NovelToon NovelToon
ARROGANT WIFE

ARROGANT WIFE

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Nikahkontrak / Aliansi Pernikahan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / CEO / Tamat
Popularitas:867.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: ROZE

Alexa Elora William harus kembali ke negara asalnya setelah lima tahun gadis itu pergi. Dia dijodohkan
dengan Zion Melviano Wilson, anak dari sahabat sekaligus rekan bisnis ayahnya.

Lexa bersikeras menolak pernikahan itu namun kedua orang tuanya tetap memaksa.

Sementara itu ada David yang selalu menjaga dan melindungi Lexa sejak kecil dan tidak akan membiarkan Lexa jatuh begitu saja dalam genggaman Zion.

"Jangan harap aku akan menerima perjodohan ini!"

"Pernikahan ini akan tetap terjadi, suka atau tidak."

Aku akan menghancurkan kesombonganmu dan membuatmu menyesal - Zion

Bermimpilah sesuka hatimu selagi dirimu mampu - Lexa

Aku akan selalu menjagamu seumur hidupku - David

Ada cinta dan benci ...
Ada harapan dan keputus asaan ...
Ada yang bahagia maka ada juga yang akan tersakiti ...

Semuanya ada di ARROGANT WIFE

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROZE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4 MENOLAK

Lexa duduk di bangku taman depan restoran. Dia terys ngedumel penuh kekesalan. Zion memandang Lexa dari kejauhan. Kejadian seperti ini tidak pernah disangkanya.

Setelah setengah jam duduk di kursi taman itu, Lexa akhirnya pulang dengan menggunakan taksi.

Lexa tiba di rumah hampir bersamaan dengan kedua orang tuanya.

"Lexa, ayah dan bunda mau bicara."

"Lexa lelah."

Hari demi hari berjalan dengan suasana dingin. Setiap hari Lexa mendengarkan kedua orang tuanya membicarakan perjodohan itu. Di kantor sikap Lexa dan ayahnya layaknya atasan dan bawahan.

"Soal pertunangan ... "

"Harap tidak membicarakan masalah pribadi di kantor, Sir!"

Lexa terlihat dingin meskipun di hadapannya ada ayahnya, Ronald dan Zion.

"Dengar Lexa, pertunangan ... "

"Saya akan mengundurkan diri jika Anda membicarakan masalah pribadi."

Keras kepala! Dari mana sifat itu? Ya tentu saja dari orang tuanya yang ngotot menjodohkan mereka. Lexa pun ngotot untuk menolaknya. Siapa yang akan kalah?

Malam harinya Zion dan kedua orang tuanya datang ke rumah Alex untuk membicarakan kelanjutan perjodohan mereka.

Ngeyel!

"Bulan depan pertunangan kalian akan diadakan!"

"Kenapa ayah dan bunda terus memaksa? Apa kalian sudah jadi budak harta?"

"Lexa, jaga bicaramu!"

"Lexa Sayang, menikahlah dengan Zion. Ayah dan bunda sudah tua, kami ingin melihat kamu menikah dan bahagia."

"Baiklah, aku akan menikah!" Keempat orang tua itu tersenyum senang.

"Tapi tidak dengan pria ini. Coba deh, ayah dan bunda kalau mau nyari calon suami buat aku tuh lebih selektif lagi. Jangan yang seperti ini. Nyari rekan bisnis saja selektif, kok nyari calon menantu malah asal-asalan."

Pernyataan yang menyakitkan!

"Heh, maksud kamu apa? Kamu pikir aku mau dijodohkan dengan cewek arrogant seperti kamu?"

"Tuh, kamu juga tidak setuju kan, ya sudah dibatalin saja!"

"Ya sudah. Masih banyak kok cewek di luaran sana yang mengantri untuk menikah denganku."

"Baguslah, yang penting itu bukan aku. Aku hanya suka dengan yang limited edition, bukan yang obralan."

"Eh, mulut bisa enggak di jaga?"

"Memang kenyataan."

"CUKUP! Kalian berdua tenanglah."

"Begini saja, kalian lakukanlah pendekatan dulu sebelum tunangan."

"Ngapain, buang-buang waktu saja."

"Aku juga malas pendekatan sama kamu." Zion berkata tak kalah sengit.

Keempat orang tua menghela nafas dan memijat kening mereka yang akhir-akhir ini nampak mengkerut.

"Lexa, ayah mau kamu jadi anak yang berbakti. Menikahlah dengan Zion."

"Memangnya selama ini tidak berbakti? Ayah memintaku kuliah managemen bisnis, aku turuti. Padahal ayah dan bunda tahu aku ingin menjadi dokter. Padahal aku juga bisa kuliah dua jurusan, tapi kalian tetap tidak mengizinkannya. Kalian memaksaku untuk kembali ke Indonesia, padahal kalian tahu aku tidak suka. Apa kurang berbaktinya aku?" Lexa berteriak, tidak lagi ingat kalau dia berteriak pada orang tuanya.

"Hanya karena satu keinginan yang tidak mau aku turuti kalian langsung menganggap aku anak durhaka, tapi kalian orsng tua yang egois!"

"Lexa ... maksud kami ... "

"Aku akan kembali ke Jepang malam ini juga."

Lexa langsung meninggalkan mereka.

"Maafkan sikap Lexa. Entahkah kenapa dia jadi seperti itu sekarang. Sejak lima tahun yang lalu sikapnya jadi berubah."

"Lima tahun yang lalu?"

Alex mengangguk, sedangkan Diana terlihat sangat sedih.

"Kalian tahu kan, dulu Lexa anak yang periang dan sangat ramah. Tapi sekarang dia berubah. Dia sekarang tertutup, bahkan tidak pernah menceritakan keluh kesahnya pada kami."

Zion diam mendengarkan perkataan Alex.

Lexa menuju kamarnya untuk mengambil barang-barang yang penting saja. Setelah itu dia kembali turun. Orang-orang memandangnya dengan cemas.

"Lexa ayo kita bicarakan baik-baik."

"Bicara padaku kalau kalian sudah membatalkan perjodohan ini."

"Tunggu Lexa!" Diana ingin mengejar anaknya yang sudah keluar.

"Biar saya saja yang mengejarnya!"

Zion mengendarai mobilnya mengikuti Lexa. Mobil itu menuju hotel. Sebenarnya jadwal keberangkatan Lexa masih besok pagi, tapi dia tidak ingin berlama-lama ada di rumah.

Setelah mendapatkan kunci kamar, Lexa langsung menuju kamarnya. Zion mengikutinya diam-diam. Zion menjegal pintu dengan kakinya saat Lexa akan menutup pintu kamarnya dan langsung menyerobot masuk.

"Apa yanh kamu lakukan, brengsek!"

"Aku hanya ingin bicara denganmu!"

"Yang tadi masih kurang jelas?"

"Jangan pergi begitu saja, kamu tidak kasihan pada orang tuamu?"

"Kasihan! Tapi lebih kasihan lagi aku kalau harus menikah denganmu."

"Hey gadis sombong, aku juga tidak mengharapkan ini terjadi tapi ... " obrolan terputus karena ponsel Zion berdering.

"Kenapa Dad? Iya aku sedang bersama Lexa!" Zion terdiam mendengar perkataan daddynya.

"Iya kami akan segera ke sana!" Zion langsung menarik tangan Lexa.

"Lepas, jangan sentuh!"

"Ayo cepat, ayahmu masuk rumah sakit!"

Jantung Lexa tiba-tiba berdetak dengan kencang dan tanpa sadar dia meremas tangan Zion yang masih menggenggam tangannya dengan erat.

Lexa duduk dengan gelisah di dalam mobil.

"Tenanglah, ayahmu pasti akan baik-baik saja."

"Kalau ini ayahmu, memangnya kamu bisa tenang? Bicara sih memang gampang."

Zion lebih memilih diam, tidak ingin meladeni gadis galak yang duduk di sebelahnya.

Mereka tiba di rumah sakit dan langsung menuju UGD.

"Bunda, ayah gimana?"

"Ayah masih di dalam, dokter belum keluar sejak tadi."

Entah berapa lama mereka menunggu, akhirnya dokter keluar juga.

"Bagaimana Dok?"

"Untung saja Pak Alex langsung dibawa ke sini, jadi bisa segera ditangani. Saat ini beliau belum sadar, kami akan memindahkannya ke ruang perawatan."

Mereka menghembuskan nafas lega. Lima menit kemudian Alex dipindahkan ke ruang perawatan.

Zion dan orang tuanya masih setia menemani. Pagi hari Alex sudah sadar.

"Ayah, bagaimana kondisi ayah?" Alex memandang wajah putrinya dengan pandangan sendu. Dia mengusap rambut anaknya dengan penuh kasih sayang.

"Rara Sayang, ayah sudah tua, tidak tahu sampai kapan ayah akan hidup. Ayah mau sebelum ayah meninggal, ayah bisa menikahkan kamu dengan laki-laki yang baik. Menikahlah dengan Zion!"

Itu lagi!

"Jangan bicara seperti itu Sayang, kalau kamu pergi, aku juga akan pergi." Diana menangis tersedu.

"Jangan Sayang, jagalah anak kita baik-baik."

"Sudah Lex, jangan banyak bicara. Kamu baru saja sadar, istirahatlah dulu, jangan banyak pikiran."

"Tapi aku tidak bisa tenang. Aku hanya ingin melihat putriku bahagia."

"Sudahlah ayah, jangan membicarakan itu dulu!" ucap sang istri yang menggenggam tangannya.

Lexa hanya diam saja. Disaat seperti ini memangnya dia harus bicara apa? Tetap menolak perjodohan, bukan waktu yang tepat. Menerimanha juga tidak sesuai dengan hatinya. Sudahlah, lebih baik dia diam saja, dari pada memicu pertengkaran yang akhirnya bisa menyebabkan nyawa menghilang. Ujung-ujungnya dia akan dianggap anak durhaka.

Aku harus mencari cara untuk menggagalkan perjodohan ini. Jangan sampai aku menikah dengan dia!

.

.

.

.

.

.

.

.

Hai gimana ceritanya? Yang sudah like, komen ataupun vote terima kasih banyak ya atas dukungannya.

1
Shifa Burhan
biar adil beri juga zion sahabat wanita yang selalu ada untuknya

berani tidak kau beri zion sahabat wanita

fakta wanita, dia merasa dia bebas berteman dengan lelaki lain bahkan bebas memuji lelaki lain, tapi suami tidak boleh berteman dengan wanita lain, dan fakta nya inilah adalah sikap egois wanita yang terbungkus dengan kemunafikan
Qaisaa Nazarudin
Pasti skandal pelecehan itu ulahnTiara..Dan ini semua juga rencana Tiara..Karena Tiara selalu iri dgn Alexa dari dulu sampai sekarang..Jadi Tiara lah biang keroknya..
Qaisaa Nazarudin
Nah di sini khilap nya Ale,seharusnya ortu nya harus tau semua ini,Jadi gak akan ada drama perjodohan sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Belum terlambat David, Sekarang kamu punya alesan utk membawa Ale pergi dari mereka semua yg gak punya otak..
Qaisaa Nazarudin
Jadi Ortu jangan terlalu Egois,Liat kan sekarang akibat dr ulah kalian yg selalu memaksa,yg selalu bikin Ale stress..🙄🙄🙄😡😡
Qaisaa Nazarudin
Bener2 ya kamu thor, ternyata adek kakak,Lalu siapa suami Hanie?
Qaisaa Nazarudin
DUA2 Egois... Sekarang kamu denger Hannie apa yg David katakan..Kamu cumanndia jadikan penghangat ranjangnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Ini lah yg bikin Ale muntah2 dan mual,Makan banyak tapi badannya kurus..
Qaisaa Nazarudin
Bagus,Biar ortunya sedar..Jangan pernah maksa lagi kehendak mereka..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan Bener..Kok semua pada hamil sih??
Qaisaa Nazarudin
Apa Tiara juga hamil?? Anak Zion kah?? 👏👏👏👏 Woooww semakin membingungkan...
Qaisaa Nazarudin
Alexa bukan hamil tapi sakit..yg hamil itu Hannie..Selingkuh sama David,Aku juga heran sebenarnya David ada dendam apa dgn Ale? kenapa dia gak mau Ale bahagia dgn yg lain,dan seperti ngasih harapan ke Ale,Tapi malah selingkuh dgn Hanie..🤦🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Inilah dia muka2 yg Egois..
Qaisaa Nazarudin
Kalo emang Lexaningin cerai dgn Zion kenapa dia gak rakam aja kelakuan zion di belakangnya,Dan juga perkataan Tiara saat ini,Dan kasih bukti itu ke ortu mereka,Jadi mereka gak perlu EGOIS dan maksa juga berharap lagi,Zion juga aku heran,Mau nya dia itu apa sih gak mau cerai dgn Alexa tapi masih berhubungan dgn Tiara,Heran aku..
Pudjiati Puji
pokoknya aku suka banget ceritanya thor /Good/
Roze: Makasih banyak, kak.

Baca ceritaku yang lain juga ya, dan follow akunku biar dapat info cerita terbaru 🙂😀😃🤗🤩🙏
total 1 replies
Pudjiati Puji
wjwkwkwk ketawa terus/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Pudjiati Puji
sampai air mata keluar ketawa terus/Grin/
Pudjiati Puji
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Amelia
salam kenal ❤️🙏
Fhebrie
apakah David kakaknya lexa yg katanya meninggal.. secara wajah mirip darah pun juga sama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!