget saat melihat Karina bekerja di tempat seperti itu.

"Non Karina mau kerja di tempat bau seperti ini? Ada yang tidak beres ini, saya harus lapor ke ibu dulu." Alfa bergegas pergi dari sana. Namun, baru beberapa langkah ia berjalan meninggalkan pasar ikan tersebut, terdengar suara ribut-ribut di tempat Karina bekerja.

"Tadi saya taruh di sini, enggak mungkin bisa langsung hilang." Ibu-ibu itu mulai menatap tajam ke arah Karina.

"Coba diperiksa lagi, Bu. Siapa tahu uangnya sudah ibu masukin dalam tas lagi," ujar Karina.

"Enggak ada!"

"Jangan-jangan dia yang ngambil lagi," tuduh suami si ibu tersebut.

Kebetulan tas wanita itu memang diletakkan di samping Karina.

Tidak terima dituduh tanpa bukti, Karina langsung bersuara untuk membela diri. Dari tadi dia sibuk melayani pembeli, jadi tidak mungkin sempat mencuri uang orang lain.

"Ibu jangan sembarangan ngomong, ini namanya fitnah!"

Alfa tidak jadi pergi, dia kembali menyaksikan perdebatan Karina dan pembelinya.

Ponsel Alfa terus berdering, itu adalah panggilan masuk dari nyonya Agatha.

"Ya ampun, si ibu malah nelpon saya. Ini lagi tegang-tegangnya, semoga si non enggak kenapa-kenapa." Alfa berdoa dalam hati.

"Alfa! Alfa, di mana kamu!?" Nyonya Agatha memanggil Alfa di tengah suara pengunjung yang semakin ramai.

Jedar!

Petir menyambar, hujan lebat turun seketika. Alfa meninggalkan area pasar itu dan menghampiri nyonya majikannya, supaya beliau tidak melihat Karina dengan keadaannya yang menyedihkan itu.

1
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
keliatan banget kalo alisha suka sama bayu /Facepalm/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
sebenernya pak seno ini punya rencana apa sih 🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Wajah Ardian bikin Bu hana flasback /Frown/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Jatuh dan hanyut kesungai, kok bisa nyampe Swiss itu siEmil 🤔🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
persepsi Ardian lumayan juga, setidaknya tidak seperti pak seno yg terlalu naif
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Ini awal mula pertemuan bayu sma alisha sungguh kesan pertama yg tak terduga 🤭🤭🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
apakah ibu hana kabur
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
walaupun emil ganti wajah, tpi masa engga kenal sih sama suara emill 🤔🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Jangan" gadis misterius itu emil 🤔🤔
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: lah, emang../Slight/
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Ibu Hana terlalu banyak mikir yg seharusnya engga perlu difikirin , ehh kok kek orang itu ya.
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: ihhhh, 😭🤣 org siapa itu
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
mungkin ini yg dimaksud dengan prinsip tabur tuaii, selamat maya, kini km sedang menuaii hasil dari perbuatan mu dulu .
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Emang agak aneh sih sikap Bu Hana
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
keputusan yg karina ambil kali ini sangat beresiko ..
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
udah sayang sayangan lagi aja karina /Facepalm/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
kalau meninggal , setidaknya tubuh nya pasti di temukan .
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
ardian kok bisa tau karina di sekap dimana 🤔
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Liat pakek mata batin
🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Vino kerja apaan coba,nyampe tengah malam kok belum pulang
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
karina padahal mau tapi pura" Jaim 🤣🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
mamam tuh ardian 🤣🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Cinta Cinta mulu /Facepalm/
karina jadi bego gara" cinta
emilia jadi stress gara" cinta
ibu nya emil gangguan jiwa gara"?? sama aja kan, Cewek emang ya /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!